SEMOGA KALIAN SEMUA SUKA DENGAN CERITANYA..
“Eh tunggu, sepertinya aku pernah melihat pria ini?” Pikir Sora.
Albern yang masih sibuk dengan sepatunya tiba-tiba menyodorkan tangan kepada Sora.
“Mana?”
“Ehh apa?” Sora yang bingung.
“Berikan saputangan atau apapun itu,” Ucap Albern.
Sora yang masih kebingungan langsung mencari sesuatu di tas kecilnya. Hanya ada tisu dan langsung saja diberikan. Albern menerimanya dan langsung membersihkan sepatu kesayangannya, lalu menyerahkan kembali tisu itu kepada Sora.
“Apa yang kau lakukan disini? Bukannya kau pegawai gudang itu?” Langsung saja Albern bertanya kepada Sora.
Albern yang memiliki hyperthymesia bisa dengan mudah dapat mengingat kejadian yang lampau. Bahkan orang-orang yang ada saat itu juga sebagian besar bisa diingatnya. Ini termasuk dalam penyakit syaraf, bagi penderitanya yang memiliki ingatan atau kenangan yang buruk. Bisa sangat berdampak buruk pada trauma yang berkepanjangan karena sulit untuk melupakan.
Untuk hal lain ini sangat membantunya, dia termasuk orang yang cerdas. Bisa menjadikan Albern sukses dalam pendidikan dan karir nya di usia yang masih sangat muda yakni 25 Tahun.
“Ya... Tuhan. benarkah ini direktur? Kenapa berbeda sekali dari yang ku ingat?” Pikir Sora dengan sedikit terkejut.
Albern saat ini sedang memakai baju olah raga, sepatu kets, serta gaya rambut berponi. berbeda sekali dengan gaya nya saat dikantor. Membuat Sora tidak mengenalinya, apalagi Sora baru bertemu satu kali disaat ada kejadian yang tidak baik. “Di..rektur?” Tanya Sora ragu.
Albern yang melihat itu sedikit kesal. “Apa ingatannya seburuk itu hingga tidak mengenali ku?” Pikir Albern.
“Kau pikir aku siapa? Apa yang kau lakukan disini? “ Ucap Albern masih kesal dan mengambil buku yang terjatuh tadi.
“Maaf, aku hanya sedang berjalan-jalan saja,” Jawab Sora.
Albern yang melihat Sora sepertinya sangat santai meski pekerjaannya sedang terancam jadi menyindir. “Sepertinya kau terlihat sangat santai atas kejadian kemarin?” Tuduh nya dengan tangan sibuk memainkan kan telepon genggamnya.
“Pak Choi jemput aku?” Ucap Albern kepada sekretarisnya di telpon.
Sora mendengar itu jadi merasa tidak terima. Dia tidak tahu bagaimana perjuangan Sora untuk mendapatkan bukti-bukti yang ada karna tidak mau dipersalahkan atas perbuatan yang tidak dia lakukan.
Tidak beberapa lama mobil sedan hitam mewah berhenti tepat di depan mereka. Albern berjalan untuk masuk kedalam mobil. Sekretaris Choi keluar dan membukakan pintu untuk Albern.
Tiba-tiba Sora berteriak. “Aku telah mendapatkan buktinya!” Ucap Sora dengan keras.
Albern langsung berhenti dan menatap Sora yang masih berdiri di tepi jalan. Mereka bertatapan beberapa saat sambil tersenyum sinis.
“Tunjukan pada ku,” Albern masuk mobil dan langsung melaju dengan cepat.
Didalam mobil sekretaris Choi memberi tahu bahwa penanggung jawab Han ingin bertemu, untuk membicarakan kasus digudang kemarin.
Albern yang mendengar itu.
“Atur jadwal pertemuan dengan mereka, aku ingin melihat apa yang akan ditunjukan gadis itu,” Perintah Albern pada Pak Choi yang disertai anggukan.
Tidak lama setelah itu Sora sudah berada dirumahnya dan Pak Han menelpon.
“Sora besok kau kekantor, kita akan bertemu direktur. Aku harap kau sudah menyiapkan semuanya,” Jelas Pak Han.
“Aku mengerti,” Jawab Sora dengan lesu dan menutup telponya.
“Semoga semua cepat selesai, aku merasa lelah,” Keluh Sora.
Keesokan harinya diperusahaan Sora sudah datang pagi-pagi karna merasa masalah ni harus cepat diselesaikan. Ketika sampai digudang belakang dia bertemu dengan rekan kerjanya di bagian yang sama dengan nya.
“Sora apa yang kau lakukan disini, bukan nya bukan jam kerja mu,” Sora yang mendengar itu hanya tersenyum.
“Aku sedang ada urusan dengan Pak Han. aku pergi dulu,” Ucap Sora.
Elen sudah paham dengan sikap Sora, dan merasa tidak masalah. “Baiklah. hati-hati,” Ingat Elen.
Sora pergi berlalu, tiba-tiba ponselnya berbunyi.
“Apa kau sudah dikantor? jam berapa kau bertemu direktur,” Tanya heiran ditelpon.
“Entah lah, aku akan bertemu dengan Pak Han terlebih dahulu. Nanti ku beritahu jika sudah selesai,” Jawab Sora.
Setelah berbincang mereka menyelesaikan telponnya dan Sora langsung menuju ruangan Pak Han.
‘Pak Han,” Sapa Sora.
Pak Han yang sedang sibuk di telpon hanya melihat sekilas, lalu melanjutkan telponnya. Sora yang melihat itu hanya berdiri diam di dekat pintu, sambil melihat sekeliling.
“Duduklah Sora,” Ucap Pak Han setelah menutup telponnya.
“Terima Kasih,” Sora duduk dikursi tamu diruangan Pak Han.
“Sora aku diberitahu Sekretaris Choi, direktur belum bisa memastikan akan kesini jam berapa, apa kau masih mau menunggu?” Tanya Pak Han.
Sora yang mendengar itu langsung berfikir. “Aku akan menunggu di cafetaria saja, nanti anda bisa menghubungi ku jika Direktur sudah datang,” Usul Sora.
“Baiklah, aku akan menghubungi mu nanti,” Pak Han membenarkan.
Pada dasarnya Pak Han baik pada Sora, dia melihat Sora yang masih muda dan sangat tekun bekerja membuatnya kagum. Dia juga dia tidak percaya bahwa itu adalah kesalahan Sora, namun semua kesalahan tertuju padanya, dia pun tidak bisa membela gadis itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments