SELAMAT MEMBACA SEMUANYA.. SEMAKIN SERU KAN..
Sora maju dan menyerahkan flash disk ke pada sekretaris Choi. “Didalamnya ada rekaman CCTV, yang membuktikan bahwa ini dilakukan oleh orang lain dan bukan kami,” Jelas Sora.
Pak Choi langsung saja membuka rekaman itu di komputer yang ada dimeja dan diperlihatkan kepada Albern, Albern dengan seksama memperhatikan rekaman itu yang berdurasi tidak sampai 1 menit.
“Hanya dengan rekaman ini bagaimana kau membuktikan nya jika bukan kalian yang menyuruh mereka?” Tanya Albers dengan nada bicara yang tegas.
Sora sudah mengira ini dan segera mengeluarkan benda yang ditemukan Ji Hun dari dalam tas nya, itu adalah jam tangan laki-laki.
“Kemungkinan ini milik pelaku, saat kami membereskan Kotak-kotak. Rekan ku menemukannya,” Jelas Sora.
“Tugas ku membuktikan bahwa bukan kami pelakunya sudah kutepati, masalah siapa pelakunya bukan tanggung jawab ku,” Sora membela diri.
Albern yang mendengar itu sedikit terkesan dengan keberanian gadis ini.
“Baiklah aku menerima bukti ini, tetapi jika setelah aku menemukan siapa pelakunya dan ada dari kalian yang terlibat. Jangan harap untuk lepas,” Dengan tatapan yang tajam Albern kearah Sora dan Pak Han.
Sora yang ditatap seperti itu langsung menunduk, dan sedikit takut. “Ish laki-laki ini mengapa suka sekali mengintimidasi orang lain?” Pikir Sora.
Mereka berdua pamit pergi dari ruangan. “Cari siapa pelakunya, jangan sampai lolos. Aku ingin tahu siapa yang berani bermain di perusahaan ku,” Perintah Albern kepada sekretarisnya.
“Baik direktur,” Pak Choi dengan memberi hormat.
Sekretaris Choi pada dasarnya sebaya dengan Albern. Dia mendapat didikan dari keluarga Kim untuk menjadi orang kepercayaan mereka.
Disekolahkan dengan pendidikan terbaik diluar negri dan sekarang menjadi sekretaris handal yang berada di samping Albern.
Keluarga dari sekretaris Choi memang sudah turun-temurun menjadi orang kepercayaan keluarga Kim, ayahnya pun seorang sekretaris dari ayah Albern sendiri.
Saat Sora akan pamit pulang pada Pak Han .“Sora, apa kau yakin bukti-bukti tadi bisa menyelamatkan kita?” Ragu Pak Han.
Karena mendengar ancaman Albern tadi. pada dasarnya Pak Han sangat takut masalah ini mempengaruhi pekerjaannnya, dia sudah bekerja selama 15 tahun diperusahaan. Tidak pernah sekali pun terjadi masalah yang berarti, dia juga takut jika dipecat karena akan mempengaruhi pendapatannya sebagai tulang punggung keluarga. Sora yang mendengar itu sangat paham kondisi Pak Han.
“Aku sangat yakin, anda tidak perlu khawatir,” Ucap Sora seraya pamit pergi.
Hari-hari berlalu, Sora pun sudah kembali bekerja. Hyeon menghampiri Sora karna ingin tahu perkembangannya.
saat mereka menghadap direktur kemarin Hyeon tidak ikut serta karena takut. Maka dari itu ketika tahu Sora sudah bekerja dan jangka waktu yang diberikan juga sudah lewat langsung saja dia meghampiri nya.
“Sora, bagaimana, kenapa kau tidak memberi tahu ku?” Cecar Hyeon.
Sora yang sedang sibuk dengan pekerjaannya sedikit kesal mendengar pertanyaan Hyeon. karena dari awal dia tidak membantu sama sekali hanya bisa menyalahkan. Bahkan saat akan menghadap direktur kemarin dia sengaja bersembunyi.
“Ck, pengecut,” Pikir Sora sambil melirik kearah Hyeon.
“Hei aku bertanya, mengapa hanya diam saja?” kesal Hyeon.
“Bukan kah sudah lewat waktunya dan kau masih aman, Jadi mengapa bertanya?” Jawab Sora dengan ketus.
Hyeon yang mendengarnya jadi kesal. “ Mengapa kau menjawab dengan ketus seperti ini, bukannya semua salah mu, aku kena karna kesalahan mu juga,” Dengan sedikit bentakan Hyeon menceramahi Sora.
“Lalu kau mau apa?” Tantang Sora dengan bertolak pinggang.
“Aku sedang sibuk. jadi jangan ganggu,” Lanjut Sora karna sudah kesal dengan Hyeon.
Hyeon pergi begitu saja dengan menggerutu.
“Dasar wanita aneh. aku juga malas bertanya jika kau tidak melibatkan ku,” Dengan suara berbisik.
Sora yang tidak memperdulikan gerutuan Hyeon melanjutkan pekerjaannnya. tidak terasa jam makan siang sudah hampir lewat.
“Halo?” Sora menjawab telpon .
“Jei kau dimana? Mengapa aku tidak melihat mu dicafetaria?” Tanya Heiran.
Sora yang sejak tadi sibuk sampai tidak sadar akan jam.” Memangnya ini jam berapa?” Tanya polos Sora.
“Ya ampun Sora, apa kau mau mati? Untuk makan siang saja kau lupa?” Kesal Heiran.
Sora terlalu sibuk bekerja. Setelah menyerahkan bukti-bukti itu dia langsung berkutat dengan pekerjaan paruh waktunya dan tidak sempat memikirkan hal lain. hiHingga sekarang dikantor pun dia lupa akan makan siang. Seingatnya entah dia makan atau tidak semalam.
“Aahh.. iya aku lupa, " Jawab Sora dengan santai.
“Hais... kau ini, jika sakit bagaimana?” Kesal Heiran lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
young bee
paling sebel sama orang yang cuma bisa nyalahin ajah.. geregetaaannnn
2022-10-11
2