19

Keesokan hari nya.

“na, ayah mu marah ya?”. Tanya fathan.

“ehhh, engga kok, ayah ku emang gitu kalo sama orang yang ga di kenal. Maaf nya kalo udah buat kamu ga nyaman”.

“engga, aku takut nya kamu di marahin”.

Ke khawatiran nya sungguh nyata dan terlihat sangat tulus.

“gapapa , aku juga udah izin sama bundaa”.

“ooo bagus deh kalo gitu”. Dia beranjak pergi meninggalkan ku.

Ingin ku berbalik arah mesuk ke kelas, dari jauh aku melihat ayra melambaikan tangan nya pada ku.

“siniiii”. Aku mengatakan nya pelan sambil menggerakkan tangan ku untuk memberi isyarat pada nya.

ayra berlari menghampiri ku.

“kok tumben dateng cepat banget, biasa nya dateng cepat karena di antar bunda mu”.

“hahaha,,,, biasalah... tadi aku di bangunin cepat sama bunda karena bunda nyuruh antar el ke sekolah nya”. ayra mengangguk tanda mengerti..

“ehhh mau liat sesuatu ga?”. Tanya ayra dengan nada yang membuat ku penasaran. Apa yang ingin ia perlihatkan kan kepada ku.

“ apa?”. Tanya ku. Dia hanya membuat ekspresi wajah yang membuat ku kesal.

“kalo gaada niat mau ngasih liat lain kali jangan di bilang yaa”. Lanjut ku bercanda dengan wajah sok imut.

“kasih liat ga ya....”. ayra membuat ku tambah kesal, yang begini lah yang sangat tidak aku suka. Aku tidak suka di buat penasaran.

“ yaudah kalo ga mau ngasih tau, aku pergi yaa”. Ancam ku.

bukan nya menghentikan ku ayra malah semakin menampakkan wajah menjengkelkan nya. karena itu, aku pergi menghampiri aca yang sedang berbincang dengan rosa.

“kenapa na?. Kok cemberut?”. Tanya aca

“itu tuh ayy pagi pagi udah buat orang penasaran aja”. Adu ku manja.

“ayy... yuna ngambek nih”. Teriak rosa. Ayra tertawa terbahak bahak. Dia suka sekali membuat ku kesal dengan tingkah nya itu.

“ntar ya, aku kirim ke wa”. Mendengar perkataan ayra senyum ku yang tadi nya bersembunyi akhir nya keluar tanpa di perintah.

“maaciwww”. Aku berlari kearah nya ayra dan memeluk nya.

lihat lah indah nya persahabatan kami. Sangat hangat, kami berempat layak nya saudara sekandung yang sangat harmonis. Aku yakin jika aku menjelaskan lebih detail tentang persahabatan kami semua orang akan cemburu.

“tapi ada syarat nya”.

“apa?”. Tanya ku cepat karena sungguh tidak sabar ku untuk mengetahui apa yang ingin di perlihatkan oleh nya.

“ayo ke kantin ibuk, ayymau ngebucin.. ayo ca ke tempat ibuk. Apel kita hari ini”.

jika sudah begini aku dan rosa adalah obat nyamuk nya. Tapi tidak apa apa nama nya juga sahabatan, mereka senang maka kami pun juga akan ikut senang.

Sampai di kantin ayra dan aca mengambil posisi nya masing masing, hanya aku dan rosa yang tidak memiliki posisi, kami memilih duduk berdua saja.

“ehh na,, udah lama?”. Kenza yang baru datang memilih duduk di samping ku dan beberapa teman nya yang lain duduk berhadapan dengan kami.

“baru aja kok”. Jawab ku santai.

“ emmmm...” kenza terlihat seperti orang yang sedang gelisah.

“emmm naa,, kamu tau kan aku pernah bilang kalo aku lagi suka sama seseorang?”. Aku melihat tangan nya yang bergetar saat ia berbicara dengan ku.

“iya, emang kenapa ken?”. Tanya ku penasaran. Apa maksud dia mengatakan itu kepada ku.

“ hahaa... gapapa kok”. Kenza tertawa kecut.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!