Beberapa menit sudah berlalu begitu saja dengan sangat cepat, namun Ellios dan petugas pemantau CCTV itu masih belum menemukan sosok seorang mahasiswi yang sedang berniat untuk naik ke salah satu atapdi dalam kampus nomor 1 di Tokyo itu.
"Paman Kouga, apakah ada sebuah gedung ... terlebih di sebuah untuk naik ke atap yang tidak dipasangi dengan kamera CCTV?" tanya Ellios mulai memikirkan ke arah itu.
Sebenarnya hal itu sangat kecil kemungkinannya jika ada tempat yang memang tidak dipantau dengan kamera pengintai, terlebih kampus ini adaalah kampus besar, elit dan bergengsi di kota Tokyo yang besar, kecuali daerah-daerah tertentu seperti kamar mandi, kamar ganti atau klinik untuk berobat.
Namun petugas pemantau ruangan CCTV di kampus Todai ini rupanya malah memberikan jawaban yang malah hanya memiliki persentase sedikit saja pada pemikiran kemungkinan yang sudah diperkirakan oleh Ellios, dan sebenarnya informasi ini malah akan sangat berguna untuk Ellios.
"Ada, Ellios ..." ucap petugas pemantau itu.
"Katakan padaku, Paman. Di gedung mana itu? Karena aku harus segera menemukan mahasiswi itu dan tidak boleh terlambat sedikitpun." ucap Ellios mulai menatap pria paruh baya dengan kumis hitam super tebal itu.
"Di bagian gedung jurusan Farmasi saat ini beberapa peralatan CCTV sedang mengalami kerusakan. Dan sudah dalam satu pekan ini pada bagian tangga untuk menuju ke atap gedung kamera CCTV-nya juga tidak berfungsi." ucap petugas pemantau itu lagi.
Tanpa berkata-kata lagi, kini Ellios segera meninggalkan ruangan pemantauan itu dan mulai mengerahkan seluruh tenaga dan kekuatannya untuk berlari sekencang mungkin untuk segera mencapai gedung farmasiyang berada cukup jauh dari dimana Ellios berada saat ini.
[ Waktu yang tersusa untuk misi kali ini adalah 15 menit lagi. Gadis itu kini sudah mulai memasuki area atap itu. ]
Suara boneka pemandu itu kini mulai terdengar lagi oleh Ellios dan membuat Ellios semakin panik, karena misi kali ini bukan hanya untuk kepentingan dirinya sendiri saja, melainkan juga menyangkut nyawa orang lain.
Cih ... sial!! Bagaimana jika perkiraanku salah? Bagaimana jika gadis itu tidak memutuskan untuk bunuh diri di atas gedung fakultas farmasi? Bagaimana jika masih ada gedung lainnya lagi yang tidak terekam oleh CCTV? Ya Tuhan! Bagaimana jika gadis itu benar-benar akan mati jika aku terlambat untuk menyelamatkannya?
Batin Ellios yang masih saja mengerahkan seluruh kekuatannya agar bisa berlari secepat mungkin.
"Bukankah aku memiliki kekuatan super untuk berlari kencang? Mengapa aku baru ingat?" guman Ellios yang masih berlari menyusuri halaman samping kampus besar itu untuk menuju ke gedung tujuannya. "Cih ... Lovely! Aktifkan kecepatan berlari super!" titahnya kepada Lovely.
[ Siap laksanakan perintah, Tuan Ellios. Kecepatan berlari super diaktifkan. ]
BIPP ...
Wush ...
Kini kecepatan berlari Ellios semakin kencang bahkan seperti kecepatan cahaya. Cepat dan lincah.
Kemampuan ini sangat fantastis! Laju cahaya atau kecepatan cahaya ini begitu berguna untukku setiap saat, bahkan sangat berguna seperti saat aku menyelamatkan nenek itu. Nilai presisinya adalah 299.792.458 meter per detik, karena panjang meter didefinisikan berdasarkan konstanta ini dan standar internasional waktu. Tak aku sangka bisa aku memiliki kemampuan seperti ini. Atlit lari saja mungkin akan kalah jika berhadapan denganku. Hehe ... Fantastis!! Dan sepertinya kemampuan ini akan lebih berguna daripada kemampuan untuk memikat para gadis.
Batin Ellios yang kini mulai memasuki gedung fakultas farmasi dan menaiki tangga demi tangga, hingga akhirnya Ellios mulai sampai di depan sebuah pintu yang menghubungkan atap gedung.
CEKLEKK ...
Pintu itu mulai terbuka dan Ellios segera melewati pintu itu untuk mencari keberadaan mahasiswi itu. Angin berhembus dengan begitu kencang dan membuat rambut dan pakaian Ellios menari-nari karena terpaan angin yang cukup kencang itu.
Ellios masih mengedarkan pandangannya dan berkacak pinggang menatap sekitarnya, berusaha untuk segera menemukan sosok mahasiswi yang malang itu. Namun beberapa saat Ellios mencari di setiap sudut dari atap ini, Ellios tetap tak menemukan siapapun disini.
Yeap. Tak ada siapapun yang berada di atap ini kecuali dirinya sendiri. Kini Ellios mulai terlihat risau kembali karena tak bisa menemukan gadis itu disini.
"Sial!! Dimana gadis itu berada saat ini?" ucap Ellios yang mulai berbalik dan berniat untuk segera meninggalkan atap gedung fakultas farmasi itu, namun tiba-tiba saja langkahnya mulai terhenti saat Ellios menangkap sebuah pantulan dari bangunan kaca keramik di sebelahnya.
Seorang gadis terlihat mulai melenggang di atap gedung fakultas hukum yang berada tepat di sebelah gedung fakultas farmasi ini. Seorang gadis yang terlihat begitu murung, wajah yang sedikit pucat dan auranya penuh dengan kesedihan, seakan gadis itu memiliki banyak beban yang begitu berat sudah tak memiliki semangat untuk hidup lagi.
"Gadis itu ... benar sekali!! Gadis itu!!" gumam Ellios penuh dengan keyakinan.
Kini Ellios mulai bergegas untuk menuruni tangga demi tangga di gedung fakultas farmasi ini dengan melompati setiap belokan tangga agar pergerakannya menjadi lebih cepat untuk mencapai ke dasar bangunan.
Setelah berhasil meninggalkan gedung fakultas farmasi ini, kini Ellios mulai berpindah dan memasuki gedung fakultas hukum. Kekuatannya kembali dikerahkan seluruhnya dan berharap Ellios belum terlambat untuk menyelamatkan gadis itu.
Bahkan kini Ellios sudah tak mengingat akan misinya sama sekali, dan Ellios hanya fokus untuk menyelamatkan sang gadis yang bahkan tidak dikenalinya sama sekali.
Karena membayangkan sang gadis yang berniat untuk mengakhiri hidupnya cukup membuatnya sesak dan sedikit merasa kesal. Ellios saja yang divonis memiliki memiliki umur yang pendek karena sebuah penyakit yang mematikan, rela melakukan apapun untuk mengubah takdir hidupnya. Lalu mengapa gadis itu malah dengan mudahnya ingin mengakhiri hidupnya begitu saja?
CEKLEKK ...
Ellios mulai membuka sebuah pintu yang menghubungkan bangunan lantai paling atas gedung fakultas hukum dan atap. Dengan cepat Ellios segera berusaha untuk mencari sosok gadia itu lagi. Dan rupanya gadis itu sudah berdiri tepat di pembatas gedung.
"Hei!! Berhenti Dan jangan bergerak!" ucap Ellios setengah berteriak dan reflek mengulurkan tangan kanannya ke depan.
Gadis itu muali menoleh ke arah Ellios dengan kening yang berkerut.
"Siapa kamu? Dan untuk apa kamu datang kemari?!" ucap gadis itu sangat waspada saat melihat Ellios.
Sepasang mata gadis itu terlihat begitu sembab, seperti sudah terlalu banyak menangis.
"Aku adalah Ellios, mahasiswa fakultas IT semester 4. Dan aku datang untuk menjadi temanmu dan menolongmu." ucap Ellios berusaha untuk menenangkan gadis itu dan perlahan Ellios melangkahkan kakinya, dengan sangat pelan dan tidak kentara.
"Ellios? Maaf ... tapi aku tidak butuh teman sama sekali! Dan sebaiknya kamu pergi dan tidak perlu mencampuri urusanku!!" tandas gadis itu mulai berpaling kembali dan bersiap untuk mengangkat salah satu kakinya ke udara.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Eroksasik Syivashakti
definisi google nih 🤣🤣🤣
mantap thor
2022-12-21
2
Isty.n gbye😴
ραѕтι α∂α єℓℓ, ∂αη вιαѕαηуα ѕєтιαρ gє∂υηg ραѕтι ∂ι ραѕαηg ¢¢тν, ѕємσgα ѕαʝα α∂α вєвєяαρα ρєтυηʝυк уαηg вιѕα ∂ιтємυкαη.
2022-12-20
1
delete account
kasihan sekali tak ada yang temanan sama ellios menyedihkan
2022-12-17
1