18. Menggendong

Albern tidak perduli dengan Sora dan catatan itu, dia langsung saja menuju kamarnya ingin membersihkan diri dan merebahkan badan dikasur empuk miliknya. Selesai dia membersih diri langsung saja dia merebahkan badan, merasa sedikit mengantuk.

Namun beberapa lama dia mencoba tidur namun tidak bisa, karena mungkin sudah terlalu malam dan dia juga kesal dengan kejadian diperjamuan tadi yang membuat nya susah tidur. Dia berfikir untuk membuka pekerjaannya saja, mungkin jika Lelah akan cepat untuk tidur.

Berjalan keluar dari kamar dengan menggunakan t-shirt putih polos dan celana piyama, membuatnya semakin terlihat santai, langsung menuju meja kerja.

Dia membuka komputer dan tumpukan berkas dimeja, orang yang gila kerja jika sedang pusing atau tidak tenang maka akan tetap Kembali kepekerjaan. Beberapa lama dia membuka lembar demi lembar berkas ditangannya dan Kembali ke computer.

Tiba-tiba dia mendengar suara pelan namun jelas.

“Ibuuu.. ayah.. jangan tinggalkan aku” lirih Sora.”

Rupaya dia mengigau.

Ini membuat Albern terganggu. Dia langsung menghampiri Sora. Dan melihat gadis itu tidur dengan menangis dan masih memanggil ibunya.

“Mengapa aku yang harus mengurusi orang sakit,” Keluh Albern dengan suara kecil.

Dengan sedikit ragu dia menyentuh kening Sora. “Demamnya sudah sedikit turun,” Batin Albern.

Namun Sora masih sedikit gemetaran, demamnya belum turun sepenuhnya mungkin efek dia yang masih kelaparan pikir Albern.

“Ah terserah, jika dia kenapa-kenapa bukan urusan ku. temannya lah yang harus bertanggung jawab karna meninggalka dia,” Kesal nya yang mengoceh tidak jelas.

Albern paling malas untuk mengurus orang sakit, karena menurut dia menunggu orang tidur itu membuang waktu.

Sora mengigau lagi, dan itu mengganggu Albern, jika dia masih disini akan terus berisik. “Ah sudahlah! "

dengan hati-hati dia mecoba manggendong Sora yang masih tertidur untuk membawanya kekamar.

“Mengapa ringan sekali tubuhnya, jauh dari bayangan,” Pikir Albern.

Ketika tubuh lemah Sora sudah sepenuhnya ada dalam gendongan. Langsung saja dia bawa Sora kedalam kamar dan meletakkanya dengan hati-hati dikasur.

“Beres, jika kau ingin mengigau, mengigaulah dengan puas."

Dia langsung meninggalkan Sora dikamar dan dia melanjutkan pekerjaannya.

Jam sudah menunjukan pukul 2 pagi, Albern sudah merasa Lelah. Dengan santai dia berjalan masuk kamar dan tidur dikasur yang sama dengan Sora tidak sadar ada Sora disana.

Mereka tidur dalam Kasur yang sama sampai pagi menjelang. Pagi hari Sora mulai terbangun, dia merasa badannya sakit semua. saat mengerjapkan mata dia melihat sekeliling, karena matanya masih agak buram dia belum sadar dengan tempat itu.

Sedikit mencoba membangun kan diri tiba-tiba dia merasa ada yang disentuh oleh tangannya, langsung saja menengok dan. “Aakkhh!!” Teriak Sora.

dan jelas mengagetkan Albern. “Hei, berisik!” teriaknya Kembali.

Sora dan Albern saling pandang. “kau?” tunjuk Sora.

Albern yang sama-sama kaget dia mencoba mengingat. “Aiiihh...kenapa aku lupa,” Sesalnya.

“Apa yang kau lakukan pada ku?” teriak Sora.

“Hei memangnya apa yang ku lakukan?” Sama sama berteriak

“Kenapa aku ada dikasur yang sama dengan mu? Jawab apa yang kau lakukan pada ku?” Teriak Sora semakin kencang.

Albern yang pusing mendengar teriakan Sora, bersamaan Heiran masuk keruangan dengan Sekretaris Choi.

sebenarnya Heiran malam tadi ingin cepat-cepat Kembali. Tapi dia terlalu banyak minum dan mabuk ketika pagi hari dia baru sadar akan Sora. Dengan buru-buru dia datang ke kantor, dan melihat sekretaris Choi yang akan naik keatas. Karena merasa ada yang tidak beres dia langsung saja menyusul Pak Choi.

Sekretaris Choi yang kaget . “Sedang apa kau disini?” Tanya Pak Choi.

“Semalam aku pulang sebentar ternyata ketiduran jadi aku cepat-cepat Kembali datang pagi-pagi sekali,” Jawab Heiran tanpa dosa.

“Lalu Nona Sora?” Tanya Pak Choi.

Pak Choi yang merasa ini gawat dengan cepat-cepat ke ruangan direktur, Nona Hong yang melihat Heiran dan Sekretaris Choi pergi keatas bersama merasa curiga. “Ada hubungan apa mereka?” Pikir nya.

Benar saja, Ketika mereka berdua masuk ruangan sudah mendengar teriakan, dan membuat jantung Heiran mau meledak. “Astaga ada apa ini?” Ucap Heiran dengan khwatir.

JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTARNYA YAA...

LOVE U

Terpopuler

Comments

Innaya Salsabila

Innaya Salsabila

lanjut seruuuu

2023-02-15

0

lihat semua
Episodes
1 1.Hancur
2 2. Teman
3 3.Sahabat Lama
4 4.CCTV
5 5. Pimpinan
6 6. Penjelasan
7 7. Meyakinkan
8 8. Mencari Bukti
9 9. Hilang
10 10. Berteman
11 11.Libur
12 12. Bertemu
13 13. Penasaran
14 14. Kesal
15 15. Pingsan
16 16. Menginap
17 17. Meninggalkan
18 18. Menggendong
19 19. Apa Yang Terjadi?
20 20. Rumah
21 21. Kalung Permata
22 22. Obat
23 23. Gosip
24 24.Marah
25 25. Keluarga Yun
26 26. Garis Keturunan
27 27. Diculik?
28 28. Situasi
29 29. Penyelamatan
30 30. bertarung
31 31. Hilang Lagi?
32 32. Mansion Biru
33 33. Bertengkar
34 34. Nyonya Kim
35 35. Pengawal
36 36. Desakan
37 37. Pergi
38 38. Dokter Lois
39 39. Kucing Besar
40 40.Dikejar
41 41. Perlindungan
42 42. Pulang
43 43. Makan Malam
44 44. Wanita Ku
45 45. Perjanjian
46 46. Menyesal
47 47. Kandang Leo
48 48. Penyerangan
49 49. Menghawatirkan
50 50. Kebenaran
51 51. Persiapan
52 52. Menjebak
53 53. Pertanyaan
54 54. Menyatakan Cinta
55 55. Mengancam
56 56. Yakin
57 57. Kepulangan
58 58. LEO
59 59. Merindukan Kakak
60 60. Pertemuan
61 61. Milik siapa?
62 62. Menetap
63 63. Pertunangan
64 64. Terlalu Bahagia
65 65. Kakak Tersayang
66 66. Rumah Sakit
67 67. Jiao Yun
68 68. Mengingat
69 69. Ikuti Alur Permainannya
70 PENGUMUMAN
71 70. Gedung Pertemuan
72 71. Skema
73 72. Pesta
74 73. Surat Ancaman
75 74. Kuil Tian Tan
76 75. Kisah
77 76. Pelatihan
78 77. Berpisah
79 78. Menenangkan Hati
80 79. Para Tetua
81 80. Dalang Utama
82 81. Khawatir
83 82. Menerobos Masuk
84 83. Meminta Maaf
85 84. Emosi Yang Memuncak
86 85. Pernikahan
87 PENGUMUMAN
88 Baru
Episodes

Updated 88 Episodes

1
1.Hancur
2
2. Teman
3
3.Sahabat Lama
4
4.CCTV
5
5. Pimpinan
6
6. Penjelasan
7
7. Meyakinkan
8
8. Mencari Bukti
9
9. Hilang
10
10. Berteman
11
11.Libur
12
12. Bertemu
13
13. Penasaran
14
14. Kesal
15
15. Pingsan
16
16. Menginap
17
17. Meninggalkan
18
18. Menggendong
19
19. Apa Yang Terjadi?
20
20. Rumah
21
21. Kalung Permata
22
22. Obat
23
23. Gosip
24
24.Marah
25
25. Keluarga Yun
26
26. Garis Keturunan
27
27. Diculik?
28
28. Situasi
29
29. Penyelamatan
30
30. bertarung
31
31. Hilang Lagi?
32
32. Mansion Biru
33
33. Bertengkar
34
34. Nyonya Kim
35
35. Pengawal
36
36. Desakan
37
37. Pergi
38
38. Dokter Lois
39
39. Kucing Besar
40
40.Dikejar
41
41. Perlindungan
42
42. Pulang
43
43. Makan Malam
44
44. Wanita Ku
45
45. Perjanjian
46
46. Menyesal
47
47. Kandang Leo
48
48. Penyerangan
49
49. Menghawatirkan
50
50. Kebenaran
51
51. Persiapan
52
52. Menjebak
53
53. Pertanyaan
54
54. Menyatakan Cinta
55
55. Mengancam
56
56. Yakin
57
57. Kepulangan
58
58. LEO
59
59. Merindukan Kakak
60
60. Pertemuan
61
61. Milik siapa?
62
62. Menetap
63
63. Pertunangan
64
64. Terlalu Bahagia
65
65. Kakak Tersayang
66
66. Rumah Sakit
67
67. Jiao Yun
68
68. Mengingat
69
69. Ikuti Alur Permainannya
70
PENGUMUMAN
71
70. Gedung Pertemuan
72
71. Skema
73
72. Pesta
74
73. Surat Ancaman
75
74. Kuil Tian Tan
76
75. Kisah
77
76. Pelatihan
78
77. Berpisah
79
78. Menenangkan Hati
80
79. Para Tetua
81
80. Dalang Utama
82
81. Khawatir
83
82. Menerobos Masuk
84
83. Meminta Maaf
85
84. Emosi Yang Memuncak
86
85. Pernikahan
87
PENGUMUMAN
88
Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!