"Eh'em Nenek, masih kenalkan sama Tania?" tanya Tania, sambil tersenyum senyum seperti orang gila.
"Tentu saja aku ingat. Cepat katakan apa tujuan bocil seperti kalian, datang ketempat ini?" tanya Nenek itu langsung, dan tatapan matanya yang seram tertuju kearah ku.
"Temanku memerlukan bantuanmu, apa kau bisa menolongnya nek?tapi, anggaran kami sangat kecil." jawab Tania
"Aku sudah mengetahuinya dari awal, tidak perlu pikirkan soal anggaran. Selama aku bisa menolong anak ini." lirih sang Nenek, menunjuk kearahku.
"Silahkan duduk sebentar. Nenek akan menyiapkan teh manis buat kalian." kata Nenek itu, berlalu pergi.
Cukup begitu lama menunggu Nenek itu siap menghidangkan teh untuk kami, entah apa yang ia campurkan kedalam teh ini. Tapi kami harus meminumnya, demi menghargai perasaannya.
"Panggil saja nama Nenek Zumu" seru Nenek itu, sambil menghidangkan teh jahet gula merah yang hangat.
"Baiklah Zumu..." sahut kami berdua, secara bersamaa.
"Kau ceritakanlah keluhanmu, biar Nenek bisa mendengarkannya." Zumu tersenyum nyengir kearahku, terlihatlah bahwa dia memiliki taring emas digiginya. Macam Nenek Zul, di Upin Ipin.
"Ba-baik Zumu."
Aku pun mulai menceritakan seluruhnya dari awal, tapi aneh dia malah tertawa terbahak bahak seperti Nenek sihir dinegeri dongeng.
"Hahahah...dasar bocil!masih kecil saja, dirimu sudah dihantui oleh rasa penasaran. Zumu tahu, bahwa kau ingin kembali kerumah itu bukan?wkwkwk, tapi kau juga ingin kembali tepat waktu bukan?" tuding Zumu langsung.
"Ah' itu benar Zumu. Tapi aku harus bagaimana?agar bisa kembali kesana, dan pulang tepat waktu." balasku
"Penunggu rumah tua itu sangat jahat, kau menghilang karena dia menyembunyikanmu begitu lama didalam rumah itu. Apa kau tahu, bahwa selama ini ada beberapa orang yang hilang kealam gaib?" sergah Zumu
"Gaib?penunggu?bahasa apa itu?aku baru pertama kali mendengarnya." gumamku, yang benar benar tidak tahu.
"Zumu siapa penunggu rumah itu?" tanyaku
"Kau bakalan tahu nanti, Zumu tidak bisa memperlihatkan nya kepada kalian. Hanya bisa memberitahu saja."
Zumu berlalu pergi kearah dapur, pergi meninggalkan kami berdua. Dia seperti sedang mengambil sesuatu, semoga saja dia tidak mengambil yang aneh aneh.
"Bawa garam ini, ini jimat pelindung untukmu buat seperti gelang yang melingkar dipergelangan tanganmu. Jika kau benar-benar ingin pergi kesana, berpikirlah dua kali sebelum itu. Kemungkinan jika kau masuk kali ini, kau tidak akan bisa kembali lagi. Apa kau tidak takut?" tanya Zumu
"Takut?aku sama sekali tidak takut Zumu." jawabku
"Ingat pikirkan juga keluargamu, lihatlah mereka begitu menyayangimu lebih dari apapun. Kau tau setelah kau kembali kerumah tua itu, harapan dirimu untuk kembali kemungkinan tidak ada. Dan selamanya kau akan terkurung didalam rumah itu, seorang diri."
"Apa yang dikatakan Zumu itu benar, aku kagum dengan keberanianmu tapi ini menyangkut soal nyawa. Kumohon jangan kembali kesana lagi, urungkan saja niatmu. Oke" timpal Tania
"Jangat takut Tania, aku pasti akan kembali kok. Aku cuman ingin mengetahui tentang rumah itu aja, gak lebih." sambungku
"Duh, keras banget sih kepalamu." ucap Tania yang tampak marah.
Mungkin setelah ini aku tidak akan bisa melihat matahari, begitu aku memasuki rumah tua yang dingin diluar dan panas didalam. Rumah yang begitu pengap dan gelap.
Takut?tidak, aku sama sekali tidak takut. Karena rasa penasaranku jauh lebih besar dari rasa takutku saat ini, jadi jangan cemas aku baik baik saja kok.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Putri Minwa
hai Thor mutiara yang terabaikan mampir lagi ya
2023-02-08
0
Rika Maroccana
kok dh kesel duluan sih aku sama si putri, keras x kepala 😑
2021-07-04
0
Anna Sharma
lanjut
2020-10-14
0