PERUBAHAN DRASTIS

"Apa kau membenciku?" tanya Raisa lagi.

"Yang—yang Mulia!"

Semua menunduk takut. Raisa atau Geisha begitu kesal bukan main. Ia pun berteriak memanggil menteri atau ajudan istana.

"Siapapun ajudan istana, kemari!"

Tak lama pria yang tadi menegur sang ratu datang dengan langkah tergopoh. Biasanya, pria itu abai jika Raisa atau ratunya memanggil, ia hanya menjawab asal jika ditanya oleh Raisa.

"Apa hukuman bagi pelayan yang mengatai Ratunya terlebih bergosip di belakangnya?" tanya Raisa begitu kuat.

Para pelayan langsung menjatuhkan dirinya ke lantai dan bersimpuh. Sedang ajudan istana menelan saliva kasar.

"Cepat katakan!" bentak Raisa.

"Hukumannya ... hukumannya adalah ...."

"Kau tau jika berbohong, ajudan?" sahut Raisa begitu penuh penekanan.

"Aku bisa saja ke departemen istana dan mencari tau sendiri hukuman apa yang bisa kuambil bagi para pelayan yang berani pada Ratu terlebih pada seorang pembohong?" lanjutnya begitu tegas.

"Hukumannya mati Yang Mulia," cicit pria itu.

"Yang kuat bicaramu. Kau tadi bisa bersuara keras ketika menghalangiku menuju dapur," sahut Geisha santai.

"Hukuman mati Yang Mulia!" sahut pria itu jelas.

Semua pelayan menangis. Mereka meminta ampun pada ratunya.

"Yang Mulia ... hiks ... hiks ... ampuni kami Yang Mulia!"

"Cis ... tadi kau begitu sombong mengatakan tak menyukaiku. Kau memilih selir yang tak memiliki kedudukan apapun di istana," ujar Geisha.

Gadis itu menatap kukunya yang runcing. Dalam pikirannya, ia bisa mencakar seseorang dengan kukunya ini.

"Pergi kalian ke halaman istana, berdiri kalian selama aku memberhentikan hukuman ini!" titahnya.

"Yang Mulia, kasihani kami!' pinta semua pelayan bersujud.

"Lakukan atau kepala kalian lepas dari tubuh!" ancam Geisha membentak.

Semua bangkit dan berjalan dengan terisak. Dua puluh pelayan menuju taman depan dapur yang luas. Cuaca lumayan dingin karena masuk musim dingin.

"Jangan ada yang duduk!" teriak Geisha memperingati.

Tak ada yang berani bergerak. Mereka semua berdiri dan memeluk tubuh diri sendiri karena cuaca yang memang dingin. Ajudan istana ingin pergi meninggalkan dapur.

"Eh ... kau mau kemana?" tanya Geisha.

"Saya ... saya ...."

"Ikut berdiri di sana!" tunjuk Geisha pada ajudan itu.

Pria itu menelan saliva kasar, dengan langkah gontai ia berjalan dan berdiri di sana selama ratunya belum memerintahkan untuk berhenti.

Geisha menatap dapur. Jaman yang sangat bertolak belakang dengan jaman yang pernah ia hidup. Semua serba listrik dan bahkan tinggal pesan saja jika menginginkan sesuatu.

"Tungku kayu bakar dan kuali tanah liat," keluhnya.

Gadis itu memeriksa apa yang tadi sempat di masak oleh beberapa pelayan. Ia pun mencicipinya.

"Lumayan, hanya tinggal menambah beberapa bumbu," ujarnya.

Geisha memang bisa memasak ketika ada di jamannya. Walau ia terlahir dari keluarga kaya raya. Ayahnya seorang pengusaha ternama dan ibunya seorang dokter.

Geisha sangat mandiri akibat didikan sang ayah, ia juga dilatih bela diri dan banyak keahlian lainnya.

Sedang sang ibu melatihnya memasak dan juga akupuntur. Geisha sangat cerdas bahkan cenderung genius.

Memiliki banyak sahabat karena ia adalah sosok yang ramah dan mau berteman dengan siapa saja. Gadis itu juga memiliki kekasih yang sangat tampan.

Dua jam berlalu, masakan sudah selesai. Bau harum tercium hingga membuat perut siapapun berbunyi termasuk para pengawal dan pelayan yang dihukum tadi.

Geisha mengambil piring dan mengambil makanan, setelah itu ia duduk dan memakannya dengan lahap.

Usai makan, gadis itu membersihkan alat makannya. Kebiasaannya setelah menyantap makanan jika lewat jam makan.

Sang ibu mengajarinya untuk tidak bergantung pada pembantu rumah tangga. Kecuali ketika makan bersama, barulah para maid yang membereskannya.

Gadis itu keluar dari dapur. Ia nyaris melupakan semua pelayan dan salah satu ajudan istana dihukum di taman belakang, jika salah satu pelayan tidak jatuh pingsan.

"Eh?" ia kaget sendiri.

Tak ada yang berani bergerak. Semuanya menggigil kedinginan. Geisha tersadar, ia pun bergegas ke arah para pelayan yang dihukum.

"Semuanya, ayo bantu aku mengangkatnya!" titahnya..

Akhirnya semua bergerak, membantu rekan mereka.. Geisha mengikuti mereka ke kamar para pelayan.

Pelayan yang tak sadarkan diri itu diletakkan di ranjangnya. Geisha langsung memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan gadis berpakaian pelayan itu.

"Hmmm ... salah satu dari kalian, cepat buatkan air manis!" titahnya.

"A-air manis?"

"Air gula!" sentak Geisha. "Bodoh!"

Tak mau dimarahi. Salah satunya berlari dan mengerjakan apa yang diperintahkan oleh ratunya. Lima menit air manis itu tersedia.

"Minumkan dia perlahan dengan air itu!" titah Geisha lagi.

Salah satu pelayan langsung mengerjakan perintah ratunya. Perlahan, pelayan itu bergerak dan langsung dibantu oleh rekannya. Air manis itu habis.

Tabib istana datang hendak memeriksa. Geisha sedikit heran, kenapa begitu cepat tabib datang hanya memeriksa seorang pelayan.

"Siapa yang menyuruhmu ke sini?" tanyanya.

"Saya ... datang atas perintah dari Yang Mulia Raja!" jawab tabib istana dengan menunduk takut.

Pria paru baya ini terkejut dengan perubahan sang ratu. Geisha baru tau jika kelakuannya menghukum para pelayan sampai di bagian istana paling depan.

"Pasti heboh dan tak seusai fakta," gumamnya sangat jelas terdengar.

"Aku ingin tau, berita apa yang tersebar di istana karena kejadian ini!" ujarnya dengan tatapan tajam.

Geisha, melangkah keluar dari kamar pelayan. Semua menyingkir dan membungkuk hormat. Semua takut dengan ratu mereka yang baru.

Geisha menarik pedang salah satu penjaga istana. Ia bersumpah akan memancung siapa saja yang menggosipinya.

Berita tentang Ratu yang menarik pedang sampai ke telinga Raja.

Raja Henry begitu terkejut mendengar hal itu. Setelah sang ratu menghukum semua pelayan yang tak memiliki salah. Kini ia mendapati ratunya berjalan memegang pedang dan siap memenggal siapa saja yang melawannya. Pria itu berdiri dan mencari tau kebenarannya.

"Yang Mulia!" panggil Marques Albert panglima yang menjadi ajudan pribadinya.

Raja Henry tak menggubris pria yang mengabdi bersamanya ketika masih menjadi seorang pangeran.

Pria itu terus berjalan, ia begitu terkejut mendapati ratunya menendang keras salah satu pengawal yang mencoba menghentikannya.

"Apa kau ingin kupenggal!" teriak Geisha marah.

Wanita itu mengacungkan pedang ke muka sang pengawal yang ketakutan. Henry seperti berlari menuju istri yang tak pernah ia temui itu.

"Ratu apa yang kau lakukan?"

Sebuah suara membuat Geisha menoleh. Sungguh pahatan sempurna tersuguh di depan mata gadis itu.

Raja Henry sangat tampan, hidung mancung, mata gelap dan tajam, bibir tipis kemerahan, rahang yang keras dan tegas. Sungguh Tuhan tengah berbahagia ketika menciptakan sosok yang berdiri menjulang.

Albert hendak menarik pedang yang dipegang Geisha. Tetapi dengan gerakan kilat, pedang itu mengarah wajah Albert.

"Berani kau menurunkan pedang yang diusung ratu, maka kepalamu yang menggantikan semua kepala yang merendahkan Ratu!" tekan Geisha dengan suara mendesis.

Semua bungkam, Raja Henry begitu terkejut melihat perubahan total dari sang ratu.

'Apa yang terjadi pada gadis ini? Apa dia sudah merasa tak sanggup lagi ditekan oleh para pelayan yang merundungnya?' gumam sang raja.

bersambung.

next?

Terpopuler

Comments

fitriani

fitriani

ternyata raja taw ratu dirundung para pelayan tapi raja diam aja??? bnr2 tololl itu raja😏😏😏😏

2025-03-20

0

Yuli Yanti

Yuli Yanti

suka thor sma cerita nya

2025-03-22

0

Siti solikah

Siti solikah

bagus

2025-03-18

0

lihat semua
Episodes
1 TERBANGUN
2 PERUBAHAN DRASTIS
3 TENTANG RAISA
4 GEISHA JADI RAISA
5 BABAK BARU GEISHA
6 BABAK BARU GEISHA 2
7 TENTANG SONYA
8 MENUNGGU
9 KEBANGKITAN
10 KEBANGKITAN 2
11 SEBUAH RENCANA
12 RENCANA YANG TERKUAK
13 STAF ISTANA BARU
14 KEHEBATAN SANG RATU
15 MENJADI KAISAR
16 HILDA
17 SEBUAH PERISTIWA
18 KETAHUAN?
19 SEBUAH PERISTIWA
20 KEDATANGAN RAJA-RAJA DUNIA
21 PESTA TUJUH HARI
22 SABOTASE
23 MENYERANG KERAJAAN HARLEY
24 PESTA KEMENANGAN
25 TAWARAN PRINCESS BELLE HARVEY
26 BELAJAR SEJARAH YUK
27 DINGINNYA ISTANA
28 DITEKAN
29 PRINCESS BELLE VS RATU RAISA
30 PRINCESS BELLE
31 RUMOR PANAS
32 KEKEJAMAN PANGERAN LUCYFER
33 KEKEJAMAN PANGERAN LUCYFER 2
34 PERANG
35 PENYERAHAN KEPEMIMPINAN
36 RATU RAISA
37 RATU RAISA 2
38 RATU RAISA 3
39 HAMIL
40 NGIDAM
41 NGIDAM 2
42 HAMIL BESAR
43 MELAHIRKAN
44 SEBUAH PERISTIWA
45 THE HORTON'S QUARTO
46 KESIBUKAN BARU
47 SEBUAH PERISTIWA
48 HUKUMAN
49 KEMBALI SESAAT
50 HUKUMAN UNTUK SANDRA
51 WAKTU TERUS BERPUTAR
52 RUTINITAS
53 TIGA TAHUN KEMUDIAN
54 THE HORTON'S QUARTO IN ACTION
55 BERKUDA
56 MENUMPAS PEMBERONTAK
57 MENUMPAS PEMBERONTAK 2
58 PERLUASAN WILAYAH
59 WAFATNYA AYAHANDA RAJA HORTON
60 WELCOME PRINCESS
61 WAKTU YANG BERLALU
62 PERNIKAHAN SANG PANGLIMA
63 SEBUAH KISAH
64 WAKTU TERUS BERPUTAR
65 SEBUAH CIUMAN
66 PERGANTIAN KAISAR
67 PERNIKAHAN KAISAR GEORGE
68 TIGA HARI SEBELUMNYA
69 1 September 1939
70 KEMBALI
71 SEBUAH FAKTA
72 BERTEMU LAGI
73 CINTA
74 SEBUAH KISAH
75 TERUNGKAP
76 AKHIRNYA
77 DILAMAR
78 HENRY VS CHRIS
79 SUDDENLY MARRIED!
80 VERSUS
81 PERNIKAHAN BESAR
82 EKSTRA PART
Episodes

Updated 82 Episodes

1
TERBANGUN
2
PERUBAHAN DRASTIS
3
TENTANG RAISA
4
GEISHA JADI RAISA
5
BABAK BARU GEISHA
6
BABAK BARU GEISHA 2
7
TENTANG SONYA
8
MENUNGGU
9
KEBANGKITAN
10
KEBANGKITAN 2
11
SEBUAH RENCANA
12
RENCANA YANG TERKUAK
13
STAF ISTANA BARU
14
KEHEBATAN SANG RATU
15
MENJADI KAISAR
16
HILDA
17
SEBUAH PERISTIWA
18
KETAHUAN?
19
SEBUAH PERISTIWA
20
KEDATANGAN RAJA-RAJA DUNIA
21
PESTA TUJUH HARI
22
SABOTASE
23
MENYERANG KERAJAAN HARLEY
24
PESTA KEMENANGAN
25
TAWARAN PRINCESS BELLE HARVEY
26
BELAJAR SEJARAH YUK
27
DINGINNYA ISTANA
28
DITEKAN
29
PRINCESS BELLE VS RATU RAISA
30
PRINCESS BELLE
31
RUMOR PANAS
32
KEKEJAMAN PANGERAN LUCYFER
33
KEKEJAMAN PANGERAN LUCYFER 2
34
PERANG
35
PENYERAHAN KEPEMIMPINAN
36
RATU RAISA
37
RATU RAISA 2
38
RATU RAISA 3
39
HAMIL
40
NGIDAM
41
NGIDAM 2
42
HAMIL BESAR
43
MELAHIRKAN
44
SEBUAH PERISTIWA
45
THE HORTON'S QUARTO
46
KESIBUKAN BARU
47
SEBUAH PERISTIWA
48
HUKUMAN
49
KEMBALI SESAAT
50
HUKUMAN UNTUK SANDRA
51
WAKTU TERUS BERPUTAR
52
RUTINITAS
53
TIGA TAHUN KEMUDIAN
54
THE HORTON'S QUARTO IN ACTION
55
BERKUDA
56
MENUMPAS PEMBERONTAK
57
MENUMPAS PEMBERONTAK 2
58
PERLUASAN WILAYAH
59
WAFATNYA AYAHANDA RAJA HORTON
60
WELCOME PRINCESS
61
WAKTU YANG BERLALU
62
PERNIKAHAN SANG PANGLIMA
63
SEBUAH KISAH
64
WAKTU TERUS BERPUTAR
65
SEBUAH CIUMAN
66
PERGANTIAN KAISAR
67
PERNIKAHAN KAISAR GEORGE
68
TIGA HARI SEBELUMNYA
69
1 September 1939
70
KEMBALI
71
SEBUAH FAKTA
72
BERTEMU LAGI
73
CINTA
74
SEBUAH KISAH
75
TERUNGKAP
76
AKHIRNYA
77
DILAMAR
78
HENRY VS CHRIS
79
SUDDENLY MARRIED!
80
VERSUS
81
PERNIKAHAN BESAR
82
EKSTRA PART

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!