Desa Keoropi, Kerajaan Suci Lorena, memiliki tempat yang mengatur kegiatan ke agamaan sekaligus pusat dari pengelolaan gerbang teleportasi.
Tidak hanya menjadi tempat rumah sakit dimana pasien di sembuhkan dengan sihir-sihir penyembuh oleh para suster atau pendeta di sana, tempat ini juga merupakan tempat sebagian besar para penyihir di Desa berkumpul.
Kebutuhan mana dan pengaktivan gerbang teleportasi harus di lakukan secara berkala agar dapat bekerja, sehingga tempat pengolaan gerbang teleportasi memiliki beberapa penyihir hebat di dalamnya.
Disinilah Impian saat ini, pergi bersama kapten Dasa yang telah membawanya ke tempat ini.
Ruangan yang di masuki Impian adalah ruangan tempat berdo’a para penduduk desa, dan di depan Impian ada seorang pastor yang berdiri.
Penampilannya cukup tua, dengan rambut serta jenggot putih yang menghiasi kepalanya. Selain itu, keriput dari kulit akibat usia yang semakin bertambah dapat terlihat.
“pastor Pe’rgi”
“kapten Dasa”
Kapten Dasa menyapa orang tersebut dan di balas.
“saya mengajukan rekomendasi untuk orang ini”
Kapten Dasa menunjuk ke arah Impian, sementara di sisi lain, pastor Pe’rgi melihat ke arah Impian memeriksa dirinya.
“orang ini cukup menjanjikan, mungkin dia bisa memasuki persidangan”
“jika kapten berkata seperti itu, ulurkan tanganmu ‘nak”
Pastor meminta kepada Impian, kemudian memegang tangan Impian seperti memeriksa sesuatu.
“kamu masih terlalu lemah, kembali lagi kesini jika kamu sudah lebih baik”
[pastor Pe’rgi memintamu untuk kembali setelah anda menjadi lebih kuat dari sekarang]
[Quest prasyarat pastor Pe’rgi di dapat]
[QUEST PRASYARAT PASTOR PE’RGI]
[Pastor Pe’rgi telah melihat melalui anda. Kemampuan anda dianggap kurang oleh pastor. Kembalilah setelah anda mencapai level 5 dan tidak lebih tinggi dari level 5.
Batas waktu : -
Penyelesaian quest : capai level 5
Hadiah : memasuki menara persidangan
Kembali melapor pada pastor Pe’rgi setelah mencapai level 5.
Quest akan terhapus jika pemain memiliki level lebih dari 5]
Prom sistem quest muncul di hadapan Impian.
Setelah mendapatkan Quest dari pastor Pe'rgi, Impian kembali bersama kapten Dasa.
Pastor Pe'rgi tidak mengatakan apa-apa lagi setelah menyatakan hal tersebut dan memberi misi.
"kalau begitu, kami permisi pastor"
"ah iya"
Seakan mengerti dengan apa yang terjadi, kapten Dasa melangkahkan kaki untuk keluar dari bangunan. Impian yang melihat hal itu, mengikuti kapten Dasa dari belakang.
"tingkatkan level-mu 'nak, kamu tidak akan kecewa jika memasuki menara persidangan"
Bahkan sebelum Impian dapat bertanya kembali apa yang di maksud olehnya, kapten Dasa menepuk pundak Impian dan berjalan pergi.
Impian tidak berusaha mengejarnya dan mencari penjelasan atas hal tersebut.
Setelah apa yang terjadi, Impian keluar dari bangunan ini.
“aku akan berburu kembali”
Di luar, dimana teman-temannya yang lain menunggu, Impian menyampaikan keinginannya kepada mereka.
IKILUA “apa kau dapat sesuatu?”
Impian “yah, aku mendapatkan quest yang menyuruhku mencapai level 5”
Alice “quest seperti apa?”
Impian mengundang ketiga orang di depannya untuk party, kemudian membagikan quest yang dia terima.
FATBOY “menara persidangan?”
Alice “apa itu?”
Impian “aku juga tidak tahu”
IKILUA “mungkin kamu akan menemukannya setelah melapor kembali. Jadi? Mau ku-GB?”
Impian “tidak, masih ada sesuatu yang ingin kucoba”
FATBOY “lagi!?”
IKILUA “lagi, kebiasaannya datang, kalau begitu aku akan kembali. Kabari aku jika butuh bantuan”
Impian “ok”
IKILUA memutuskan untuk berpisah dan pergi meninggalkan mereka bertiga ke arah gerbang teleportasi.
Sepertinya ia merasa cukup untuk melihat apa yang di kerjakan Impian.
Dari kata-kata yang di utarakannya, IKILUA sudah terbiasa dengan apa yang akan di lakukan Impian dan tidak ingin terlibat lebih jauh.
FATBOY “oh iya, aku lupa, ini, juga tunggu aku, aku ganti akun lagi”
Tujuan Togay mengganti akun utamanya adalah untuk memberikan sejumlah coin kepada Impian, hanya saja beberapa ‘hal terjadi. Setelah memberikan Impian sejumlah coin, FATBOY menghilang dari tempatnya.
Impian “bagaimana dengan Alice?”
Alice “aku ingin melihat apa yang kamu mau lakukan”
Impian “yakin? Kamu akan bosan nanti”
Alice tersenyum dan menjawab “jika aku bosan, aku akan jalan-jalan di sekitar desa”
Impian “baiklah, aku ingin membeli beberapa barang dulu”
Alice “ok”
Dengan coin yang telah di berikan oleh FATBOY, coin yang di miliki Impian saat ini cukup banyak.
Awalnya adalah kebutuhan untuk membeli potion atau ramuan stamina, tetapi karena coin yang di rasa sangat banyak, Impian memutuskan untuk membeli hal lain.
"Alice, barang apa saja yang di butuhkan oleh pemain pemula?"
"mari kita lihat.... tidak begitu banyak..."
Sesekali Impian akan meminta pendapat Alice untuk membeli kebutuhan bagi pemain pemula sepertinya.
"kenapa kamu membeli tali?"
"aku ingin mencoba membuat beberapa hal"
"apa kamu ingin membuat busur?"
"yah.. itu salah satunya"
"hentikan saja... pemain memang bisa membuat busur sederhana, tetapi hasilnya akan sangat normal tanpa 'job' yang di miliki"
"apakah seburuk itu?"
"ya, 'job' pemain akan sangat membantu, tanpa itu, barang yang di hasilkan akan sangat buruk. Lebih baik kamu membelinya dengan coin itu"
Meski tetap membeli tali, Impian mengurungkan niatnya untuk membuat busur dan memilih membelinya secara langsung dari NPC pedagang senjata.
[Busur Besi]
[Grade : Normal
Batasan : -
Busur yang di buat oleh Blacksmith desa Keoropi.
Sangat nyaman untuk di pakai.
Menambahkan damage serangan anak panah sebesar 20%.
Daya serang : 20
Durability : 400/400
Saat di lengkapi :
Fokus dan akurasi bertambah.]
[Anak Panah Kayu]
[Anak panah buatan pengrajin Jacob.
Daya serang : 10
Durability : 20]
Tidak hanya membeli busur dengan harga 40 silver, tetapi Impian juga membeli beberapa anak panah.
"kenapa tidak membeli yang lebih bagus?"
Melihat Impian membeli busur biasa, Alice bertanya untuk hal itu.
"ini untuk sementara saja, jika tidak memberikan hasil bagus, aku akan menggunakan cara lain"
Alice tidak bertanya lebih jauh tentang apa yang ingin di lakukan Impian. Dia hanya terbiasa oleh Impian atas tindakan-tindakan anehnya.
Impian pergi ke liling desa untuk membeli apa yang di inginkannya dan Alice mengikuti dari belakang sembari memberi beberapa saran.
Dari hasil berkeliling bersama Alice, Impian membeli beberapa senar, tali, ramuan racun, busur dan beberapa anak panah, pisau, kapak, dan sekop.
Banyak barang yang di beli Impian dan entah di pakai untuk apa dari hasil pembeliannya.
Setelah di rasa cukup untuk membeli keperluan yang ada, Impian bersama Alice pergi ke arah pintu desa sebelah timur.
Sesaat menuju pintu masuk desa sebelah timur-
“kenapa kalian meninggalkanku!”
Togay yang telah kembali ke karakter ke duanya berlari sambil berteriak menghampiri Impian dan Alice.
“maaf aku lupa”
“jangan melupakanku! Jadi, kemana kita sekarang?”
“berburu”
Impian, Togay, dan Alice pergi keluar desa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 176 Episodes
Comments