Setelah menutup telpon Sora merasa kepalanya agak pusing, tapi dia mengabaikannya. dia duduk sejenak lalu minum air putih yang sudah disiapkan dimeja dan melanjutkan pekerjaan. Jam pulang kantor pun tiba. Sora bersiap-siap akan pulang, tiba-tiba hanponnya berbunyi lagi.
“Halo..?” Jawab Sora.
“Hei kau dimana, Mau makan malam bersama kami?” Tanya Heiran.
Sora hanya mendengarkan Heiran berbicara tapi tiba-tiba kepalanya terasa semakin sakit. Dia berada didepan pintu gudang saat ini, seketika saja dia jatuh pingsan.
Disaat yang bersamaan Sekertaris Choi lewat, dia sedang mengecek kebagian personalia. Saat melewati depan gudang, dia melihat Sora yang jatuh pingsan, langsung saja berlari menghampiri.
Karena dia tahu siapa yang pingsan langsung saja dibawanya ke ruangan direktur. Albern yang baru saja dari kamar kecil melihat sekretarisnya menggendong seseorang langsung bertanya.
“Wanita mana yang kau culik?” Ucapnya dengan santai.
Sekretaris Choi yang mendengar itu merasa heran.
“Maaf direktur, aku menemukan nona ini pingsan didepan pintu gudang,” Jawab Pak Choi.
“Lalu jika satu kantor yang pingsan akan kau bawa kesini juga semuanya?” Sinis Albern.
Sekretaris Choi yang mendengar itu kebingungan.
“Apa salah nya ku menolong orang?” Pikir dia.
“Bukan nya dia gadis yang digudang itu?” Tanya Albern santai sambil melirik ke Sora.
Sora dusah diletakkan di kursi sofa besar yang ada diruangan Albern oleh Pak Choi.
“Nona Sora Tuan,” Pak Choi membenarkan.
“hlHaiiss iya iya,” Acuh Albern.
“Lalu mau kau apakan dia?” Tanya nya lagi.
“Jika boleh aku akan menelpon dokter. aku rasa badannya juga demam,” Ucap Pak Choi.
“Lakukan sesuka mu saja,” Acuh Albern.
Sekretaris Choi keluar untuk menelpon dokter. tinggalah Sora yang pingsan di sofa dan Albern.
“Kenapa wanita suka sekali memaksakan diri,sudah tahu sakit tapi tetap bekerja ck,” Bisik Albern.
Heiran yang tiba-tiba kehilangan suara Sora menjadi panik lalu mengajak Ji Hun dan Ji Min kedalam untuk mencari Sora. Mereka mencari ke depan gudang namun sudah tidak ada siapa-siapa,dan gudang pun sudah tertutup rapat. karena panik Heiran tiba-tiba saja menangis.
“Mengapa kau menangis?” Tanya Ji Min.
“Aku tahu sejak siang Sora tidak makan, sekarang dia tiba-tiba menghilang. Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya?” Jelas Heiran.
Ji Min dan Ji Hun yang mendengar merasa iba, tapi tidak tahu juga harus melakukan apa, karena mereka sudah mencari keseluruh penjuru, namun Sora tidak ditemukan.
Ketika mereka akan berjalan keluar kantor, mereka melihat ada mobil yang datang dan berhenti di depan kantor. Dan memperhatiakn mobil itu.
“Ini sudah malam kenapa masih ada yang datang ke kantor," Piikir mereka sambil saling bertatapan.
Tidak lama ada yang keluar dari mobil dengan pakaian khas seorang dokter. Heiran merasa aneh.
“Dokter,” Pikirnya.
ntah firasat apa yang datang pada Heiran mereka akhirnya mengikuti dokter itu. Dan ternyata menuju keruangan direktur, ruangan direktur ada dilantai 7.
tidak semua karyawan bisa masuk kesana, karena sudah malam dan penjagaan juga tidak ada. Mereka bisa bebas naik keatas tanpa ada yang Manahan.
Rasa penasaran Heiran semakin tinggi, tetapi berbeda dengan Ji Min dan Ji Hun. Meraka khwatir karena ini area terlarang bagi karyawan yang tidak mempunyai kepentingan. Bisa-bisa mereka di berikan peringatan dini.
Ketika sampai di lantai 7, mereka melihat Dokter itu disambut Sekretaris Choi, dan dipersilahkan masuk. Seketaris Choi menyadari ada orang lain langsung saja dia menengok kebelakang namun tidak ada siapa-siapa. Karena mereka bertiga dengan cepat bersembunyi dibalik tembok.
Setelah merasa aman, mereka keluar mencoba mendeka ke ruangan direktur.
Ketika sedang berjalan mengendap-endap tiba-tiba Sekretaris Choi keluar menghalangin sembari melipat tangan didada dan berdehem. Mereka bertiga terkejut, dan ketakutan.
“Sedang apa kalian disini, Bukannya ini area yang tidak bisa dimasuki sesuka hati?” Tanya Sekretaris Choi dengan angkuh.
Heiran yang gemetaran menjawab “Maaaf kan kami tuan, kami .. kami...?” Karena gugup Heiran menangis. Ji Min dan Ji Hun kebingungan, termasuk Sekretaris Choi.
Albern keluar karena mesra ada suara. “Berisik sekali disini, ada apa?” Suara bariton Albern membuat Heiran dan yang lainnya terdiam.
“Direktur?” Mereka bertiga kaget.
langsung saja mereka berlutut, karena merasa bersalah. “Maaf... maaf kan kami,” Icap Ji Min yang ketakutan.
“Kami sedang mencari teman kami yang tiba-tiba menghilang saat ditelpon, karena penasaran kami sampai disini. “Siapa teman kalian?” Tanya sekretaris Choi.
Karena saat melihat Sora pingsan tadi memang ada suara wanita ditelponnya, namun tiba-tiba mati. Karena hanpon Sora memakai kode jadi dia tidak bisa menghubungi kembali nomor itu. Karena itu dia membawa Sora ke ruangan Albern.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
young bee
yang punya magh kronis jgn lupa makan ya, nanti kayak Sora lhoo.. 😁😁
makin seru niii
2022-10-11
1