Ellios mulai mengambil sebuah nafas panjang lalu mulai menghembuskannya dengan perlahan. Lalu Ellios mulai menekan sebuah bel berwarna putih. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya pintu itu mulai terbuka.
Seorang gadis cantik yang memiliki rambut lurus alami dan panjang dengan lesung pipinya yang cukup dalam sudah berada di balik pintu. Namun senyuman gadis itu perlahan memudar saat melihat kehadiran Ellios.
"Kamu ... apa yang sedang kamu lakukan disini?" gadis cantik yang tak lain adalah Alisha itu terlihat begitu terkejut dan kebingungan melihat kehadiran Ellios yang secara tiba-tiba.
"Ah ... Alisha. Maaf tapi aku hanya sedang bekerja. Ini adalah pesanan pizza milikmu. Aku datang untuk mengantarkannya." ucap Ellios dengam jujur.
"Apa? Kamu bahkan masih saja bersikap seperti ini seolah-olah kamu tidak merasa bersalah kepadaku? Setelah memutuskan sepihak, kamu bahkan memiliki wajah yang begitu tebal ya?!" Alisha terlihat begitu kesal dan dipenuhi amarah. "Sekarang pergilah! Aku tidak mood lagi untuk memankan pizza itu!"
Gadis itu berniat untuk segera masuk kembali dan menutup pintu rumahnya. Namun Ellios dengan cepat menahan dengan tangan kirinya agar Alisha tidak menutupnya.
"Al-Alisha, tunggu!" sergah Ellios begitu memohon.
"Ada apa lagi, Ellios?" sungut Alisha masih terlihat begitu kesal.
"Alisha, aku mohon padamu. Terima pesanan ini dan tanda tangan penerimaan." pinta Ellios begitu memelas karena mengingat waktu yang dia miliki untuk misi pertamanta hanya tersisa beberapa menit saja. "Jika tidak bosku akan marah. Aku mohon padamu bersikaplah profesional."
Alisha masih menatap Ellios dengan tajam lalu mulai meraih sebuah pena dan sebuah kertas yang sudah disiapkan olek Ellios dengan cukup kasar. Namun akhirnya Alisha mulai menandatanganinya, lalu menyerahkan kembali kepada Ellios dengan sangat kasar dan Ellios juga mulai memberikan sebuah bingkisan yang berisi dengan pizza hangat yang masih hangat itu.
"Terima kasih, Alisha." ucap Ellios dengan senyum manisnya dan begitu berbinar melihat tanda tangan Alisha pada selembar kertas itu.
BRRAAKK ...
Bukan ucapan balasan yang lembut yang Ellios dapatkan dari Alisha, namun sebuah hantaman pintu yang sangat kuat dan kencang dan sebenarnya cukup membuat Ellios tesentak kaget.
Sebenarnya ada sedikit rasa bersalah kepada Alisha, namun saat ini Ellios masih belum bisa berbuat apa-apa. Kini pemuda itu mulai meninggalkan sebuah rumah yang berdiri dengan gaya Erora modern itu dengan senyum lebarnya.
[ Mission succesed. Selamat untuk tuan Ellios. Silakan periksa dan ambil hadiah tuan.]
Boneka pemandu itu kini mulai memperlihatkan sebuah layar hologram kembali di hadapan Ellios. Ellios mulai memeriksa hadiah yang telah didapatkannya saat ini.
_____To Be An Immortal Human By System______
Nama : Ellios Yoshikawa
Usia : 20 Tahun
Sisa Umur : 29hari, 27 jam, 13 menit, 2 detik
Ketampanan : 90
Kepintaran : 100
Ketangkasan : 5
Kecepatan : 5
Kekuatan : 2
Ketahanan : 5
Kharisma : 80
Kemampuan Spesial: Otak yang jenius
Poin sistem : 80
Poin kemampuan : 80
Hadiah : Perpanjangan umur 1 jam
Dana : 1.000 yen
Misi : 1 ( misi berhasil )
Sistem pemandu : Lovely
Ambil hadiah
Next Mission
Ellios mulai menekan sebuah tombol ambil hadiah.
KLIKK ...
[ Selamat tuan Ellios. Tuan mendapatkan hadiah perpanjangan umur 60 menit. Silakan pilik next mission untuk melakukan misi kedua. Dan dapatkan hadiah yang lebih besar lagi.]
Mendengar ucapan dari sang boneka pemandu, kini membuat Ellios membelalakkan sepasang matanya dan seolah masih saja tak percaya dengan hadiah yang telah dia dapatkan dari misi pertamanya.
"60 menit perpanjangan umur? Hanya 60 menit saja?" ucap Ellios masih saja tak percaya dengan apa yang sudah dikatakan oleh boneka aneh yang tiba-tiba saja bisa hidup itu ( ini menurut Ellios ya ...)
[ Benar sekali, Tuan Ellios. Setidaknya umur tuan sedikit bertambah bukan? Silakan untuk menyelesaikan misi harian kedua, Tuan Ellios.]
Karena merasa cukup belum puas dengan 60 menit saja bertambah umurnya, akhirnya Ellios mulai memilih untuk segera melakukan misi kedua hari ini.
[ Membuka misi kedua. Misi kali ini adalah tuan Ellios harus membantu seorang nenek tua yang berada di lampu lalu lintas menyeberangi zebra cross. Waktu yang disediakan hanya 10 menit dan dimulai dari sekarang.]
"Apa? Oh astaga mengapa sudah mulai menghitung begitu saja ... boneka ini benar-benar keterlaluan!" keluh Ellios yang langsung saja berlari untuk mendekati nenek tua yang sedang berdiri di dekat lampu merah dan sudah bersiap untuk menyeberang.
Nenek itu menggunakan tongkat untuk membantu dirinya berjalan. Ellios segera menghampiri nenek itu dan menawarkan dirinya untuk membantu sang nenek menyeberangi jalan.
Tawaran dari Ellios ini mendapatkan sambutan hangat dari sang nenek. Hingga akhirnya lampu lalu lintas mulai berganti menjadi merah dan semua pengendara mulai berhenti.
Ellios mulai membantu dan menuntun sang nenek untuk menyeberang jalan. Hanya saja rupanya misi kali ini tak semudah dengan yang dibayangkan oleh Ellios. Karena apa? Karena sang nenek berjalan dengan begitu pelan dan sangat lamban.
Bahkan baru menempuh seperempat perjalanan untuk mencapai ke seberang saja, sudah menghabiskan waktu yang cukup lama hingga tak terasa lampu lalu lintas sudah hampir berubah menjadi hijau kembali.
"Ayo, Nenek! Berjalanlah dengan lebih cepat, Nek."ujar Ellios mulai terlihat begitu khawatir.
"Uh ... iya, Cu." sahut nenek itu masih melangkahkan kakinya, namun pergerakann masih begitu lambat dan sangat pelan sekali.
Ellios terlihat begitu frustasi hingga menepuk keningnya sendiri dan mulai berkacak pinggang.
Ah. Bagaimana ini? Nenek ini berjalan dengan begitu lambat dan pelan sekali. Sedangkan lampu lalu lintas ini sudah akan berubah kembali. Selain hal ini sangat berbahaya, sebenarnya hal ini juga akan membuat misi keduaku gagal begitu saja. Jika misi keduaku gagal, maka aku tak akan mendapatkan hadiah. Ah, sial ... lalu apa yang harus aku lakukan saat ini? Gunakan otakmu, Ellios!!
Batin Ellios mulai memutar otaknya untuk menemukan sebuah jalan untuk penyelesaian dalam misi kali ini. Hingga akhirnya setelah beberapa saat akhirnya Ellios mulai mendapatkan sebuah ide dan dengan cepat segera berdiri membelakangi sang nenek dan sedikit menunduk dan sedikit jjongkok.
"Nenek, naiklah dan berpegangan padaku! Aku akan menggendong dan membatu nenek untuk menyeberangi jalan raya ini dengan cepat dan aman." ucap Ellios menatap lurus ke depan seberang jalan, dan sesekali Ellios melirik lambu rambu-rambu lalu lintas yang saat ini sudah berubah menjadi kuning menandakan hanya dalam hitungan beberapa detik saja lampu itu akan segera berubah kembali.
Sang nenek menurut saja dan mulai menaiki punggung Ellios dan berpegangan pada kedua bahu Ellios. Ellios segera berdiri dengan tegap kembali lalu mulai melangkah dengan cepat ke depan untuk segera mencapai seberang jalan.
Namun tiba-tiba saja ada sebuah sinar yang begitu menyilaukan dan menyorot Ellios dan sang nenek. Sebuah sorot lampu yang berasaldari sebuah mobil yang sudah melaju ke arah mereka berdua.
Ellios sedikit menoleh ke asal sorot sinar yang begitu menyilaukan. Antara terkejut dan panik bercampur menjadi satu, sehingga Ellios mengghentikan langkah kakinya begitu saja.
CKIIITT ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Pendekar New
lha itu gmana critanya sama kakak c cwe itu yg lg mukul kok gk ada tanyak jawab ilang bekitu aja, tiba2 lari k nenek..
2023-01-28
1
AL
mayanlah dpt hadiah perpanjangan umur 1 jam
2023-01-03
1
❤️⃟Wᵃf𝗥ҽȥȥα ⍣⃝కꫝ 🎸
60 menit juga lumayan lah ell lama2 juga pasti akan bertambah
2022-12-18
0