Ji Hun dan Ji Min sudah Kembali dari berbelanja sekedarnya. Saat itu juga Heiran membereskan perlengkapan yang lain, bertanya pada sekretaris Choi jika ingin memasak bubur atau air panas dimana.
Alberpun keluar dari kamar yang ada diruangan itu dan telah bersiap. Albern yang memakai setelan jas layering yang klasik membuat pria itu bertambah sangat tampan. Dengan tubuh layaknya seorang model, memakai pakaian apapun akan terlihat mempesona.
Heiran yang melihat Bos nya keluar dari ruangan lain membuatnya sedikit terpana, tetapi langsung saja tersadar. “Bukan nasip ku sadar Heiran” Batin nya dengan menggelengkan kepala.
Bukan saja Heiran yang sempat terpesona Ji Hun dan Ji Min pun iri melihatnya. “Orang ini mengkonsumsi apa sehingga bisa sempurna seperti itu?"
Ketika semua sedang menatap Albern.
“Aku tidak mau ada kekacauan diruang kerja ku, bersihkan semua nya Ketika dia sudah bangun dan pastikan kalian tidak membuat masalah,” Berbicara dengan nada yang tegas tanpa melihat ke arah mereka.
Albern langsung saja berlalu pergi dengan sekretaris yang selalu mendampinginya itu. “Menyesal aku mengagumi pria ini. cih,” Ucap Ji Min dan di dengar Ji Hun.
“Jika masih ingin bekerja dengan baik maka jaga mulut mu,” Bisik Ji Hun.
Heiran hanya menggeleng dan Kembali focus kepada Sora. “Haahh.. dia selalu mencoba melakukannya sendiri. Apa susahnya meminta bantuan,” Lirih Heiran.
Dia merasa kasihan pada gadis itu, ada orang yang sangat tertutup seperti ini. Bahkan untuk bertegur sapa saja dia tidak mau, seperti ada yang disembunyikan. Ji Min dan Ji Hun hanya bisa terdiam.
Pada dasarnya mereka tidak mau terlalu ikut campur urusan orang lain, tapi entah mengapa kepada Sora mereka juga penasaran. Dulu tidak mengenal tapi sekarang jadi ingin tahu lebih tentang teman baru mereka ini.
“Aku harus pulang. Ibu ku bisa mengoceh sepanjang malam jika aku tidak ada dirumah,” Ucap Ji Min.
“Aku juga. Adik ku sedang sendiri dirumah,” Disambung Ji Hun.
Heiran mengiyakan mereka, “Pulanglah... aku akan menemaninya disini malam ini,” Yakin Heiran.
“Jika ada sesuatu segera hubungi kami,” Pinta Ji Hun.
Sebenarnya mereka juga khawatir, tapi mereka harus pulang.
Heiran jugasebenarnya tinggal dengan ayah, ibu serta adik laki-lakinya. Tetapi dia sering tidak pulang dan menginap di rumah teman untuk bermain game, jadi kemungkinan dia tidak akan dicari.
Setelah Ji Min dan Ji Hun pergi, Heiran merapihkan semuanya dan mununggu Sora. Karna semakin malam dan Sora pun belum terbangun Heiran merasa mengantuk infus Sora sudah habuis, segera dia melepasnya perlahan.
Setelah selesai dia merebahkan badannya disofa besar milik Alber itu. ”Aah.. nyaman sekali,” Bisik nya.
lama kelamaan dia terlelap, tapi tiba-tiba hanpon Heiran berbunyi. Ibunya menelpon.
“Heiran, dimana kau?” Dengan sedikit berteriak.
“Ibu ada apa malam-malam menelpon. Aku
sedang menunggu teman yang sakit,” Jawab Heiran sembari menguap.
“Nenek dan kakekmu datang, apa kau tidak membaca pesan yang ibu kirim?” Memang sejak mencari Sora Heiran sama sekali tidak melihat hanponnya.
Seketika dia mengecek pesan masuk. “Astaga, maaf ibu aku sama sekali tidak melihat pesan dari mu.”
“Pulang sekarang! jika tidak jangan jadi anak keturunan ku lagi,” Bentak ibunya.
Ibu Sora memang agak galak jika soal menghormati leluhur, bila ada orang tua mereka menjenguk anak-anaknya wajib berkumpul. Nenek dan kakek Heiran datang dari kota yang jauh, mungkin itu juga yang menyebabkan ibunya murka saat Heiran tidak pulang malam ini.
Langsung saja telpon ditutup oleh ibu Heiran, Heiran yang bingung bagaimana meninggalkan Sora sendiri disini dan mulai berfikir.
“Aku akan pergi sebentar, mungkin tidak apa-apa, aku akan meninggalkan pesan disini Ketika dia bangun nanti.”
Dengan ragu Heiran meninggalkan Sora sendiri disana. “Aku akan cepat Kembali,” Bisik Heiran disamping Sora.
Setelah Heiran pergi sekitar 30 menit yang lalu, entah mengapa Albern Kembali ke kantor. Dia merasa kesal dengan kelakuan para orang tua itu, mau di hormati tapi tidak menghormati orang lain. Menganggap uang segalanya, picik.
Dengan kesal dan marah dia langsung saja berjalan menuju ruangannya, dia tidak membawa sekretaris Choi, karna ingin menenangkan diri, jika pulang pasti akan banyak pertanyaan. Kantor ini paling dekat dengan tempat perjamuan, jadi dia langsung kesini.
Sambil mengendurkan dasinya, dia masuk begitu saja seketika terkejut melihat masih ada Sora disofa. “Haiiiss.. aku lupa masih ada Wanita ini,” Dengan mengacak-acak rambutnya.
Dia mencari sosok Heiran yang katanya akan menemani Sora, tapi dia tidak menemukannya.
“Kemana temannya, tadi dia bilang mau menemani?.”
Ketika akan berjalan dia melihat sebuah catatan di meja. “AKU PERGI SEBENTAR KARNA IBU KU MEMANGGIL, JIKA KAU BANGUN MINUM AIR HANGAT DULU DI MEJA ITU, DAN SEGERA HUBUNGI AKU, AKU AKAN CEPAT KEMBALI. JANJI.”
“Bisa-bisanya meninggalkan orang yang sedang sakit sendirian,” Batin Albern.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
young bee
cogan emang terus the best.. hehhe
2022-10-11
0