Merasakan tarikan yang sangat kuat, Adrian langsung berteriak.
“Strike...”
“Strike...”
David yang memang berada di sebelahnya juga di buat terkejut karna lagi lagi sahabat karibnya itu mendapatkan tangkapan besar.
“Gila, jackpot lagi dong.”
“Gas yan, jangan kendor.”
David yang melihat temannya sedang kesulitan sangat ingin membantu, tapi karna menurut peraturan lomba di larang membantu pemancing yang sedang Strike maka David hanya melihat dari dekat sambil menyemangati Adrian.
“Ayo yan, tangkapan terakhir nih, klo bisa dapet Speed Boad di depan mata.”
Dengan bersusah payah, Adrian bertarung secara solo dengan ikan monster yang membuatnya sedikit pucat.
Mungkin memang benar Adrian sangat kuat dan ahli dalam memancing, tapi karna memang sudah kelelahan, kini pria muda itu terlihat sangat kesulitan bahkan untuk tetap berdiri tegak.
Dengan posisi yang agak condong ke belakang sambil menahan berat dan bobot ikan tangkapannya ke bagian perut, Adrian berusaha bertahan sekuat tenaga.
Karna lagi lagi mendapatkan tangkapan besar, kini reporter tv langsung mendatanginya.
Di tambah karna sebagian orang sudah selesai memancing dan hanya sedang beristirahat sambil menikmati pemandangan sore, itu membuat bagian belakang kapal pesiar di lantai dua tempat Adrian memancing makin ramai karna banyak yang ingin melihatnya dari dekat.
“Semangat dek, jangan di lepasin.”
“Ayo kak, kakak pasti bisa.”
“Keren sih hokinya tuh bocah, dari tadi pesta Strike mulu dia gak berhenti henti.”
“Alat pancingnya juga keren abis, beli di mana ya dia?”
“Ntar kita coba tanyain, mantap bener sih pancingannya.” ucap para penonton.
Banyak peserta lomba lainnya dan pengunjung yang kini melihat dan menyaksikan pertarungan Adrian dengan ikan tangkapannya.
Sudah hampir saju jam Adrian beradu tenaga dengan ikan tangkapannya. Bisa di bilang tangkapan Adrian ini memang menjadi tangkapan terakhir dari acara lomba tersebut karna sebagian orang sudah menyerah dan mulai beristirahat.
David yang melihat temannya seperti tak kuat lagi berbicara padanya.
“Yan, masih kuat gak?...kalo gak sini ku bantu.”
“Gpp pit, aku masih bisa sendiri kok.” Ucap Adrian sambil tetap memegang alat pancingnya sekuat tenaga.
Dengan semangat juang yang tinggi dan air keringat yang tak terhitung lagi, Adrian berusaha mati matian tetap bertahan.
Dukungan dan sorakan untuk Adrian juga terdengar jelas dari segala arah kapal pesiar tersebut.
“Semangat.”
“Ayo...dikit lagi, kamu pasti bisa dek."
Setelah satu jam lebih tetap pada posisi bertahan, Adrian yang sudah hampir pada batasnya terlihat sudah sedikti oleng.
David yang melihat itu dari dekat langsung mendekat dan mencoba menolongnya. Tapi pria bernama Adrian Devano itu langsung menghentikannya sambil berteriak.
“Jangan ganggu.”
Teriakan Adrian seketika itu juga menghentikan langkah David. Melihat temannya yang berjuang keras dan ia sama sekali tak dapat membantu membuat hati David sedikit sakit.
Mungkin benar ia sangat senang ketika melihat sahabatnya itu lagi lagi mendapatkan Jackpot. Tapi ketika melihat Adrian yang berjuang mati matian David menjadi sedikit kasihan.
Saat ini semua orang sudah berhenti memancing dan hanya menyisakan satu peserta yang tersisa yaitu Adrian.
Semua orang di kapal itu juga hanya bisa di buat takjub dengan pemuda itu. Dari kamera dan tv yang mereka tonton terlihat jelas raut wajah Adrian yang sudah sedikit pucat.
Entah apa yang ada di pikiran anak itu sampai ia seperti sedang bertarung mempertaruhkan nyawanya sendiri padahal ia hanya sedang memancing.
Keseriusan dan ketabahan serta perjuangan Adrian sukses membuat acara lomba itu menjadi makin meriah dan puncaknya kini semua orang terlihat memberikan semangat.
“Adrian.”
“Adrian.”
“Adrian.”
“Adrian.”
Banyak orang yang mulai memberikan dukungan karna memang senang melihat Adrian yang seperti tak kenal lelah terus berusaha menangkap ikan besar tangkapanya.
Bella dan Pak Yuda juga terlihat hanya bisa berdoa agar Adrian bisa menangkap dan memenagkan lomba.
“Ayo yan, kamu pasti bisa.” Ucap Bella yang juga sedang menyaksikan pertarungan terakhir Adrian.
Suasana dan kemeriahan di kapal pesiar itu juga hanya terfokus pada satu titik, yaitu tempat di mana Adrian sedang bertarung sekuat tenaga dan mati matian melawan ikan besar yang bahkan sampai sekarang belum terlihat juga ikan apa itu.
Pak Walikota dan anaknya juga terlihat menonton Adrian dari tv.
“Hebat tuh anak, masih muda cuman kuat banget...kalo gak salah itu anak pas di tanya reporter tadi dari sekolah yang sama kaya kamu kan Yuk?”
“Iya, namanya Adrian dan dia juga kelas tiga sama kaya Yuki pa.”
“Heh, jadi bentar lagi lulus sekolah dong dia...gimana tuh anak kalo di sekolah?”
“Biasa aja sih, aku juga gak terlalu kenal.”
Dua orang yang merupakan ayah dan anak itu terlihat hanya duduk sambil menyaksikan layar tv yang ada di kamar VIP mereka.
Di tempat lain pak Tomy juga terlihat berada di dekat Adrian sambil menyemangatinya.
Bagi pak Tomy yang memang hobi memancing bisa melihat momen hebat seperti itu sudah seperti menonton pertandingan tinju kelas atas.
Dan saat ini seorang pemuda yang baru saja ia temui di dermaga siang tadi sedang bertarung sekuat tenaga.
Adrian yang terus bertarung dan tetap pada posisi bertahan sudah hampir kehilangan semua tenaganya.
Setelah satu jam lebih terus bertahan, kini kedua tangannya sudah pegal dan sakit.
Selama memancing baru kali ini ia merasakan sensasi dan hal seperti itu, bahkan terlihat jelas dari layar tv kini pria muda itu hanya menutup matanya sambil tetap memegang alat pancingnya sekuat tenaga.
Saat dukungan dan teriakan yang menyemangati Adrian terus terdengar di sore hari menjelang malam itu, saat itu juga suara Sea terdengar di kepala Adrian.
[Ting]
[Sekarang saatnya tuan]
Atas aba aba dari Sea, Adrian langsung membuka matanya dan menarik tali senar sekuat tenaga.
Ia yang juga merasakan kekuatan tarikan dari ikan tangkapannya mulai melemah langsung menyerang balik dengan sekuat tenaga.
Kini pria muda yang awalnya hanya diam saja dan tak melakukan pergerakkan itu terlihat langsung menyerang secara terbuka.
Adrian yang sudah satu jam lebih hanya bertahan langsung membuka pertahanannya sambil tetap menjaga ritme dan mulai menarik tali senar.
Semangat dan dukungan dari semua orang makin banyak saat Adrian mulai menarik tali senar miliknya.
“Keren, pro banget tuh anak.”
“Jelas lah, katanya tadi dia anak nelayan sini, jadi gak heran aku.”
“Walaupun anak nelayan sini kalo gak kuat dan ahli juga gak mungkin bisa bertahan selama ini.”
“Bener sih, coba aja dia ikut even mancing dunia mungkin bisa terkenal tuh anak.” Ucap beberapa pemancing senior dan professional yang kini melihat ke arah Adrian.
Sambil terus menarik tali senar, Adrian yang sudah di batas batas akhirnya terlihat sudah ngsos ngosan.
Nafas sesaknya juga terdengar jelas di kala suara bising penonton yang menyemangatinya.
Dengan perlawanan dan trik memancing yang ia gunakan, ikan besar itu di tarik secara perlahan mendekati kapal.
Sambil menggerakkan badan ke atas dan kebawah serta menjaga ritme, sesosok mahkluk besar berwarna putih mulai terlihat ke permukaan.
Saat melihat itu, banyak orang mulai berspekulasi tentang ikan apa yang di tangkap Adrian.
“Wih gila...besarnya.”
“Waduh, kalo sampe dapet udah jelas sih tuh anak yang menang.”
“Ikan apaan tuh?”
“Warnanya putih...jangan bilang...”
Saat makin dekat, seekor ikan besar berwarna putih yang sangat menyeramkan langsung membuat semua orang yang ada di sana dan yang sedang menonton kaget dan ketakutan bukan main.
“Hi-Hiu.”
“Hiu putih...”
“Astaga, Hiu...”
“Hiiiii, mama...aku takut.” Ucap beberapa penonton.
Kini sosok Hiu putih besar yang menyeramkan muncul dan di tarik paksa oleh Adrian secara perlahan.
Saat melihat itu, semua orang yang sudah bersiap menangkap ikan itu terlihat sudah mengambil posisi masing masing.
Enam atau bahkan delapan orang sudah siap melemparkan jaring dan menangkap Hiu putih besar yang makin mendekat ke kapal.
Dan dengan perjuangan yang berat serta keteguhan hati yang kuat bagai terumbu karang, pria muda bernama Adrian itu berhasil menangkap dan menaklukkan penguasa laut pasifik yaitu Great White Shark.
“Angkat dalam hitungan ke tiga...”
“Satu...”
“Dua...”
“Tiga...”
Delapan orang pria dewasa kini menarik ikan hiu putih besar ke atas kapal. Dari besarnya ikan hiu itu semua orang hanya bisa terkejut.
Pria muda yang bahkan ukurannya kalah besar dengan monster predator itu berhasil menaklukkan dan menangkap ikan predator super besar itu setelah hampir dua jam bertarung dengan alat pancing miliknya.
Kini Adrian yang sudah kelelahan hanya terduduk dan terlihat mengambil nafas panjang panjang.
Orang orang yang ada di sana juga mengerti kalau anak itu butuh istirahat dan memberikan ruang padanya.
Di sinari cahaya matahari sore, wajah Adrian yang sangat kelelahan terlihat jelas di layar televisi.
Semua orang hanya bisa takjub dan ikut senang atas kehebatan Adrian dalam menaklukkan predator laut yang paling terkenal itu.
Dengan gagahnya sosok Adrian yang duduk dan di terangi cahaya mentari sore hari itu terliat jelas dan sangat tampan.
Dan tentu saja pancingan hebat miliknya juga menjadi sorotan karna siapa sangka pancing kecil itu sangat kuat sampai bisa menaklukan sang Penguasa laut "The Great White Shark".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Bejo giring
sistem mancing 😜😜😜
2024-10-18
0
Rhakean Djati
judulnya USMAN=USaha MANcing.hahahaaa
2024-07-22
0
Zoelf 212 🛡⚡🔱
keren
2024-05-15
3