MOHON DUKUNGANNYA YA..
SEMOGA KALIAN MENYUKAI JALAN CERITANYA..
“Syarat?” Tanya Sora bingung.
“Ya, syarat. apa kau bersedia?” Tanya heiran.
Sora yang mendengar itu sedikit ragu. Tapi pada siapa lagi dia bisa meminta bantuan. Selama ini dia tidak pernah mengobrol atau pun menyapa orang-orang di Perusahaan. Sanya Heiran yang mau menegurnya dan juga karena telah membantunya malam itu.
“Baiklah… apa syaratnya?” Dengan sedikit ragu.
“Oke, syaratnya kau harus berteman dengan ku,” Jawab Heiran.
Sora langsung membisu. “Teman?” Pikirnya.
Sudah berapa lama dia tidak pernah memikirkan apakah ada yang mau berteman dengannya, dan siapa saja teman nya. Selama ini yang difikirkannya hanya bagaimana dia dapat hidup dengan baik tidak melibatkan orang lain dan tidak meminta bantuan orang lain. Harus memaksakan semua dikerjakan sendiri, karena dia tidak mau menysahkan orang lain. Dan mungkin itu akan menjadi sebuah masalah.
“Mengapa kau ingin berteman dengan ku?” Tanya Sora.
“Entah lah, aku merasa cocok saja dengan mu. atau mungkin kita berjodoh,” Jawab Heiran sembarangan dengan tersenyum.
Karena dia pun tidak mengerti apa yang membuatnya ingin berteman dengan Sora. Tadi awalnya dia kearah gudang karna sedang mencari Ji Min yang membawa buku komiknya.
Karena kesal sudah mencari kemana-mana dan tidak menemukan bocah itu. Tanpa sadar dia sudah berada di depan Gudang dan melihat Sora sendirian. Karena penasaran lantas dia menegurnya.
Heiran memang selalu penasaran dengan orang lain. Dia merasa setiap orang selalu mecoba menyembunyikan sesuatu dan itu akan menjadi masalah. Padahal semua itu bisa diselesaikan dengan bicara atau memberitahu orang lain, contohnya Sora.
“Jodoh?” batin Sora. Karena tidak pernah ada yang mengatakan hal itu kepadanya.
Dilihatnya lagi Heiran dan dia berfikir. “Gadis ini baik, apa boleh aku berteman dengannya? Tuhan... apa boleh? Tidak apa-apa kah?” Terlalu banyak ketakutan dalam diri Sora sangat kuat.
Dia merasa orang-orang yang baik atau dekat dengannya akan menghilang begitu saja. Jika itu terjadi maka dia tidak tahu harus melakukan apa dan bagaimana. Memikirkan itu saja sudah membuat mata Sora berkaca-kaca dan langsung pergi meninggalkan Heiran.
Heiran yang melihat Sora pergi begitu saja menjadi kebingungan dan ingin menghentikannya. tapi tiba-tiba Ji Min memanggil.
“Gadis jelek,” Teriak Ji Min.
Heiran langsung berhenti dan menoleh ke sumber suara. karna dia sudah hafal dengan suara itu. Tapi dia mengabaikannya dan kembali melihat Sora yang sudah tidak ada.
“Ada apa? kau seperti kebingungan,” Ji Min mendekat.
Mendengar itu Heiran hanya terdiam sambil menatap sosok yang dia cari.
“Ini,” Ji Min menyerahkan buku Komik Heiran.
Heiran yang melihat buku itu langsung saja mengambilnya lalu memukul punggung lengan Ji Min.
“Aihh...apa?” Keluh Ji Hun.
Heiran hanya melirik kesal. Dan pergi meninggallkan Ji Min sendiri yang sedang kebingungan. “Apa lagi salahku? Aah... dasar wanita,” Pikirnya.
Sora kembali ketempat kerjanya. Diruangan berukuran dua kali dua itu hanya cukup untuk dua orang. Ruangan yang tidak terlalu besar tapi dipenuhi berkas-berkas. Mungkin jika dua orang masuk akan terasa sesak.
Sora duduk di kursi kecil dan meja seadanya diruangan itu dan hanya termenung. Banyak yang difikirkannya, ntahlah jika dijabarkan pun dia tidak paham apa yang membuatnya seperti ini. hanya membatin.
“Mengapa jadi begini, dan mengapa sulit sekali.”
Sora yang sedang melamun langsung dibuyarkan dengan suara deheman seseorang
“Ehem,” tiba-tiba Pak Han sudah dipintu ruangan.
“Sora, bersiaplah. Sebentar lagi akan ada pemerikasaan,” Ucap Pak Han.
Sora yang mendengar itu langsung saja berdiri dan terburu-buru menyiapkan segala sesuatunya.
karena biasanya yang melakukan pemerikasaan hanya perwakilan saja jadi tidak terlalu merepotkan. Tapi kali ini dia diberitahu jika pimpinan langsung yang akan datang. Maka semuanya harus sempurna.
Bukan bagian gudang saja yang sibuk, Staff bagian lain pun sibuk menyiapkan semua laporan yang dibutuhkan. Karena mereka mendengar bahwa pimpinan mereka ini baru. Yang merupakan cucu dari Presiden direktur, Mungkin sekaligus melakukan perkenalan.
Sora bergegas pergi dari ruangannya dan bergabung degan Staf gudang yang lain. Sora bekerja dengan pembagian shif. Ada Staf lain yang bertugas sama dengan dirinya. Tapi Shif mereka bergantian hari, kebetulan empat hari ini adalah jam kerja Sora.
Semua Staf sudah berdiri dan berkumpul siap-siap menunggu pimpinan mereka. Dan benar saja rombogan pimpinan mereka sedang berjalan menuju arah gudang, dengan sopan mereka semua menundukan kepala dan menyapa.
“Selamat datang pimpinan,” Dengan serentak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
young bee
siapa yang suka deh degan kalo ketemu bos🤣🤣
2022-10-11
1