MOHON DUKUNGANNYA YA..
SEMOGA KALIAN MENYUKAI JALAN CERITANYA..
Sepanjang jalan menuju arah pulang Sora hanya termenung. Mengingat dulu ketika sekolah betapa bahagianya dia ada keluarga yang utuh, teman, serta sahabat yang baik. Namun, semua hilang begitu saja. Kedua orang tuanya tiba-tiba mengalami kecelakaan mobil, penyebabnya pun tidak ada yang tahu.
Neneknya yang mendengar itu langsung saja pingsan dan mendadak meninggal dunia. Dalam satu hari saja ada tiga orang kesayangannya yang pergi meninggalkan dirinya. Ingin menjerit, menagis sejadi-jadinya bahkan ingin ikut serta bersama mereka karna merasa tidak sanggup menghadapi semua itu.
Saat di pemakaman orang tua dan neneknya, teman-teman Sora tidak ada yang hadir. Entah kenapa pemakaman yang menyedihkan itu bertambah terasa hampa dan menyesakkan. Tetapi sahabat berserta kedua orang tuanya tetap datang, memberi penghormatan kepada para almarhum dan melihat Sora yang membutuhkan dukungan.
Langsung saja Mira memeluk Sora dan mereka menangis bersama, Sora yang sejak tadi tidak bisa menahannya langsung membalas pelukankan Mira.
Orang Tua Mira melihat itu langsung menyusul memeluk Sora dan mereka hanyut dalam kesedihan bersama.
Sampai acara pemakaman selesai Mira masih menemani Sora. Sora menggenggam tangan Mira dengan erat seakan tidak mau melepaskannya. Mira yang merasakan itu menjadi tidak tega dan kasihan. Setibanya dirumah, Sora merasa lelah dan langsung saja menjatuhkan tubuhnya di ranjang. Mira juga menyusulnya untuk duduk di tepi ranjang milik Sora. Sebenarnya Mira tidak tega kepada sahabatnya itu tapi dia harus menyampaikan nya kepada Sora.
Dengan mengelus pucuk kepala Sora. Sora yang merasakan usapan lembut Mira langsung membalikkan badan dan melihat Mira dengan mata berkaca-kaca. Mira semakin tidak tega, sahabatnya yang diketahuinya sangat ceria, selalu tersenyum dan mengoceh tanpa jeda. Tapi hari ini dia runtuh, hancur dan tidak berdaya.
“Sora...” Sedih Mira.
Sora yang ditatap hanya bisa terdiam dan tanpa suara meneteskan air mata. “Aaahh.. anak ini mengapa menyedihkan sekali, semakin tidak tega menginggalkanya dan mengapa dia semakin terlihat kurus. Aiish..” Pikir Mira yang melihatnya,
“Sora, aku minta maaf, tapi besok pagi aku harus pergi. Kau ingat itu?” Tanya Mira.
Setelah lulus Sekolah Menegah Pertama Mira memilih untuk melanjutkan sekolahnya diLuar Negri. Karena seluruh keluarganya ada sana. Dan keputusan itu sedah dibuat sebelum musibah Sora terjadi. Sora pun juga tahu itu.
Sora yang melihat sahabatnya bingung dan merasa kasihan terhadap dirinya langsung saja bangun dari tempat tidur. “Pergilah… aku ingat itu dan aku tidak apa-apa. Wajarkan jika aku bersedih. Aku hanya merasa rumah ini terlalu sepi dan hampa,” Sambil tersenyum Sora berkata.
Melihat itu Mira semakin tidak tega terhadap sahabatnya ini. Dengan cekatan dia membantu membereskan rumah. Pemakaman sendiri selesai hingga jam tiga sore, jadi mereka masih ada waktu untuk sekedar membereskan rumah.
Orang tua Mira pun ikut membantu dan membuatkan makan malam untuk Sora sebelum mereka meninggalkan anak itu sendiri dirumahnya.
Selesai dengan pekerjaan mereka, Mira dan kedua orang tuanya pamit untuk berkemas karena besok pesawat mereka berangkat pagi sekali.
“Bibi tahu ini berat untuk mu, nak. Tapi bibi berharap kau bisa melewatinya dengan baik. Maaf, karena kami tidak bisa menemani lebih lama lagi. Semoga kau baik-baik saja,” Ucap bibi Kang sambil memeluk Sora dengan hangat.
Dia merasa Sora seperti anaknya sendiri. Anak yang masih berusia 14 tahun harus kehilangan semuanya dengan cepat. Dan harus berjuang sendiri. Tidak bisa membayangkan jika itu terjadi pada Mira.
Paman Kang juga memegang tangan Sora dan menepuk-nepuknya. Hanya bisa menatap tanpa berkata sepatah kata pun. Entah apa yang harus dikatakan pada gadis kecil itu.
“Aku pergi, besok aku akan memberi kabar saar akan berangkat,” Mira memeluknya lagi dengan erat.
“Ya... Tuhan, kuat kan anak ini,” Doa bibi Kang dengan tulus.
Setelah semua nya pergi. Sora kembali kedalam rumah dan menatap setiap sudut ruangan yang dulu ramai dengan suara ibunya berteriak memanggil mereka untuk makan malam. Ya, ibu Sora sangat cerewet dan berisik sama seperti dirinya. Sehingga rumah terlalu ramai maka, ketika semua hilang menjadi sangat sepi dan hampa.
Keesokan paginya sora menunggu kabar dari sahabatnya tersebut. Hingga siang hari tidak ada kabar apapun darin Mira. Menunggu hingga malam tiba, bahkan Sora sudah mencoba menelpon tapi tidak ada jawaban sama sekali. Ponsel Mira pun berada diluar jangkauan. Begitu pula dengan Bibi dan Paman Kang.
“Ada apa ini” Batin Sora yang merasa mulai khawatir.
Sampai detik ini pun sudah bertahun-tahun lamanya. Sora sama sekali tidak tahu kabar sahabatnya itu. Dimana, kenapa dan apa yang terjadi pada keluarga mereka. Sampai saat keputusan dia pindah kekota A untuk bekerja setelah lulus Sekolah Menengah Atas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
young bee
memang sulit mendapakan teman itu 😭
2022-10-11
1