Fathan Memberi kan cat dinding kepada arhan, dan memberi kan cat untuk meja kepada ku.
“arhan, kamu cat dinding, biar aku sama yuna yang cat meja”. Arhan mengangguk, lalu membawa masuk beberapa cat kedalam kelas.
“ aku bantuin apa?”. Tanya ku, pasal nya dia hanya memberi kan cat kepada ku tanpa mengatakan apapun
“bantuin pegang cat aja. Nanti kalau yg di sini udah habis, di tuangi lagi”. Dia menunjuk sebuah wadah yang di khusus kan untuk mengisi cat.
“aku bantuin cat yaa”. Pinta ku.
“jangan!, kamu liat aja”. Entah apa alasan ia tidak mengizinkan ku, padahal aku ingin sekali mencoba.
Sekarang aku hanya berpasrah berdiri di samping nya yang duduk berjongkok karna lebih memilih mengecat bagian bawah meja terlebih dahulu.
Aku berdiri cukup lama, aku lelah. Tapi Hanya dengan cara ini aku bisa dekat dengan nya. aku bisa apa?. Lelah pun akan ku tanggung asal dekat dengan nya. Tetapi jika di lihat lihat kami tampak seperti sepasang suami istri yang sedang memperbaiki perabotan rumah tangga. Ahhh... membayangkan dia menjadi suami ku saja aku sangat senang.
Sungguh tidak ada yang lebih indah daripada dia menjadi milik ku. Ingin ku sedikit egois untuk memiliki nya selama sisa hidup ini tetapi itu sungguh tidak masuk akal. Aku sendiri tidak tau bagaimana ke depan nya. Entah aku bisa menggenggam nya atau entah aku kehilangan setelah menggenggam nya atau yang lebih parah lagi aku kehilangan bahkan sebelum sempat menggenggam.
Jika itu benar benar terjadi, bukan kah sangat menyedihkan nya hidup ku?. Padahal sekarang kami sudah sedekat desember ke januari.
“cape ya?,,, duduk aja dulu”.
“gapapa kok, lanjut aja”. Bodoh nya aku jika sudah berurusan dengan nya.
Setelah semua selesai kami berdua masuk ke kelas.
“fathan bantuin bersihin itu dong”. Pinta arhan.
Aku sangat terkejut melihat kelantai, sangat banyak cat yang tumpah ke lantai.
“kok bisa gini sih?. Nanti kalau cat nya ga cukup gimana?”. Kata ku setengah berteriak.
“tadi aku ga sengaja jatuhin ember cat nya. tapi gapapa itu masih bisa diambil kok cat nya, aku Cuma butuh bantuan kalian buat ngambil lagi cat yang tumpah itu”. Jelas arhan.
“ya Tuhan!!”. Aku benar benar frustasi, ingin ku marah tetapi ada fathan disini apa kata nya jika dia melihat ku marah marah. Aku harus memberi kan kesan yang bagus dan elegan saat bersama nya.
“yaudah gapapa, kamu lanjut ngecat aja biar aku sama yuna yang beresin ini”. Jika fathan sudah berbicara begitu , aku pun tidak akan menolak membantu nya.
'Sebut lah aku, repot kan aku, kau tak perlu sungkan. Semua hal yang membebani mu harus ada aku di situ'. Begitu lah yang ingin ku sampai kan pada nya namun tak pernah ku ungkap kan melalui kata kata hanya melalui perbuatan dengan mengiyakan semua perkataan nya.
Fathan memungut cat nya sedikit demi sedikit menggunakan kuas cat dan ember yang sebelum nya juga menjadi tempat cat.
sedangkan aku?, aku memilih mengambil penyapu dan pengki atau serokan karena menurut ku lebih mudah menggunakan nya. Begitu aku mulai menyapu cat nya kedalam serokan, fathan mengambil penyapu nya.
“biar aku aja,kamu pegang serokan nya”. Aku mengangguk, entah kenapa aku selalu mengiyakan perkataan nya yang jelas saat bersama nya otak ku tidak berfungsi untuk memandu anggota tubuh ku. Hati ku yang lebih dominan berfungsi saat bersama nya, jika hati ku menginginkan nya maka otak ku akan menuruti nya. Begitu lah kira kira.
“cieee,,, sweat banget sihh”. Aku melihat kearah sumber suara, entah sejak kapan ayra berada di situ.
“bantuin dong”. Kata ku iseng yang sebenar nya juga tidak rela jika ada orang lain diantara kami saat ini.
“aku bantuin liat aja”. Jawab ayra.
“bagus dong, diri aja di situ jadi nyamuk”. Kata fathan. Ayra menampakkan wajah tidak suka nya terhadap perkataan fathan.
“ sabar ya ayy”. Ejek ku. Kami memang sering bercanda seperti ini, ini sama sekali bukan masalah bagi kami.
...****************...
Aku banyak membantu nya hari ini, aku membantu nya memegang tangga agar ia tidak terjatuh, aku stanby di dekat nya untuk mengiyakan perkataan dan perintah nya.
jika mendengar nasehat dari teman ku di rumah, aku sudah di cap orang paling bodoh, namun mau bagaimana lagi?, aku menyukai nya. yang tidak mengalami memang tidak mengerti dan yang tidak merasakan tidak akan pernah paham.
Menurut ku semua manusia akan bodoh pada tempat nya. Semua manusia akan bucin pada masa nya. Begitu lah, tidak ada yang salah, kita hanya belum mengalami apa yang orang lain alami. Maka, lebih baik memberi nasehat saja dari pada terang terangan menentang karena tidak semua yang kita pandang buruk juga ikut buruk dimata orang lain dan tidak semua yang kita anggap baik akan di anggap baik oleh orang lain. Kita manusia hidup dengan porsi kita masing- masing. Ada yang setuju dengan pendapat ku?.
Hari ini aku benar benar bahagia. Kami tidak berjarak hari ini juga tidak ada gangguan yang mengganggu kedekatan kami. Ada kah alat yang bisa di gunakan untuk mengukur kebahagiaan?. Jika ada aku ingin, aku ingin melihat seberapa banyak bahagia ku hari ini.
Namun, kata orang bahagia yang besar hari ini bisa saja berganti dengan kesedihan yang sangat mendalam esok hari, aku takut. Ingin ku mengurung diri saja sehingga tidak ada orang yang membuat ku nyaman,, aku ingin nyaman di dalam kesepian tanpa menaruh hati pada makhluk Tuhan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments