Darren mulai hari ini menjadi CEO menggantikan Daddy Daniel yang sudah ingin rehat dan santai menikmati masa tuanya bersama istri tercintanya Syahla.
Kehadiran Darren di perusahaan membuat sejumlah mata pegawainya terutama kaum hawa dibuat tak berkedip oleh paras tampannya yang blasteran membuat Darren menjadi pusat perhatian hari itu.
Meskipun Darren anak tertua Daniel namun orang lebih familiar dengan Divya dan Devano yang memang sering berada di Indonesia sedangkan Darren sejak kecil lebih sering tinggal diluar negeri bersama sang Oma Dokter Alisha.
"Selamat pagi Pak Darren, perkenalkan Saya Lukman dan ini Ayu. Saya sebagai asisten pribadi Bapak sedangkan Ayu adalah sekretaris Bapak." Lukman memperkenalkan diri dan begitupun Ayu.
"Ok. Tolong berikan Saya laporan mengenai perusahaan selama 6 bulan terakhir. Kirimkan via email saja."
Ayu menganggukan kepala keluar meninggalkan ruangan Darren sementara Lukman masih berada disana menunggu perintah Boss barunya yang sangat tampan dan rupawan.
"Kamu kenapa masih disini?" tanya Darren pada Lukman.
"Saya mau memberitahukan bahwa mulai besok Bapak memiliki supir. Namanya Pak Agus. Kemudian untuk hari ini, Bapak juga ada rapat bersama dengan management perusahaan dan setelah makan siang ada janji dengan klien Bapak Mainaka." Lukman membacakan schedule Darren dari Ipad yang berada ditangannya.
"Ok. Silahkan kamu lanjutkan pekerjaanmu."
Lukman pamit undur diri meninggalkan ruang kerja Boss mudanya.
"Pak Darren berbeda sekali dengan Pak Daniel, beliau lebih pendiam dari ayahnya."batin Lukman sambil menutup ruangan Boss nya.
Sementara Darren sedang mempelajari dokumen tang dikirimkan sekretarisnya.
Darren melihat perusahaan Daddynya ini banyak sekali bekerja sama dengan sejumlah tokoh-tokoh penting di Negeri ini.
"Nampaknya banyak sekali orang-orang berpengaruh yang terlibat sebagai klien perusahaan."
Darren melihat sejumlah nama pejabat dan jenderal yang menjadi klien perusahaan mereka.
"Permisi Pak. Saatnya meeting dengan management." Lukman mengetuk pintu dan masuk mengingatkan jadwal meeting pertama Darren di perusahaan itu.
"Ok."
Darren beranjak dari kursinya melangkah keluar menuju ruang meeting di lantai yang sama digedung tersebut.
Lukman pun berjalan mendampingi Boss nya yang ia sendiri mulai kagum dengan cara kerja dan sikap pimpinannya tang sedikit bicara dan banyak bekerja.
Bukan ranpa alasan, 3 jam diperusahaan sejak membaca dokumen perusahaan Darren sudah mampu menganalisa mana kekurangan dan kelebihan perusahaan Daniel.
Darren juga dalam meeting pertama ini ia sedikit memberikan arahan dan pandangan kedepan mengenai kebijakan perusahaan.
Darren tipikal pimpinan yang tidak basa basi, jika bagus ia katakan bagus, jika buruk Darren tak sungkan mengampaikan dan memberikan solusi perbaikan.
Meski tak selamanya meski dalam kapal yang sama tentu segelintir orang di management ada yang tidak suka dengan gaya kepemimpinan Darren.
Jika Daniel lebih luwes dan banyak toleransi, berbeda dengan Darren.
Darren tak segan untuk mengadakan audit dihari pertamanya menjadi CEO.
Tentu saja membuat para pelaku yang senang KKN merasa sepak terjang Darren di kepemimpinannya kali ini membuat halangan bagi mereka yang biasa bermain kamiflase.
Darren juga ternyata sudah mempelajari perusahaan Daniel sebelum ia datang dan terjun langsung.
Sehingga hari ini Darren mengkroscek dari laporan yang diterimanya.
Ada beberapa yang tidak cocok dan itu berkaitan dengan aliran dana perusahaan dan supply stok mereka.
Darren memang sebelumnya pernah diajak bicara oleh Daddynya Daniel.
Namun Daniel seakan menutup mata terlebih beberapa orang dimanagement sudah puluhan tahun mengabdi pada Daniel sejak Daniel merintis perusahaan.
Tapi bagi Darren itu bukan alasan dan tidak bisa dibenarkan.
Jika menyimpang dan menyeleweng dari aturan perusahaan layak untuk diberikan sangsi bahkan pemecatan.
"Jangan sungkan Pak Darren, kami akan mendukung Bapak." Pak Anto salah satu Direktur senior menepuk bahu Darren.
Pak Anto adalah Direktur Perencanaan yang sudah mengabdi sejak perusahaan Daniel dirintis.
Usia Pak Anto juga kisaran dengan usia Daniel.
Meski begitu namanya ada dalam list Darren mengenai ketidakwajaran aliran dana perusahaan yang Darren awasi.
"Terima kasih Pak Anto. Semiga sehat selalu." Darren dengan tersenyum menanggapi ucapan pria paruh baya yang seumur dengan Daddynya.
Diikuti oleh orang-orang kepercayaannya Pak Anto meninggalkan ruang meeting meninggalkan Darren.
"Boss, mau makan siang dikantor atau diluar? Biar Saya siapkan?" Lukman membuyarkan renungan Darren.
Belum sempat Darren menjawab Ayu sekretaris Darren terlihat berpapasan dengan Pak Anto sebelum menghampiri Darren.
Darren menangkap tatapan tak biasa antara Ayu dan Pak Anto.
"Pak Darren, Pak Mainaka sudah berada di ruangan Bapak." Ayu memberi informasi kedatangan klien Darren.
Darren melihat ke arah Lukman seakan meminta penjelasan mengapa kliennya hadir lebih awal.
"Bapak meninggalkan ponsel Bapak di ruangan." Ayu juga menyerahkan Ponsel Darren.
"Lain kali jangan sentuh barang pribadi Saya. Saya tidak suka." Darren menatap rajam ke arah Ayu yang menyerahkan ponsel miliknya.
"Maafkan Saya Pak." Ayu merasa takut dengan Darren yang wajahnya tidak bersahabat.
Darren bergegas melewati sekretarisnya diikuti Lukman sang asisten pribadi.
Lukman menatap kearah Ayu melihat senyum penuh arti sang sekretaris pimpinan dan kembali mengikuti langkah kaki Bossnya menuju ruangannya.
"Siapa yang merekrut Ayu? Bukankah dulu Daddy punya sekretaris?" Darren bertanya pada Lukman.
Dengan suara takut-takut Lukman membuka suaranya.
"Ayu itu baru 1 minggu direkrut perusahaan menggantikan sekretaris Pak Daniel yang lama karena resign." Lukman menjelaskan.
"Apa ada campur tangan orang dalam?" kini mata Darren menatap tajam pada Lukman.
"Ayu keponakan Pak Anto Direktur perencanaan Boss."Lukman memilih jujur daripada ia kena sasaran kemarahan Bossnya.
Darren tersenyum dengan penuh arti.
Kini ia tahu maksud dari tataoan keduanya saat berpapasan di lift.
Darren tidak akan langsung memecat Ayu atau Anto.
Darren akan sedikit bermain-main dengan keduanya.
"Ada saatnya kalian akan terhempas dari perusahaan dengan sekali tepuk." Darren membatin dengan senyuman.
Lukman melihat senyuman di wajah Bossnya namun kesan ngeri yang lebih dominan ia tangkap.
"Selamat siang Pak Darren Harold, maaf Saya datang lebih cepat. Apakah kita bisa makan siang bersama?" Mainaka dengan ramah menyapa rekan bisnisnya.
"Pak,,," Darren lupa nama klien dihadapannya.
"Mainaka Zalindra Permana. Panggil saja Naka." Mainaka memberikan bussines cardnya pada Darren.
"Darren Harold." kedua pria itu saling bertukar kartu nama dan bersalaman.
Darren mempersilahkan duduk Mainaka dan disambut baik oleh Mainaka.
"Bagaimana Pak Darren, apakah bersedia makan siang bersama?" ulang Mainaka kepada Darren.
"Ok. Mari kita makan siang." Darren dengan tersenyum.
Darren mulai membiasakan diri dengan basa basi ala negeri ini.
Jika saat menjadi CEO di luar negeri ia terbiasa dengan para bule yang selalu to the point dengan sikap dan tutur katanya sementara disini tampak banyak sekali seni berbasa basi yang harus Darren biasakan meski ia bukan tipikal pribadi yang bisa berbasa basi.
Rekan bisnis pertama yang ia temui hari ini mendapat kesan humble dalam pikiran Darren.
Pria tinggi putih dan tampan ini juga ramah dan sering tersenyum tentu berbeda dengan Darren yang pelit senyuman namun soal ketampanan lebih unggul Darren dengan wajah Bulenya.
"Boleh Saya panggil Darren saja?" sapa Mainaka.
"Oke tidak masalah, Mainaka." Darrenpun membiasakan senda gurau ala Indonesia.
"Naka saja." Mainaka sambil memotong Steik dihadapannya.
"Apakah Darren sudah menikah?" tanpa aba-aba pertanyaan pribadi dilontarkan Naka pada Darren.
"Belum. Bro Naka sendiri?" Darren tak terbiasa dengan pertanyaan seperti itu karena di luar negeri jarang bule yang menanyakan 3 hal, usia, status hubungan dan agama seseorang.
"Belum, tapi punya pacar." dengan tawa khasnya Naka pamer.
"Wow." Darren menganggap relasi bisnisnya unik dan sedikit banyak omong.
Mereka membicarakan bisnis dan itu terjadi selama hampir 2 jam.
"Terima kasih Bro Darren sudah bersedia menemani Saya makan siang. Oh iya weekend ini Saya mengundang Bro Darren dengan pacar untuk hadir diacara ulang tahun pacar Saya di Brevilia Hotel. Saya berharap sekali Bro Darren bisa hadir. Disana akan hadir pula relasi bisnis kita yang lainnya. Saya harapakan kehadirannya ya. Ajak pacar atau nanti Saya kenalkan dengan wanita-wanita cantik ibukota."
Mainaka pamit sebelumnya menggoda Darren soal perempuan.
Darren hanya membalas dengan senyuman saat melepas kepergian relasi bisnisnya.
"Siapa Mainaka?" tanya Darren pada Lukman saat kedua sudah berada di mobil kembali menuju kantor.
"Pak Mainaka Zalindra Permana adalah putra pertama dari Bapak Abimana Aryastya Permana dengan Ibu Tasya Mahalini Prabowo sekaligus cucu dari Jendral Listyo Sigit Prabowo. Keluarga mereka salah satu orang berpengaruh di Negara Ini. Pak Mainaka memiliki Om seorang Kapolri yaitu Jendral Rio Reifan Prabowo dan Brevilia Hotel adalah milik istri Jendral Rio." penjelasan Lukman mengenai latar belakang keluarga Mainaka.
Darren tersenyum manggut-manggut mendengarkan penjelasan latar belakang relasi bisnisnya itu.
"Benar banyak orang penting dalam bisnis ini." batin. Darren.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Andariya 💖
wah ada KKN d dalam perusahaan Daddy nya....keren Daniel 😘👍
2022-09-23
3
Andariya 💖
Darren berbisnis dgn maka..Naka ini orangnya supple banget 🥰🥰🥰
2022-09-23
3