Liora mengaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali, gadis baik dan manis itu tidak tahu harus melakukan apa lagi pada laki-laki yang baru saja dia temui.
"Jadi Mas benar-benar nggak ingat apa pun?" tanya Liora dengan wajah bingungnya.
Cakra mengangguk dengan wajah polosnya, sekeras apa pun dia mengingat, semuanya sia-sia, dia seperti baru hidup kembali, tidak mengenal siapa pun.
"Terima kasih sudah menolong saya, tapi apa saya bisa nggak tau diri? Beri saya tempat tinggal sampai saya mengingat semuanya," pinta Cakra.
Lioara mengeleng, tidak, hidup sendiri saja sudah susah apa lagi hidup berdua. "Nggak, aku nggak mau, kecuali Mas mau bantu aku cari uang untuk makan sehari-hari!"
Ayolah, Liora bukan gadis yang suka menarik perhatian lawan jenisnya, hingga manusia setampan Cakra saja dia tolak jika hanya memberinya beban. Hidupnya sudah terlalu sulit jangan dibuat tambah sulit.
"Saya akan membantu kamu dan menuruti semua yang kamu perintahkan," pinta Cakra sunguh-sungguh.
Liora sedikit berpikir sebelum menganggukan kepalanya. Karena Cakra bersedia untuk membantunya, maka tidak ada salahnya jika dia menerima Cakra tinggal di rumahnya, toh kebetulan rumah peninggalan orang tuanya mempunyai dua kamar.
"Minumlah dulu obatnya Mas, setelah itu istirahat, aku mau ke pasar dulu." Liora segera bangkit dari duduknya.
Gadis itu baru teringat dengan ikan-ikan yang dia tinggalkan di laut, jangan sampai busuk berakhir mengalami kerugian.
Sebelum benar-benar pergi, wanita itu balik badan. "Jadi Mas lupa sama nama sendiri? Jadi aku harus panggil apa? Mau aku beri nama?" Liora memberondongi Cakra berbagi pertanyaan.
Cakra yang merasakan sakit di bagian kepala hanya bisa mengangguk dan pasrah saja. "Saya nggak ingat, kalau mau, beri saja! Saya malas berpikir," jawab Cakra.
Jawaban itu mengundang senyuman di wajah Liora. "Aku beri nama Mas, Wildan aja."
Usai mengatakan hal tersebut, Liora segera meninggalkan rumahnya. Alasan dia memberi Cakra nama Wildan, karena nama tersebut adalah laki-laki yang dia cintai. Sayangnya dia mempunyai kisah cinta, kasih tak sampai, hingga harus layu sebelum berkembang.
***
Jam 11 siang di saat matahari terik-teriknya, gadia manis nan ramah itu pulang kerumah membawa keranjang di jok belakang motornya. Dia di sambut oleh Cakra yang sedang membersihkan rumah.
Mata gadis tersebut berbinar bahagia, rumah yang jarang dirapikan karena sibuk mencari uang, kini terllihat lebih rapi dan bersih berkat kehadiran Cakra di rumahnya.
Rumah minimalis itu kini terlihat lebih hidup karena terawat dan bersih, sampah-sampah di depan rumah juga sudah di bakar.
"Nggak sia-sia aku nolong Mas Wildan. Makasih, Mas," ucap Liora berjalan ke dapur untuk meletakkan keranjang bekas ikannya.
"Syukurlah dagangannya lumayan laris hari ini"
"Mas tunggu sebentar ya, aku masak nasi dulu, lupa tadi!" teriak Liora dari dapur.
Sementara Wildan masih fokus membereskan rumah.
Setelah istirahat dan tubuhnya sedikit enakan, karena meminum obat herbal yang diberikan Liora, Cakra tidak tahu harus melakukan apa, alhasil dia mengerjakan pekerjaan rumah, terlebih dia sangat benci dengan ruangan berantakan.
Usai bersih-bersih, Cakra mendudukkan diri di kursi rotan. Berusaha mengingat-ingat sesuatu namun nihil, tidak satu pun kejadian melintas di otaknya.
Laki-laki itu tersenyum melihat Liora keluar dari dapur membawa beberapa piring di nampan, kemudian meletakkannya di lantai.
"Mas, makannya lesahan ya, aku nggak punya meja makan," ucap Liora.
"Kenapa bertanya seperti itu?" bingung Cakra.
"Takutnya mas anak orang kaya. Mas tampan terus agak-agak bule dikit, biasanya anak orang kaya."
Cakra terkekeh geli, baru setengah hari kenal dengan Liora dia sudah merasa nyaman, mungkin karena gadis itu apa adanya dan selalu mengeluarkan apa yang ada di pikirannya.
"Mau saya anak orang kaya atau bukan, itu semua tidak ada artinya karena sekarang saya tidak mengingat apa pun. Semoga saja saya anak orang kaya ya, biar nanti saat mengigat semuanya saya bisa membalas budi," balas Cakra.
"Jangan balas Budi, Mas, soalnya yang nolong Liora," seloroh Liora, tetapi sepertinya Cakra sedikit tidak mengerti candaanya, dapat dilihat dari raut wajah Cakra seperti orang bingung, alhasil Liora langsung mengalihkan topik agar tidak terjadi kecanggungan.
"Semoga aja, Mas. Ayo makan!" ajak Liora.
Keduanya makan sangat lahap walau sederhana saja. Mungkin semua akan terasa nikmat jika kita mensyukirinya.
***
Hari-hari begitu cepat berlalu, tidak terasa sudah hampir dua minggu Cakra tinggal bersama Liora tanpa diketahui para warga karena memang letak rumah Liora berada di ujung dan cukup jauh dari warga sekitar.
Sudah beberapa hari ini Cakra ikut Liora ke pasar untuk membantu gadis itu berjualan. Keduanya terlihat seperti sepasang kekasih yang saling melengkapi walau tidak mempunyai perasaan satu sama lain.
Senyuman Cakra tidak pudar sejak pagi melihat Liora begitu sibuk melayani pembeli, semakin hari jualan Liora semakin laris, membuat Cakra ikut senang.
"Jangan senyum sambil ngelamun, Mas, nanti kesambet!" tegur Liora duduk di samping Cakra setelah pembeli lumayan sepi.
"Kata pelanggan kamu, mereka mau beli karena penjualnya tampan. Jadi saya harus senyum biar semua pembeli datang kesini, kalau kita dapat banyak uang, bisa makan yang enak-enak," jawab Cakra.
"Ya juga ya, Mas? Ya sudah, Mas berdiri di depan! Terus senyum sambil ngomong 'Ikannya, Bu, masih segar' " perintah Liora mendorong tubuh kekar Cakra agar maju kedepan.
"Harus begitu?" tanya Cakra tanpa curiga sedikitpun pada Liora, padahal dia sedang dikerjai.
"Iya, harus."
Tawa Liora hampir saja pecah saat Cakra benar-benar melakukan perintahnya, sungguh sangat lucu.
"Kenapa tertawa?" tanya Cakra.
"Mas Wildan lucu, tapi aku suka."
...****************...
Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiah🥰💃💃💃💃💃💃🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Follow untuk melihat visual
IG: Tantye005
Tiktok: Istri sahnya Eunwoo
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 224 Episodes
Comments
Dwi Sarmila
jgn kan Cakra, aku pun smpet bingung Thor wkwkwk
2024-04-06
0
Ida. Rusmawati.
/Shy/
2024-03-26
0
Dilansius Yeru
semoga Cakra dan Liora berjodoh😁😘
2023-10-11
3