Adrian dan David yang sudah makan siang dan sedikit berkeliling kembali ke kamar Adrian.
Karna even memancing memang sebentar lagi, mereka terlihat merapikan dan menyiapkan segala kebutuhan.
Saat melihat lagi alat pancing Adrian yang sangat keren, akhirnya David bertanya pada sahabatnya itu karna penasaran.
“Nyolong di mana tuh?”
“Hus, enak aja...ini pancingan aku dapet dari hadiah.”
“Hadiah? Emang siapa yang mau ngasih hadiah alat pancing super mewah begitu?”
“Adalah, pokoknya ini bukan hasil mencuri...”
“Iya iya aku tau, santai aku cuman bercanda.”
Akhirnya dua pemuda yang sudah siap dan sangat bersemangat itu keluar dari kamar sambil membawa alat pancing mereka masing masing.
Dengan gagah Adrian dan David mulai menuju bagian teratas kapal pesiar besar itu yang memang sudah sangat ramai oleh para pemancing.
Ada yang amatiran dan hanya sekedar ikut serta beserta keluarga mereka, ada juga para pemancing profesional yang terlihat sudah siap dan memiliki tujuan yang sama dengan Adrian yaitu memburu hadiah pertama lomba memancing.
Di sana semua peserta lomba berkumpul dan terlihat dua pria paruh baya mulai berbicara. Itu adalah pak Walikota Aditya dan pak Tomy yang ternyata merupakan pemilik kapal mewah tersebut serta beberapa penyelengara lainnya.
Setelah berpidato singkat, karna kapal sudah berada di perairan yang memang sudah di pilih secara khusus, even memancing itu langsung di mulai.
“Dengan ini, lomba memancing di mulai.”
Dengan cepat para pemancing mencari posisi masing masing dan melemparkan umpan mereka dari kapal besar itu.
Mungkin dalam kondisi normal memancing di kapal pesiar besar seperti yang mereka lakukan sekarang tidak di perbolehkan karna berbagai alasan.
Tapi memang saat ini semua batasan sengaja di hilangkan dan semua orang boleh memancing dari lantai berapa pun.
Intinya siapa yang berhasil memancing ikan terbanyak dan terberat adalah pemenangnya.
Acara lomba itu juga sebenarnya hanyalah acara untuk bersenang senang para elite dan tidak terdaftar resmi.
Semua itu hanyalah bagian dari kerjasama antara perusahaan- perusahaan besar se kota Bluesky untuk merayakan keberhasilan dan perkembangan perusahaan mereka yang meningkat pesat akhir akhir ini.
David yang sadar alat pancingnya tidak terlalu bagus langsung turun dan berniat mancing dari tempat yang lebih rendah.
Tentu saja cara David juga di ikuti oleh kebanyakan para pemancing profesional karna ketika memancing dari ketinggian itu akan sangat sulit.
Adrian pun sama, ia mencari tempat mancing yang menurutnya nyaman dan tibalah ia di lantai dua kapal besar itu yang jika di lihat bagian luarnya ada kolam renang mewah.
Untungnya karna memang acara sudah di persiapkan jauh hari, banyak relawan yang juga membantu.
“Strike...”
Belum lama acara di mulai, seorang pemancing langsung menangkan ikan kerapu besar dan membuat kehebohan.
“Wih, baru aja mulai dah Strike aja tuh orang.”
Dengan cepat para relawan yang memang juga sudah di bayar khusus membantu tiap peserta yang berhasil menangkap ikan.
Dari ratusan peserta yang memenuhi kapal besar itu. Semuanya pesta Strike dengan mudah karna memang lokasi mereka adalah lokasi terbaik dan banyak ikannya.
Di tambah lagi cuaca yang sangat mendukung sukses membuat acara itu berlangsung meriah.
Banyak peserta dan keluarga mereka memancing bersama sambil bercanda ria. Walaupun ada juga yang terlihat serius dan sangat menikmati momen momen tersebut.
Adrian yang akhirnya ikut melemparkan umpannya mulai mendengar tiap orang pesta Strike.
Di tempat yang memang banyak ikannya seperti itu mau siapapun yang memancing pasti hanya ada satu hal yang menjadi kunci jika bisa menang lomba.
Ya, itu adalah keberuntungan.
Dalam memancing hal paling mendasar ini masih tetap menjadi faktor utama. Mau sehebat dan seberpengalamannya dirimu, jika lawanmu lebih beruntung maka tetap saja kau akan kalah.
Adrian yang mengerti itu tak buru buru dan memancing dengan santai. Ia tau alat pancingnya sangat istimewa, tapi yang menjadi pertanyaan adalah apakah ia bisa mendapatkan jackpot dari sana atau tidak.
Sambil menikmati pemandangat laut yang sangat indah saat itu, tanpa di sangka sangka umpan Adrian di sambar oleh seekor ikan.
Dari tarikan ikan itu saja Adrian langsung tau kalau ia mendapatkan tangkapan besar.
“Strike....”
Dengan sabar dan penuh trik Adrian mulai melawan ikan besar yang berhasil ia pancing. Karna tarikan kuat dari ikan itu, Adrian bahkan hampir saja melepaskan alat pancingnya.
“Aduh....beratt...”
“Gila...seberapa besar nih ikan.”
“Strike...”
“Strike...”
Karna teriakan Adrian, seorang pria yang bertugas membantu menangkap ikan langsung mendatanginya.
“Wih, besar nih kayaknya dek.”
“Iya pak...aduh, beratnya...”
“Terus dek, jangan nyerah.”
Dengan bersusah payah Adrian bertarung dengan ikan yang saat ini bahkan belum memunculkan wujudnya.
Karna memang sudah ahli memancing, Adrian tak melawan tenaga dengan tenaga. Ia lebih memilih memakai cara tarik ulur yang memang sering di gunakan ketika menagkap ikan besar.
Dengan sabar dan penuh perjuangan pria muda itu terus beradu strategi dengan ikan besar yang ia tangkap.
Sangking seru dan besarnya ikan yang di tangkap Adrian, mulai banyak orang yang melihat dan memberikan semangat padanya.
“Fix, besar banget nih kayaknya...semangat dek.”
“Ayo dek semangat...”
“Hehehe, makasih dukungan...haaaa.”
Saat sedikit lengah, hampir saja Adrian melakukan kesalahan. Untungnya dengan reflek cepat dan tenaga miliknya, ia bisa mengontrol kembali dan mengambil alih pertarungan.
Sengitnya pertarungan Adrian bahkan sampai membuat pihak televisi lokal kota Bluesky yang memang sedang meliput acara lokal itu mendekatinya.
“Wah, sepertinya anak muda yang ada di sana mendapatkan tangkapan besar.” Ucap seorang reporter cantik yang mulai berjalan mendekati Adrian.
Saat ini wajah Adrian yang sudah di liput bahkan muncul di televisi kapal pesiar itu yang memang sedang ada acara menonton bersama.
Di tambah lagi acara itu juga di tampilkan di tv lokal dan saat ini hampir seluruh orang di kota Bluesky dapat melihat Adrian yang dengan sekuat tenaga melawan ikan yang ia tangkap dengan pancingannya.
“Dek, maaf ganggu...namanya siapa ya.” Ucap reporter cantik yang mendekat ke arahnya.
Dengan penuh senyum, Adrian mulai berkenalan di kala sedang berjuang keras sambil memegang alat pancingannya yang terlihat tetap kokoh dan tak bergeming melawan ikan yang ia tangkap.
“Adrian, nama saya Adrian.”
“Hoooh, kayaknya besar banget ya itu ikannya sampe kamu kesusahan gitu.” Ucap reporter cantik tersebut dengan cengegesan karna melihat Adrian yang terus memegang alat pancingnya sekuat tenaga.
Untungnya di sebelah reporter itu ada bapak bapak yang memang ahli dalam memancing dan memberikan sedikit penjelasan kepada semua penonton.
“Wah, ini bukan besar lagi sih...monster ini!”
“Ayo dek, jangan sampai lepas.”
Dengan pengalaman serta kemapuan yang di milikinya, setelah hampir setengah jam Adrian tarik ulur dengan ikan tangkapannya akhirnya sang ikan terlihat sudah mulai kehabisan tenaga.
Merasakan tarikan perlahan berkurang, Adrian langsung menarik ikan itu secara perlahan.
Dengan penuh perhitungan ia menarik senar pancingnya secara perlahan sampai ikan besar itu mulai mendekat dan sosoknya mulai terlihat.
Saat sekilas terlihat, pak komentator yang memang sudah pro langsung tau dari melihat sekilas ikan tersebut.
“Wah, kayanya ikan Tuna deh itu.”
“Heh, Tuna?...emang ikan tuna bisa sebesar ini ya pak?”
“Bisa dong, ikan Tuna ini juga salah satu ikan dengan tenaga paling kuat di lautan, jadi kalo nih adek bisa nangkep berarti bukan cuman beruntung tapi juga dia sangat ahli dan kuat.”
“Di lihat dari gerakan dan cara dia narik ulur juga kayaknya nih adek pasti udah sering mancing.” Ucap pria komentator sampai akhirnya sosok ikan besar sepanjang dua meter muncul ke permukaan.
“Akhirnya, bantuin pak.”
Dengan cepat dua orang pria yang juga sudah menunggu nunggu ikan itu akhirnya menangkapnya dengan jaring.
Bahkan dua orang itu ketika mengangkat ikan Tuna besar tersebut terlihat kesulitan karna memang ikan itu sangat berat.
Di bantu beberapa orang lainnya, akhirnya Tuna raksasa itu di angkat ke kapal dengan perjuangan yang berat tentunya.
Sampai akhirnya ikan Bluefin Tuna sebesar dua meter telah di angkat ke kapal dan Adrian yang sudah kehabisan tenaga langsung terduduk dan beristirahat.
“Gila, dua meter ada nih.”
“Hebat, baru kali ini aku lihat ikan segede ini secara langsung.”
“Wih...mama, liat tuh ikannya besar banget.”
Karna tangkapan besar itu, semua orang mulai bergerombol untuk melihat ikan besar yang baru saja di tangkap Adrian.
Sedangkan Adrian sendiri hanya bisa duduk dan tersenyum puas saat melihat hasil tangkapannya sampai suara Sea terdengar jelas di kepalanya.
[Selamat tuan berhasil menangkap satu Bluefin Tuna Besar]
[Selamat misi memancing tingkat tinggi telah selesai]
[Selamat hadiah 100.000 Poin Sistem telah di terima]
[Selamat tuan telah naik level]
[Selamat tuan telah naik level]
[Selamat tuan telah naik level]
[Selamat tuan telah naik level]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Zoelf 212 🛡⚡🔱
mantap
2024-05-15
3
Edi Porwanto
malah lebih seru baca novel daripada novel yang MC nya OP by keterlaluan
2023-11-13
0
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... (Menyeringai) Hahahaha! Mantap Lord!?
2023-04-07
2