"Lovely. Apa misi hari ini? Cepat keluarkan misi dan aku akan segera melakukannya!" perintah Ellios sudah tak sabaran, karena hari ini Ellios belum melakukan misi apapun untuk memperpanjang umurnya.
[ Baiklah, Tuan. Misi selanjutnya adalah menjadi seorang pemandu lagu di sebuah tempat karaoke. Temani seorang tamu dari dia datang hingga dia meninggalkan tempat karaoke. Misi dianggap berhasil jika tamu itu memberikan sebuah uang tips untuk tuan Ellios. ]
Ucap Lovely menjelaskan dari misi tersebut.
"Apa? Pemandu lagu?!" ucap Ellios terlihat begitu syok, karena seumur hidup Ellios sama sekali belum pernah pergi ke tempat seperti itu.
[ Ya, Tuan. Silakan tuan datang ke Paradise Club dan pergi ke bagian karaoke. Disana tuan akan otomatis disambut dan diberikan sebuah seragam pemandu karaoke. ]
"Tapi aku tidak tau bagaimana pekerjaan seorang pemandu lagu, Lovely! Aku bahkan tidak tau dunia itu. Dan aku juga tidak bisa menyanyi. Lalu bagaimana aku bisa menyelesaikan misi kali ini?" protes Ellios menyibak rambutnya yang lurus alami ke belakang dengan jemarinya.
[ Hanya menemani dan melayani para tamu, Tuan. Masa tuan kalah dari boneka sepertiku? Hal sepertu itu saja tuan tidak tau. Ckk ... keterlaluan sekali. ]
Ucap Lovely malah kembali meledek Ellios.
"Tentu saja aku tidak tau. Karena aku memang belum pernah pergi ke tempat semacam itu!" sungut Ellios tak mau kalah dari Lovely.
[ Hhm. Lakukan saja sebisa tuan. Tapi aku sarankan agar tuan segera pergi ke tempat itu untuk melayani seorang tamu, agar misi kali ini segera selesai. ]
Saran Lovely kembali.
"Hhm. Baiklah, aku akan segera pergi." sahut Ellios begitu pasrah dan mulai mencari alamat Paradise club melalui ponselnya.
...⚜⚜⚜...
Paradise club, 7 PM.
Sesuai dengan yang dikatakan oleh Lovely, ketika Ellios baru saja tiba di tempat itu, seorang pria langsung saja memberikan sebuah pakaian seragam untuk Ellios.
Ellios langsung saja pergi ke kamar kecil prua dan mulai berganti pakaian. Satu persatu pakaian ya mulai ditanggalkan begitu saja, dan Ellios mulai mengenakan seragam itu.
Sebenarnya seragam itu adalah sebuah kemeja berwarna biru lembut dan dipadankan dengan sebuah rompi lengan pendek berwarna hitam. Sebuah dasi pita berwarna merah maron juga sudah menghiasi dengan manis pada bagian kerah kemeja itu. Sementara bawahannya dipadankan dengan celana jeans warna gelap.
Ellios yang sudah terlihat cukup rapi dan cukup memukau, kini mulai kembali lagi menuju ke ruangan dimana teman-teman pekerja seperti dia sedang berkumpul bersama untuk menunggu giliran.
Bukan hanya ada pemuda seperti dia saja, namun juga ada beberapa gadis yang masih cukup muda dengan seragam yang terbilang cukup sexy dan berbahan sangat minim.
Dan sebernarnya Ellios cukup terkejut saat melihatnya, namun pada akhirnya Ellios memutuskan untuk berpura-pura tidak tau, tidak melihat dan hanya akan fokus untuk misi kali ini.
Setelah beeberapa saat menunggu, akhirnya satu persatu dari mereka mulai dipanggil untuk melayani tamu. Hingga pada akhirnya tibalah sekarang giliran seseorang memanggil Ellios.
"Ellios, antarkan 2 botol sparkling wine ke kamar 37!" titah seorang pria yang berumur sesikit lebih tua di atas Ellios dengan gaya bicaranya yang tegas.
"Baik. Akan segera aku antar." ucap Ellios lalu segera menjalanjan pertintah sekaligus misi kali ini.
Ellios mulai membawakan 2 botol sparkling wine lengkap bersama dengan beberapa gelasnya, dan mulai mengantarkannya di kamar 37. Lorong di lantai 3 itu dilalui oleh Elios dengan hati-hati karena pencahayaannya yang sengaja didesain remang-remang dengan kelap-kelip lampu warna-warni.
Langkah Ellios kini mulai terhenti di depan sebuah kamar dengan angka 37 terpampang pada pintu berwarna hitam mengkilap itu. Ellios mulai mengetuk pelan pintu itu hingga akhirnya mulai terdengar sura seorang gadis yang mempersilakannya untuk masuk
"Masuklah ..." perintah sang penguasa ruangan 39 saat itu.
Ellios mulai mendirong pintu tak ber-handle itu lalu mulai memasukinya. Terdengar musik yang berdentum dengan cukup keras, lampu sorot berwarna-warni yang bergerak berputar-putar menghiasi ruangan ini.
Dua orang gadis cantik dengan pakaian super sexy terlihat sedang duduk di atas sofa. Salah satu dari mereka sedang menyanyikan sebuah lagu, sementara salah satu dari mereka terlihat sedang menikmati rokoknya.
Ellios segera memindahkan 2 botol sparkling wine dan 3 buah gelas berwarna bening dari nampan hitam dan meletakkannya di atas meja.
"Tuangkan untukku!" titah gadis berambut pendek sambil mematikan puntung rokoknya di atas asbak.
Tanpa menjawabnya, Ellios segera menjalankan perintah itu dan menuangkan minuman berwarna bening kehijauan dan bergelembung itu ke dalam gelas kedua gadis cantik itu.
Setelah itu gadis itu mulai menikmati minuman itu namun pandangannya tak pernah terlepas dan selalu menatap Ellios. Dan sebenarnya ini membuat Ellios merasa begitu tidak nyaman dan memutuskan untuk mengalihkan pandangannya agar mereka tidak saling beradu pandang.
"Hei, siapa namamu, Tampan?" celutuk gadis itu disaat musik di dalam terjeda selama beberapa saat.
"Namaku adalah Ellios." jawab Ellios seadanya.
"Kemarilah, Ellios dan temani aku!" titah gadis itu tiba-tiba sambil menepuk-nepuk tempat kosong di sebelahnya.
Meskipun sebenarnya sangat ragu, namun akhirnya Ellios menurut saja demi sebuah misi hari ini berjalan dengan lancar dan cepat.
Kini Ellios sudah duduk di antara kedua gadis itu. Namun gadis berambut pendek itu masih saja menatap Ellios meskipun jarak mereka berdua saat ini sudah begitu dekat.
"Apakah kamu baru disini? tanya gadis itu.
"Ya, Nona. Aku beru pertama kali bekerja disini. Maafkan aku jika aku bekerja dengan kurang sempurna."
"Ya, sikap kamu sangat kurang dari sempurna! Kamu terlalu dingin untuk seorang pemandu lagu, Ellios." ucap gadis itu terang-terangan.
"Maafkan aku, Nona." ucap Elliios dengan tulus.
"Aku akan memafkanmu, karena kamu tampan!" celutuk gadis itu dengan senyum lebar dan malah meraih dan melingkarkan tangannya pada tangan Ellios.
Lagi-lagi semua ini tentunya membuat Ellios merasa tidak nyaman. Namun tak ada yang bisa dia lakukan saat ini kecuali meenjalankan tugasnya saja.
Selama beberapa jam Ellios menemani mereka berdua, meskipun sebenarnya Ellios sudah berharap mereka akan segera pulang dan memberikan uang tips untuk mereka, dengan begitu misi akan dianggap sukses.
"Nona, bisakah kalian memberikan uang tips untukku?" tanya Ellios to the point.
Kedua gadis yang saat ini sedang menikmati beberapa sajian di atas meja itu seketika menatap Ellios dengan kening yang berkerut namun akhirnya mulai tertawa kecil bersama.
"Tentu saja! Berapa yang kamu inginkan? Aku akan memberikan berapapun itu untukmu, Ellios! Namun ada syaratnya!" ucap gadis berambut pendek itu tersenyum misterius menatap Ellios seolah sedang merencanakan sesuatu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Mr. Dirg Ant
thor ngantuk jadi salah ketik. kemarin dia wa aku.
2024-02-06
2
yamato~kun
waduhh bau bau gak enak nih syaratnya
2023-01-21
2
delete account
kwkwkwk lovely benar benar lucu masa pemandu D
dangdut
2022-12-17
1