“Mimpi?” tanya Henry masih menelisik netra amber Raisa.
“Ya Yang MUlia. Hamba memiliki mimpi jika dunia ini sangat maju, bahkan lebih maju dari yang kita perkirakan,” jawab Raisa yakin.
Henry menggeleng pelan, ia tak percaya dengan semua mimpi Raisa. Baginya itu hanya halusinasi berlebihan istrinya.
“Jangan terlalu jauh bermimpi, sayang. Aku takut kau malah tak terbangun," ujar pria itu.
Rasia hanya bisa diam. Ia mungkin tak bisa lagi meyakinkan suaminya untuk percaya jika dunia sudah berubah. Nanti tidak ada lagi kereta kuda, semua akan berganti dengan kendaraan bermesin. Maka Raisa merubah taktik, ia menunggu raja-raja dunia itu datang dan mengatakan dunia di luar sana.
“Kau pasti jauh lebih terkejut dari apa yang kau tau Yang Mulia,” gumamnya lirih.
Wanita itu memilih pergi ke dapur istana. Semenjak Raisa memantau langsung pengolahan makanan. Tak ada lagi masakan yang tidak sesuai dengan dirinya atau sang raja. Raisa mendatangkan koki terbaik dari berbagai penjuru daerah.
Usai memantau para koki memasak, Raisa melihat gudang penyimpanan bahan makan pokok. Kini asupan semua makanan istana dari seluruh wilayah istana, jadi kekaisaran tak perlu membeli bahan makanan dari luar.
“Madam Arabella!” panggilnya.
Seorang wanita berkulit sedikit gelap datang, ia memakai gaun warna hitam dengan apron warna biru dengan sematan bintang di dadanya, bertanda wanita itu adalah kepala dapur dan persediaan makanan.
“Hamba Yang Mulia!” sahutnya sambil membungkuk hormat.
“Apa ada bahan makanan yang kurang?” tanya Raisa.
“Tidak ada Yang Mulia. Para pemasok sudah mendata berapa minggu sekali mereka harus mensuply makanan ke istana. Jadi kita tak perlu kerepotan lagi,” jawab wanita yang memakai penutup warna-warni yang dililitkan di kepalanya. “Semua catatan pengiriman telah saya serahkan pada staf audit belanja istana.”
Raisa mengangguk puas, wanita itu kembali berjalan, kali ini menuju taman belakang. Ia tak lagi melihat wanita yang kemarin memarahinya, ia yakin jika perempuan itu sudah kapok.
Sementara itu Raja Robin yang menerima telegraf dari para petinggi yang terjebak hujan langsung membalas telegram itu.
“Minta mereka untuk tidak berjalan sebelum tanah kering!” titahnya.
Petugas langsung mengerjakan apa yang diperintahkan oleh rajanya, ia mengirim sandi morse pada tempat di mana petinggi kerajaannya berada.
“Aku tak mau kereta kencana emasku kotor dengan tanah!” ujarnya cemas.
Bahkan sekarang juga ia sedang khawatir dengan kendaraannya yang super mahal itu. Kereta kencana yang terbuat dari emas murni dan dihiasi oleh permata asli. Kereta itu ia pesan dwri sebuah negara dengan harga yang sangat tinggi.
“Ah ... perintahkan lagi agar mereka membersihkan semua kotoran yang menempel pada kereta!” pekiknya sekali lagi memberi perintah.
Petugas telegraf kembali memberi pesan pada petinggi yang tengah ada di sebuah tempat. Dua harinya para petinggi tersebut mendapatkan telegraf dari istana, lalu siang harinya mendapatkan lagi sebuah perintah untuk membersihkan kereta.
“Kita harus membersihkan kereta,” ujar salah satu petinggi.
Semua mengangguk, dengan hati-hati mereka membersihkan kendaraan mahal tersebut. Tinggal dua hari lagi mereka sampai di kota Kekaisaran Horton. Sementara di istana, Horton memberitahu pada semua pejabat untuk kembali mengadakan pesta.
“Ada lima kerajaan dunia datang ingin mengenal kaisar!” ujar pria itu.
“Hias semua wilayah di jalan-jalan utama, kita akan menyambut mereka dengan pesta mewah dan meriah!” ujar juru bicara kekaisaran.
“Ayahanda bagaimana jika yang bekerja adalah para rakyat?” usul Raisa.
“Bagaiamana maksudmu?” tanya Horton.
“Jadi kita memberi uang pada rakyat yang tinggal di pinggir jalan utama untuk menghias rumah mereka!” Raisa memberi ide.
“Sepertinya menarik,” sahut Horton mengangguk setuju.
“Kita minta beberapa staf membantu dan mengawasi para warga yang menghias rumah mereka,” ujar Raisa lagi.
Horton mengangguk setuju dengan demikian uang yang dikeluarkan tidak sia-sia, rumah warga juga menjadi indah dipandang. Pusat pemerintahan bertumpu pada kekaisaran Horton, berkat ide sang ratu yang menciptakan pasar di beberapa titik wilayah, mampu menggerakkan roda perekonomian setempat.
Sementara itu Hilda sudah sembuh dari luka cambuknya. Gadis itu tak lagi berani keluar dari ruangan kerja dan juga ruang tempat tinggalnya. Ia juga tak mau meninggalkan ibunya. Sementara kerajaan Jones datang ke istana Horton.
Pria itu membawa dua adik perempuanya. Walau ia tau plakat sang kaisar yang tidak ingin ada ratu lain terlebih selir. Tetapi dalam pikiran Raja Jones, ia sangat yakin jika mampu meruntuhkan keteguhan Kaisarnya.
“Kalian harus seaggun mungkin di depan Kaisar!” titahnya pada dua diknya.
“Baik kak!” sahut Princess Gamalea dan Princess Shamalea.
Keduanya adalah kembar tapi tak identik. Gamalea berkulit kemerahan dengan mata biru sedang Shamalea berkulit kecoklatan dengan mata hijau. Keduanya sangat cantik dan memakai gaun yang terbaik.
Henry menyambut ketiganya dengan ramah, sang ratu tengah bersama ayahnya dan para staf untuk menyusun pesta meriah kedatangan lima raja di dunia.Marquez Albert yang selalu ada di sisi pria itu. Kini mereka berlima duduk di ruangan tamu.
“Katakan ada perlu apa Raja Jones datang kemari?” tanya Henry tanpa basa-basi.
'‘Begini Yang Mulia, saya ingin memperkenalkan dua adik saya,” ujarnya lalu menatap dua gadis di kanan dan kirinya.
“Perkenalkan yang Mulia Kaisar. Hamba Princess Gamalea!”
“Hamba Princess Shamalea!”
Keduanya menekuk kaki mereka, Henry mengangguk dan mempersilahkan keduanya untuk duduk. Para pelayan menghidangkan minuman dan juga kudapan untuk para tamu raja.
“Baiklah, apa lagi setelah kau memperkenalkan dua adikmu Raja?” tanya Henry.
Marquez Albert sudah tau apa maksud dari raja yang wilayahnya paling timur itu. Kerajaan Jones memiliki ladang jagung yang subur. Selain ladang jagung, kerajaan yang memiliki luas wilayah 10 kilometer² dengan jumlah penduduk dua ratus juta jiwa itu juga memiliki tambang minyak bumi yang belum dikelola dengan benar.
“Begini Yang Mulia Kaisar. Untuk memperkuat lagi kerjasama dan juga kekuasaan, aku menawarkan dua adikku untuk dijadikan selir atau permaisuri!” sahut Jones langsung.
Henry menggeleng tak percaya dengan perkataan raja yang dulu sempat ia kagumi karena begitu pintar mengelola lahan pertaniannya itu. Ketika Henry menyerang kerajaan Jones. Pria itu langsung menyerah kalah, karena memang tak memiliki armada militer yang kuat.
“Maaf .. sesuai plakat. Aku tak bisa dan tak mau memiliki istri lebih dari satu!” tolak Henry langsung.
“Jangan seperti itu Yang Mulia. Aku juga ingin dua adikku mendapatkan kedudukan di wilayah kepemimpinan utama!” hardik Jones tak tau diri.
“Jangan menghadrikku Jones!” sentak Henry marah.
Jones bungkam, ia lupa berhadapan dengan siapa. Henry adalah sosok raja yang menakutkan. Jones tentu ingat bagaimana Henry mampu melumpuhan dua puluh prajurit yang mengawalnya dengan mudah.
‘Bawa dua adikmu ini!” titah Henry.
"Atau aku akan menghukummu di penjara bawah tanah!” ancamnya.
Jones dengan terpaksa membawa dua adiknya. Ia hanya diam dan melirik Gamalea dan Shamalea kesal. Dua gadis yang tak memiliki kecakapan apapun selain mempercantik diri.
“Aku tak mau tau. Kalian sekolahlah di sini dan ambil beberapa keterampilan. Buat Kaisar tertarik dengan kalian!” perintahnya.
Gamalea dan Shamalea saling pandang. Mereka adalah putri raja, tentu kegiatan sekolah dan memiliki keterampilan bukan hal penting bagi mereka.
“Kami mau asal semua fasilitas keputrian kami dapatkan penuh!” ujar Shamalea.
“Setuju!” sahut Jones.
Pria itu pun menurunkan dua adiknya di sebuah kastil miliknya yang berdekatan dengan pusat kota kekaisaran Horton. Jones memenuhi kebutuhan dua adiknya itu.
“Asah otak kalian dan kalahkan Ratu Raisa!’ titahnya.
“Tenang saja kak ... tak ada yang bisa mengelak dengan kecantikan kami!’ sahut dua gadis cantik itu.
Bersambung.
Next?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
waduh masih aja enggak mau nyerah ini raja jones sama adik2nya....gila parah...
2024-11-23
1
fitriani
hadeh si jones lagi nyoba2 gali kuburan dy sendiri😏😏😏😏
2025-03-21
0
C a l l i s t o ®
Oooy asah kemampuan perintahnya, bukan asah kecantikan 🤧
2024-11-29
0