HILDA

Hilda sudah selesai bekerja, ia hendak berjalan-jalan mengelilingi istana. Gadis itu belum puas dengan apa yang ia lihat.

Berbagai ornamen mewah, ia sentuh hati-hati. Matanya berbinar melihat hiasan-hiasan indah itu. Terlebih lampu-lampu kristal yang menggantung di setiap ruangan.

"Yang Mulia Baroness, harap menekuk kaki jika bertemu dengan simbol-simbol kerajaan!" sebuah suara mengejutkan gadis itu.

"Maaf ... aku tak melihatnya," sahutnya gugup.

"Kau adalah seorang bangsawan, mestinya kau mengenali simbol-simbol itu Yang Mulia!" tekan kepala disipliner.

Hilda menunduk, ia benar-benar takut. Kaisar Henry yang tengah berbicara dengan para staf istana. Mereka selesai membentuk sebuah aliansi untuk mendukung jalannya roda pemerintahan kekaisaran yang ia pimpin.

"Ada apa ini?" tanyanya ketika melihat Hilda menunduk.

"Yang Mulia Baroness Hilda tak membungkuk hormat pada simbol-simbol kerajaan!" lapor staf disipliner.

"Apa hanya karena masalah sepele seperti ini kau menghukumnya?" tanya pria penguasa itu tak suka.

"Yang Mulia Kaisar!" staf disipliner membungkuk.

"Baroness," panggil Henry lembut.

"Yang Mulia," sahut Hilda dengan pandangan mata sayu.

Tangan pria itu hendak menyentuh pipi sang gadis, lalu tiba-tiba.

"Apa kau mengerti Baroness!" sentak staf disipliner membuyarkan lamunan Hilda.

Gadis itu menatap kaisar yang sudah berjalan menjauh. Rupanya tadi dia melamun jika pria penguasa tampan itu membela dirinya.

"Ah ... Yang Mulia," gumamnya lirih.

'Aku harus mendapatkan perhatiannya!' tekadnya dalam hati.

Gadis itu mendapat teguran dari staf disipliner untuk tidak mengulang. Hilda diminta mengingat simbol-simbol kerajaan yang harus ia hormati.

"Apa yang harus kulakukan agar menarik perhatian Kaisar?" tanyanya bergumam.

Kini Hilda ada di kamarnya. Ia mondar-mandir, memperhatikan diri. Ia sudah mengenakan gaun terbaiknya.

Sebuah gaun modern bermode sleeveless atau tanpa lengan yang berbahan ceruti warna hitam dengan potongan dada sabrina. Gadis itu tampak begitu seksi.

"Aku membeli gaun ini seharga dua keping emas," ujarnya sambil memutar tubuhnya.

Lalu ia membongkar lemari mengeluarkan semua gaun terbaiknya. Ia mengambil salah satu gaun dengan rok kembang dan sarung ayamnya. Gaun terbuat dari sutra berwarna putih gading dengan potongan dada rendah.

"Mestinya kemarin aku memakai gaun ini!" keluhnya kecewa.

"Ah sudahlah, akan kupakai gaun-gaun terbaik, aku yakin dapat mengalahkan gadis manapun di dekat Kaisar!" ujarnya begitu percaya diri.

Gadis itu membiarkan semua bajunya, memanggil salah satu maid membereskan kamarnya. Maid sedikit mengeluh ketika melihat kamar itu sudah berantakan. Dua maid pun membereskan kembali kamar itu. Sedang Hilda mencari peruntungan untuk kembali bertemu dengan sang kaisar. Imelda sedang menyusun data anggaran belanja kekaisaran, jadi wanita itu tidak bersama putrinya.

Hilda kini berjalan menuju taman belakang istana. Di sana ia melihat beberapa orang tengah menata pot-pot besar. Taman bunga mawar aneka warna disusun begitu cantik. Gadis itu menghirup salah satu wangi bunga itu.

"Auw!" pekiknya ketika satu duri berhasil melukai jemarinya.

"Apa kau tidak apa-apa?" sebuah suara begitu khawatir.

"Yang Mulia, tanganku terluka," rengek Hilda manja.

"Kemarikan tanganmu Yang Mulia Baroness," pinta pria itu lembut.

Hilda menyerahkan tangannya. Pria bermata kelam itu mengamit jemari sang gadis lalu mengecup luka kecil di sana.

"Apa masih sakit Yang Mulia?" tanya pria penguasa itu dengan pandangan lembut.

"Sedikit, Yang Mulia," jawab Hilda manja.

"Apa Baroness mau berdansa denganku?" pinta mata kelam itu.

Hilda langsung mengangguk. Pinggang ramping langsung ditarik oleh jemari besar milik pria penguasa itu, sedang tangan lainnya dalam genggaman sang kaisar.

Perlahan tubuh keduanya bergoyang mengikuti alunan musik merdu. Hilda tak perduli matanya terus menatap netra kelam yang begitu lembut menatapnya. Tangan Hilda kini mengalung di leher pria tampan itu, sedang dua tangan sang pria memeluk erat pinggang rampingnya.

Mereka berputar dan mengayun mengikuti irama lagu yang mengalun merdu. Hilda tertawa lirih ketika Henry mengangkatnya tinggi-tinggi, lalu ....

Bruk! Aauhh!

Hilda terpekik kesakitan, ia terjatuh ke tanah dengan sangat keras. Gadis itu hendak protes pada pria yang baru saja berdansa dengannya. Tetapi pria itu tidak ada.

"Yang Mulia?" panggilnya.

Ia begitu sangat yakin jika baru saja berdansa dengan kaisar. Namun, pria penguasa itu tak ada di tempat.

"Yang Mulia!" panggilnya lagi.

"Siapa yang engkau panggil Baroness?" sebuah suara begitu lembut menyela.

Hilda terkejut bukan main. Di hadapannya, ia menatap sosok wanita yang begitu cantik dan anggun. Wanita itu memakai gaun indah dan mahkota terbuat dari mutiara asli di kepalanya.

"Baroness?" panggil Raisa lagi.

Tentu lah sang ratu tau jika di hadapannya seorang Baroness. Setiap bangsawan memiliki ciri sendiri untuk memperlihatkan level mereka di kerajaan.

"Kau bertanya padaku?" tanya Hilda angkuh.

"Kau!" sentak salah satu pelayan Raisa.

Raisa menahannya, wanita itu ingin tau seberani apa gadis yang kini berkacak pinggang padanya.

"Jangan, mentang-mentang Kaisar sayang padamu, kau berlaga jadi Ratu!" sahut gadis itu pongah.

Raisa menggeleng tak percaya. Rumor sang suami yang dulu ternyata sampai di telinga kerajaan lain. Ia yakin mantan pelayan-pelayan Sonya sudah membuat berita tak benar hingga menyebar ke kerajaan lain.

"Walau bagaimana, aku adalah Ratu di kekaisaran ini," sahutnya santai.

"Hahaha ... mimpimu menjadi Ratu. Kau hanyalah selir, aku yakin Ratu sesungguhnya sudah kau bunuh secara perlahan!" tuduh Hilda tanpa bukti.

"Jaga ucapanmu Baroness!" sentak kepala staf istana.

Hilda terkejut bukan main. Gadis itu kembali menghadap sebuah simbol. Para pelayan membungkuk hormat pada simbol itu kecuali sang ratu. Malah simbol itu membungkuk hormat pada wanita istri penguasa itu.

"Algojo hukum cambuk seratus kali pada Baroness Hilda yang begitu lancang menghina Yang Mulia Ratu!" pekik staf istana.

Dua algojo datang dan langsung menyeret gadis itu. Hilda berteriak ketakutan. Sungguh ia benar-benar tidak tau jika tadi ia berseteru dengan sosok Ratu sesungguhnya.

Bunyi pecutan dan teriakan terdengar. Raisa hanya menghela napas. Ia bersyukur sang suami tidak mengetahui semua ini karena Kaisar tengah kembali mengadakan rapat para bangsawan.

"Jangan laporkan kejadian ini ke telinga Kaisar!" pinta Raisa.

"Tapi Yang Mulia, Baroness benar-benar kurang ajar telah menghina Yang Mulia Ratu!" sahut staf istana.

"Jangan bebani Kaisar dengan masalah sepele seperti ini. Aku yakin Baroness tak akan berulah kembali setelah ini!" ujar Raisa lagi.

"Baik Yang Mulia!" semua menurut akan titah ratu mereka.

Hilda pingsan setelah dihukum cambuk seratus kali. Gadis itu diseret ke kamarnya. Sang ibu begitu terkejut melihat putrinya tak sadarkan diri.

"Apa yang terjadi pada putriku!" teriak Baroness Imelda.

"Putrimu baru saja dihukum cambuk karena menghina Ratu!" sentak algojo.

Imelda bungkam, ia langsung menangis melihat keadaan putrinya. Tabib datang untuk mengobati sekedarnya.

"Apa yang telah kau lakukan Nak?" ujar Imelda putus asa. "Sudah Ibu peringatkan sebelumnya jangan terlalu jauh kau mau tau seluk beluk istana ini!"

bersambung.

Soookooor kau Hilda!

next?

Terpopuler

Comments

DN

DN

sokoooooorrr....nikmati akibat dari rasa kepo dan kesombongan mu Hilda.

2025-02-04

0

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

hallunya terlalu tinggi ni si hilda udah taraf gila tu....ho...ho...ho

2024-11-23

0

yuce

yuce

Hilda ini mimpinya ketinggian kali kan atit juga kalau jatuh.

2024-11-05

0

lihat semua
Episodes
1 TERBANGUN
2 PERUBAHAN DRASTIS
3 TENTANG RAISA
4 GEISHA JADI RAISA
5 BABAK BARU GEISHA
6 BABAK BARU GEISHA 2
7 TENTANG SONYA
8 MENUNGGU
9 KEBANGKITAN
10 KEBANGKITAN 2
11 SEBUAH RENCANA
12 RENCANA YANG TERKUAK
13 STAF ISTANA BARU
14 KEHEBATAN SANG RATU
15 MENJADI KAISAR
16 HILDA
17 SEBUAH PERISTIWA
18 KETAHUAN?
19 SEBUAH PERISTIWA
20 KEDATANGAN RAJA-RAJA DUNIA
21 PESTA TUJUH HARI
22 SABOTASE
23 MENYERANG KERAJAAN HARLEY
24 PESTA KEMENANGAN
25 TAWARAN PRINCESS BELLE HARVEY
26 BELAJAR SEJARAH YUK
27 DINGINNYA ISTANA
28 DITEKAN
29 PRINCESS BELLE VS RATU RAISA
30 PRINCESS BELLE
31 RUMOR PANAS
32 KEKEJAMAN PANGERAN LUCYFER
33 KEKEJAMAN PANGERAN LUCYFER 2
34 PERANG
35 PENYERAHAN KEPEMIMPINAN
36 RATU RAISA
37 RATU RAISA 2
38 RATU RAISA 3
39 HAMIL
40 NGIDAM
41 NGIDAM 2
42 HAMIL BESAR
43 MELAHIRKAN
44 SEBUAH PERISTIWA
45 THE HORTON'S QUARTO
46 KESIBUKAN BARU
47 SEBUAH PERISTIWA
48 HUKUMAN
49 KEMBALI SESAAT
50 HUKUMAN UNTUK SANDRA
51 WAKTU TERUS BERPUTAR
52 RUTINITAS
53 TIGA TAHUN KEMUDIAN
54 THE HORTON'S QUARTO IN ACTION
55 BERKUDA
56 MENUMPAS PEMBERONTAK
57 MENUMPAS PEMBERONTAK 2
58 PERLUASAN WILAYAH
59 WAFATNYA AYAHANDA RAJA HORTON
60 WELCOME PRINCESS
61 WAKTU YANG BERLALU
62 PERNIKAHAN SANG PANGLIMA
63 SEBUAH KISAH
64 WAKTU TERUS BERPUTAR
65 SEBUAH CIUMAN
66 PERGANTIAN KAISAR
67 PERNIKAHAN KAISAR GEORGE
68 TIGA HARI SEBELUMNYA
69 1 September 1939
70 KEMBALI
71 SEBUAH FAKTA
72 BERTEMU LAGI
73 CINTA
74 SEBUAH KISAH
75 TERUNGKAP
76 AKHIRNYA
77 DILAMAR
78 HENRY VS CHRIS
79 SUDDENLY MARRIED!
80 VERSUS
81 PERNIKAHAN BESAR
82 EKSTRA PART
Episodes

Updated 82 Episodes

1
TERBANGUN
2
PERUBAHAN DRASTIS
3
TENTANG RAISA
4
GEISHA JADI RAISA
5
BABAK BARU GEISHA
6
BABAK BARU GEISHA 2
7
TENTANG SONYA
8
MENUNGGU
9
KEBANGKITAN
10
KEBANGKITAN 2
11
SEBUAH RENCANA
12
RENCANA YANG TERKUAK
13
STAF ISTANA BARU
14
KEHEBATAN SANG RATU
15
MENJADI KAISAR
16
HILDA
17
SEBUAH PERISTIWA
18
KETAHUAN?
19
SEBUAH PERISTIWA
20
KEDATANGAN RAJA-RAJA DUNIA
21
PESTA TUJUH HARI
22
SABOTASE
23
MENYERANG KERAJAAN HARLEY
24
PESTA KEMENANGAN
25
TAWARAN PRINCESS BELLE HARVEY
26
BELAJAR SEJARAH YUK
27
DINGINNYA ISTANA
28
DITEKAN
29
PRINCESS BELLE VS RATU RAISA
30
PRINCESS BELLE
31
RUMOR PANAS
32
KEKEJAMAN PANGERAN LUCYFER
33
KEKEJAMAN PANGERAN LUCYFER 2
34
PERANG
35
PENYERAHAN KEPEMIMPINAN
36
RATU RAISA
37
RATU RAISA 2
38
RATU RAISA 3
39
HAMIL
40
NGIDAM
41
NGIDAM 2
42
HAMIL BESAR
43
MELAHIRKAN
44
SEBUAH PERISTIWA
45
THE HORTON'S QUARTO
46
KESIBUKAN BARU
47
SEBUAH PERISTIWA
48
HUKUMAN
49
KEMBALI SESAAT
50
HUKUMAN UNTUK SANDRA
51
WAKTU TERUS BERPUTAR
52
RUTINITAS
53
TIGA TAHUN KEMUDIAN
54
THE HORTON'S QUARTO IN ACTION
55
BERKUDA
56
MENUMPAS PEMBERONTAK
57
MENUMPAS PEMBERONTAK 2
58
PERLUASAN WILAYAH
59
WAFATNYA AYAHANDA RAJA HORTON
60
WELCOME PRINCESS
61
WAKTU YANG BERLALU
62
PERNIKAHAN SANG PANGLIMA
63
SEBUAH KISAH
64
WAKTU TERUS BERPUTAR
65
SEBUAH CIUMAN
66
PERGANTIAN KAISAR
67
PERNIKAHAN KAISAR GEORGE
68
TIGA HARI SEBELUMNYA
69
1 September 1939
70
KEMBALI
71
SEBUAH FAKTA
72
BERTEMU LAGI
73
CINTA
74
SEBUAH KISAH
75
TERUNGKAP
76
AKHIRNYA
77
DILAMAR
78
HENRY VS CHRIS
79
SUDDENLY MARRIED!
80
VERSUS
81
PERNIKAHAN BESAR
82
EKSTRA PART

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!