Saat ingin keluar desa, Impian selalu penasaran dengan tempat latihan yang ada di desa. Cukup luas dengan orang-orangan kayu yang di pukul oleh beberapa orang.
Hanya sedikit pemain yang melakukannya, bahkan sangat sedikit jika di bandingkan dengan pemain yang ada di desa ini. Lapangan latihan di dominasi oleh para NPC yang terlihat sedang melakukan latihan di sana.
Apakah itu tempat latihan khusus NPC?
Karena sedikitnya player yang ada di sana sehingga dapat dihitung dengan jari, wajar jika Impian berpikir seperti itu.
“tempat latihan?”
Togay berbicara karena melihat Impian yang menatap lapangan latihan dengan heran.
“dulu saat game pertama kali di buka, banyak pemain yang berada disana. Melakukan beberapa hal dan mencoba mendapatkan quest dari NPC disana. Hanya saja, karena lvl lebih penting dan skill di dapat dengan mudah seiring pemain mendapatkan lvl, tempat itu menjadi sepi seperti ini”
“aku hanya penasaran. Aku akan melihat-lihat, kamu dapat melakukan misi sendiri jika kamu mau”
“eh?”
Impian berganti arah dari pintu masuk desa yang menuju kearah habitat kelinci berada ke tempat lapangan latihan. Togay yang melihat Impian pergi begitu saja kearah lapangan latihan, mengikutinya dari belakang.
“jangan tinggalkan aku, kau sial!”
“bukankah kamu bilang hampir tidak ada gunanya kesana?”
“yah, aku membuat kharakter baru untuk bertemu sang dewi. Saat sudah terpenuhi, aku merasa bosan”
Sambil berjalan menuju tempat lapangan latihan, Togay dan Impian bercakap-cakap sedikit.
Tempat itu seperti lapangan tanah dengan beberapa barak yang ada di pinggir lapangan. Ada berbagai jenis senjata kayu yang terpampang di beberapa tempat di pinggir lapangan. Orang-orangan kayu berdiri kokoh di tempatkan dengan jarak yang rapi tersusun di beberapa tempat pada lapangan.
Impian berjalan menuju lapangan dan mengambil senjata kayu yang terpajang. Impian mengambil pedang kayu ketimbang senjata lainnya.
“kau aneh”
“hmm?” Impian melihat Togay yang mengikutinya sedari tadi “haha aku hanya ingin mencoba sedikit”
“yah.. karna tidak ada hal yang ingin aku lakukan, aku akan melihat”
Togay pergi ke samping lapangan dan hanya melihat, menatap Impian yang mengayunkan senjata kayu yang di pegangnya terhadap orang-orangan kayu di depan Impian.
-12
-18
-17
-11
-17
HP : 976542/999999
Angka-angka berwarna merah muncul diatas orang-orangan kayu dan bar kesehatan dari orang-orangan kayu terlihat dan masih terisi penuh.
“setiap kali aku menebas beberapa kali, skill [slash] terpicu, terkadang malah tidak aktif sama sekali”
Impian mencobanya beberapa kali tidak hanya dengan tebasan tapi juga tusukan. Saat melakukannya skill kadang-kadang aktif dan memberikan damage kerusakan lebih besar.
“apa bedanya? Apakah ada syarat pemicu dari skill?”
“tubuhmu beberapa kali salah, kamu harus melakukannya dengan sempurna”
“hmm?”
Seorang NPC tiba-tiba datang menghampiri Impian dan memberikan saran seakan dia tau apa yang di pikirkan oleh Impian. Dia adalah salah satu NPC yang memukul orang-orangan kayu di lapangan.
“jika ingin melakukan tebasan, posisi yang benar adalah seperti ini”
NPC itu melakukan tebasan pada orang-orangan kayu yang di pakai Impian untuk mencoba serangannya.
WHOOOSSHH-TAAK!
-74
Serangan yang di tunjukan oleh NPC itu memang terlihat lebih kuat. Berbeda dengan tebasan Impian yang sebelumnya seakan terlihat seperti pukulan anak kecil yang mencoba mainan kayunya untuk memukul.
“lihat”
“apa harus posisi seperti itu? Bukankah akan sulit untuk bertarung dengan posisi seperti itu?”
“ini hanya posisi dasar. Yang terpenting adalah bahu dan gerakan tangan saat ingin memukul”
“…”
“lakukan seperti ini”
TAK!
“bahumu mengikuti arah serangan yang di inginkan pikiranmu”
TAAK!
“keluarkan tenaga dari bahu ke tangan dan tebas seperti ini”
TTAAAKK!
“lihat? Kamu dapat mencobanya”
Gerakan yang dilakukan Impian membuat salah satu NPC yang berlatih disana tertarik padanya. Saat Impian seperti memikirkan apa yang salah dengan gerakannya, NPC itu memberi saran kepada Impian.
Mencontohkan gerakan yang lebih baik dengan beberapa kali. Impian yang memandang NPC tersebut tertarik dan mengamatinya.
“aku juga ingin mencobanya”
Togay datang dan mendekat dimana sebelumnya, Togay mengamati NPC yang sedang mengajari Impian. Togay melihat dengan penuh perhatian. Kemudian berbicara saat NPC selesai memberi masukan kepada Impian, Togay mengambil senjata kayu dan mempraktekannya pada orang-orangan sawah.
Melihat hal tersebut, Impian hanya tersenyum dan mencoba memukul orang-orangan sawah sesuai dengan instruksi yang di berikan NPC tersebut.
-18
-18
-18
----
Semua serangan yang dilakukan Impian memiliki damage yang sama pada orang-orangan kayu. Impian yang mengikuti saran NPC langsung memahami apa yang salah dengan serangan yang di lakukan sebelumnya.
Setiap serangan yang di lancarkan Impian memicu skill dari [slash] tanpa terkecuali.
“tidak buruk, lanjutkan seperti itu”
NPC itu berkata setelah melihat Impian bergerak sesuai dengan arahannya dan pergi kembali ke arah orang-orangan kayu dia seperti sebelumnya.
Aku memahami sedikit berkat penjelasannya
TAK!
Ini menjelaskan bahwa apa yang di lakukan Impian terhadap sistem permainan-
tubuh berpengaruh pada serangan yang di lancarkan
TAK!
Karna device dapat mensinkronkan tubuh asli dengan tubuh yang ada di dalam game-
TAK!
TAK!
Artinya, setiap gerakan akan menghasilkan nilai serangan berbeda tergantung dengan pergerakan tubuh player
TAK!
Jika seperti itu, maka-
BLETAK! BLETAK! JEDAK! BAK! BUK! BAK! BUK! TAK!
Impian mulai bergerak berbeda dari serangan yang di lancarkan sebelumnya. Tidak hanya menyerang dengan menebas lagi, beberapa gerakan dilakukan terhadap orang-orangan kayu.
Ingat lagi-
CTAK! BLETAK!
Apa yang di ajarkan kepada mereka oleh ayah dan kakek
Sembari melancarkan serangan terhadap orang-orangan kayu, Impian mempraktekan gerakan yang di ajarkan oleh orang-orang yang ada di rumahnya.
Rumah Impian merupakan sebuah perguruan dimana mengajarkan beberapa teknik beladiri. Di karenakan tubuhnya yang lemah dan tidak bisa mengikuti orang-orang sekitar, Impian hanya bisa menyaksikan dari samping apa yang mereka lakukan.
Tapi sekarang berbeda, game tidak lagi hanya tergantung pada system dalam segala pergerakan yang ada untuk mengurusnya. Tubuh karakter dapat di atur dan di gerakan oleh pemikiran pemain itu sendiri.
Lebih rendah-
Lebih cepat-
Lebih kuat-
Impian merasa senang dan detak jantungnya terpacu lebih cepat. Seakan anak kecil yang memiliki mainan barunya, Impian bergerak sebebas yang di inginkan pikirannya.
Meskipun gerakan yang Impian lancarkan adalah gerakan dasar dari tekhnik-tekhnik yang di ajarkan dalam perguruannya, itu membuat orang-orang yang ada di sekitar tempat lapangan tanpa sadar melihat ke arah Impian.
Bahkan Togay yang mencoba berlatih pada orang-orangan kayunya sendiri atas saran dari NPC pada Impian, menghentikan aktifitasnya dan melihat kearah Impian.
Jangan hanya menyerang di satu titik-
Serang juga bagian-bagian fital-
Lebih cepat-
Lebih kuat-
““woah…””
Tanpa sadar orang-orang yang melihat Impian memukul orang-orangan kayu mengeluarkan suara yang sama. Tidak berkedip sedikitpun, mereka memperhatikan Impian tanpa perduli dengan sekitarnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 176 Episodes
Comments