MOHON DUKUNANGANYA YA..
SEMOGA KALIAN MENYUKAI JALAN CERITANYA..
“Akhirnya selesai juga. Heiran kau yang traktir malam ini. semua karna kau yang menyebabkan kami kelelahan,” Kesal Ji Min dengan tiba-tiba.
Belum sampai Heiran menjawab Sora langsung menyela.
“Maaf... karna aku kalian kelelahan padahal ini sudah jam pulang kerja kalian. Biar... aku yang mentraktir makan dan minum. Terima kasih juga telah membantu pekerjaan ku,” Lirih Sora dengan hati-hati.
Selama bekerja di perusahaan ini Sora tidak pernah menyapa siapa pun bahkan untuk sekedar basi-basi. Ada suara bergetar dan canggung ketika Sora berkata.
Heiran yang melihatnya langsung berkata. “ Sudah-sudah, memangnya kau hari ini kerja apa. hanya sibuk menelpon pacar SMA mu,” Liriknya kepada Ji Min sambil berjalan menghampiri Sora.
“Hei aku Heiran, siapa nama mu?” Tanya Heiran kepada Sora dengan mengulurkan tangan.
“So... Sora Lee,” Jawab Sora dengan canggung.
karena ini pertama kalinya ada yang menanyakan nama Sora.
“Baiklah Sora, kita selesaikan pekerjaan ini dan langsung tutup rapat gudang. Lalu ikut kami makan malam oke,” Ucap Heiran. Sora mengangguk lalu tersenyum.
Setelah selesai dengan pekerjaan mereka dan meyakinkan gudang tertutup rapat. Mereka berempat langsung pergi untuk menuju tempat makan terdekat.
Setelah sampai. "Bibi tolong siapkan empat gelas,” Ji Min berkata dengan terburu-buru.
Heiran yang melihat ini langsung melirik dengan sinis,“Ish.. kau ini.”
“Sora sebenarnya apa yang terjadi, mengapa gudang bisa berantakan?” Tanya Heiran.
“Entahlah, aku yakin malam sebelumnya aku sudah menutup rapat gudang, dan semua barang tersusun dengan rapih. Tapi ketika pagi-pagi Pak Han datang untuk mengecek, semuanya sudah berantakan,” Jawab Sora mencoba menjelaskan tapi juga mersa heran.
Karena Sora sangat yakin semua nya baik-baik saja. Selama berkerja dia selalu mengecek akhir pekerjaannya, bisa dibilang dia cukup teliti untuk hal pekerjaan. Semua pekerjaaan selalu dilakukan dengan baik, karena Sora tidak mau menambah masalah dalam hidupnya. Dia juga tidak mau mencari masalah dengan orang lain.
Tiba –tiba Ji Hun berkata. “Jika bukan kau yang membuatnya berantakan berarti orang lain yang melakukan, karna jika aku perhatikan kotak-kotak itu dirobek dengan kasar. Ada bagian yang digunting tapi jika kalian memperhatikannya tadi,” Dengan sedikit acuh.
“Aah... aku tidak memperhatikan apa-apa yang jelas semua sudah beres,” Dengan acuh Ji Min berkata.
"Hei, aku tidak pernah melihat mu. sudah berapa lama kau bekerja di perusahaan?” Tanya Ji Min tiba-tiba kepada Sora.
“Aku... aku sudah satu tahun bekerja disana. aku memang ditempatkan untuk pengecekan barang di gudang. Jadi, aku tidak pernah masuk ke bagian staff yang lain,” Jawab Sora dengan tertunduk.
Heiran yang melihatnya menjadi kesal. “Hei... jika kau sedang ditanya orang lain tegakkanlah kepala mu. jangan seperti itu, apa kau tidak punya teman yang sering diajak berbicara?."
“Teman?” Sora langsung berfikir.
Entah sejak kapan Sora tidak pernah mengobrol dengan banyak orang. Dia hanya sering mengobrol dengan Bibi warung dekat tempat tinggalnya. itu pun jika orang lain yang melihat hanya Bibi warung yang terlalu sering mengoceh.Tetapi Sora tetap senang saat Bibi warung yang mengajaknya berbicara. karena hanya yang memperhatikannya.
Sama dengan Sora, bibi hanya tinggal sendiri.
Pernah satu kali bibi mengajaknya tinggal bersama, tapi Sora menolak dengan halus alasan takut merepotkan. Padahal yang sebenarnya terjadi ada ketakutan jika bibi bersamanya dia akan hilang sama seperti yang lain.
Karena dilihatnya Sora hanya diam termenung.
“Hei.. apa yang kau pikirkan,“ Tegur Heiran.
Langsung saja Sora tersadar dan bergegas bangun dari tempat duduknya, lalu mengeluarkan beberapa lembar uang dengan buru-buru dan menunduk sambal mengucapkan terima kasih.
“Maaf merepotkan kalian, aku teringat masih ada hal penting lainnya. ini semua aku yang traktir tapi aku tidak bisa ikut kalian minum,” Sora langsung bergegas pergi.
Yang lain melihat itu hanya bingung dan saling memandang, ada apa dengan gadis itu, “Aneh” Ucap Ji Min.
Berbeda dengan Ji Min. Heiran justru merasa kasihan. Karna melihat Sora seperti itu, terlihat ada yang disembunyikan. Selama ini dia tidak pernah menemui orang yang tertutup seperti Sora.
Tadi saat tidak sengaja melihat Sora di gudang Heiran sedikit bingung. Ada wanita seorang diri sedang mengerjakan sesuatu yang berat tanpa mau meminta tolong orang lain, tapi dia sendiri kelelahan. Heiran cukup lama memperhatikan Sora yang sedang membereskan gudang. Ada beberapa menit melihat hal itu Heiran merasa iba, maka dari itu dia menawarkan bantuan.
“Sudah lah. ayo lanjutkan lagi pula sudah ditraktir,” Heiran berkata dengan tersenyum.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
Qareena
teman dan sahabat....
kadang bisa dipercaya ,kadang tidak bisa dipercaya....
ujung2nya membuat trauma....
2024-02-26
0
Rina Anggraeni
lanjuttt
2023-04-01
0
young bee
pembaca setia terus like dan comentarnya
dijamin seru novelnya...
2022-10-11
4