8. Menginap Di RS

Setelah seharian bergumul dengan kegalauan di rumah sahabatnya, Merilin membawa Langkah kakinya dengan lesu. Dia menyerek kakinya menapaki jalan trotoar. Berjalan sendirian, menuju RS. Setiap akhir pekan dia akan menginap di RS. Perawat khusus akan libur selama akhir pekan.

Gadis itu termenung sambil menghitung langkah kakinya sendiri.

Menikah dengan Tuan Rionald.

Bibirnya bergumam nama itu, namun wajah yang melintas di kepalanya adalah wajah penuh senyumam Serge. Laki-laki yang menawarkan pernikahan itu padanya. Sampai hari ini perasaan sakit hati itu pun belum memudar. Kenyataan pahit yang harus ia hadapi seumur hidupnya. Cinta bertepuk sebelah tangan.

Kak Gege sendiri sudah punya pacar belum ya? Tipe wanita yang dia sukai seperti apa ya? Apa gadis tinggi semampai dan cantik tapi urakan seperti Jesi, atau gadis cantik dan cerdas seperti Dean. Kenapa cuma aku yang bertubuh kecil diantara mereka si!

Pikiran aneh bermunculan, sepanjang langkah kaki Merilin. Bibirnya memanggil nama Serge lagi.

Serge menampung semua keluhan Merilin, namun, gadis itu tersadar, kalau Serge jarang sekali membahas mengenai kehidupan pribadinya. Dia hanya bercerita tentang pekerjaan, atau hal remeh temeh yang bisa menghibur Merilin. Yang dilakukan laki-laki itu adalah mendengarkan, dan meminjamkan bahu bagi Merilin untuk bersandar. Merilin merasa menyedihkan, kenapa itu baru terasa. Kak Serge memeng hanyalah laki-laki yang baik hati.

Dia baik, karena memang hatinya yang baik. Tidak ada hubungan dengan simpati, apalagi cinta pada lawan jenisnya.

Jalanan ramai, gadis itu tidak menyadari kalau dia sudah berjalan sejauh ini. Rumah kontrakan sahabatnya dan RS cukup lumayan jaraknya sebenarnya, namun, karena banyak yang ia pikirkan. Tak terasa langkahnya sudah membawanya ke hadapan gedung RS. Lampu-lampu terang menyala. Area parkir juga terang. Orang hilir mudik. Di jam segini di akhir pekan, kehidupan malam, bahkan di RS sekalipun akan berjalan lebih panjang.

Bunyi pesan di hp. Gadis itu sigap mengaduk tasnya menemukan hpnya. Dia jatuhkan lagi tangan tidak bersemangat. Grup chat fans Tuan Rion sedang ramai.

Salah satu orang mengirimkan sebuah foto Tuan Rion di sebuah lapangan golf, bersama presdir, ayahnya. Di ambil dari jarak yang sangat jauh. Anak-anak ramai mengomentari penampilan dan pakaian yang di pakainya. Sementara itu dengan tidak semangat Merilin memasukkan lagi hpnya ke dalam tas. Tidak ada foto Serge di sana. Membuatnya tidak merasa penting untuk melihat. Karena sekali lagi, dia masuk ke grup itu untuk diam-diam mendapatkan foto Serge, laki-laki yang ia sukai dalam keheningan.

Walaupun sudah ditampar kenyataan kalau Serge tidak menyukainya, tapi tetap saja hanya Serge yang masih dipikirkan Merilin.

Dia sudah masuk ke dalam RS, menyusuri lorong menuju ruangan di mana ibunya di rawat.

“Terimakah Bu, untuk semuanya. Terimakasih sudah menjaga ibu saya. Ini minuman mengusir kantuk.” Merilin menyodorkan kantung plastik yang dia beli di minimarket tadi pada para perawat yang sedang berjaga. Lalu dia pamit keruangan ibunya berada.

Sayup dia mendengar obrolan para perawat.

“Kasihan sekali ya, dia masih muda padahal. Adiknya juga masih sekolah.”

“Ia, mana pengobatan ibunya mahal.”

“Bebannya berat sekali.”

“Pengobatan ibunya juga tidak sebentar.”

“Kasihan ya.”

Ah sudahlah, gumam mereka kemudian setelah Merilin menghilang dari pandangan, karena mereka sendiri juga sangat lelah dengan beban pekerjaan membuat mereka hanya sekenanya saja bicara.

Merilin membuka pintu kamar perawatan ibunya.

“Lho Dek, kamu di sini?” Melihat Harven adiknya yang sedang tiduran di sofa sambil bermain hp. Adiknya menggangguk. “Kan Kak Mei bilang pulang aja di rumah belajar, sebentar lagi kamu kan ujian.” Mendekat ke arah tempat tidur ibu. Mengusap kepala ibu dan mencium keningnya. “Mei datang Bu. Mimpi indah bertemu ayah ya Bu. Mei dan Harven tidur di sini. Maaf Mei baru bisa datang di akhir pekan,” ujarnya lirih mencium kening ibunya lagi, membetulkan selimut.

Merilin meletakkan tas di meja. Mendekat ke arah adiknya.

Harven bangun, duduk bersandar.

“Malas di rumah sepi Kak. Lagian ini akhir pekan, kenapa masih nyuruh orang belajar si. “

Merilin mendekat, duduk di sebelah adiknya. Mengacak rambut adiknya yang lembut bergoyang.

“Kau kan sebentar lagi ujian masuk perguruan tinggi, awas saja kalau sampai tidak lolos ujian masuk.”

Harven mendengus. Dia menjatuhkan kepala ke bahu Merilin. Sebenarnya dia tidak tertarik untuk kuliah. Bukan karena dia bodoh atau malas belajar untuk ujian, namun dia cukup tahu diri bagaimana kakak perempuannya telah banting tulang bekerja keras selama ini. Apalagi pengobatan jangka panjang ibu. Matanya bersiloroh melihat ibu yang tertidur dengan tenang di tempat tidur. Kalau sedang tidur seperti itu ibu seperti orang normal pada umumnya. Hanya luka fisik pada kakinya yang memang membuatnya masih susah berjalan mungkin yang paling ketara. Namun kalau ibu sudah bicara mulai akan terlihatlah, kalau ibu tidak baik-baik saja.

“Kak.”

“Hemm.” Merilin menyandarkan bahunya pada sandaran sofa. Kepala Harven masih bersandar padanya. Bahkan sekarang tangannya melingkar di lengannya.

Aku nggak mau kuliah, cuma bergumam dalam hati beraninya Harven. Kalau dia mengatakannya, pasti akan mengkhianati kerja keras kakaknya selama ini. Jadi dia mengusir kata-kata itu jauh.

“Kak.”

“Kenapa?”

“Ada yang mengajakku pacaran di sekolah. Anak orang kaya, sudah kubilang keluargaku bangkrut dan aku tidak punya apa-apa, eh dia masih mengejarku.” Tangan Merilin langsung menyambar punggung adiknya.

Plak!

Suaranya keras terdengar.

“Apa sih Kak, sakit.” Bersungut-sungut. Akhirnya Merilin mengusap bahu yang baru saja dia pukul itu. Dia usap dengan penuh kasih sayang.

“Sudah kubilang kan, jangan menceritakan tentang keluarga kita pada sembarangan orang Dek. Tidak semua orang bisa bersimpati pada keadaanmu.”

Cih. Harven tahu, Merilin melarangnya karena dia tidak mau adiknya direndahkan, dibully atau jadi bahan pembicaraan negative seisi sekolah. Keluarga bangkrut, orang mungkin hanya melihat itu. Tanpa menilik latar belakang cerita dibaliknya. Siapa perduli keluarganya adalah korban, tidak ada yang perduli untuk itu. Bahkan saudara-saudaranya pun menjauhinya. Takut Merilin menemui mereka hanya untuk berusaha meminjam uang misalnya. Jadi Merilin selalu mewanti-wanti dia untuk hati-hati bicara.

“Kau tahu kan, masa depanmu masih sangat panjang Dek, kau harus kuliah di kampus yang bagus. Bekerja di perusahaan besar dan menikah dengan gadis pilihanmu kelak. Jadi biarkan cerita keluarga kita menjadi masa lalu yang tidak akan merusak masa depanmu nanti.”

Ah, Kak Mei memang selalu serius kalau sudah membahas masa depanku. Padahal dia sendiri melupakan masa depannya. Hati Harven ngilu sendiri.

“Ia, ia, aku tahu.” Sekarang Herven melorot menjatuhkan kepala di pangkauan Merilin. Meminta gadis itu membelai kepalanya, dengan memindahkan tangan Merilin. Gadis itu mengusap kepala adiknya lembut. “Dia yang mengejarku duluan, sudah aku bilang aku nggak mau pacaran, masih saja nembak tiap hari.”

Lebih baik mengalihkan pembicaraan sekarang batin Harven.

“Teman sekelasmu? Bagaimana dia?” Merilin malah penasaran dengan sosok gadis itu. Buat bahan menggoda adiknya nanti.

“Imut seperti Kak Mei. Tapi lebih manis dan cantik Kak Mei.” Harven memejamkan mata. Merilin tergelak mendengar kata-kata adiknya. Sepertinya tipe adiknya yang mirip-mirip dengannya. “Gara-gara aku menolongnya waktu dia diganggu anak-anak sekolah lain, katanya dia langsung jatuh cinta. Tidak perduli apa pun, yang penting dia jatuh cinta katanya. Bodoh kan.”

“Haha, imutnya.” Merilin menutup mulut kaget dengan suara tawanya yang cukup keras, dia menoleh ke tempat tidur. Ibu tidak menunjukan reaksi apa-apa. Masih tertidur dengan tenang. “Kau jadi pahlawannya donk, pantas saja dia jatuh cinta padamu. Kau baik dan keren sih." Tangan Merilin masih mengusap pelan kepala adiknya.

“Cih, baik apanya. Aku hanya menolongnya karena bosan saja.” Harven menjawab acuh.

“Ia, ia. Kak Mei percaya.”

Sambil mengusap kepala Harven Merilin memikirkan kata-kata Serge lagi. Menikah dengan Tuan Rion. Dia sudah harus memberi jawaban segera, namun hatinya masih bimbang.

Dilihatnya adiknya, bagaimana aku mengatakan padamu. Merilin bingung, bagaimana harus memulainya. Supaya Harven tidak terkejut dengan kabar tiba-tiba ini.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Ade Bunda86

Ade Bunda86

lqnjut

2024-11-16

1

Fhebrie

Fhebrie

hampir samalah sama daniah

2024-07-08

1

Abinaya Albab

Abinaya Albab

Kaya'y merilin kaya' daniah ya tubuhnya mungil rambutnya kruwel² nasibnya juga hampir sama

bikin novelnya dinasti wijaya (saga) juga dong kak otor.... pingin tau usaha jodohnya erina menaklukkan saga ... aku baru bayangin aja pasti berat banget tuh jodohnya erina nnti/Silent/

2024-05-27

0

lihat semua
Episodes
1 1. Kisah Dimulai
2 2. Tawaran Menikah
3 3. Kesalahpahaman
4 4. Menjadi Istri Boneka
5 5. Kedatangan Ke Apartemen
6 6. Biodata Merilin
7 7. Kegelisahan Merilin
8 8. Menginap Di RS
9 9. Dunia Harven
10 10. Pertemuan Pertama
11 11. Kontrak 2 Tahun
12 12. Kunjungan Ke Rumah Presdir
13 13 Nasib Serge
14 14. Memberitahu Harven
15 15. Pengorbanan Kak Mei
16 16. Rion Mengenali Merilin
17 17. Masa Lalu
18 18. Mimpi Buruk
19 19. Bertemu Presdir
20 20. Kakak Laki-Laki Merilin
21 21. Undangan Makan Malam
22 22. Pernikahan Secara Tertutup
23 23. Kafe Musim Semi
24 24. Kemarahan Kakak
25 25. Rahasia Sedikit Terkuak
26 26. Persiapan Pernikahan
27 27. Ada Saja Ide Sherina
28 28. Resmi Menjadi Istri
29 29. Pembicaraan Rahasia
30 30. Pertengkaran Kecil
31 31. Sentuhan Tangan
32 32 Malam Pertama (Part 1)
33 33. Malam Pertama (Part 2)
34 34. Masih Berlanjut Senam Jantungnya
35 35. Pamer Bekas Kecupan
36 36. Berterimakasih Dengan Setimpal
37 37. Tetangga Serge
38 38. Isi Hati Para Wanita
39 39. Pelukan Di Balkon Apartemen
40 40. Buang Semua Baju Jelek Itu
41 41. Menyimpan Nomor Hp
42 42. Isi Hati Rion
43 43. Tidak Bisa Menolak
44 44. Akhirnya Terjadilah
45 45. Akal Bulus Rion
46 46. Amarah Rion
47 47. Hadiah Mobil
48 48. Kejadian di Lift
49 49. Ada Yang Iri
50 50. Shopping Time
51 51. Hadiah Baim Pemicu Keributan
52 52. Pertengkaran Kecil
53 53. Babak Kedua
54 54. Stiker Pembawa Masalah
55 55. Kakak Posesif
56 56. Siapa Pacar Sherina?
57 57. Masuk Ruangan Presdir
58 58. Keisengan Rion
59 59. Bertemu Serge (Part 1)
60 60. Bertemu Serge (Part 2)
61 61. Bertemu Mantan
62 62. Pertengkaran
63 63. Kesalahpahaman
64 64. Aku Lelah, Kesal dan Marah
65 65. Hadiah Rion
66 66. Proyek Andalusia Mall
67 67. Tanda Kecup-Kecup
68 68. Rion Move On
69 69. Nikmati Saja Mei
70 70. Panggilan Tak terjawab
71 71. Hadiah Rion Yang Asli
72 72. Kesalahpahaman Selesai?
73 73 Cemburu Buta
74 74. Kakak Beradik
75 75. Tetangga Sebelah
76 76. Berbaikan
77 77. Akting Mesra Dengan Maksimal
78 78. Kisah Cinta Lain
79 79. Menunjukkan Kamar Rion
80 80. Pil Kontrasepsi Terungkap
81 81. Bonekaku
82 82. Aku Menemukanmu
83 83. Bermain Dengan Bebas
84 84. Bertemu Dengan Amerla
85 85. Perang Dingin
86 86 Kabur Dari Lapangan Golf
87 87. Tawa Sejuta Makna
88 88. Rencana
89 89. Serangan Mematikan
90 90. Curhat
91 91. Cemburu
92 92. Cemburu Lagi
93 93. Karena Harta
94 94 Pagi Yang Penuh Keseruan
95 95. Gosip Mei Semakin Melebar
96 96. Ada Saja Ulahnya
97 97. Menyelamatkan Mei
98 98. Keributan Jilid Kedua
99 99. Pingsan Berjamaah
100 100. Merealisasikan Khayalan Mei
101 101. Hukuman Biang Gosip
102 102. Terlambat Bangun Pagi
103 103. Dukungan Sahabat
104 104. Kesombongan Amerla
105 105. Rencana Rion
106 106. Mensucikan Diri.
107 107. Pertengkaran Hebat
108 108. Mengaku Cinta
109 109. Ternyata Begitu
110 110. Berterimakasih
111 111. Meminta Hadiah
112 112. Sibuk
113 113. Di loby kantor
114 114. Makan Malam Di Hotel Berbintang
115 115. Eh, Gagal Ehem
116 116. Terungkap Fakta
117 117. Kabur
118 118. Kangen, Pokoknya Kangen
119 119. Hadiah Dari CEO
120 120. Sadar juga Akhirnya
121 121. Lembaran Hidup Baru
122 122. Ayah dan Ibu di Apartemen
123 123. Kejadian Tidak Terduga
124 124. Ingatan Ibu Kembali
125 125. Menginap
126 126. Bayi Kecil
127 127. Suap-Suapan Cake
128 128. Kau Bukan Bonekaku
129 129. Bunga Di Pusara Ayah
130 130. Akhir Pekan Berakhir
131 131. Mei Tahu Rahasia Rion
132 132. Hubungan Yang Menggantung
133 133. Cuma Memijat
134 134. Kamar Rahasia Rion
135 135. Persiapan Wawancara
136 136. Membahagiakan Keluarga
137 137. Rasa Bersalah
138 138. Amarah Ayah
139 139. Rencana Tinggal Rencana
140 140. Aku mencintainya
141 141. Dunia Milik Berdua
142 142. Pukul Aku Balik
143 143. Jemputan Datang
144 144. Tamparan Paman
145 145. Memeriksa Luka
146 146. Makan Malam Romantis
147 147. Hujan-hujanan
148 148. Aku Mencintaimu Mei
149 149. Penipu Itu
150 150. Ingin Bertemu
151 151. Senang Dicemburui
152 152. Kau Cemburu?
153 153. Kerinduan Dan Kemarahan
154 154. Obat Kegelisahan
155 155. Rion Tahu Tentang Pil
156 156. Diam-Diaman
157 157. Serge Selalu Salah (S3)
158 158. Si Kepala Batu
159 159. Terungkap Semua Rahasia (Part 1)
160 160. Terungkap Semua Rahasia (Part 2)
161 161. Isi Hati Mei
162 162. Berdamai Akhirnya
163 163. Ibram Berulah
164 164. Cinta Oh Cinta
165 165. Pagi Setelah Pertengkaran
166 166. Mirip
167 167. Perkenalan Keluarga
168 168. Perilisan Film Promo
169 169. Tamparan Di Pipi
170 170. Kesalahpahaman
171 171. Hadiah Untuk Mei
172 172. Hadiah Lanjutan
173 173. Kesadaran Datang
174 174. Perang Batin
175 175. Hadiah Presdir
176 176. Ngambek
177 177. Rencana Semua Orang
178 178. Rasa Sakit
179 179. Keberangkatan
180 180. Perlindungan ku
181 181. Menjemput Erla
182 182. Tidak Disangka
183 183. Maaf
184 184. Aku boleh cemburu?
185 185. Lamaran
186 186. Kebahagiaan Semua Orang
187 187. Masalah Selesai
188 188. Kebencian
189 189. Kontrakan Jesi
190 190. Cerita Cinta (Part 1)
191 191. Cerita Cinta (Part 2)
192 192. Cerita Cinta (Part 3)
193 193. Kemunculan Si Penipu
194 194. Amarah Yang Tak Berujung
195 195. Ketahuan
196 196. Aku Tidak Apa-Apa
197 197. Sheri dan Harven
198 198. Kata Maaf Yang Terucap
199 199. Dasar Pencuri!
200 200. Dipanggil Presdir
201 201. Hadiah Untuk Serge
202 202. Perceraian
203 203. Kesadaran Datang?
204 204. Cinta Selamanya
205 205. Si Manja Yang Disayang keluarga
206 206. Final Episode
207 Rahasia Yang Terungkap
208 207. Spesial Episode 1 (Kakek Keren kan?)
209 208. Spesial Episode 2 (Kemeriahan Pesta)
210 209. Spesial Episode 3 (Mimpi Dan Cinta)
211 210. Epilog (Hamil?)
Episodes

Updated 211 Episodes

1
1. Kisah Dimulai
2
2. Tawaran Menikah
3
3. Kesalahpahaman
4
4. Menjadi Istri Boneka
5
5. Kedatangan Ke Apartemen
6
6. Biodata Merilin
7
7. Kegelisahan Merilin
8
8. Menginap Di RS
9
9. Dunia Harven
10
10. Pertemuan Pertama
11
11. Kontrak 2 Tahun
12
12. Kunjungan Ke Rumah Presdir
13
13 Nasib Serge
14
14. Memberitahu Harven
15
15. Pengorbanan Kak Mei
16
16. Rion Mengenali Merilin
17
17. Masa Lalu
18
18. Mimpi Buruk
19
19. Bertemu Presdir
20
20. Kakak Laki-Laki Merilin
21
21. Undangan Makan Malam
22
22. Pernikahan Secara Tertutup
23
23. Kafe Musim Semi
24
24. Kemarahan Kakak
25
25. Rahasia Sedikit Terkuak
26
26. Persiapan Pernikahan
27
27. Ada Saja Ide Sherina
28
28. Resmi Menjadi Istri
29
29. Pembicaraan Rahasia
30
30. Pertengkaran Kecil
31
31. Sentuhan Tangan
32
32 Malam Pertama (Part 1)
33
33. Malam Pertama (Part 2)
34
34. Masih Berlanjut Senam Jantungnya
35
35. Pamer Bekas Kecupan
36
36. Berterimakasih Dengan Setimpal
37
37. Tetangga Serge
38
38. Isi Hati Para Wanita
39
39. Pelukan Di Balkon Apartemen
40
40. Buang Semua Baju Jelek Itu
41
41. Menyimpan Nomor Hp
42
42. Isi Hati Rion
43
43. Tidak Bisa Menolak
44
44. Akhirnya Terjadilah
45
45. Akal Bulus Rion
46
46. Amarah Rion
47
47. Hadiah Mobil
48
48. Kejadian di Lift
49
49. Ada Yang Iri
50
50. Shopping Time
51
51. Hadiah Baim Pemicu Keributan
52
52. Pertengkaran Kecil
53
53. Babak Kedua
54
54. Stiker Pembawa Masalah
55
55. Kakak Posesif
56
56. Siapa Pacar Sherina?
57
57. Masuk Ruangan Presdir
58
58. Keisengan Rion
59
59. Bertemu Serge (Part 1)
60
60. Bertemu Serge (Part 2)
61
61. Bertemu Mantan
62
62. Pertengkaran
63
63. Kesalahpahaman
64
64. Aku Lelah, Kesal dan Marah
65
65. Hadiah Rion
66
66. Proyek Andalusia Mall
67
67. Tanda Kecup-Kecup
68
68. Rion Move On
69
69. Nikmati Saja Mei
70
70. Panggilan Tak terjawab
71
71. Hadiah Rion Yang Asli
72
72. Kesalahpahaman Selesai?
73
73 Cemburu Buta
74
74. Kakak Beradik
75
75. Tetangga Sebelah
76
76. Berbaikan
77
77. Akting Mesra Dengan Maksimal
78
78. Kisah Cinta Lain
79
79. Menunjukkan Kamar Rion
80
80. Pil Kontrasepsi Terungkap
81
81. Bonekaku
82
82. Aku Menemukanmu
83
83. Bermain Dengan Bebas
84
84. Bertemu Dengan Amerla
85
85. Perang Dingin
86
86 Kabur Dari Lapangan Golf
87
87. Tawa Sejuta Makna
88
88. Rencana
89
89. Serangan Mematikan
90
90. Curhat
91
91. Cemburu
92
92. Cemburu Lagi
93
93. Karena Harta
94
94 Pagi Yang Penuh Keseruan
95
95. Gosip Mei Semakin Melebar
96
96. Ada Saja Ulahnya
97
97. Menyelamatkan Mei
98
98. Keributan Jilid Kedua
99
99. Pingsan Berjamaah
100
100. Merealisasikan Khayalan Mei
101
101. Hukuman Biang Gosip
102
102. Terlambat Bangun Pagi
103
103. Dukungan Sahabat
104
104. Kesombongan Amerla
105
105. Rencana Rion
106
106. Mensucikan Diri.
107
107. Pertengkaran Hebat
108
108. Mengaku Cinta
109
109. Ternyata Begitu
110
110. Berterimakasih
111
111. Meminta Hadiah
112
112. Sibuk
113
113. Di loby kantor
114
114. Makan Malam Di Hotel Berbintang
115
115. Eh, Gagal Ehem
116
116. Terungkap Fakta
117
117. Kabur
118
118. Kangen, Pokoknya Kangen
119
119. Hadiah Dari CEO
120
120. Sadar juga Akhirnya
121
121. Lembaran Hidup Baru
122
122. Ayah dan Ibu di Apartemen
123
123. Kejadian Tidak Terduga
124
124. Ingatan Ibu Kembali
125
125. Menginap
126
126. Bayi Kecil
127
127. Suap-Suapan Cake
128
128. Kau Bukan Bonekaku
129
129. Bunga Di Pusara Ayah
130
130. Akhir Pekan Berakhir
131
131. Mei Tahu Rahasia Rion
132
132. Hubungan Yang Menggantung
133
133. Cuma Memijat
134
134. Kamar Rahasia Rion
135
135. Persiapan Wawancara
136
136. Membahagiakan Keluarga
137
137. Rasa Bersalah
138
138. Amarah Ayah
139
139. Rencana Tinggal Rencana
140
140. Aku mencintainya
141
141. Dunia Milik Berdua
142
142. Pukul Aku Balik
143
143. Jemputan Datang
144
144. Tamparan Paman
145
145. Memeriksa Luka
146
146. Makan Malam Romantis
147
147. Hujan-hujanan
148
148. Aku Mencintaimu Mei
149
149. Penipu Itu
150
150. Ingin Bertemu
151
151. Senang Dicemburui
152
152. Kau Cemburu?
153
153. Kerinduan Dan Kemarahan
154
154. Obat Kegelisahan
155
155. Rion Tahu Tentang Pil
156
156. Diam-Diaman
157
157. Serge Selalu Salah (S3)
158
158. Si Kepala Batu
159
159. Terungkap Semua Rahasia (Part 1)
160
160. Terungkap Semua Rahasia (Part 2)
161
161. Isi Hati Mei
162
162. Berdamai Akhirnya
163
163. Ibram Berulah
164
164. Cinta Oh Cinta
165
165. Pagi Setelah Pertengkaran
166
166. Mirip
167
167. Perkenalan Keluarga
168
168. Perilisan Film Promo
169
169. Tamparan Di Pipi
170
170. Kesalahpahaman
171
171. Hadiah Untuk Mei
172
172. Hadiah Lanjutan
173
173. Kesadaran Datang
174
174. Perang Batin
175
175. Hadiah Presdir
176
176. Ngambek
177
177. Rencana Semua Orang
178
178. Rasa Sakit
179
179. Keberangkatan
180
180. Perlindungan ku
181
181. Menjemput Erla
182
182. Tidak Disangka
183
183. Maaf
184
184. Aku boleh cemburu?
185
185. Lamaran
186
186. Kebahagiaan Semua Orang
187
187. Masalah Selesai
188
188. Kebencian
189
189. Kontrakan Jesi
190
190. Cerita Cinta (Part 1)
191
191. Cerita Cinta (Part 2)
192
192. Cerita Cinta (Part 3)
193
193. Kemunculan Si Penipu
194
194. Amarah Yang Tak Berujung
195
195. Ketahuan
196
196. Aku Tidak Apa-Apa
197
197. Sheri dan Harven
198
198. Kata Maaf Yang Terucap
199
199. Dasar Pencuri!
200
200. Dipanggil Presdir
201
201. Hadiah Untuk Serge
202
202. Perceraian
203
203. Kesadaran Datang?
204
204. Cinta Selamanya
205
205. Si Manja Yang Disayang keluarga
206
206. Final Episode
207
Rahasia Yang Terungkap
208
207. Spesial Episode 1 (Kakek Keren kan?)
209
208. Spesial Episode 2 (Kemeriahan Pesta)
210
209. Spesial Episode 3 (Mimpi Dan Cinta)
211
210. Epilog (Hamil?)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!