Albern tidak perduli dengan Sora dan catatan itu, dia langsung saja menuju kamarnya ingin membersihkan diri dan merebahkan badan dikasur empuk miliknya. Selesai dia membersih diri langsung saja dia merebahkan badan, merasa sedikit mengantuk.
Namun beberapa lama dia mencoba tidur namun tidak bisa, karena mungkin sudah terlalu malam dan dia juga kesal dengan kejadian diperjamuan tadi yang membuat nya susah tidur. Dia berfikir untuk membuka pekerjaannya saja, mungkin jika Lelah akan cepat untuk tidur.
Berjalan keluar dari kamar dengan menggunakan t-shirt putih polos dan celana piyama, membuatnya semakin terlihat santai, langsung menuju meja kerja.
Dia membuka komputer dan tumpukan berkas dimeja, orang yang gila kerja jika sedang pusing atau tidak tenang maka akan tetap Kembali kepekerjaan. Beberapa lama dia membuka lembar demi lembar berkas ditangannya dan Kembali ke computer.
Tiba-tiba dia mendengar suara pelan namun jelas.
“Ibuuu.. ayah.. jangan tinggalkan aku” lirih Sora.”
Rupaya dia mengigau.
Ini membuat Albern terganggu. Dia langsung menghampiri Sora. Dan melihat gadis itu tidur dengan menangis dan masih memanggil ibunya.
“Mengapa aku yang harus mengurusi orang sakit,” Keluh Albern dengan suara kecil.
Dengan sedikit ragu dia menyentuh kening Sora. “Demamnya sudah sedikit turun,” Batin Albern.
Namun Sora masih sedikit gemetaran, demamnya belum turun sepenuhnya mungkin efek dia yang masih kelaparan pikir Albern.
“Ah terserah, jika dia kenapa-kenapa bukan urusan ku. temannya lah yang harus bertanggung jawab karna meninggalka dia,” Kesal nya yang mengoceh tidak jelas.
Albern paling malas untuk mengurus orang sakit, karena menurut dia menunggu orang tidur itu membuang waktu.
Sora mengigau lagi, dan itu mengganggu Albern, jika dia masih disini akan terus berisik. “Ah sudahlah! "
dengan hati-hati dia mecoba manggendong Sora yang masih tertidur untuk membawanya kekamar.
“Mengapa ringan sekali tubuhnya, jauh dari bayangan,” Pikir Albern.
Ketika tubuh lemah Sora sudah sepenuhnya ada dalam gendongan. Langsung saja dia bawa Sora kedalam kamar dan meletakkanya dengan hati-hati dikasur.
“Beres, jika kau ingin mengigau, mengigaulah dengan puas."
Dia langsung meninggalkan Sora dikamar dan dia melanjutkan pekerjaannya.
Jam sudah menunjukan pukul 2 pagi, Albern sudah merasa Lelah. Dengan santai dia berjalan masuk kamar dan tidur dikasur yang sama dengan Sora tidak sadar ada Sora disana.
Mereka tidur dalam Kasur yang sama sampai pagi menjelang. Pagi hari Sora mulai terbangun, dia merasa badannya sakit semua. saat mengerjapkan mata dia melihat sekeliling, karena matanya masih agak buram dia belum sadar dengan tempat itu.
Sedikit mencoba membangun kan diri tiba-tiba dia merasa ada yang disentuh oleh tangannya, langsung saja menengok dan. “Aakkhh!!” Teriak Sora.
dan jelas mengagetkan Albern. “Hei, berisik!” teriaknya Kembali.
Sora dan Albern saling pandang. “kau?” tunjuk Sora.
Albern yang sama-sama kaget dia mencoba mengingat. “Aiiihh...kenapa aku lupa,” Sesalnya.
“Apa yang kau lakukan pada ku?” teriak Sora.
“Hei memangnya apa yang ku lakukan?” Sama sama berteriak
“Kenapa aku ada dikasur yang sama dengan mu? Jawab apa yang kau lakukan pada ku?” Teriak Sora semakin kencang.
Albern yang pusing mendengar teriakan Sora, bersamaan Heiran masuk keruangan dengan Sekretaris Choi.
sebenarnya Heiran malam tadi ingin cepat-cepat Kembali. Tapi dia terlalu banyak minum dan mabuk ketika pagi hari dia baru sadar akan Sora. Dengan buru-buru dia datang ke kantor, dan melihat sekretaris Choi yang akan naik keatas. Karena merasa ada yang tidak beres dia langsung saja menyusul Pak Choi.
Sekretaris Choi yang kaget . “Sedang apa kau disini?” Tanya Pak Choi.
“Semalam aku pulang sebentar ternyata ketiduran jadi aku cepat-cepat Kembali datang pagi-pagi sekali,” Jawab Heiran tanpa dosa.
“Lalu Nona Sora?” Tanya Pak Choi.
Pak Choi yang merasa ini gawat dengan cepat-cepat ke ruangan direktur, Nona Hong yang melihat Heiran dan Sekretaris Choi pergi keatas bersama merasa curiga. “Ada hubungan apa mereka?” Pikir nya.
Benar saja, Ketika mereka berdua masuk ruangan sudah mendengar teriakan, dan membuat jantung Heiran mau meledak. “Astaga ada apa ini?” Ucap Heiran dengan khwatir.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTARNYA YAA...
LOVE U
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
Innaya Salsabila
lanjut seruuuu
2023-02-15
0