"Senior Louis mengundurkan diri pagi tadi, Ell" Jiu yang sudah terlihat begitu bersinar kembali kini mulai kembali ke kampusnya lagi dengan segala rutinitasnya.
Dan tentu saja Jiu menjadi lebih ceria setelah beberapa masalahnya kini sudah terselesaikan dan kini tidak ada yang selalu mengekang dan mengancamnya.
"Syukurlah jika kak Louise lebih memilih untuk mengundurkan diri. Setidaknya dia masih memiliki harga diri saat keluar dari kampus ini." jawab Ellios seadanya.
"Hhm ... kamu benar. Itu adalah pilihan yang cerdas." sahut Jiu sambil menggoyang-goyangkan kakinya, karena saat ini Jiu dan Ellios sedang duduk bersama di pinngiran atap itu dan menikmati kampus Todai saat sore hari.
Angin semilir di atas atap seni ini berhembus dengan cukup kencang dan menerbangkan rambut kecoklatan Jiu dan mengenai wajah Ellios.
"Ah ... maaf, Ellios." sahut Jiu sambil merapikan dan menyibak rambutnya ke salah satu sisi samping.
"Jiu, kalau boleh tau ... mengapa kamu malah meminta senior Louis untuk menjauh dan pergi dari kehidupanmu?" ucap Ellios sangat penasaran.
Karena setahu Ellios, Jiu sedang hamil dan mengandung anak dari Louis, namun gadis itu malah meminta Louis menjauhinya. Dan mengapa Jiu tidak meminta pertanggung jawaban dari Louise?
Lalu bagaimana dengan nasib bayi itu nanti yang terlahir ke dunia dan tidak memiliki seorang ayah? Mungkin seperti itulah hal yang cukup membuat Ellios merasa kebingungan saat ini, dan belum memahami apa yang sedang dipikirkan oleh Jiu.
"Dia bukan pria yang baik. Dan aku tidak mau seumur hidup harus terikat dengan pemuda itu. Sebaiknya aku melupakan dia, dan berharap kelak aku bisa bertemu dengan pria yang baik." jawab Jiu masih menatap lurus ke depan, menatap segerombolan burung yang sedang terbang dengan begitu lincah.
"Ya, aku paham dengan cara berpikirmu, Jiu. Namun, bagaimana dengan nasib bayi yang sedang kamu kandung? Bukankah dia juga membutuhkan sosok seorang ayah?" tanya Ellios akhirnya karena masih merasa sangat ingin tau.
Ellios bahkan sampai menatap bingung gadis yang sebenarnya sangat cantik itu. Parasnya bak bidadari, wajahnya manis dan tidak membosankan untuk selalu ditatap. Senyumnya juga begitu menawan. Segala pakaian dan aksesoris yang dikenakan olehnya begitu berkelas.
Mendengar ucapan dari Ellios membuat Jiu tertawa renyah begitu saja. Dan hal ini sungguh membuat Ellios semakin bingung dan tidak mengerti hingga akhirnya Ellios hanya menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.
"Jadi kamu mengira aku benar-benar hamil, Ellios?" kali ini sebuah pertanyaan kembali dilontarkan Jiu untuk Ellios.
Gadis itu juga mulai beralih menatap Ellios dengan tatapan begitu gemas karena melihat ekspresi kebingungan Ellios.
"Hhm. Kamu bahkan mengatakan seperti itu kepadaku, Jiu." jawab Ellios dengan datar dan disertai anggukan pelan. Raut wajahnya begitu polos dan apa adanya.
Lagi-lagi Jiu mulai tertawa renyah dan terlihat begitu manis. Bahkan Ellios sempat terpesona olehnya.
Benar-beran seperti bidadari. Pantas saja dijuluki dewi kampus. Sayang sekali nasib percintaannya tidak begitu baik.
Batin Ellios yang masih menatap Jiu yang masih tertawa renyah. Manis sekali!
"Aku hanya asal bicara saat itu, Ellios! Aku berbohong padamu." jawab Jiu masih belum sepenuhnya menghentikan tawanya.
"Jadi itu semua tidak benar?" tanya Ellios kembali dengan kening yang berkerut menatap Jiu.
"Hhm. Tentu saja itu tidak benar." jawab Jiu dengan entengnya. "Terima kasih sudah membantuku, Ellios. Karena bantuanmu aku bisa terlepas dari senior Louis dan segala ancamannya. Kamu bahkan juga bisa menghapus seluruh rekaman itu. Kamu sungguh baik dan cerdas." ucap Jiu memuji Ellios. "Kamu bisa meretas, tentu saja kamu pasti seorang genius. Kamu pasti bisa mengalahkan genius di kampus kita yang bernama Yozhikawa ... eh ... Ellios Yozhikawa ..." kini Jiu mulai beralih menatap Ellios dengan raut wajahnya yang seketika berubah menjadi lebih serius dan penuh kecurigaan.
"Atau ... jangan-jangan kamulah pemuda itu? Pemuda genius di kampus kita?" ucap Jiu lagi seakan masih merasa tidak percaya, jika pemuda jenius yang cukup terkenal di kampusnya itu rupanya adalah Ellios yang saat ini sedang duduk bersama dengannya.
Ellios mulai tersenyum tipis dan mengangguk pelan menatap Jiu, "Ya, Jiu. Akulah Ellios Yozhikawa."
"Ya, Tuhan. Maafkan aku karena aku tidak mengenalimu. Aku membayangkan kamu itu begitu cupu, mengenakan kacamata minus super tebal, selalu kikuk di hadapan para gadis, pendiam, intovert dan tidak pernah memiliki seorang kekasih. Namun kamu sangat jauh dari bayanganku, Ellios. Kamu tidak berkacamata, kamu bahkan terlihat tampan dan keren, dan bisa dengan baik berkomunikasi dengan wanita cantik. Dan kamu juga pernah memiliki seorang kekasih." ucap Jiu dengan jujur.
Kejujuran yang dilontarkan oleh Jiu seakan adalah pujian-pujian untuk Ellios yang seketika membuat wajah Ellios menjadi merona karena malu. Karena selama ini belum pernah ada seorang gadis yang memuji Ellios seperti ini secara langsung, termasuk Alisha. Karena Alisha adalah tipe gadis yang sedikit pendiam dan tidak blak-blakan.
"Tidak, Jiu. Aku adalah memang seorang introvert dan tidak memiliki banyak teman. Dan aku juga tidak pandai bersosialisasi. Semua pemikiranmu adalah tepat." jawab Ellios tidak menyangkal semua itu, karena semua itu adalah benar.
"Tapi kamu keren dan cukup tampan, Ellios!" celutuk Jiu dengan jujur.
Apakah diam-diam Lovely sudah mengaktifkan kemampuan memikat gadis? Mengapa gadis seperti Jiu yang sangat sempurna tiba-tiba saja mengatakan hal seperti itu? Awas saja jika sampai ini ulahmu, Lovely!
Batin Ellios yang sedikit kesal karena mengira ini adalah salah satu ulah dari Lovely.
"Ellios! Apa kamu tidak mendengarkan ucapanku?!" ucap Jiu kembali membuyarkan angan dari Ellios.
"Oh ... maafkan aku, Jiu. Aku mendengarkannya kok. Terima kasih banyak atas pujiannya, namun sebenarnya iti semua tidak benar. Aku benar-benar pemuda kolot yang hanya selalu mengenal buku dan buku saja." sahut Ellios apa adanya.
"Terserah kamu saja! Yang penting kamu sudah menolongku dan aku telah berhutang budi padamu." ucap Jiu sambil memberikan sebuah kartu nama untuk Ellios. "Itu adalah kartu namaku, jika kamu membutuhkan bantuanku ... apapun itu, maka hubungi saja aku. Ayahku memiliki kewenangan khusus dan cukup tinggi di dalam kampus dan juga beberapa perusahaan besar lainnya. Jangan segan untuk meminta tolong padaku, Ellios!"
"Terima kasih, Jiu." ucap Ellios menatap kartu nama berdasar putih dengan coretan hitam di atasnya itu.
"Hhm. Sama-sama. Baiklah. Aku akan segera kembali untuk kelas selanjutnya. Sampai jumpa, Ellios!" ucap Jiu mulai berbalik dan segera turun.
"Aku juga mau turun!" sahut Ellios yang mulai menyusul Jiu.
Namun belum sempat meninggalkan atap itu, rupanya mereka berdua malah berpapasan dengan seorang gadis.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
yamato~kun
kek nya alisha mantannya yaa
2023-01-21
3
yamato~kun
lahh jiu gak tau ellios pemuda genius yaa
2023-01-21
2
delete account
jangan percaya hati hati Louis masih di situ dan menghajarmu eliios
2022-12-17
1