Setelah malam yang panjang, Adrian terbangun di pagi hari buta karna kaki sahabatnya yang kini tepat berada di wajahnya.
“Kampret nih anak, kebiasaannya gak berubah.”
Setelah mandi dan memberi makan ikan ikan peliharaan miliknya, Adrian yang memang sudah ada kegiatan baru langsung bersiap siap.
“Sea, aktifkan misi Check In harian.”
[Ting]
[Perintah di terima]
[Mengaktifkan misi Check In harian]
[Marathon pagi selama satu jam, hadiah 1.000 poin berlaku kelipatan]
Misi Check In harian, misi yang terbilang cukup mudah tapi juga sulit di waktu bersamaan.
Cara menjalankan misi ini gampang gampang sulit, yaitu Adrian hanya harus menjalankan kegiatan acak yang menyangkut olahraga.
Berbeda dari misi harian yang akan muncul acak dan bisa kapanpun, misi Check In harian lebih berpusat pada kekuatan fisik dan hadiahnya juga sangat besar.
Mungkin sekarang hanya seribu poin sistem, tapi karna berlaku kelipatan jadi hadiah yang di dapatkan akan makin besar seiring rajinnya Adrian mengerjakannya.
Dari seribu, menjadi dua ribu, lalu tiga ribu, kemudian empat ribu dan seterusnya.
Intinya hadiah poin akan semakin banyak dan Adrian yang memang membutuhkan banyak poin karna ingin mengejar satu juta poin untuk membeli mata air kehidupan berniat melakukan segala cara untuk menghasilkan poin.
Misi tingkat tinggi sendiri yang memiliki hadiah besar memiliki limit tiap minggunya dan itu juga akan terus bertambah banyak sebanyak level Adrian yang makin naik.
Karna tau itu, ia saat ini memiliki satu tujuan. Menaikkan level dengan cepat sambil mengerjakan semua misi yang ada dan ketika misi tingkat tinggi tereset maka dia akan ke tengah laut untuk menangkap ikan besar dan berharap Jackpot dari sana.
Karna sudah bersiap siap, Adrian langsung keluar rumah dan menjalankan misi Check In harian.
Dengan santai ia mulai berjalan pelan sambil berkeliling kota Bluesky.
Sambil berjalan dan melihat layar hologram, Adrian yang kini berada di level sepuluh memiliki sepuluh poin status yang belum ia gunakan.
Saat menyadari itu, ia mengingat kembali apa yang pernah di katakan Sea.
“Hemmm, sepuluh poin status...enaknya naikin apa ya?”
Sambil berlari pelan, Adrian berfikir sejenak dan akhirnya menaikkan status ke bagian Agility.
Ke sepuluh poin miliknya ia isi penuh ke status Agility miliknya.
“Begini lebih baik...dengan kegunaan status Agility, memang lebih baik meningkatkan status ini terlebih dahulu, setidaknya sampai menyamai status Power milikku.”
Adrian yang sudah di beritau Sea kegunaan ketiga status miliknya tidak menaikkan status Agility tanpa alasan.
Dari ke semua status yang ia miliki memang yang satu itu adalah yang terendah.
Tapi dari ketiganya, semuanya memiliki kegunaan masing masing yang membuat Adrian ingin menaikkan ketiganya secara merata.
Yang pertama adalah status Inteligent, status ini jika di tingkatkan akan menambah kemampuan berpikir Adrian, serta dapat meningkatkan semua aspek yang berkaitan dengan kinerja otak dan kecerdasan.
Status kedua yaitu Power, seperti yang kita tau itu adalah status kekuatan. Dari semua status, status inilah yang tertinggi saat ini dan jika di tingkatkan akan meningkatkan kekuatan dan stamina Adrian, serta daya tahan tubuh dan semua aspek yang berkaitan dengan anggota tubuhnya akan di perkuat.
Lalu yang terakhir adalah status Agility, status ini adalah yang terendah saat ini dan kegunaannya adalah untuk meningkatkan kecepatan dan ketepatan{Akurasi}, serta yang paling penting juga meningkatkan Sense Adrian dalam merasakan semua hal yang ada di sekitarnya.
Bisa di bilang seperti semua indra miliknya akan meningkat pesat dan melebihi batas manusia normal.
“Benar benar menarik, ini seperti bermain game saja, hahaha.’ Ucap Adrian yang kini melihat layar hologram miliknya dan dapat melihat dengan jelas status dan statistik miliknya.
Nama : Adrian Devino
Level : 10
Ttl : Bluesky 10-2-2005
Umur : 18 tahun
Inteligent : 115
Power : 160
Agility : 100
Sambil berkeliling kota di pesisir pantai yang sangat indah itu, Adrian mulai melihat aktifitas para penduduk yang ada di kota.
Ia yang bisa di bilang jarang jalan jalan merasa cukup senang dan bersemangat.
Apa lagi ketika melihat orang orang yang terlihat bersemangat untuk bekerja di pagi hari. Itu seperti mengingatkannya pada sosok ayahnya yang memang giat bekerja.
Sampai tak terasa ia sudah jalan cukup jauh dan tiba di sebuah bangunan besar yang membuatnya berhenti ketika melihat itu.
Rumah sakit kota Bluesky, di sana sang ibu sedang di rawat intensif karna sedang koma dan sampai sekarang belum bangun.
Menurut cerita yang Adrian dengar dari sang ayah, ibunya mengidap penyakit langka yang belum di ketahui.
Tapi saat melihat kondisi sang ibu, Adrian sama sekali tak melihat adanya tanda tanda ibunya sedang sakit.
Yang jelas sang ibu terbaring di rumah sakit dan tak sadarkan diri. Ketika membahas hal itu juga sang ayah seperti enggan bercerita lebih lanjut dan hanya mengatakan sang ibu sakit.
Bahkan ketika bertanya pada dokter juga jawabannya sama persis.
Ia sebenarnya tak ambil pusing dan percaya dengan apa yang ayahnya katakan. Tapi karna sudah bertahun tahun belum juga sembuh, tentu ia merasa sedikti curiga.
“Ibu...tunggu Adrian bu, sebentar lagi Adrian akan membawa ibu keluar dari sana.” Ucap Adrian dengan sedikit sedih sambil menatap rumah sakit.
Setelah satu jam marathon, misi Check In harian pun selesai.
[Selamat misi Check In harian telah selesai]
[Selamat tuan mendapatkan hadiah 1.000 poin sistem]
Karna terlalu bersemangat, Adrian sampai lupa waktu dan berjalan cukup jauh.
Dengan cepat ia yang sudah menyelesaikan misi berniat kembali ke rumah.
Saat sedang berlari pelan, ia tak sengaja melihat sebuah toko kecil yang sedang di jual oleh pemiliknya dan berada dekat dengan rumah sakit.
Karna lokasinya yang strategis, Adrian tertarik dan mencatat nomor sang pemilik.
Mungkin sekarang belum, tapi ia cepat atau lambat memang sangat ingin memulai bisnis kecilnya dan ketika melihat tempat yang sangat bagus itu ia langsung kepikiran.
“Bagus juga nih tempat, pas di persimpangan terus dekat dengan rumah sakit dan pusat perbelanjaan”
Sambil berjalan kembali, ia tanpa di sengaja berpas pasan dengan seorang wanita yang sedang duduk di kursi taman dan memang sudah ia kenal.
Hiromi Yuki, gadis tinggi dan seksi itu terlihat sangat menggoda dengan setelan olahraga ketat miliknya.
Saat melihat itu, Adrian yang terpesona sedikit kebablasan dan menatap tubuh gadis muda tersebut.
karna merasa risih di tatap oleh Adrian, Yuki langsung menegur pria yang saat ini hanya melamun seperti orang bodoh.
“Ehem, ehem...itu mata liat jalan, nabrak loh ntar.”
Saat mendengar itu, Adrian langsung malu dan merasa bersalah. Dengan cepat ia meminta maaf karna tidak sopan menatap tubuh wanita itu dengan seksama.
“Maaf, aku...aku tak bermaksud...”
“Iya aku tau, kamu bukan orang pertama yang melihatku kayak gitu, tapi jangan di ulangi..oke.”
“Hemm, oke.”
Adrian yang merasa bersalah juga sadar dengan kelakuannya. Tapi siapa yang tidak tertarik jika melihat tubuh seperti itu.
Jika seorang pria yang masih normal melihat lekukan tubuh dan belahan dada besar itu tentu mereka akan melirik. Itu sudah menjadi kodrat semua pria dan Adrian juga pasti melakukan itu.
Seperti sebuah berkah dan musibah yang datang secara bersamaan, Adrian yang tak ingin lebih jauh mengganggu wanita itu langsung berjalan menjauh dan hendak meninggalkanya.
Tapi sebelum ia melangkah lebih jauh, wanita itu justru memanggil namanya.
“Adrian, namamu Adrian kan?”
Saat mendengar suara Yuki yang memanggil namanya, Adran sontak berhenti dan berbalik arah.
“Benar, ada perlu apa?”
“Heh, kenapa aku seperti baru melihat pria sepertimu ya...padahal kita ini satu sekolah loh tapi wajahmu sedikit aneh.”
“E-emangnya kenapa dengan wajahku?”
“Ntahlah, yang jelas kamu cukup tampan jika di lihat dari dekat.”
Saat mendengar itu, jantung Adrian langsung berdetak kencang.
“Tampan?...hoi...serius nih.” Ucap Adrian dalam hati.
“Aku sedikit tertarik denganmu, apa lagi ketika lomba memancing kemarin sore...kamu terlihat sangat hebat saat itu.” Ucap Yuki sambil tersenyum ke arah Adrian.
Babang tampan yang untuk pertama kalinya di gombali wanita hanya bisa terdiam dan tak percaya.
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya ada wanita yang mengatakannya tampan selain sang ibu dan itu adalah wanita tercantik di sekolahnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Rhakean Djati
mulai deh.
2024-07-22
0
Elok Fauziah
Inget Bella Yan ingat
2024-05-17
2
Zoelf 212 🛡⚡🔱
haaiiissss kasian bella
2024-05-15
1