Sore hari yang cerah, Liora duduk di kursi batu menunggu seseorang yang sangat dia rindukan. Kabar tentang kepulangan para pekerja sudah terdengar dari kemarin setelah sebulan lebih lamanya merantau.
Dia duduk dengan senyuman yang tidak pernah pudar di wajahnya, bahkan Liora mempersiapkan segala hal untuk menyambut kepulangan sang suami.
Dia rela ke pasar membeli bahan-bahan makanan yang lezat untuk Cakra.
Mendengar keributan dari kejautan membuat Liora kepo, wanita itu berjalan kepinggir jalan dan melihat mobil di kerumuni orang-orang, sepertinya semua pekerja sudah datang.
Dengan langkah pelan, Liora berjalan mendekat masih dengan senyumnya, memperhatikan satu persatu orang turun dari mobil. Penumpang hampir turun semua tetapi suaminya tidak ada.
Dia beralih pada pak Ridwan. "Suami saya mana pak?" tanya Liora.
"Oh Wildan? Dia tinggal Nak, kayaknya bos tertarik sama hasil kerja dia. Semoga aja kesepakatan mereka lancar biar kira dapat kerjaan lagi di Kota," jawab pak Ridwan.
Liora menghela nafas panjang, mengangguk mengerti, dengan perasaan kecewa dia meninggalkan orang-orang yang menyambut suaminya masing-masing.
"Kasian banget suaminya nggak pulang," cibir warga kang gosip.
"Jangan gitu bu, Wildan bukan nggak kembali, tapi emang udah lupain Liora."
Samar-samar Liora masih mendengar ledekan para ibu-ibu tersebut, namun Liora urung menghentikan langkahnya, dia ingin segera sampai dirumah dan menghubungi Cakra.
Semalam lelaki itu tidak menelpon, dia mendengar kabar dari bu Fatimah saja.
"Kenapa mas Wildan nggak ngabarin kalau mau tinggal?" lirih Liora, matanya berkaca-kaca karena kecewa.
Dia mendudukkan diri di pinggir ranjang, mendial nama sang suami. Ponsel lelaki itu tidak aktif, membuat Liora sedih, air mata kembali menetes membasahi pipinya.
Penantian dan semua persiapan yang dia lakukan semuanya sia-sia, suaminya tidak ikut pulang, dan kini mulai jarang memberi kabar.
Liora buru-buru menghapus air matanya ketika mendengar ketukan pintu, dia segera berdiri untuk membukanya. Wanita itu berusaha tersenyum pada ibu Fatimah yang berdiri di depan pintu.
"Masuk dulu bu!" sopan Liora.
"Nggak usah Nak, ini cuma mau ngasih kiriman dari suami kamu, oh iya, dia nggak sempat ngehubungi karena hpnya rusak ketindih batu katanya,
"Makasih." Liora menerima amplop yang diberikan bu Fatimah yang dia yakini didalamnya ada uang.
Benar saja, ketika Liora membukanya, disana ada beberapa uang, di antaranya terselip sebuah kertas kecil dengan noda tinta.
Selamat sore Ra, ini mas, maaf nggak ngehubungin kamu kemarin malam, hp mas rusak. Kamu sedih mas nggak pulang ya? Marah sama Mas? Maafin mas sekali lagi ya.
Mas di panggil ke kantor pusat katanya ada kerjaan proyek lagi dan mandornya suka sama hasil kerja mas, makanya nggak ikut pulang. Semoga usaha mas lancar dan bisa pulang sebelum anak kita lahir.
Jangan nangis, cengen.
Mas ngomong itu karena nebak setelah baca surat ini pasti kamu nangis 'kan?
Liora kembali melipat kertas kecil itu, menghapus air matanya yang terus mengalir.
"Padahal aku nyiapin makanan kesukaan kamu mas," lirih Liora. "Semoga hp kamu cepat baik, biar bisa ngabarin aku."
Karena merasa lapar, Liora memutuskan makan seorang diri, lama dia memadangi hidangan di hadapannya. Harapan untuk bisa makan berdua lagi kini hanya hayalan semata.
"Cuma nunda kepulangan, bukan nggak ingin pulang, jadi nggak perlu sedih Ra," ucap Liora meyakinkan dirinya sendiri.
Walau dadanya bergemuruh menahan sesak, usia kandungannya memasuki bulan ketujuh, jika normal, dua bulan lagi dia akan melahirkan, satu harapannya. Semoga saat itu tiba, suaminya kembali, tidak harus membawa uang, asal pulang dengan selamat Liora sudah sangat bahagia.
"Kita makan berdua lagi Nak, papa nggak jadi pulang. Jangan rewel-rewel terus didalam sana! Kita jalan-jalan ke laut besok pagi ya," ucapnya mengelus perutnya yang baru saja menghasilkan denyutan kecil.
...****************...
Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiah🥰💃💃💃💃💃💃🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Follow untuk melihat visual
IG: Tantye005
Tiktok: Istri sahnya Eunwoo
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 224 Episodes
Comments
Teh Yen
ah mengsedih bacanya
2023-07-26
1
Welda Arsy❤
sedih thooor bikin aq menangis...terasa nyata rasa nya 🥺🥺🥺
2022-12-26
2
Aminah Adam
lanjuut thor..
2022-09-19
0