Sambil malu malu Adrian menundukkan wajahnya, lalu tanpa di duga hp butut miliknya bergedar dan berdering.
Saat melihat siapa yang menelepon dan mengganggu momen bahagianya, nama David muncul di layar hp.
“Halo...kenapa nelpon?”
“Kenapa apanya...kamu kemana, aku takut di rumah sendirian.”
“Aku lagi jalan jalan pagi, masa sendirian aja takut.”
“Bukan gitu, aku takut klo ada rampok, terus aku juga mau pulang, cepetan balek.”
“Iya iya bawel.”
Lalu Adrian langsung menutup panggilan dan menatap Yuki yang terlihat sangat cantik sambil duduk di kursi taman kota.
“Yaudah aku pulang dulu ya.”
“Okee, sampai ketemu lagi.”
Dengan senyuman manis, Yuki membalas perkataan Adrian. Adrian yang malu langsung putar arah dan mulai berlari.
Semakin jauh ia berlari semakin kencang. Entah apa yang terjadi pada dirinya, pokoknya Adrian saat ini benar benar senang.
“Makasih Sea, semua ini berkatmu.” Ucap Adrian dalam hati sambil berlari pulang.
Sesampainya di rumah, David yang terlihat sangat takut langsung merasa lega ketika melihat sahabatnya itu kembali.
“Syukurlah, jangan main pergi gitu ajalah...hampir jantungan aku pas bangun tinggal sendirian.”
“Hadeh, bawel amat...nih ku bawain gorengan buat sarapan.”
Sambil duduk dan beristirahat sejenak, Adrian yang melihat layar hologram melihat sebuah parfum spesial yang di jual di toko sistem.
Karna tertarik, Adrian akhirnya membeli parfum aneh yang di keterangannya dapat membuat lawan jenis tertarik hanya dari aromanya.
“Sea, nih parfum kok mahal sekali harganya?”
[Ting]
[Lapor tuan, segala hal yang di jual di toko sistem terbuat dari barang berkualitas tinggi dari seluruh lautan, jadi harganya akan di sesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya]
“Begitu ya, jadi ini parfum bukan sembarang parfum dong.”
[Ting]
[Tepat sekali]
“Hemmm, yasudah...tolong belikan satu parfum ini untuku.”
[Ting]
[Perntah di terima]
[Apakah tuan bersedia membayar 1.000 PS untuk membeli parfum S-69]
“Ya, belikan untukku.”
[Jawaban di terima, membeli satu buah parfum S-69]
[Selamat tuan mendapatkan satu parfum S-69]
Parfum S-69, parfum spesial yang di racik secara khusus dari bahan bahan berkualitas dari seluruh lautan. Berguna untuk menarik lawan jenis bahkan dari jarak ratusan meter.
Ketika mendapatkan barang yang ia inginkan, Adrian langsung mengeluarkannya dari tas penyimanan.
Ketika di lihat, parfum itu tersimpan di dalam botol aneh dengan desain yang sangat unik.
Karna penasaran, Adrian mencoba menghirup aroma parfum yang baru saja di belinya. Saat menghirup aroma parfum itu, wangi yang sangat segar dan memanjakan hidungnya terasa jelas.
Bahkan menurut Adrian itu adalah wangi yang sangat harum yang pernah ia rasakan seumur hidupnya.
“Gila nih parfum...wangi amat.”
Saat sedang menghirup aroma parfum, David yang sudah mandi langsung menemui Adrian dan berniat pulang.
“Yan, aku pulang dulu ya, ntar telat ke sekolah lagi kalo kelamaan.”
“Iya, jangan lupa uangmu bawa sekalian.”
“Pasti, sekali lagi makasih ya.”
Akhirnya David pulang setelah memesan taxi online. Karna sedang banyak uang dan tentunya biar aman, ia sengaja memesan taxi online agar pulang dengan aman dan cepat.
Saat David sudah pergi, Adrian langsung bersiap siap ke sekolah. Mungkin masih satu setengah jam lagi waktu ke sekolah.
Tapi ia yang baru pagi sudah menghabiskan 1.000 poin untuk barang pribadinya langsung berganti pakain sekolah dan bergegas ke dermaga.
Saat sampai di sana, Adrian langsung memancing sambil menunggu waktu masuk sekolah.
“Okeee, waktunya farm poin.”
Dengan santai dan penuh semangat, pria muda yang sudah rapi dengan pakaian sekolah itu mulai memancing.
[Ting]
[Selamat tuan telah menyelesaikan misi memancing tingkat rendah]
[Selamat hadiah 100 PS telah di berikan]
“Sea, apa bisa suara notifikasi di hilangkan untuk membeli misi tingkat rendah ini, telingaku bisa budeg tiap kali mancing harus beli misi baru dan denger suara notifikasi]
[Ting]
[Lapor tuan, sesuai keinginan tuan]
“Terus khusus misi mancing tingkat rendah ini langsung beli aja tiap kali aku selesai mancing, jadi gak perlu ada persetujuan dariku lagi.”
[Lapor tuan, sesuai keinginan tuan]
“Oke makasih, terus kalo bisa suara Ting yang sangat nyaring itu bisa di hilangkan tidak?”
[Lapor tuan, sesuai keingian tuan]
“Sep, kamu memang yang terbaik Sea...terimakasih.”
Adrian yang sudah merubah setelan notofikasi menjadi lebih nyaman ketika memancing.
Ia yang sadar akan sering melakukan hobinya itu memilih untuk melakukan hal tersebut karna jika terus di ulang ulang telinganya bisa budeg dan tentu saja itu juga untuk menghemat waktu dan mendapatkan hasil tangkapan yang lebih banyak.
Setelah satu jam lebih ia memancing, akhirnya Adrian menyudahi kegiatan paginya.
Setelah selesai, ia menyimpan kembali alat pancingnya ke dalam tas penyimpanan dan mulai berjalan ke sekolah.
Walaupun hari ini ada banyak hal penting yang harus ia lakukan seperti menyimpan uang di bank dan menyelesaikan dukumen untuk mengambil hadiah Speed Boad, bagi Adrian tetap sekolah menjadi prioritas utama.
Mungkin ia tak terlalu menonjol di pelajaran, tapi ketika mengingat kembali perkatataan sang ibu sebelum ia akhirnya koma, Adrian yang masih dapat mengingingat jelas pesan sang ibu memilih tak bolos sekolah.
Dulu sang ibu selalu berpesan untuk jangan bolos sekolah karna pendidikan itu sangat penting dan Adrian yang mengerti dan mengingat jelas pesan sang ibu tetap pergi ke sekolah di kala harus berburu poin.
“Lumayan 6.300 poin, kalau setiap satu menit bisa nangkap satu ikan, berarti setiap satu jam aku bisa mendapatkan 5.400 poin.”
Sambil berjalan santai, Adrian mulai menuju ke sekolahnya. kini pria muda yang awalnya dekil dan sangat bau itu telah berubah derastis.
Hanya dalam waktu satu hari berkat kehadiran Sea, Adrian mulai berubah dan mau mengurus dirinya.
Rambut panjang telah di sisir rapi, baju seragam sekolah yang sedikit kumuh juga sudah di tutup jaket biru yang sangat keren dan yang terpenting, kantung mata hitam khas ikan matinya mulai menghilang dan menambah kesan ganteng pria muda itu.
Di tambah kini wangi parfum dari toko sistem yang baru saja ia beli membuat tiap wanita yang melewatinya pasti melirik dan menatap Adrian dalam dalam.
Adrian yang merasa aneh menjadi sedikit bertanya tanya.
“Sea, kenapa semua wanita melirik ke arahku seperti ini?”
[Lapor tuan, itu karna efek parfum yang tuan gunakan]
“Aku tau itu, tapi kenapa mereka menatapku dengan wajah dan ekspresi penuh nafsu seperti itu?"
[Itu juga karna efek parfum S-69 tuan]
Adrian yang menjadi sedikit tak nyaman mulai berjalan cepat karna setiap wanita yang ia lewati pasti menatapnya dengan wajah sagne.
Ibu-ibu, tante muda dan semua wanita kini menatap Adrian seperti sedang menatap makanan manis.
Adrian yang menjadi sedikit grogi akhirnya mulai berlari, mungkin ia sedikit senang di perhatikan seperti itu, tapi lama kelamaan ia risih juga.
Apa lagi ketika ibu-ibu seumuran ibunya juga ikut menatap Adrian seperti menatap sebuah hidangan mewah, itu membuatnya geli dan langsung tancap gas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Tealy Nii
kyk nya author nya males deh/Smirk//Smirk/
2024-07-07
1
Diah Susanti
notofikasi 🧐🧐🧐🧐
2024-06-25
0
Patrish
2M ditinggal di rumah... aku kok dari part lalu khawatir ada maling😀😀🤭🤭herannya.. kok pembayaran tidak lewat transfer ya😳😳😳😳
2024-05-25
1