Orang Pintar/Dukun Part ll

Apa yang diusulkan Tania tadi benar, aku harus menemui orang pintar dan bertanya tentang kejadian janggal yang aku alami. Agar ada yang bisa memberikanku sesuatu yang pasti. Aku sudah memulai permainan ini, maka harus aku juga yang menyelesaikan nya.

"Ingat!jangan lupa untuk bersiap-siap dijam 3, karena aku akan segera menjemputmu untuk melaksanakan rencana kita!" bisik Tania dengan tegas ketelinganku.

"Sepp, boss khuu..." jawabku dengan sedikit bergurau kepada Tania, agar percakapan kami tidak terlalu tegang....

(Sesampai dirumah....)

Aku langsung merebahkan diri sejenak diatas kasurku yang empuk, dengan melayangkan pandangan ku keatas langit-langit kamar dan memikirkan segala agar aku bisa kembali masuk kedalam rumah tua itu.

Kuganti seragam ku dengan pakaian casual, dan segera turun kebawah untuk makan siang. Jika saat seperti ini rumah ku terasa sangat sepi, karena Ayah ku pergi berkerja dan akan pulang dimalam hari, sementara Kakak ku kuliah, dan akan pulang disore hari. Hanya aku dan Ibu yang tersisa dirumah ini, jika mereka semua pergi.

Aku melihat Ibu sedang menyajikan makanan untuk ku diatas meja, padahal aku sendiri bisa mengambilkan nya tapi entah mengapa Ibu ku yang melakukan nya.

"Bu, sore ini aku akan pergi mengerjakan tugas kelompok dirumah Tania. Bolehkah aku pergi Ibu?" tanya ku, dengan mengucapkan kebohongan kepada Ibu agar bisa pergi menemui orang pintar yang Tania bicarakan.

"Boleh, asalkan kau harus pulang lebih dulu sebelum Ayahmu. Tapi jika kau terlambat sedikit saja waktu pulang, maka Ibu tidak bisa berkata-kata lagi dihadapan Ayah mu." tukas Ibu sambil memberikan sepiring makanan kehadapan ku, dengan senang hati aku menjawab.

"Baik Ibu..."

Duh, maaf yah Bu, karena anak mu yang nakal ini sudah membohongimu dan juga sudah sering membuatmu kesal. Tapi percayalah dilubuk hatiku yang terdalam, aku ingin membahagiakan mu kelak.

***

Aku sudah selesai bersiap-siap dengan menggunakan, sweter kuning polos, celana lezing hitam, dan sepatu air jordan berwarna kuning. Tinggal hanya menunggu Tania datang menjemputku saja, maka setelah itu kami langsung pergi.

"Putri...Putri..."

Tania berteriak dari luar teras memanggil namaku berulang-ulang kali, seperti sedang menagih hutang saja. Aku langsung menghampirnya, tak lupa juga aku mengucapkan salam kepada Ibu sebelum pergi, padahal Ibu sedang tertidur disofa.

"Ayo, berangkat." ajak ku, tapi Tania hanya diam tertegun melihat kearah ku, dengan penasaran aku melihat selurub tubuhku apa ada yang salah, tak lupa juga aku bercermin dilayar handphone untuk melihat wajah ku, apa ada yang salah?

"Kamu kenapa berpakaian seperti ini sih?seperti mau pergi menonton bioskop saja, padahalkan hanya mau bertemu dengan orang pintar saja." ucap Tania.

"Jadi aku harus bagaimana dong?kalau begitu tunggulah sebentar aku akan mengganti pakaian ku, seperti model gayamu." ujarku, namun Tania melarang ku. Karena dia ingin cepat-cepat pergi, jadi aku tidak perlu mengganti bajuku....

Tania memesan taksi online, setelah menunggu beberapa menit akhirnya taksi itu pun datang. Aku bertanya kepada Tania apakah rumah orang pintar itu sangat jauh?sampai kita harus naik taksi menuju kesana?Tania malah menjawab Rumahnya tidak terlalu jauh, jadi kenapa harus memesan taksi online kalau begitu?

"Stopp Pak!kami berhenti disini!" ujar Tania, dengan tiba-tiba, membuat pengemudi taksi langsung berhenti mendadak....

"Ongkosnya saya bayar melalui paypal yah pak, setelah ini saya juga akan memberikan bintang 5 untuk pelayanan Bapak. Terimakasih." ucap Tania.

"Terimakasih banyak Nak,"

Aku melihat sekelilingku, disini ada begitu banyak rumah yang terbuat dari bangunan batako, model rumahnya juga terlalu rapat-rapat, apa orang pintar itu tinggal disini?

Begitu banyak orang yang menatap aneh kearah kami, padahal setiap kami lewat, kami tersenyum hangat kepada mereka. Tapi tetap saja mereka menatap kami dengan aneh.

"Tania, apa rumahnya masih jauh lagi?" tanyaku dengan merangkuk tangannya, karena merasa takut saat tatapan orang begitu tidak senang melihat ku.

"Tidak, kau lihat rumah tepas yang diujung itu?itulah rumah orang pintar yang kita cari, aku mengetahui beliau dari Tanteku. Jadi jangan ragu terhadapnya, dia juga sudah mengenalku." jawab Tania dengan enteng....

"Kamu yakin ini rumahnya?kamu gak salah alamat atau rumahkan?karena malu banget jika kita sampai salah rumah." tanyaku lagi.

"Engak kok, ayo masuk saja. Tidak perlu ragu lagi kepadaku." ajak Tania, menarik pergelangan tanganku.

"Aneh, kenapa rumah orang pintar bisa sekecil ini?apalagi begitu banyak pohon besar yang mengelilingi rumah ini. Apa benar ini rumah orang pintar?" tanyaku dalam hati.

Begitu aku ingin menginjakan kaki untuk masuk kedalam, diambang-ambang pintu tergantung sebuah kepala rusa yang sudah di air keras. Aku sempat kaget, karena baru pertama kali melihatnya. Tapi, aku tetap berusaha untuk tenang.

"Ada urusan apa kalian kemari?" tanya seorang Nenek, yang datang menghampiri kami sambil menggulung daun sirih untuk ia makan.

Terpopuler

Comments

Putri Minwa

Putri Minwa

semoga tetap semangat tor thor

2023-02-07

0

Nicky Uminacheva

Nicky Uminacheva

selangkin itu bahasa darimana yaa...🤔baru tau

2021-04-24

0

Anna Sharma

Anna Sharma

suka

2020-10-14

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!