Nenek Siti//

"Ah, ma-maaf nek. Teman saya memang seperti ini, kata dokter amper otaknya udah hilang. Maklumlah kalau dia teriak teriak begini." gurauku, namun Tania tidak menyukainya.

"Maaf yah nek, karena teriakan saya sudah menggangu nenek sebagai pengguna jalan. Sekali saya minta maaf yah nek." sela Tania, menunduk kepalanya dihadapan nenek itu.

"Nenek tidak marah kok, cuma mereka tidak suka mendengar kebisingan dijalan ini jadi nenek mempringatimu saja." balas nenek yang tidak kami ketahui namanya.

"Mereka?mereka siapa nek?" tanya kami berdua secara bersamaan

"Mereka yang tidak bisa kalian lihat, namun bisa kalian rasakan keberadaannya." jawab nenek tersebug kepada kami.

"Put, mendingan kita pulang aja deh. Nih nenek makin ngelantur omongannya, gua jadi takut tahu. Ayo kita pulang." bisik Tania

"Iya deh, kamu benar. Ayo kita pulang" balasku

"Ka-kalau gitu kami pamit dulu yah nek, sekali lagi kami minta maaf atas hal tadi." ucapku dan Tania berlalu pergi, tetapi nenek itu memanggil kami kembali.

"Hei nak, tunggu..."

Kami pun berbalik, untuk melihat nenek itu.

"Ada apa nek?" tanya kami berdua secara serentak, sesekali Tania menelan salivanya karena merasa takut.

"Kenapa banyak sekali awan hitam disekelilingmu?apa kau sedang ada masalah dengan mereka?" seru nenek itu, seraya menunjuk kearahku.

"Awan hitam?masalah dengan mereka?apa yang nenek ucapkan?aku sama sekali tidak memiliki masalah dengan siapapun nek." sahutku

"Kau berbohong, mereka terus mengikutimu apa kau tidak merasakannya?pasti kau membuat masalah dengan mereka, kalau tidak bagaimana mungkin ada segumpalan awan hitam terus mengikutimu." ucap nenek itu lagi.

"Putri, nenek ini mengetahui masalahmu jangan jangan dia anak indigo. Bagaimana jika kita meminta bantuan darinya, supaya dia bisa menolongmu." bisik Tania

"Iya kau benar, kalau gitu aku akan langsung berkata jujur kepadanya."

"Iya, nenek benar aku memiliki masalah. Apa nenek bisa membantuku untuk keluar dari masalah ini?" tanyaku

"Kau ingin keluar, apa kau yakin?dilubuk hatimu yang terdalam mengatakan bahwa kau sendiri ingin bermain lebih dengan mereka, bagaimana mungkin kau ingin keluar dari dalam masalah ini."

"Astaga, bahkan nenek ini bisa mengetahui isi pikiranku. Dia benar benar indigo, seperti Roy Kiyosi."

"Nenek tidak tahan berdiri lama lama, bagaimana jika kita cari tempat duduk agar bisa bercerita lebih lama. Apa kalian setuju?" sergah sang Nenek.

"Tentu saja bisa nek, ayo kita duduk diwarung sebelah sana." ajak Tania

"Tania, kenapa kau langsung menjawabnya?kan aku belum menyetujuinya." batinku

Aku pun terpaksa mengikuti mereka dari belakang, sebenarnya Nenek itu sangat misterius belum memperkenalkan diri sudah berbicara sok akrab dengan kami berdua. Apa dia penculik anak?tidak itu tidak mungkin, karena usianya sudah sangat tua bagaimana mungkin dia ada tenaga untuk menculik kami. Begitu sampai diwarung tersebut, kami duduk sejenak lalu memesan beberapa minuman teh dan roti tawar untuk sandingannya.

"Bu, pesan teh manis 3 yah, sama roti tawarnya 5." ucapku, sambil menunggu pesanan kami datang nenek itu mulai mengatakan sesuatu.

"Perkenalkan nama nenek Siti, maaf jika tadi sudah berbicara banyak padahal belum berkenalan." ucap nek Siti

"Oh, tidak masalah nek. Perkenalkan nama saya Putri, dan ini teman saya Tania. Salken nek..." seruku

"Nenek sudah lama mempunyai kemampuan seperti ini, bisa melihat apa yang tidak bisa kau lihat, terkadang nenek juga sering membantu mereka untuk keluar dari masalah yang berbaur dengan hal mistis. Tadi begitu nenek melihatmu berbalik, nenek memiliki firasat buruk yang terjadi akanmu...sepertinya dia ingin nyawamu" ungkap nek Siti

"Baiklah karena nenek sudah tahu, kalau begitu tolong bantu aku tetapi...setelah aku menyelesaikan semuanya, apakah bisa?" aku tertundu malu saat mengatakannya.

"Tentu saja nenek bisa membantumu, tapi sayang sekali niatmu untuk lepas dari masalah ini sangatlah kecil, malahan niatmu untuk mengetahuinya jauh lebih besar. Hedeh, tidakkah kau tau akibatnya jika bermain dengan hal seperti ini?bukan nyawamu saja yang inginkan, tetapi seluruh keluargamu. Dia menginginkan itu, karena ia merasa terusik dengan keberadaanmu." ungkap nek Siti.

"Siapa dia nek?kenapa dia merasa terusik dengan keberadaanku?" tanyaku

"Dia, adalah penunggu Rumah Tua Misteri yang sedang kau selidiki saat ini." jawab nek Siti.

Terpopuler

Comments

Putri Minwa

Putri Minwa

bener tuh emangnya, nanti karangan nek Siti lagi.

2023-02-08

0

•友達 - 𝐙uliani !¡ 🎸

•友達 - 𝐙uliani !¡ 🎸

nape lah bawa bawa nama teman ku (Siti)😂😂😂

2020-06-29

3

Hepi Hani

Hepi Hani

nenek siti hmm

2020-06-09

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!