42

“duduk na”. Dia tersenyum hangat kepada ku, tetapi bagi ku itu senyuman panas, panas karena aku tidak menginginkan senyum nya.

Ragu-ragu ku duduk di samping nya.

“aku mau minta maaf ke kamu”. Deniel menggenggam tangan ku.

“aku udah lama maafin kamu”. Jawab ku sambil melepas genggaman tangan nya.

“na...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!