Orang Pintar/Dukun!

Hari ini aku berangkat sekolah diantar oleh Ayah, karena ada yang ingin beliau bicarakan dengan guru wali kelasku secara pribadi.

"Hei Put, kamu kemana aja sih selama 3 hari?kamu pergi kemana?Ayah dan Ibu kamu sampai cemas lo nyariin kamu!" tanya Tania sahabat karibku, yang manis dan imut-imut kek marmut. Dia juga tinggal diperumahan yang sama dengan ku, cuman beda beberapa blok saja dari tempat tinggalku.

"Ah, itu. Aku ada sedikit masalah kemarin, maaf yah sudah membuatmu juga mengkhawatirkan keadaan ku juga." desisku.

"Masalah apa?ceritakan kepadaku, kau punya masalah apa?biar aku membantumu untuk menyelesaikan nya!" jerit Tania, membuat sebagian murid melirik kearah kami.

"Shutt!kecilkan suaramu, apa kau ingin orang lain mendengar pembicaraan kita?aku akan memberitahukan nya kepadamu setelah bel istirahat tiba, oke. Sekarang kembali lah ketempat dudukmu" bisik ku ketelinganya, tapi telapak tanganku menutup mulutnya.

(Bel Istirahat....)

"Ayo ketaman, aku akan menceritakan semuanya kepadamu!aku tidak ingin orang lain mendengarnya, jadi aku membawa mu ketaman agar lebih sepi dan tenang." paparku sambil menarik tangan Tania....

"Jadi gini, dari awal aku pindah. Aku sangat penasaran dengan rumah tua yang ada dipersimpangan jalan perumahan, selangkin penasarannya aku masuk kedalam rumah itu, tepat minggu pagi pukul 06:00. Setelah itu aku menelusuri setiap sisi rumahnya. Diawal saat aku ingin memasuki pintu utama terasa udara yang sangat panas dan pengap, ditambah dengan debu yang sangat lekat. Aku tetap menulusuri setiap sisi rumah tua, padahal aku sudah bercucuran keringat saat itu...Apa kau percaya, rumah itu sudah tidak berpenghuni selama 10 tahun lebih tapi perabotannya masih sangat awet dan bagus. Bahkan tidak ada yang lapuk sedikitpun, padahal terbuat dari kayu..."

Aku menceritakan seluruhnya dengan detail kepada Tania, tidak ada sedikitpun yang terlewatkan didalamnya. Awalnya Tania juga merasa tidak percaya kepadaku, tapi setelah dia mendengar penjelasan ku semangkin lanjut dia mulai mempercayainya. Sampai kami sudah lupa, bahwa bel istirahat sudah habis. Bahkan kami sudah melewatkan 2 les matapelajaran matematika.

"Kalau menurut aku, kamu itu disembunyikan oleh genderuwo atau wewegombel gitu. Dulu sih, kalau aku gak salah dengar dari Mama, dibelakang rumah itu sering dijadikan sebagai tempat pemujaan, setelah ditinggal oleh pemiliknya itu sebabnya yang membuat rumah itu semangkin terkesan seram dan angker!" jelas Tania.

"Disembunyikan oleh genderuwo atau wewegombel?ada kesamaannya juga sih dengan yang kubaca diartikel, tapi apa benar dizaman seperti ini masih ada hal seperti itu?" tanyaku dalam hati.

"Tapi Tania, apa tahayul seperti itu masih bisa kita percayai untuk sekarang ini?bukankah itu sangat tidak logis?" tanyaku.

"Semua itu terserah kepadamu, mau mempercayainya atau tidak. Kalau, aku sendiri sih percaya-percaya saja." jawab Tania...

"Konyol banget sih jamett!"

"Terserah kamu aja sih, tapi bagaimana jika menemui orang pintar?untuk bertanya tentang kejadian menghilangnya dirimu, orang pintar pasti akan tahu kejadian nya. Bagaimana kamu mau?jika kamu mau aku bisa membawa mu untuk bertemu dengannya?" saran Tania.

"Orang pintar?emang dia sepintar apa sih sampai disebut orang pintar?kamu jangan aneh-aneh deh kali ini Tania." aku menepis jauh-jauh omongnya.

"Aku benar, kamu bisa bertanya tentang kejadian yang baru kamu alami. Bagaimana mau tidak?" tanya Tania.

Aku memikirnya dengan matang-matang, sambil berjalan dan sesekali aku menendang batu kerikil yang ada dijalan saat aku lewati.

"Oke, aku mau." seru ku.

"Bagus, kalau begitu aku akan membawa mu menemui orang pintar. Jam 3 aku akan menjemputmu, agar Ayah dan Ibu mu tidak curiga dengan rencana kita." tutur Tania.

"Emh, jam 3 sore aku menunggumu dirumah ku." balasku.

"He,eh. Tapi semenjak mendengar kamu bercerita tentang rumah tua itu, kenapa aku juga ikut penasaran yah?aku juga jadi ingin pergi menelusuri rumah tua itu." lirih Tania.

"Haa?sebenarnya aku juga ingin kembali kerumah tua itu, aku sudah berencana bahwa aku kembali kesana hari sabtu, tepat sore hari. Tapi aku juga binggung dan bimbang, jika aku kembali masuk kedalam rumah tua itu, aku takut Ayah dan Ibu mencariku lagi dan mengatakan bahwa aku sudah menghilang selama 3 hari. Aku masih memikirkan hal ini.

.

.

.

.

.

.

Orang Pintar\= Bisa disebut sebagai dukun juga, atau dokter dalam hal gaib.

Terpopuler

Comments

Putri Minwa

Putri Minwa

waduh lagi-lagi larinya ke dukun tuh, padahal dukun jarang dapat menyelesaikan masalah kita.

2023-02-07

0

Anna Sharma

Anna Sharma

penasaran thor

2020-10-14

0

Rati Evlin

Rati Evlin

tulisannya bikin aku pusing bacanya

2020-09-08

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!