Impian di bawa ke sebuah ruangan oleh pria paruh baya yang mendatanginya saat ia beradu argumen dengan pegawai konter.
Ruangan itu memiliki satu meja dan tiga tempat duduk tepat di pusat ruangan. Satu untuk pria paruh baya itu dan dua tempat duduk yang sepertinya di tujukan untuk lawan bicaranya. Terdapat banyak barang seperti tumpukan dari berkas-berkas pekerjaan di salah satu sudut meja, beberapa alat tulis dan hiasan meja di sudut lainnya dari meja tersebut.
“silahkan duduk”
Pria paruh baya itu duduk di kursinya dan mempersilahkan Impian untuk duduk di salah satu kursi yang berhadapan dengan pria paruh baya tersebut.
“saya adalah kepala penanggulangan misi di desa ini. Nama saya Rocast”
Pria paruh baya itu mengulurkan tangan, memperkenalkan nama dan jabatannya kepada Impian yang di sambut Impian.
“Ris- eh, maksud saya, Impian. Petualang”
Tidak terbiasanya Impian dengan nama karakternya pada game membuat dia hampir saja menyebutkan namanya sendiri di dunia nyata. Itu semua karna nama yang dia buat, frustasi dengan nama-nama karakter yang sebelumnya dia gunakan untuk game lain telah di gunakan oleh orang lain dan memilih nama karakter saat ini secara acak.
“kalau boleh tau, terkait masalah sebelumnya. Apakah saya boleh tau apa yang terjadi?”
“ini tentang misi pak. Terkait misi membunuh kelinci. Setiap misi mengharuskan membunuh sepuluh kelinci kemudian melaporkannya untuk penyelesaian misi agar misi tersebut dapat di ambil ulang”
“ya, itu benar...”
“dari pada harus bulak-balik mengambil dan menyelasaikan misi secara berulang dan memakan banyak waktu yang terbuang, kenapa tidak menghitung dari informasi ID, berapa banyak kelinci yang telah terbunuh dan menghitungnya sebagai penyelesaian misi selanjutnya. Jika itu tidak bisa juga, apakah tidak bisa mengambil misi ini lebih dari satu agar dapat terakumulasi dan tidak perlu bulak-balik untuk kembali mengambil misi ini”
Lelahnya harus menjelaskan dua kali Impian terlihat terlalu malas untuk penjelasan berulang yang dia sampaikan sebelumnya ke pada pegawai dan menjelaskan kembali kepada orang di hadapannya yang membuat Impian tidak bisa berbuat apa-apa dengan keadaanya saat ini.
Rocast, pria paruh baya sebagai pemimpin kepala penanggulangan Desa Keoropi mengelus-elus dagunya dan terlihat seperti berfikir dengan yang di ucapkan Impian.
“memang, jika dapat di lakukan seperti itu maka akan lebih mudah dan tidak membuang-buang waktu. Kalau begitu, bagaimana dengan ini?”
Quest Spesial Rocast
(berulang dan dapat dilakukan kapan saja)
Saran yang diberikan oleh anda kepada Rocast kepala penanggulangan misi Desa Keoropi membuatnya memberikan Quest khusus kepada anda. Tidak efisiennya tindakan penyelesaian misi yang harus di lakukan bolak-balik untuk membasmi kelinci bertanduk dari desa, Rocast menyarankan misi spesial kepada anda.
Penyelesaian quest :
Bunuh kelinci tanduk : sebanyak yang anda bisa (kelinci bertanduk di sekitar Desa Keoropi)
Kelinci bertanduk yang telah dibunuh : 0
Hadiah quest :
Tergantung dari akumulasi berapa banyak kelinci bertanduk di sekitar Desa Keoropi yang telah anda bunuh.
Setiap dari sepuluh kelinci bertanduk yang telah anda bunuh akan mendapatkan :
CF : 1 silver
Exp : 100
Kesukaan Rocast : 10/batch
Ketenaran Desa Keoropi : 1/batch
Waktu : tak terbatas
Laporkan kembali kepada Rocast untuk mengambil hadiah.
Misi muncul dengan prom yang ada di hadapan Impian dan itu tidak hanya misi biasa tapi misi khusus yang di berikan oleh Rocast sendiri sebagai misi spesial darinya. Dengan melihat misi yang muncul dihadapan Impian, entah kenapa raut wajah yang di tampilkannya bukan senang karena mendapatkan misi spesial dari Rocast.
“aku memberimu misi ini dan kamu dapat melakukannya tanpa perlu bolak-balik untuk mengambil misi tersebut”
“maaf pak, bukannya saya tidak ingin berterimakasih atas misi yang telah bapak berikan. Tetapi saya bertanya misi perulangan kelinci agar dapat dilakukan tidak hanya untuk saya”
“jika seperti itu dan harus di buka untuk umum maka akan sedikit susah”
“kenapa? Eh, erhm, maksud saya, bagaimana bisa pak?”
“santai saja berbicaranya, tidak perlu se-formal itu. Untuk bagaimana bisa seperti itu, alasannya sederhana, untuk menjaga populasi kelinci yang ada”
“menjaga populasi?”
“benar, penduduk desa mendapatkan untung dari daging kelinci yang ada, entah untuk kebutuhan makanan mereka maupun untuk di jual kembali. Bahkan kamu sendiri dapat menjual daging kelinci kepada warga desa, juga, ada beberapa orang yang membuat permintaan untuk daging kelinci itu sendiri. Jika misi seperti yang kamu dapatkan di buka untuk umum, maka populasi kelinci akan mengalami penurunan yang signifikan dan membuat masalah baru bagi desa”
Alasan yang konyol, ini game bukan dunia nyata Impian berkata dalam hatinya setelah mendengarkan penjelasan yang di dapat dari Rocast.
“bukankah sama saja, dari misi yang ada, meski hanya membunuh 10, tetapi di ambil dan di lakukan dengan bebas oleh para petualang dan petualang baru secara terus menerus, tidak hanya itu misi yang di ambil juga tidak sedikit. Jika seperti itu populasi kelinci akan sama-sama menurun dan tidak terkontrol"
"...."
"Misi ini merupakan misi perulangan, dapat di lakukan terus menerus, membunuh terus menerus, dan karna hal itu populasi kelinci juga sama saja, akan turun tidak perduli apa.”
“hmm”
“lagipula kelinci akan selalu muncul tanpa perlu khawatir kelinci akan punah. Apa bapak pernah memikirkan, dari mana datangnya kelinci jika setelah di bunuh bahkan berkali-kali kelinci tetap datang dan muncul kembali?"
"....."
"Jika seperti itu keadaannya, bukankah tidak perlu khawatir akan kepunahan kelinci, sebab kelinci akan selalu mucul di tempat itu. waktu dapat di pangkas pak, dan cara yang tidak perlu berbelit-belit, kenapa tidak dilakukan saja?”
Rocast terlihat sedang berpikir dari apa yang telah di ucapkan oleh Impian. Seperti mendalami masalah yang ada begitu besar sehingga harus memikirkan hal itu secara mendalam.
Entah itu terjadi glitch atau hal aneh, terjadi perubahan pada NPC Rocast. Sosoknya blur dan seperti tumpeng tindih dengan beberapa Rocast tertimpa sosok dirinya sendiri untuk beberapa detik kemudian kembali seperti semula.
“santai saja berbicaranya, tidak perlu se-formal itu. Untuk bagaimana bisa seperti itu, alasannya sederhana, untuk menjaga populasi kelinci yang ada”
Hingga Rocast berbicara kembali dengan kata-kata yang telah di ucapkan sebelumnya.
Aneh Impian yang melihat hal tersebut curiga dan berkata di dalam hati.
“jadi tidak di buka untuk umum?”
“benar, seperti itulah”
“huh~”
apa yang aku lakukan, ini hanyalah game. Aku terbawa suasana. Tentu saja ada beberapa hal
yang tidak bisa dirubah
“baiklah kalau begitu, aku akan kembali dan melapor setelah membunuh beberapa kelinci”
Impian keluar dari ruangan dan menghampiri Togay yang telah menunggunya di sudut balai desa.
“apa yang terjadi?”
“aku hanya berbicara sedikit dengannya dan di berikan misi”
Impian membagikan misi kepada Togay yang masih satu party dengannya. Misi perorangan dapat di bagikan jika pemain berada dalam satu party.
“woah… jika seperti ini tidak perlu bolak-balik benar? Kau orang pertama yang membuat keributan saat masih di lvl 1, haha.... juga mendapatkan misi dan masalah secara bersamaan dari apa yang telah kamu lakukan”
“berisik! Apa kita akan berburu kembali?”
“yeah! Ayo!”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 176 Episodes
Comments