03

“heii...” seseorang memanggil, tapi siapa dia?. Aku tidak mengenal nya, aku melihat ke kiri dan kanan karena mungkin saja dia memanggil orang lain.

Perempuan itu bangun dari tempat duduk nya menghampiri ku.perempuan yang cantik dengan rambut ikal nya yang sama seperti ku.

“ayo duduk dengan ku”. perempuan itu menarik tangan ku,seperti nya dia orang yang mudah bergaul.aku mengikuti nya dengan tangan yang di tarik oleh nya,,.

“mata ku minus, aku ga bisa duduk di belakang, jauh sekali dari papan tulis.mau kan duduk dengan ku di depan?”. Dia bertanya, aku tau pertanyaan nya itu hanya untuk memastikan kenyamanan ku.. namun jujur saja aku juga tidak ingin duduk di belakang,,aku sudah terbiasa duduk di kursi paling depan.

“ dimana aja aku bisa”. Jawaban ini juga aku menjawab agar dia juga merasa nyaman, agar dia tidak merasa aku terpaksa duduk bersamanya,,, padahal memang aku tidak terpaksa, aku malah senang duduk di depan.

Beberapa saat kemudian, setelah aku meletak kan tas di dalam laci meja belajar dan meletak kan buku di atas meja,, seorang guru masuk,,dari yang aku lihat seperti nya dia wali kelas ku,, dia membawa buku yang seperti nya itu adalah buku absen.

“ pagi anak anak,, gimana hari ini,, kalian senang?,,sekolah baru, kelas baru, teman baru.. semoga kalian betah yaaa di sekolah ini”.

“senang buuuu”. Kami menjawab dengan serentak.

“baiklah, kata orang tak kenal maka tak sayang, jadi alangkah baik nya mari kita berkenalan dulu,, nama ibu mita susianti, ibu sudah menikah dan mempunyai 1 anak perempuan.. bagaimana ada yang ingin kalian tanyakan?”.

“ibu wali kelas kami?”. Tanya seseorang,, aku tidak mengenal nya karena aku siswa baru disini, kami semua belum sempat berkenalan.

“terserah kalian sihh kalau kalian mau”. Bu mita tersenyum,,kemudian berjalan mendekati meja dan duduk dikursi guru.

“mau buuu”. Jawab kami semua.

“baik lah ibu sekarang akan mengabsen kalian,agar ibu tau nama kalian juga untuk memastikan kalian tidak salah masuk kelas”.

Sembari guru mengabsen nama nama siswa siswi di kelas ini,,aku dan perempuan yang duduk di samping ku hanya diam saja. Aku tidak memulai pembicaraan karena memang aku tidak pandai dalam memulai nya.terlebih aku tidak tau apa yang harus aku tanyakan pada nya, tidak terpikir sedikit pun oleh ku untuk menanyakan alamat nya atau pertanyaan pertanyaan lain nya yg bisa membuat kami saling berkomunikasi. aku hanya menunggu dia berbicara padaku.

“RASYA ZAKIA!”

“hadir bu” jawab perempuaan yang berada di sebelah ku.

“ooo,, jadi nama mu rasya zakia?”.tanya ku untuk memastikan.

“iyaa, panggil aja aku aca, teman teman ku juga biasa nya manggil aku aca kok”. Aku mengangguk.

“kamu gimana? , siapa nama mu, kayak nya kita tadi terlalu terburu buru,untuk kenalan aja kita ga sempat”. Aca tertawa, aku tidak tau kenapa dia tertawa.kayak nya memang ada yang lucu.

“nama ku Yuna anjeli, orang orang biasa manggil nama depan ku,, YUNA”.

Baru saja aku mengenal kan nama ku pada aca, bu guru sudah mengabsen nama ku,,seperti nya memang hari ini hari yang aneh. Kenapa tidak dari tadi saja kami berkenalan,malah saat di absen.

“nama kamu cantik”. Aca memuji ku, aku malu,,, sangat malu.

“aahhhh,,, makasih aca, nama kamu juga cantik”. Kami berdua tersenyum malu karena pujian yang saling berbalas balas.

“kalau yg cowok itu gimana?, kamu kenal dia?”. Aku menunjuk ke arah lelaki yang tadi menabrak ku saat aku berdiri di pintu kelas.

“oohh dia, dia teman ku, nama nya Alfathan”. aku mengangguk angguk sambil memperhatikan lelaki tersebut.entah kenapa aku sedikit tertarik kepada nya.

Padahal baru saja guru mengabsen nama nya,, namun aku tidak memperhatikan nya.

“kenapa nanyain dia?. Kamu suka dia yaaaa?”. Tanya aca sambil tersenyum.seperti nya dia mengejek ku.apakah sangat terlihat jelas aku menyukai nya?. Entah lah aku tak tahu. Namun aku harus menyangkal nya agar aku tidak bertambah malu.

“tidakk!,, tapi memang dia tipe ku”.

Aku menganggap, jika memang dia tipe ku bukan berarti aku menyukai nya kan?.aku harap aca mengerti.

“ ga masalah kalau hanya mengagumi,, kita manusia yang punya perasaan”.

Benar kan?, aca benar,, semua manusia mempunyai perasaan, memang apa salah nya jika menyukai nya,, perasaan kita juga tidak bisa kita kendalikan, rasa suka dan cinta adalah anugrah dari Tuhan.

“dia punya pacar?”. Entah mengapa aku menanyakan itu kepada aca,,padahal itu jelas jelas malah menunjuk kan dengan jelas bahwa aku menyukai fathan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!