Sora dengan tergesa-gesa turun dari kasur dan hendak berlari, karena masih lemah dia terjatuh. tepat saat Heiran tiba dia langsung menangkap Sora. “Hei ada apa?” Tanya Heiran dengan panik.
Dii papahnya Sora keluar dari kamar, Sora yang panik dan nafas tersengal-sengal langsung memeluk Heiran. “Bawa aku pergi dari sini, kumohon,” Pinta Sora.
Heiran yang mendengar itu langsung membantunya keluar ruangan. Albern mengacak-acak rambut, menyesali kenapa dia bisa lupa Sora ada dikasur yang sama dengannya.
Pak Choi yang melihat tuannya seperti itu mencoba menenangkan.
“Adakah yang bisa ku bantu Tuan?” Tanya Pak Choi.
Albern hanya diam dan langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sora yang baru keluar dari lift khusus Direktur dengan Heiran, ini masih jam kedatangan para pekerja, jadi mereka jelas menjadi pusat perhatian.
Tapi mereka berdua tidak memperdulikannya, Sora yang masih syok dengan kejadian tadi. Badan yang masih lemah, dan terasa ngilu, serta pikirannya yang berkecamuk. Heiran pun sama kondisinya,sambil memegangin Sora yang tubuhnya masih gemetaran, dia juga merasa bersalah pada Sora, jika saja dia tidak pergi dan tidak meninggalkan Sora malam tadi, kejadian ini pasti tidak akan terjadi.
Apalagi dia yang mengusulkan Sora untuk menginap disana. Saat mereka sedang menghentikan taksi, Ji hun melihat mereka berdua.
“Heeii.. kalian mau kemana? Bagaimana dengan Sora?” Ji Hun yang bertanya pada Heiran.
“Nanti saja ku ceritakan. Aku akan mengantar Sora dulu pulang,” Sambil menatap Sora yang sudah duduk didalam taksi.
Ji Hun mengerti dan langsung membantu menutup pintu taksi. Taksi pun melaju pergi jauh dari perusahaan. Heiran hanya memegangi tangan Sora yang masih bergetar, dia melihat Sora dengan iba.
“Ada apa sebenarnya? Mengapa dia bisa ada didalam kamar direktur?” Pertanyaan yang muncul dibenaknya namun tidak dia ucapkan karna melihat kondisi Sora.
Albern yang telah bersiap untuk pergi ke perusahaan induk, mencoba melupakan masalah tadi pagi, dia merasa tidak ada yang perlu dipermasalahkan hanya tidur di satu kasur.
“Aku pun tidak menyentuhnya sama sekali, justru dia yang menyentuh ku duluan,” Pikir Albern.
Mencoba memberi pembelaan. Sekretaris Choi sudah menyiapkan segalanya, dia tidak berani membuka permasalahan tadi pagi. Melihat raut wajah tuannya yang tidak akan bisa diajak berdiskusi, langsung saja dia menyerahkan jadwal hari ini.
Setelah kejadian tadi pagi, saat Sora dan Heiran keluar dari lift direktur. Dengan cepat menjadi bahan gosip yang diseluruh kantor, apalagi mereka juga tahu direktur ada diruangannya, seluruh lantai 7 dibuat khusus untuk direktur tidak ada ruangan karyawan lain. Justru ini yang membuat menjadi semakin besar.
Ji Hun yang tidak terlalu tertarik dengan gossip yang ada dikantor jadi tidak terlalu memperdulikannya, berbeda dengan Ji Min, dia sangat antusias dengan kabar yang beredar setelah dia cari tahu ini mengenai Sora dan Heiran yang keluar dari lift direktur, bahkan gossip nya sudah terlalu parah, sehingga didengar pun sangat menjengkelkan.
“Kau tahu gosip yang beredar?” Ji Min datang ke meja Ji Hun dan langsung mengoceh.
“Urus saja pekerjaan mu, jangan mengurusi hal lain,” Tegas Ji Hun.
“Hais... ini mengenai Sora dan Heiran, apa kau tahu tadi pagi dia ketahuan keluar dari lift direktur dan jadi pusat perhatian. Ada yang bilang kondisi Sora berantakan bahkan ada yang lebih parah lagi,” Kesal Ji Min.
Dia yang tahu kondisi nya dan merasa mereka berdua sudah difitnah.
Ji Hun yang mendengar itu jadi ingat saat melihat mereka berdua tadi pagi, Sora yang sepertinya lebih pucat. Dan terlihat tidak baik-baik saja. “Ada apa sebenarnya?” Sebuah pertanyaan muncul dibenak Ji Hun.
Ji Min yang tidak mendapat tanggapan apapun dari Ji Hun merasa kesal dan pergi meninggaakannya.
“Dimana Heiran, mengapa tidak mengangkat telpon ku,” Ji Min berbicara sendiri dengan suara kecil.
“Hei apa yang kau lakukan? jangan bermain hanpon saja kerja mu?” Tegur Nona Hong dengan keras.
Ji Min dan yang lain mendengar suara Nona Hong tiba-tiba diam. “Dia kan bukan Bos ku, kenapa sok sekali marah-marah ,issh...” Gerutu Ji Min yang terburu-buru kembali ke mejanya dan mencoba bersibuk-sibuk.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR NYA..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments