Liora langsung mengelengkan kepalanya, dia tidak akan setuju jika Cakra pergi terlalu jauh. Laki-laki itu masih lupa ingatan, bagaimana jika Cakra mempunyai musuh yang tidak di ketahui yang akan mencelakai suaminya untuk kedua kalinya?
"Aku nggak papa hidup gini-gini aja Mas, nggak perlu jadi kuli, jadi tukang ojek aja Mas. Mungkin hari ini nggak ada penumpang, tapi besok kita nggak tau." Air mata Liora merembes begitu saja, entah kenapa, tapi hatinya langsung tidak tenang mendengar penuturan Cakra.
"Atau nggak, aku bakal bantu Mas nyari uang, mas ngojek aku jual ikan."
"Ra, kamu hamil besar sekarang, mana bisa nyari uang, kamu berdiri lama aja suka lelah. Dengarkan Mas, jangan nangis." Cakra menatap wajah istrinya dengan senyuman, mengelus pipi cubi Liora. "Sebentar lagi anak kita bakal lahir Ra, banyak biaya yang kita butuhkan, Mas harus kerja demi kalian berdua. Kata Suaminya bu Fatimah, makan sama tempat tinggal kita di tanggung kok, jadi kamu nggak perlu khawatir, gajinya juga lumayan. Mau ya Ra?" bujuk Cakra, tetap saja Liora mengeleng.
Cakra membuang nafas panjang. "Ya sudah, sekarang kamu baring dan tidur, mas mau ngeronda dulu, malam ini kena giliran."
Liora mengangguk, membaringkan tubuhnya di ranjang. Cakra menutupi selimut tipis, menunduk untuk mengecup kening Liora lama.
"Tidur Sayang, jangan di pikirkan, kalau memang nggak di izinin, Mas nggak bakal pergi."
Liora menatap pintu kamarnya setelah tubuh kekar Cakra menghilang, dia merubah posisi tidurnya menyamping. Memikirkan semua perkataan Cakra tadi. Jika di pikir-pikir semuanya memang benar, tapi dia belum siap di tinggal, bagaimana jika suaminya tidak kembali?
"Apa aku boleh egois?" gumam Liora sebelum menutup matanya.
***
Liora menghampiri suaminya seraya membawa segelas kopi, laki-laki itu sedang memperbaiki motornya yang tiba-tiba mati.
"Minum kopi dulu Mas," ucap Liora duduk di kursi batu memperhatikan Cakra.
"Mas selesain ini dulu."
"Mau di suapin nggak?" goda Liora.
"Boleh."
Liora mendekati Cakra membawa piring berisi kue lapis yang dia beli tadi saat ada pedagang keliling, menyuapkan pada sang suami.
"Cemong banget wajahnya Mas, tapi tetap tampan," pujinya.
"Bisa aja kamu." Cakra langsung menatap istrinya. "Duduk aja, kasian kamu kesusahan jongkok."
"Ikut kalau gitu Mas."
Karena lapar, Cakra memutuskan untuk meminum kopinya lebih dulu.
"Mas Wildan beneran mau kerja kuli?" tanya Liora.
"Kalau kamu izinin mas bakal ikut Ra."
Liora terdiam, sebelum mengatakan sesuatu. Lama dia memandangi motornya, sekarang sumber mata pencariannya malah rusak, tidak ada jalan lain selain mengizinkan Cakra pergi.
"Ya udah, mas boleh pergi, tapi kalau lelah pulang Ya, jangan di paksakan."
Cakra langsung tersenyum mendengar ucapan Liora, lelaki itu langsung berdiri kemudian bersujud di depan istrinya, mencium perut buncit wanita itu bertubi-tubi.
"Makasih Ra udah nguzinin Mas. Mas janji bakal telpon kamu setiap malamnya sebelum tidur, Mas akan ngirim uang yang banyak dan pulang."
"Iya Mas, aku percaya kok." Liora ikut tersenyum, mengelus rambut lebat Cakra. "Berangkat kapan? Hari ini Mas pergi cukur dulu!"
"Berangkat besok pagi, Mas nggak perlu bawa apapun karena makanan sama tempat tinggal di sana. Mau nemenin mas cukur?"
"Boleh, semangat banget perasaan Mas."
"Demi kamu dan anak kita Ra, demi kebahagian kalian Mas akan melakukan apa saja."
...****************...
Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiah🥰💃💃💃💃💃💃🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Follow untuk melihat visual
IG: Tantye005
Tiktok: Istri sahnya Eunwoo
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 224 Episodes
Comments
Tumiyati
makin menarik ceritanya😍
2023-10-14
1
Wenda Junia Apriani
smoga stlh cakra pergi k kota dia tdk lupa pulg dn msih ingt sm liora
2023-08-14
2
Teh Yen
smoga ini bukan awal yg buruk untuk hubungan kalian yah
2023-07-26
1