Impian bersama Togay kembali mencari kelinci tanduk dan kembali berburu.
Tidak banyak hal yang di lakukan, saat bertemu kelinci, Togay kembali melaju kedepan untuk menyerang kelinci di ikuti Impian yang berlari di belakangnya.
-11
Tebasan pertama dilancarkan oleh Togay, saat kelinci ingin membalas, Impian masuk menyerang kelinci kemudian menyerang kembali pada bagian kaki.
-12
-11
Keseimbangan goyah, Togay tidak menyia-nyiakan kesempatan dan menyerang kelinci. Dengan kelinci yang merintih karna terjatuh, Togay dan Impian menyerang kelinci secara membabi buta seperti warga yang memukuli maling yang berada di tanah hingga kesehatan maling menurun drastis dan begitu pula dengan kelinci yang memiliki kesehatan turun menjadi 0 dan menghilang menjadi butiran cahaya kecil
[kelinci bertanduk di kalahkan]
[mendapat daging kelinci]
[2 exp]
Pemberitahuan system muncul dan kali ini Impian mendapatkan 2 exp berbeda dari sebelumnya yang hanya mendapatkan 1 exp.
Seperti itu terus-menerus dilakukan oleh kedua orang tersebut hingga sesuatu yang muncul dari prom system di depan pandangan Impian.
[karena pengulangan tindakan terus-menerus yang kamu lakukan, kamu telah mempelajari skill dasar]
[[SLASH] dan [STAB]]
[SLASH]
[setiap melakukan serangan menebas memberikan kerusakan 110%]
Cooldown : -
[STAB]
[setiap melakukan serangan menusuk memberikan serangan 115%]
Cooldown : -
“apa kamu sudah mendapatkan skill?”
Togay bertanya setelah melihat Impian terdiam sejenak seakan melihat sesuatu muncul pada tampilan yang ada di depannya.
“huh? Oh, iya”
“lebih cepat ya”
“hmm?”
“itu adalah skill dasar yang di dapat oleh pemula dari perulangan serangan. Aneh bukan saat pemain pertama kali bermain tapi tidak ada satu skill pun untuk-nya?”
“…”
“maka dari itu, sepertinya permainan ini yang memberikan kebebasan kepada pemain mengharuskan pemain untuk melakukan sesuatu sendiri dan di hadiahi sesuai dengan yang di lakukannya. Skill pemula itu contohnya”
“oh”
“tapi pemain terdahulu tidak mementingkan hal ini lagi. Kamu tahu? kamu dapat membeli skill yang ada di kota atau mendapatkannya dari quest maupun hadiah yang di dapat dari dungeon tanpa harus mempelajarinya sendiri dengan pergerakan yang sama terus menerus”
“…”
“kita adalah seorang pemain bukan? Permainan di ciptakan untuk bersenang-senang. Jika ada hal yang mudah, kenapa harus mencari jalan tersulit”
Memang benar apa yang di ucapkan Togay. Pemain saat ini hampir tidak ada yang mencoba untuk mendapatkan skill mereka dengan cara berlatih. Mengulang pergerakan terus-menerus hingga akhirnya mendapatkan skill yang di inginkan sangat menguras tenaga maupun waktu yang di miliki pemain, sehingga pemain lebih memilih untuk mendapatkan skill dengan cara lain.
Dalam forum pemain dan telah di baca oleh Impian, banyak yang membahas tentang hal ini. Awalnya terdapat pemain yang membagikan cara mendapatkan skill dari hasil kerja kerasnya mengulangi tindakan hingga mendapatkan skill.
Kemudian beberapa balasan dari ulasan sebelumnya muncul yang menyatakan bahwa mereka bisa mendapatkan skill yang di sombongkan orang yang mempelajari skill dari hasil tindakan perulangannya. Hanya butuh mengeluarkan beberapa koin, skill di perjual belikan di kota-kota besar.
Skill yang sama, tidak membuang waktu untuk grinding exp, dan tanpa mengeluarkan keringat sedikitpun. Tautan tersebut lama-lama tertimpa dengan cara-cara mendapatkan skill, seperti quest, dungeon, atau event-event besar yang memberikan kemampuan skill dengan damage yang lebih besar.
Sebagian besar skill yang di dapat memiliki persyaratan yang di butuhkannya, entah itu level atau stat tertentu dari pemain, sehingga pemain lebih fokus untuk meningkatkan level mereka terlebih dahulu agar dapat mempelajari skill yang telah mereka dapatkan.
Cukup dengan skill dasar seperti menebas, menusuk, sayatan, dan pukulan sudah cukup untuk para pemain pemula untuk menaikan lvl mereka dan pergi ke kota besar. Merubah Class dan mencari pekerjaan bagi pemain untuk mendapatkan skill yang lebih baik ketimbang skill dasar yang mereka miliki pada awalnya.
Setelah membunuh 10 dari kelinci tanduk, Impian bersama Togay kembali ke pusat balai desa untuk melapor misi yang telah mereka selesaikan.
Pergi ke konter penyerahan misi, Impian dan Togay menyerahkan ID mereka kepada petugas. Setelah memeriksa ID mereka prom system muncul di depan pandangan mereka
[MISI SELESAI]
[MEMBUNUH KELINCI TANDUK 10/10]
[MENDAPATKAN 100 EXP]
Kemudian petugas menyerahkan 1 koin silver yang kemudian di bagi menjadi 50-50 chopper oleh Togay. Hadiah koin yang di dapat dari petugas di bagi dua dan di berikan kepada Impian.
Dalam INK FANTASI, pemain dapat menaruh koin game kedalam inventarisnya yang tidak mengambil tempat dalam kolom inventaris. Selain itu, koin pengguna dapat di pecah tanpa perlu kawatir pemain tidak memiliki pecahan kecil untuk koin mereka.
Semua sudah di urus oleh system game itu sendiri.
“ini hadiahmu, mari kita ambil misi lagi”
Togay mengambil misi yang sama kembali seperti sebelumnya. Bunuh kelinci tanduk.
“hey, kenapa harus bulak-balik? Jika misi ini berulang kenapa tidak mengambil banyak misi atau membunuh kelinci yang banyak dan di hitung menjadi beberapa misi pembunuhan kelinci bertanduk”
“hmm, aku tidak tau. Ini hanya kebiasaan. Soalnya petugas harus memeriksa hasil misi dari ID”
“biar aku tanya”
Impian pergi ke konter dan harus mengantre dengan pemain lainnya. Saat tiba gilirannya-
“saya ingin bertanya tentang misi. Ini tentang misi membunuh kelinci. Apakah harus mengulang misi secara terus menerus di setiap membunuh 10 kelinci?”
“apakah anda sudah membaca ketentuan misinya?”
“ya. Tapi setiap menyelesaikan misi membunuh 10 kelinci, harus melapor, kemudian mengambil misi kembali, kemudian melapor lagi, dan begitu seterusnya. Jika saya membunuh lebih dari sepuluh kelinci, misalnya 20 apakah itu di hitung menyelesaikan misi dua kali?”
“anda harus menyelesaikan sesuai ketentuannya”
“kalua begitu, bagaimana dengan mengambil lebih dari satu misi yang sama? Jika selesai sekali dan harus bulak-balik kesini hanya untuk satu misi, bukankah itu akan membuang-buang waktu?”
“maaf, tapi itu semua sudah sesuai prosedur”
“tapi anda bisa melihat ID kami untuk memeriksa berapa kelinci yang sudah kami bunuh bukan?”
“itu sudah sesuai prosedur. Maaf, jika tidak ada lagi, biarkan orang selanjutnya yang datang”
“misi ini untuk keamanan desa bukan. Bukankah pekerjaan dapat di permudah jika dilakukan seperti ini”
“orang selanjutnya silahkan!”
“apa anda mengabaikan saya!?”
Keributan yang terjadi antara Impian dan petugas konter mengundang keingin tahuan orang-orang di sekitarnya. Orang-orang melihat kearah mereka dengan rasa ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Seorang pria paruh baya datang dari belakang konter dan bertanya kepada Impian.
“ada yang bisa saya bantu?”
“ah, pak!”
Pegawai konter kaget melihat orang yang ada di belakangnya tiba-tiba berbicara memasuki percakapan dia dan Impian.
“orang ini mempersulit pekerjaan pak, tidak usah di pikirkan. Orang selanjutnya silahkan…”
“hey!”
“kalua begitu biar saya yang berbicara, anda dapat mengikuti saya”
Pria paruh baya itu menengahi dan memberikan saran kepada Impian untuk mengikutinya agar dapat berbicara dengannya secara langsung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 176 Episodes
Comments