RENCANA YANG TERKUAK

Raisa berlatih kuda, entah berapa kali gadis itu nyaris jatuh dari kuda jika saja Henry tak bersamanya.

"Aku tak bakat berkuda," keluh Raisa.

"Tak masalah sayang," sahut Henry.

Pria itu memeluk erat tubuh istrinya, kuda berjalan sedikit lambat. Raisa menyandarkan punggungnya di dada bidang sang suami. Henry meletakkan dagunya di bahu Raisa. Jiwa Geisha begitu menghangat, ia menyukai cara pria itu menyentuhnya.

"Besok mulai musim dingin Yang Mulia, apa semua kau sudah persiapkan?" tanya Henry.

Sang raja menyusuri leher jenjang Raisa dengan bibirnya, hingga membuat gadis itu meninggikan bahu karena kegelian.

"Yang Mulia," rengek Raisa manja.

"Oh ... sayang. Kau harum sekali," puji Henry dengan suara berat.

Tatapan penuh cinta. Dua bibir pun bertemu lalu saling memagut pelan dan penuh perasaan. Karena tak ada hentakan kuda pun berhenti berjalan. Sedang dua penunggangnya saling memilin bibir dan lidah.

"Yang Mulia!" panggil seseorang.

Henry melepas tautannya. Ia menoleh pada asal suara yang memanggilnya tadi. Ia menatap tajam panglima sekaligus ajudan kepercayaannya itu.

"Ada apa Marquez?" tanyanya kesal.

"Maaf Yang Mulia, hamba melapor jika semuanya sudah disiapkan untuk melawan Raja Namont," lapor pria itu.

"Baiklah," ujar Henry lalu menarik kekang kuda agar berbelok.

Kuda berlari sedang hingga depan pintu istana. Henry turun lebih dulu lalu ia menjulurkan tangannya ke pinggang sang ratu.

Raisa meletakan dua tangannya di bahu kanan dan kiri raja. Ia pun turun dengan bantuan pegangan itu dan raja membopongnya.

"Yang Mulia!' pekik Raisa.

Gadis itu merangkul erat leher sang suami agar tak terjatuh. Mereka langsung pergi ke kamar. sudah lebih satu minggu masa siklus sang ratu. Henry sudah tak tahan.

"Ratu!" panggilnya dengan suara serak.

Mereka sudah ada di kamar. Ciuman sang raja mulai menuntut Raisa. Gadis itu pun pasrah sampai ketikan pintu mengganggu mereka.

"Yang Mulia. Ada Baroness Imelda dan juga putrinya Baroness Hilda!" sahut kepala pelayan Audrey.

"Katakan mereka untuk menunggu. Jika mereka tak mau, suruh mereka pulang!" teriak Henry kesal.

"Maaf Yang Mulia, tetapi menurut protokoler Yang Mulia harus menemui tamu penting di banding kesenangan pribadi," sahut Audrey berani.

Henry marah luar biasa. Pria itu membuka kamar, Audrey membungkuk hormat menyembunyikan senyum liciknya.

"Rupanya hukuman cambuk kemarin tidak membuatmu kapok Audrey!" desis Henry menahan amarah.

"Yang Mulia Hamba tidak seberani itu!" pekik wanita itu.

"Sir Betrand!" pekik Henry.

"Yang Mulia!" sahut kepala penjaga.

"Pancung semua pelayan yang kemarin melayani Miss Sonya!" titahnya.

"Yang Mulia!" pekik Audrey menjatuhkan dirinya ke lantai.

Raisa mengelus lengan suaminya agar tak bertindak berlebihan. Tapi, sepertinya pria itu sudah melewati batas sabarnya.

"Mereka masih menggosip tentang Ratuku dengan perkataan hina!" ujar pria itu.

"Bahkan hukuman kemarin mestinya membuat mereka jera!" tekannya kecewa.

Audrey dan sepuluh mantan pelayan Sonya digeret keluar oleh para pengawal. Semua menangis menyesali keberanian mereka.

Waktu itu, tak sengaja Henry tengah ingin memeriksa gudang penyimpanan makanan istana. Ia heran dengan ruangan memasak yang kosong tidak ada pelayan.

"Aku makin membenci perempuan itu!" umpat salah seorang pelayan.

"Pelankan suaramu Elna!' peringat Eve berbisik.

"Oh ... gara-gara hukuman kemarin punggungku sakit!' keluh Laura.

"Ini semua gara-gara perempuan yang berlaga jadi Ratu itu!" gerutunya lagi.

"Aku heran, apa Yang Mulia Raja tak bisa melihat, betapa Miss Sonya sangat mencintainya?" ujar Regina.

"Aku rasa Yang Mulia Raja diguna-guna oleh perempuan itu!' tuduhnya tanpa bukti.

"Aku rasa ucapanmu benar Regina," ujar Audrey.

"Selama nyaris satu tahun perempuan itu ada di istana, ia selalu menuruti kita atas perintah Miss Sonya," lanjutnya berasumsi.

"Tetapi hanya hitungan satu malam. Yang Mulia Raja berubah total ketika perempuan itu mendatang wilayah utama istana dengan mengacungkan pedangnya!"

"Benar, dari sana semua berubah!" sahut Eve.

"Yang Mulia Raja enggan mendatangi Miss Audrey yang begitu mencintainya bahkan mengusirnya dengan kejam!" lanjutnya berapi-api.

"Aku yakin perempuan itu menghasut Yang Mulia Raja dengan tubuh kurusnya itu!" sambar Elna berang.

"Sayang sekali ia Ratu, jadi kita tak bisa berbuat apa-apa," sahut Regina.

"Kata siapa?" sahut Audrey dengan senyum licik.

"Aku pastikan Yang Mulia Raja tersadar dari kesalahannya mencintai perempuan yang salah!" lanjutnya.

"Bagaimana caranya?" tanya yang lain penasaran.

"Aku akan membongkar kedok Raisa yang bodoh itu!" ujar Audrey penuh keyakinan.

"Kau benar, hanya membuka kedok perempuan yang berlaga jadi Ratu itu satu-satunya cara agar Raja keluar dari guna-guna!" sahut Renita ditanggapi anggukan semua rekannya.

"Pertama kali yang aku lakukan adalah. Tidak membiarkan Raja tidur bersama perempuan itu. Aku gunakan hakku sebagai kepala pelayan untuk menegur keras jika mereka melanggar protokoler istana!"

"Tapi yang kau lawan Raja, Madam!" peringat Elna.

"Jangan khawatir, yang aku tekan adalah Raisa, ratu bodoh itu!" sahut Audrey.

Henry mendengar semua umpatan dan rencana busuk untuk istrinya. Sungguh ia menyesal membawa Sonya ke istananya dulu.

"Aku pastikan menghukum pancung siapa saja yang menghina Ratu!" gumamnya dalam hati.

"Yang Mulia tolong jangan lakukan itu," pinta Raisa merasa iba pada semua pelayan yang kini diseret keluar menuju algojo.

Teriakan sebelas pelayan memekakkan telinga. Tak ada satupun yang bisa mencegah hukuman itu bahkan Raisa sendiri.

"Yang Mulia!" Raisa memohon.

"Maaf Yang Mulia Ratu, hukuman yang sudah keluar dari mulut Raja tak boleh ada yang melanggarnya!" sahut Sir Arnold kepala disiplin istana.

Akibat teriakan sepuluh pelayan. Baroness Imelda penasaran dengan apa yang terjadi. Ia melihat para pelayan yang akan diberi hukum pancung.

"Ibu, apa yang terjadi?" tanya putrinya.

"Ibu tidak tau Nak," jawab Imelda berbisik.

"Tapi sepertinya para pelayan itu melakukan pelanggaran berat hingga Raja menghukum pancung mereka,' lanjutnya.

"Apa? Kasihan sekali pelayan-pelayan itu?!' sahut Hilda iba.

"Apa tak ada pembelaan dari sepuluh pelayan malang itu?" lanjutnya.

"Diamlah! Kita dengar apa kata kepala disipliner!" tukas Imelda menyuruh putrinya diam.

"Atas nama Kerajaan Henry. Memutuskan menghukum pancung pada sepuluh pelayan dan satu kepala pelayan karena berani secara terang-terangan menghina Yang Mulia Ratu!"

"Bahkan berani mengatur Yang Mulia Raja!" lanjut Sir Arnold.

"Karena berani menghina dan bersuara keras di depan Yang Mulia Raja maka sebelas pelayan ini akan dihukum pancung sesuai dengan hukum yang berlaku!" pekik Sir Arnold. "Hukuman akan dilakukan tengah malam nanti!"

Sebelas pelayan dibungkus kepalanya dengan kain hitam. Mereka digiring ke penjara bawah tanah.

"Yang Mulia, Baroness Imelda dan putrinya Baroness Hilda dari kerajaan Harly datang!" lapor Viscount Lorry.

"Suruh mereka menunggu di ruang utama!" perintah Henry.

"Baik Yang Mulia!"

Imelda menarik putrinya dan berjalan cepat ke lobi istana. Imelda takut jika jalan-jalan mereka yang terlalu ingin tahu kemewahan istana yang mereka kunjungi.

"Yang Mulia Raja Henry dan Yang Mulia Ratu Raisa tiba!" pekik Kasim.

Semua berlaku siap dan menekuk kaki. Hilda terpesona melihat sang Raja Henry. Namun netranya sinis ketika menatap sosok cantik yang digandeng pria penguasa itu.

'Ck ... siapa perempuan itu!' decaknya dalam hati tak suka.

bersambung.

duh ... kamu spasa?

next?

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

si hilda ini cari mati...dasar jalang....emang pantas tu para pelayan di hukum.pancung.....krn udah di hukum cambuk masih aja ngeyel...

2024-11-23

0

vyk

vyk

banyak juga saingan lu Raisa🧘untung lu udh menang duluan😜

2025-03-04

0

DN

DN

Miss Sonyaa....Thor. bukan Miss Audrey😏

2025-02-04

0

lihat semua
Episodes
1 TERBANGUN
2 PERUBAHAN DRASTIS
3 TENTANG RAISA
4 GEISHA JADI RAISA
5 BABAK BARU GEISHA
6 BABAK BARU GEISHA 2
7 TENTANG SONYA
8 MENUNGGU
9 KEBANGKITAN
10 KEBANGKITAN 2
11 SEBUAH RENCANA
12 RENCANA YANG TERKUAK
13 STAF ISTANA BARU
14 KEHEBATAN SANG RATU
15 MENJADI KAISAR
16 HILDA
17 SEBUAH PERISTIWA
18 KETAHUAN?
19 SEBUAH PERISTIWA
20 KEDATANGAN RAJA-RAJA DUNIA
21 PESTA TUJUH HARI
22 SABOTASE
23 MENYERANG KERAJAAN HARLEY
24 PESTA KEMENANGAN
25 TAWARAN PRINCESS BELLE HARVEY
26 BELAJAR SEJARAH YUK
27 DINGINNYA ISTANA
28 DITEKAN
29 PRINCESS BELLE VS RATU RAISA
30 PRINCESS BELLE
31 RUMOR PANAS
32 KEKEJAMAN PANGERAN LUCYFER
33 KEKEJAMAN PANGERAN LUCYFER 2
34 PERANG
35 PENYERAHAN KEPEMIMPINAN
36 RATU RAISA
37 RATU RAISA 2
38 RATU RAISA 3
39 HAMIL
40 NGIDAM
41 NGIDAM 2
42 HAMIL BESAR
43 MELAHIRKAN
44 SEBUAH PERISTIWA
45 THE HORTON'S QUARTO
46 KESIBUKAN BARU
47 SEBUAH PERISTIWA
48 HUKUMAN
49 KEMBALI SESAAT
50 HUKUMAN UNTUK SANDRA
51 WAKTU TERUS BERPUTAR
52 RUTINITAS
53 TIGA TAHUN KEMUDIAN
54 THE HORTON'S QUARTO IN ACTION
55 BERKUDA
56 MENUMPAS PEMBERONTAK
57 MENUMPAS PEMBERONTAK 2
58 PERLUASAN WILAYAH
59 WAFATNYA AYAHANDA RAJA HORTON
60 WELCOME PRINCESS
61 WAKTU YANG BERLALU
62 PERNIKAHAN SANG PANGLIMA
63 SEBUAH KISAH
64 WAKTU TERUS BERPUTAR
65 SEBUAH CIUMAN
66 PERGANTIAN KAISAR
67 PERNIKAHAN KAISAR GEORGE
68 TIGA HARI SEBELUMNYA
69 1 September 1939
70 KEMBALI
71 SEBUAH FAKTA
72 BERTEMU LAGI
73 CINTA
74 SEBUAH KISAH
75 TERUNGKAP
76 AKHIRNYA
77 DILAMAR
78 HENRY VS CHRIS
79 SUDDENLY MARRIED!
80 VERSUS
81 PERNIKAHAN BESAR
82 EKSTRA PART
Episodes

Updated 82 Episodes

1
TERBANGUN
2
PERUBAHAN DRASTIS
3
TENTANG RAISA
4
GEISHA JADI RAISA
5
BABAK BARU GEISHA
6
BABAK BARU GEISHA 2
7
TENTANG SONYA
8
MENUNGGU
9
KEBANGKITAN
10
KEBANGKITAN 2
11
SEBUAH RENCANA
12
RENCANA YANG TERKUAK
13
STAF ISTANA BARU
14
KEHEBATAN SANG RATU
15
MENJADI KAISAR
16
HILDA
17
SEBUAH PERISTIWA
18
KETAHUAN?
19
SEBUAH PERISTIWA
20
KEDATANGAN RAJA-RAJA DUNIA
21
PESTA TUJUH HARI
22
SABOTASE
23
MENYERANG KERAJAAN HARLEY
24
PESTA KEMENANGAN
25
TAWARAN PRINCESS BELLE HARVEY
26
BELAJAR SEJARAH YUK
27
DINGINNYA ISTANA
28
DITEKAN
29
PRINCESS BELLE VS RATU RAISA
30
PRINCESS BELLE
31
RUMOR PANAS
32
KEKEJAMAN PANGERAN LUCYFER
33
KEKEJAMAN PANGERAN LUCYFER 2
34
PERANG
35
PENYERAHAN KEPEMIMPINAN
36
RATU RAISA
37
RATU RAISA 2
38
RATU RAISA 3
39
HAMIL
40
NGIDAM
41
NGIDAM 2
42
HAMIL BESAR
43
MELAHIRKAN
44
SEBUAH PERISTIWA
45
THE HORTON'S QUARTO
46
KESIBUKAN BARU
47
SEBUAH PERISTIWA
48
HUKUMAN
49
KEMBALI SESAAT
50
HUKUMAN UNTUK SANDRA
51
WAKTU TERUS BERPUTAR
52
RUTINITAS
53
TIGA TAHUN KEMUDIAN
54
THE HORTON'S QUARTO IN ACTION
55
BERKUDA
56
MENUMPAS PEMBERONTAK
57
MENUMPAS PEMBERONTAK 2
58
PERLUASAN WILAYAH
59
WAFATNYA AYAHANDA RAJA HORTON
60
WELCOME PRINCESS
61
WAKTU YANG BERLALU
62
PERNIKAHAN SANG PANGLIMA
63
SEBUAH KISAH
64
WAKTU TERUS BERPUTAR
65
SEBUAH CIUMAN
66
PERGANTIAN KAISAR
67
PERNIKAHAN KAISAR GEORGE
68
TIGA HARI SEBELUMNYA
69
1 September 1939
70
KEMBALI
71
SEBUAH FAKTA
72
BERTEMU LAGI
73
CINTA
74
SEBUAH KISAH
75
TERUNGKAP
76
AKHIRNYA
77
DILAMAR
78
HENRY VS CHRIS
79
SUDDENLY MARRIED!
80
VERSUS
81
PERNIKAHAN BESAR
82
EKSTRA PART

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!