“emmm,, na, aku boleh ga pegang tangan kamu?”. Kenza menggerakkan tangan nya,dengan cepat ku pindah kan tangan ku.
“ehh... maaf ya ken, aku ga terbiasa di pegang sama cowo”.
Pernyataan ini bukan alasan semata, ini memang benar ada nya. seseorang yang berpacaran dengan ku saja tidak pernah menyentuh ku.
“emmm,, yaudah. Aku juga minta maaf yaa”.
Aku mengangguk. Aku menggeser sedikit duduk ku agar berjarak dengan nya.
selama setengah jam kami duduk di sini. Kami hanya diam saja. Aku dan kenza telah membuat suasana menjadi canggung. Rosa dan yang lain pun tidak ada yang berbicara.
Se kembali nya kami ke kelas aku melihat gambar yang dikirim ayra melalui WhatsApp, foto ku bersama fathan.
Foto yang begitu romantis seakan ini adalah foto yang di sengaja padahal kenyataan nya kami berdua tak pernah tau kapan foto ini diambil.
hanya foto ini satu satu nya yg bisa ku jadi kan kenangan, yang tak bisa ku lupakan.
setelah di pikir pikir kami tak pernah foto bersama,, ini adalah foto pertama kami berdua foto yang tidak di ketahui oleh fathan. Foto ini hanya foto iseng yang di ambil oleh ayra, sungguh aku berterima kasih kepada nya dia yang paling mengerti aku.
...****************...
Seminggu telah berlalu penilaian kelas telah di lakukan tapi sayang nya kelas kami mendapat peringkat ke 3 dari belakang. Sudah kami usaha kan semaksimal mungkin tetapi ternyata hanya penampilan dari kelas kami yang sangat sederhana.
Malam ini aku memilih mengutarakan perasaan ku pada fathan. Sudah hampir setahun lama nya aku memendam, entah keberanian dari mana hinggap pada ku malam ini dan entah keyakinan dari mana yang meyakinkan ku kalau dia juga menyukai ku tapi yang pasti hal yang paling utama adalah dukungan dari teman teman ku mungkin hal itu juga yang membuat ku ku sedikit percaya diri.
“hallo an?”.
“iya hallo na, kamu lagi di mana?”. Tanya nya di seberang sana.
“ini aku lagi di rumah”.
Begitu selanjut nya kami Berbasa basi. Seperti biasa dia selalu membicarakan hal random yang membuat ku tertawa.
“aku sayang kamu an”. Kata ku serius.
Dia berhenti tertawa. Cukup lama dia mendiamkan ku sebelum akhir nya dia mengatakan
“sayangi dirimu dulu sebelum aku”. Perkataan nya tidak jelas, dia selalu saja tidak pernah mengatakan maksud dari perkataan nya.
“terus kalo aku udah menyayangi diri ku sendiri, apa aku boleh menyayangi kamu juga?”.
“ga, tetap sayangi diri mu. Kita hanya perlu menjadi teman”.
Aku tidak menyangka jawaban dari nya seperti ini. Seperti nya ini adalah penolakan secara halus dari nya.
“mengira kamu suka aku adalah salah paham yg terus aku benar kan”. dia objek nyata tapi terasa fatamorgana
“maafin aku”.
“ga usah minta maaf, aku yang salah. Perasaan ku yang salah. Maaf aku lebih memilih pergi, karena sebuah kata yang ku tunggu juga tak kan datang, Aku hanya akan menyakiti diri jika terus di sini sedangkan kamu begini. Terima kasih untuk semuanya an ”.
Aku mematikan sambungan telepon nya secara sepihak tanpa berpamitan pada nya.
Ternyata ini akhir dari perkenalan kami.aku tidak percaya kami berakhir sebelum kami sempat berpelukan, sebelum kami sempat berfoto bersama, sebelum kami sempat memakan makanan kesukaan kami yang sering kami bahas .
Aku sempat berharap takdir kami membahagiakan tapi ternyata ini semua begitu menyakitkan, sekarang dan seterus nya aku hanya bisa menganggap bahwa kami hanya pernah bertemu tanpa hubungan apapun.
Sekarang takdir mana lagi yang kuharap akan indah jika tak bersama nya?.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments