SEMOGA KALIAN SEMUA SUKA DENGAN CERITANYA..
Keesokan paginya mereka datang kekantor seperti biasa. Sora langsung saja keruangannya dan melakukan semua pekerjaan seperti biasa, Mengecek kebutuhan barang-barang dan lainnya.
Sementara Alex yang sudah berjanji akan membantu Sora dan Heiran langsung membuka rekaman sesuia denga napa yang dicatat Sora. Tapi anehnya rekaman itu sudah hilang.
“Mengapa bisa hilang?” Batinnya.
Sebenarnya Alex bisa saja membuka lagi rekaman CCTV yang hilang. Hanya dia sedikit heran siapa yang berani menghapus rekaman ini. Pada dasarnya rekaman CCTV akan di cek setiap sebulan sekali. Jika tidak ada masalah maka file akan disimpan ditempat lain dan rekaman perusahaan tidak boleh ada yang dihapus sama sekali, lalu akan disimpan pada sebuah kaset dan diberi lebel.
Sejak dulu perusahaan menerapkan sistem penyimpanan rekaman CCTV dengan baik. Tetapi tidak sembarang orang bisa mengecek atau menghapus data rekaman. Karna dia sudah merasa berjanji pada mereka maka Alex segera membuka komputer jinjingnya yang selalu dia bawa dan mulai mencari data rekaman yang hilang.
Alex yang lulusan dibidang Programer, bukan hal sulit baginya jika hanya untuk mencari data yang hilang. Orang-orang selalu berkata mengapa dia hanya bekerja diperusahaan sebagai operator CCTV. Sedikit lucu, tapi menurut Alex selama yang dia kerjakan tidak menyusakan orang lain maka tidak masalah.
Setelah beberapa saat dia mencari.“Orang yang menghapus ini sepertinya hanya bisa sekedar menghapus saja. Atau mungkin terburu-buru.” Pikir Alex.
Dengan mudahnya Alex mencari rekaman itu. “Nah dapat,“ ucapnya.
Segera saja dia memberitahu Heiran. “sudah kudapatkan,” Bunyi pesan itu.
Heiran yang membacanya tersenyum manis, Heiran yang tidak meminta nomor ponsel Sora langsung saja dia mencarinya. Kebetulan sudah mendekati jam makan siang juga.
Ketika sampai di pintu gudang dia tidak bisa menemukan Sora. “Kemana anak itu?” Bisiknya.
Sora yang sedang sibuk mengecek barang diruangannya tidak sadar sudah mendekati jam makan siang, “Hei, mau sampai kapan kau bekerja?” Sapa Hyeon dipintu ruangan.
sora yang sedang sibuk mengengok,”Kau?.”
“Bagaimana, apakah sudah ada cara untuk membuktikan masalah gudang?” Hyeon yang tanpa basa-basi langsung saja bertanya.
Sora mendengarnya hanya diam dan menggeleng. “Haaiih... kau ini, lalu bagaimana sekarang?” Kesal Hyeon.
Tiba-tiba Heiran memanggil. “Sora, apa kau disana?” Dengan suara agak kencang, mereka berdua mengengok kearah suara.
“Heiran?” Pikir Sora.
“Aku pergi,kuharap kau tidak membuat masalah semakin panjang,” Ucap hyeon sembari berlalu dan sedikit melihat kearah Heiran.
“Hei, ada apa? Siapa laki-laki itu?” Tanya beruntun Heiran yang berjalan menghapiri Sora.
“Rekan kerja ku,” Jawab Sora singkat.
“Oohh... hei aku tidak punya nomor mu, kemarikan ponsel mu,” Langsung saja Heiran menyodorkan tangannya untuk meminta ponsel Sora.
Sora hanya diam dan mencari ponsel, lalu menyerahkan pada Heiran. Dengan cekatan Heiran mengetik nomornya dan menyambungkan ke ponselnya.
“Aku sudah menyimpan nomor mu, nanti sepulang kerja kita bertemu lagi dengan Alex,” Jelas heiran.
“Apa dia sudah menemukannya?” Tanya Sora dengan semangat.
“Aku tidak tahu pasti. Tapi dia sudah menghubungi ku,” Ucap Heiran.
Walau begitu, Sora mendengar nya sangat senang, dia berdoa didalam hati. “semoga semuanya cepat selesai.”
“Mau makan siang bersama?” Tanya Heiran membuyarkan lamunan Sora.
Sora yang tidak sadar akan waktu sedikit bingung .“ Apa sudah waktunya makan siang?” tanya polos Sora.
Mendengar itu Heiran tertawa. “Hei, apa kau terlalu sibuk bekerja hingga makan siang saja kau lupa, ckck...” Sindirnya.
Heiran menunggu Sora berkemas lalu pergi makan siang bersama.
Waktu berlalu, jam pulang kerja sudah tiba.mereka bertiga berjanji bertemu ditempat makan kemarin. Saat Heiran dan Sora hendak keluar kantor .
“Hei kalian mau kemana?” Tanya Ji Min tiba-tiba dari belakang.
Karena mendengar suara mereka mengengok bersamaan. Melihat Ji Min dan Ji Hun yang berjalan beriringan.
“Mengapa kalian bisa terlihat sering bersama?” Tanya Heiran sedikit curiga.
Ji Hun yang mendengar itu hanya diam. Entah sejak kapan dia akrab dengan Ji Min. Mungkin karena Ji Min yang selalu mengoceh dan mengikuti dirinya jadi mereka selalu terlihat sering bersama.
“Kami mau bertemu teman, apa mau ikut,” Ajak Heiran,
“Apa mereka boleh ikut Sora?” Heiran yang merasa ini adalah masalah Sora jadi meminta izin.
Sora yang ingat, waktu itu mereka telah membantunya merapihkan gudang jadi merasa tidak apa-apa jika mereka ikut. Sora hanya menganggukan kepala tanda persetujuan. Ji Min langsung saja senang.
“Oke, kami juga tidak ada rencana, ayo.” Ajak Ji Min yang langsung memimpin didepan. Diiukutin yang lain.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments