Setelah berjabat tangan, kakek tua itu langsung memperkenalkan dirinya.
“Perkenalkan nama kakek Dio Perdana, adek bisa memanggil saya kakek Dio.”
“Salam kenal kek, nama saya Adrian Devano.”
“Yaa, untuk sekarang ayo kita pergi, kakek akan langsung membayarmu di kediaman kakek.”
Saat mendengar perkataan kakek Dio, Adrian hanya mengangguk. Di temani David, ia pergi meinggalkan kapal pesiar mewah tersebut karna kapal itu juga sudah sampai di dermaga utama kota Bluesky.
Menaiki mobil sedan mewah, Adrian dan David langsung pergi menuju kediaman kakek Dio dan sampai di sebuah Villa mewah di pusat kota Bluesky.
“Kita sampai, ayo masuk dulu.”
Atas arahan kakek Dio, Adrian dan David langsung masuk ke dalam Villa mewah tersebut.
Di lihat dari nama dan tempat tinggalnya yang mewah, Adrian teringat dengan nama restoran mewah di kota Bluesky yang sangat terkenal dengan masakan lautnya.
Bahkan restoran mewah itu sudah terkenal sampai ke seluruh indonesia dan dunia.
“Kek, dari nama kakek...apa kakek pemilik restoran Dio Laut yang terkenal itu?”
“Hooo, jadi kamu tau juga ya?”
“Tau kek, dulu waktu kecil saya pernah ke salah satu restoran kakek yang ada di kota Bluesky, terus di depan pintunya ada nama yang sampai sekarang masih saya ingat yaitu Dio Perdana.”
“Begitu ya, tepat seperti yang kamu pikirkan, kakek memang pemilik restoran Dio Laut.”
Akhirnya Adrian yang mengetahui siapa kakek itu sebenarnya lanjut mengikuti kakek Dio memasuki kediamannya.
Pantas saja kakek itu mau membeli tangkapan Adrian dengan harga mahal. Selain memiliki banyak uang, restoran Dio Laut milik pak Dio juga terkenal dengan masakan laut kelas atas dan tentu saja masih dalam keadaan Fresh.
“Duduk lah dulu, kakek akan mengambilkan uangnya sebentar.”
Mendengar itu, Adrian dan David hanya bisa duduk di sebuah kursi yang memang di sediakan. Sambil duduk dan menunggu, mereka di berikan minuman mewah dan beberapa cemilan.
Sampai akhirnya pak Dio kembali dengan dua orang pria sambil membawa dua koper besar berisikan masing masing uang senilai Rp. 1.000.000.000.
“Ini, satu koper berisi satu milliar rupiah, jadi totalnya dua milliar, coba kamu hitung dulu.”
Melihat uang pecahan seratus ribu yang sangat banyak, Adrian langsung mendekat dan mulai melihat uang itu.
Ia tak mengitung uang yang jumlahnya sangat banyak tersebut, tetapi hanya melihat dan memeriksa keaslian uang itu.
Setelah di cek dengan seksama, Adrian langsung tersenyum dan mengambil uang miliknya.
“Oke kek, saya terima uangnya...sekali lagi terima kasih sudah mau membeli semua ikan tangkapan saya.”
“Harusnya kakek yang berterima kasih, memang sebentar lagi restoran kakek akan mengadakan acara ulang tahun jadi kakek memang sedang mencari beberapa ikan besar tangkap dari indonesia untuk pertunjukkan live cooking saat acara itu.”
“Sekali lagi terima kasih kek, kalo gitu saya mohon pamit.”
“Yasudah, biarkan kakek menyuruh anggota kakek untuk mengantar, akan bahaya sekali bagi kalian membawa uang sebanyak itu di malam hari begini.”
“Baik kek.”
“Lalu ini, silahkan ambil kartu nama ini dan jika ada waktu kamu bisa menghubungi nomor ini dan kakek juga mengundang kalian berdua ke acara ulang tahun ke 25 tahun restoran Dio Laut saat waktunya tiba.”
Akhirnya sambil membawa masing masing koper uang senilai satu miliar rupiah, Adrian dan David pulang di antar oleh mobil pribadi pak Dio.
Saat di perjalanan, Adrian dan David terlihat membuka sambil menghitung uang yang mereka dapatkan.
“Gila yan, dua miliar.”
“Hehehe, emang hari ini lagi hari keberuntunganku.”
“Pid, hari ini kamu tidur di rumahku ya, malam ini kita pesta.”
“Oke bos.”
Setelah sampai di depan rumahnya, Adrian dan David langsung turun dan berterima kasih kepada pak sopir yang sudah mengantar mereka.
“Makasih ya pak dah mau nganterin.”
“Iya dek sama sama, terus kalo boleh bapak kasih saran nih ya, sebaiknya uangnya cepat cepat di simpan ke bank biar aman.”
“Oke pak, besok pagi juga langsung saya bawa ke bank ini.”
“Yasudah bapak pulang dulu, hati hati ya nyimpen uangnya.”
“Iya pak...”
Setelah pak supir pergi, Adrian dan David yang masing masing membawa satu koper berat yang berisi uang satu miliar masuk ke dalam rumah.
Setelah mengunci pintu dan memeriksa semua jendela terkunci rapat, Adrian dan David langsung membongkar dan menghitung semua uang itu.
“Mantap, dalam semalam langsung kaya mendadak kamu yan...selamat ya.”
“Lah, inikan uang kita berdua, jadi kamu juga dapet bagian.”
“Bener, makasih bos.”
“Sep, sekarang bantu aku ngitung semua uang ini dulu.”
Setelah di hitung kembali, ternyata uang dua miliar itu benar benar pas dan kakek Dio tidak berbohong sedikitpun.
Sehabis merapikan kembali uang miliknya, Adrian langsung memberikan uang sebanyak lima ratus juta kepada sahabatnya tersebut.
“Nih ambil.” Ucap Adrian sambil memberikan bagian untuk sahabat baiknya.
Saat melihat banyaknya uang yang di berikan Adrian, David langsung terkejut. Tentu saja ia terkejut, uang sebanyak lima ratus juta di berikan begitu saja padanya.
Ia memang tau sahabatnya itu baik, tapi David yang tau Adrian juga butuh banyak uang untuk berobat sang ibu menjadi tak enak dan sedikit menolak.
“Ini terlalu banyak, aku gak bisa nerima sebanyak ini.”
“Banyak?...di masa depan nanti kita akan mendapatkan uang lebih banyak dari ini, jadi ambil bagianmu dan simpan ini untuk keluargamu.”
Mendengar perkataan Adrian, David langsung mengambil uang pemberiannya.
Sambil berterima kasih, Air mata David sedikit keluar dan membuat suasana di sana menjadi sedikit canggung.
“Haduh, pake acara nangis lagi...santai aja aku ikhlas, jadi jangan mewek gitu.”
“Hemmm....makasih.”
Setelah merapikan dan menyimpan semua uang, kedua pemuda itu langsung begadang sambil bermain game ps 2 jadul milik Adrian.
Sambil memesan makanan secara online, malam itu kedua sahabat yang sedang berbahagia menghabiskan malam dengan gembira.
Mungkin itu bukan pertama kalinya bagi dua sahabat itu begadang bermain game seperti sekarang.
Sejak kecil mereka memang dekat dan semakin bertambahnya usia dan beban hidup membuat kedua sahabat itu jarang bertemu dan bermain bersama lagi.
Adrian yang memang tidak memiliki banyak teman juga sudah menganggap David bukan hanya sahabat tapi lebih dari itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Inyoman Raka
anak yg baikkk
2024-06-28
1
Jamrud Khatulistiwa
uangnya author yg kasi , kok dikasi lagi sama author
2024-06-11
0
CahTheLoel
mending kasi author tuh biar akin semangat bikin novelnya 😄😄😄
2024-06-01
0