"Ellios!! Jam berapa sekarang ini?! Mengapa baru pulang selarut ini?!" semprot Suzuna yang rupanya sudah menantikan Ellios sejak dari tadi.
Ellios mulai melirik jam tangan rantai hitam metalikya yang masih melingkar dengan manis pada pergelangan tangan kirinya. Dan sepasang mata Ellios juga sedikit membulat setelah melihat beberapa angka itu yang menunjukkan waktu saat ini.
Jam 11 Pm? Gawat sekali!! Pantas saja ibu marah-marah seperti ini. Aku tak pernah pulang selarut ini sebelumnya. Gara-gara menunggu kedua gadis yang sedang berkaraoke itu, aku jadi lupa waktu. Bahkan mereka malah menambah jam karaoke tadi. Fiuh .... bagaimana sekarang ini aku menghadapi ibu?
Batin Ellios yang masih terpaku dan belum bisa menjelaskan apapun saat ini.
"Ib-ibu ... maafkan aku, aku pergi ke perpustakaan dan lupa waktu. Bahkan aku malah ketiduran saking mengantuknya. Maaf ..." ucap Ellios berkilah dan berharap sang ibu memlercayainya.
Namun rupanya semua tak semulus dengan harapan Ellios! Rupanya Suzuna menemukan hal lain pada diri Ellios yang membuat Suzuna cukup marah karena mengira putranya sudah berani berbohong kepadanya.
"Ellios!!" geram Suzuna dengan aura yang seketika berubah menjadi begitu kelam. "Dan apa ini? Sekarang jelaskan semua kepada ibu!" kali ini Suzuna meraih dagu lancip Ellios dan sedikit memiringkan wajah Ellios ke sisi samping.
Sebuah bekas kiss lipstik berbentuk bibir masih samar-samar menempel pada pipi putranya. Dan tentu saja hal ini membuat Suzuna semakin berpikir kemana-mana.
Ellios yang pulang terlambat, ditambah lagi ciuman dari seorang gadis. Ditambah lagi tiba-tiba saja Suzuna mulai teringat dengan sebuah video tak senonoh yang berada di dalam laptop Ellios kemarin.
Lengkap sudah pikiran buruk Suzuna terhadap Ellios, putra satu-satunya yang selama ini begitu patuh, pendiam, namun sangat cerdas. Dan kini semua perubahan Ellios cukup membuat Suzuna begitu syok bahkan hampir saja tak percaya.
"Ada apa, Ibu? Apakah ada sesuatu yang menempel pada wajahku?" tanya Ellios masih belum sadar akan sebuah tanda bibir berwarna pink lembut itu.
"Ya! Ada bekas ciuman dan lipstik dari seorang gadis!" jawab Suzuna penuh dengan penekanan. "Kamu pulang selarut ini, dan melakukan hal seperti itu? Ellios, apakah kamu benar-benar anak ibu? Apakah kamu benar-benar ingin segera menikah dan tidak tahan?" imbuh Suzuna mulai merasa begitu sesak karena melihat tingkah dari Ellios.
"Tid-tidak, Ibu ... aku tidak seperti itu. Aku masih Ellios anak ibu yang biasanya. Aku sama sekali tidak seperti yang ibu pikirkan. Aku bisa jelaskan semuanya, Ibu. Aku mohon percayalah padaku, Ibu." ucap Ellios memohon.
"Ibu berikan 5 menit dan jelaskan semuanya!" ucap Suzuna lalu berbalik dan mulai duduk di atas sebuah sofa.
Ellios mulai mengikuti sang ibu dan duduk di sebelah Suzuna bersiap untuk menjelaskan sesuatu. Namun Ellios terlihat begitu kebingungan harus menjelaskannya seperti apa lagi.
"Waktumu tersisa 4 menit lagi." ucap Suzuna lagi yang membuat Ellios seketika tergagap dari lamunannya karena berusaha untuk memikirkan sebuah alasan yang cukup masuk akal untuk sang ibu.
Ellios mencoba untuk mengambil nafas panjang lalu mengeluarkannya perlahan. Lalu Ellios mulai meraih jemari sang ibu dan mulai menatap lekat sang ibu.
"Ibu. Intinya aku tidak seperti yang ibu pikirkan. Aku adalah masih sama seperti Ellios anak ibu satu-satunya yang selalu berteman dengan buku. Dan aku juga belum berniat untuk menikah. Impianku masih cukup jauh untuk aku gapai. Aku masih ingin mencapainya dan aku ingin membahagiakan ibu. Jika aku sudah sukses dengan segala penemuanku nanti, maka ibu tak akan berjualan ayam di kedai lagi." ucap Ellios dengan jujur dan ucapan itu tulus berasal dari lubuk hatinya yang terdalam.
"Percayalah padaku, Ibu. Bekas lipstik ini karena saat berdesak-desakan saat aku mau pulang dari perpustakaan. Dan seorang gadis tak sengaja mengenainya. Aku tidak melakukan hal aneh apapun, Ibu." imbuh Ellios meskipun pada akhirnya Ellios berbohong dan tidak mengatakan bahwa dirinya baru saja pulang dari paradise club yang bekerja sebagai seorang pemandu lagu, meskipun hanya dalam beberapa jam saja dan melayani dua orang tamu saja.
Sebagai seorang ibu, Suzuna mengetahui dan merasakan jika Ellios adalah memang masih Ellios yang biasanya dan Ellios juga sudah berkata dengan jujur.
Wajah yang sudah sedikit dihiasi oleh kerutan halus itu kini mulai memperlihatkan sebuah senyuman tipis yang begitu hangat. Dan Suzuna juga mulai mengusap lembut sisi samping wajah Ellios.
"Baiklah. Ibu percaya padamu, Ell." ucap Suzuna akhirnya luluh begitu saja. "Apa kamu sudah makan, Sayang? Makanlah dulu. Ibu akan menghangatkan sayur untukmu."
"Tidak usah, Ibu. Aku masih cukup kenyang karena sore tadi sudah makan di kantin kampus. Sebaiknya ibu segera beristirahat saja, ini sudah terlalu larut malam. Aku juga akan segera tidur, Ibu. Besok kuliahku libur, aku akan membantu ibu di kedai." ucap Ellios dengan senyum hangatnya menatap Suzuna.
"Baiklah. Besok undang saja teman-temanmu. Kedai ibu sedang memiliki banyak pesanan. Mari kita sedikit merayakannya dan berbagi bersama dengan orang yang sudah berbuat baik kepadamu." ucap Suzuna kembali sambil bangkit dari duduknya.
"Teman-teman? Aku bahkan tak memiliki teman lagi selain Jullian Nomura, Ibu." ucap Ellios begitu memelas.
Karena selama 4 semester melakukan study di Todai Unniversity, Ellios hanyalah dekat dengan seorang mahasiswa IT juga yang bernama Jullian Nomura. Satu-satunya teman sekaligus sahabatnya yang selalu memahami Ellios.
Dan bisa dikatakan mereka akan nyambung ketika sedang bersama. Mereka memiliki hobi yang sama dan sulit untuk untuk berbaur bersama orang asing yang tidak dikenalinya dengan baik.
"Ya sudah, undang saja Jullian besok sore untuk datang ke kedai ibu." ucap Suzuna mulai melenggang meninggalkan Ellios untuk pergi ke kamarnya. "Ibu akan tidur. Kamu juga segeralah tidur, Ellios. Jangan bermain terus dengan laptopmu!"
"Baik, ibu ..." sahut Ellios yang mulai bangkit dan segera melenggang untuk menuju kamarnya.
BUUGGHH ...
Ellios menghempaskan ranselnya begitu saja di atas kasur dan mulai berganti pakaian dengan sebuh t-shirt putih dan celana santai pitih di atas lutut.
[ Arghh ... tuan Ellios! Mengapa melempar ransel begitu saja. Kepalaku terbentur wadah penamu. Apa tuan sengaja melakukan semua itu padaku? Hiks ...]
Tiba-tiba saja mulai terdengar suara Lovely yang mengaduh kesakitan bahkan dia menangis.
BRRUUGGHH ...
Ellios menghempaskan tubuhnya di atas pembaringan dalam posisi tengkurap dan mulai membuka ranselnya untuk mengeluarkan Lovely.
"Kamu juga bisa merasakan sakit ya? Maafkan aku ... aku tidak tau." ucap Ellios lalu meletakkan Lovely di dekat bantalnya.
[ Sebenarnya tidak. Hanya saja aku merasa sakit hati ketika tuan Ellios memperlakukanku seperti itu, seakan aku adalah benda mati dan tak berguna. ]
Sungut Lovely memeperlihatkan ekspresi yang begitu murung.
"Ahaha ... maafkan aku. Lain kali aku tak akan melakukannya deh." ucap Ellios membujuk Lovely dan tersenyum lebar menatap boneka yang berukuran cukup mungil itu. "Ya sudah aku harus segera tidur. Besok aku harus membantu ibu menjaga kedai. Oyasumisasai ( selamat tidur ), Lovely."
...⚜⚜⚜...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Elok Fauziah
kasian sekali kau Lovely
2023-05-17
4
Elok Fauziah
Tamatlah Kau Ellios hahaha🤭🤭😂😂
2023-05-17
1
Fitria_194
yg baik ma ell kyanya gk ada deh, kcuali jiu.
2022-11-26
1