12

“ini beneran buat aku ga ya?”.

“kayaknya iya sihh, tapi tadi siap naro itu dia ga bilang apa apa,, kalau kamu ragu jangan di makan dulu, tunggu aja dia datang”.

Seperti nyaa memang lebih baik aku menunggu nya datang saja. Aku ragu harus memakan nya atau tidak, karena bisa saja dia hanya meminjam meja ku untuk meletak kan makanan nya bukan berniat untuk memberikan nya kepada ku.

Tetapi jika ini memang untuk ku, aku sangat terharu. Pasal nya belum pernah ada laki laki yang memberi ku makan seperti ini.

Dari yang aku lihat fathan berbeda dari laki laki lain,,dia berhasil membuat ku jatuh cinta kepada nya hanya dalam beberapa saat saja,,dia selalu perhatian kepada ku,, dia adalah tipe laki laki yang lebih baik mengerja kan daripada hanya berkata kata,, dia selalu memberi kan sesuatu kepada ku tanpa berjanji..karna memang pernyataan cinta tidak penting jika tidak ada nya perbuatan yang menunjuk kan bahwa kita mencintai nya.

Beberapa saat kemudian fathan kembali masuk ke kelas menghampiri ku.

“tadi kemana?”.

“ituu tadii aku ke kantin bentar jumpain ayra”. Lihat lah aku berbohong lagi. Dosa ku sudah sangat banyak hari ini.

“oo,, itu tadi aku beliin kamu makan,karna kamu bilang lagi males jalan”. Aku melihat ekspresi wajah fathan agak berbeda,, aku merasa dia kecewa dengan ku.

Mungkin saja karna tadi aku menolak ajakan nya dan setelah dia pergi aku malah juga ikut pergi ke kantin tanpa nya. Tetapi itu semua bukan kehendak ku, aku tidak menyangka hari ini aku berjumpa dengan deniel. Aku juga tidak bisa menolak ajakan deniel yang ada nanti dia malah marah kepada ku. Aku berada di posisi serba salah.

“makasih yaa”. Fathan tidak mengangguk ataupun tersenyum, dia langsung pergi begitu saja. Aku merasa bersalah pada nya

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Besok ujian semester ganjil akan segera di mulai. hari ini aku berada di kantin ibu bersama ayra, via, rosa, aca, denis, rezky, dan kenza. Namun hari ini berbeda karena denis menyiapkan sedikit kejutan untuk aca. Selama beberapa bulan belakangan ini denis dan aca sudah sangat dekat, dan hari ini denis meminta bantuan kami agar pernyataan cinta nya di terima oleh aca.

“ Via gimana sama kenza, aman?”. Aca bertanya.

“kami sekarang berteman, kami putus secara baik baik. Kami merasa kurang cocok kami lebih cocok berteman saja”. Via menanggapi pertanyaan aca.

“kami masing masing juga memiliki seseorang yang kami suka kok”. Lanjut nya.

“kebiasaan nihh, kalau ada apa apa ga pernah cerita”. Aku berkata demikian karena memang benar ada nya, padahal kami memiliki obrolan grup bersama di whatsapp tetapi via tidak pernah mengatakan apa apa.

“ya biasalah”. Via tertawa.

“na...” denis mengkode kan mata nya kepada ku. Seperti yang kami rencanakan tadi, aku akan mendudukkan aca bersebelahan dengan denis agar denis lebih mudah berbicara berdua dengan aca.

“ca,. Disini agak sempit, kamu duduk di samping denis aja gimana?”

“masa sih?”. Tanya aca, dia tampak curiga kepada ku.

“itu di samping denis kan kosong. biar kita duduk nya agak leluasa aja sih”. Aku menyangkal kecurigaan aca kepada ku.

“yaudah deh”. Aca bangun dan pindah ke samping denis. Sekarang giliran denis melancarkan aksi nya,, memberi kan kejutan pernyataan cinta kepada aca.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sekarang sudah sore, fathan baru saja mengirim kan pesan kepada ku. Aku sekarang sedang bersiap siap karena dia mengajak ku bertemu. Sebentar lagi kami akan bertemu di sebuah taman di kota ku. Sesudah ayra menjemput ku aku langsung berpamitan kepada bunda ku.

setalah kami sampai di taman, ayra memarkir kan motor nya di parkiran yang sudah di sedia kan. Aku melihat ke sekitar, seperti nya tidak ada tanda tanda kedatangan fathan di sini.

“dia belum datang?”. Tanya ayra yang baru saja selesai memarkir kan motor nya.

“belum deh kayak nya”.

"Kenapa ga coba chat aja?”.

“ga mau aku takut di kira terlalu memaksa dia untuk cepat cepat bertemu dengan ku. Kita tunggu aja bentar ya”.

Kemudian kami duduk di sebuah kursi yang ada di taman tersebut di bawah sebuah pohon yang sedang berbunga indah, bunga nya wangi. Aku tidak tau ini bunga apa, tapi bunga ini sangat indah dan berbau harum.

Sudah satu jam kami menunggu, masih belum ada tanda tanda kedatangan fathan di sini, aku berulang kali mengecek handphone ku berharap ada notifikasi kepastian dari nya.

“kayak nya dia ga bisa datang”.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!