Cukup banyak orang-orang yang datang dan berkumpul di sekitar Impian dan NPC. Hal yang tidak biasa jarang terjadi pada wilayah desa pemula.
Hanya ada beberapa masalah di masa-masa awal permainan rilis. Pemain akan sering membuat keributan untuk menyesuaikan dari cara permainan berfungsi.
Karena hal itu, banyak ketertiban di lakukan oleh NPC-NPC di desa pemula. Hal yang melibatkan antara pemain dan NPC akan sering terjadi.
Seiring waktu berlalu, masalah-masalah yang di timbulkan pemain semakin berkurang dan hampir tidak pernah terjadi apa-apa di masa sekarang ini.
Ada-nya kejadian tidak biasa seperti saat ini akan mengundang rasa penasaran dan menggelitik minat keingin tahuan orang-orang sekitar untuk melihat apa yang terjadi.
Akibatnya, sudah banyak orang yang berkumpul di sekitar lapangan latihan desa pemula.
“kau dapat maju kapan saja jika kamu sudah siap”
NPC memberikan pernyataan kepada Impian yang berjarak 10 langkah darinya.
Mendengar apa yang di ucapkan NPC tersebut, Impian melaju ke depan.
Serangan pukulan pertama menggunakan tangan kanan Impian lancarkan ke arah wajah NPC.
Sesaat NPC ingin menangkis tinju Impian, Impian menarik tinjunya seakan itu hanyalah pukulan tipuan dan melancarkan pukulan lain menggunakan tangan kirinya.
NPC tidak terkecoh dan menepis pukulan Impian.
Impian menarik tangan NPC yang menepis pukulannya agar tubuh NPC tertarik kearahnya. Pukulan elbow menggunakan tangan kanan menunggu wajah NPC yang tertarik ke arah Impian.
NPC menindak lanjuti dengan menahan pukulan elbow Impian yang mengarah ke wajahnya menggunakan punggung tangan.
Sebenarnya dalam dunia nyata, apa yang di lakukan NPC tidaklah mungkin untuk menahan pukulan elbow dengan cara seperti itu. Tangan akan terlalu lemah dan meskipun dampak yang akan di terima wajah akan berkurang, pukulan akan tetap masuk.
Perbedaan statistik antara NPC dan Impian yang masih seorang pemain pemula, memperlihatkan perbedaannya.
Pukulan elbow Impian tertahan!.
Impian tidak berhenti karena hal itu, menurunkan postur tubuhnya yang telah melihat kedua tangan NPC berada di area atas tubuh, bermaksud menyerang bagian liver menggunakan tangan kiri.
NPC yang melihat pergerakan Impian, mengangkat kaki kanannya mencoba untuk menendang Impian agar tubuh Impian terdorong menjauh.
Kaki kanan NPC menendang kedepan, sayangnya Impian melakukan gerakan seperti memutar tubuh menangkap kaki NPC sehingga kaki tertumpu pada pundak Impian dan tubuh Impian membelakangi NPC.
Impian menindak lanjuti dengan pukulan elbow ke belakang ke arah tubuh NPC yang saat memiliki postur tubuh tertumpu pada pijakan satu kaki dan terlihat hampir kehilangan keseimbangannya.
Sayangnya, sekali lagi NPC menahan elbow Impian dengan tangan kirinya.
Tidak membuang waktu, Impian menegakkan tubuhnya dengan tangan yang masih memegang kaki NPC berada di pundaknya, kedepan seperti menarik.
NPC mencoba menyeimbangkan tubuh dengan mengikuti pergerakan Impian.
Merasakan NPC dalam pergerakannya, Impian melepas kaki tersebut dan menahan satu kaki NPC yang masih tertumpu di bumi. Menarik sedikit kearah luar dari pusat tubuh, akibatnya tubuh NPC terjatuh tersungkur ke tanah.
Tidak menyia-nyiakan kesempatan, Impian melayangkan tinjunya ke arah wajah NPC yang telah tersungkur di tanah. Tepat di depan wajah NPC sebelum tinju mengenai, Impian menghentikan tinjunya.
“aku menang paman”
Impian membuka kepalan tinjunya bermaksud membantu NPC berdiri dari posisinya. NPC menerima uluran tangan Impian dan berdiri.
“yah… sepertinya aku kalah”
Meski perbedaan statistik besar dan jika di teruskan, pukulan Impian tidak akan memberikan dampak besar pada NPC. Statistik pemula yang di miliki Impian akan di samakan dengan pukulan anak kecil.
Meski begitu, NPC menerima kekalahannya dari Impian, karena tujuan sejak awal hanyalah sparing.
“sepertinya selanjutnya adalah aku”
Salah satu dari NPC yang ikut menonton pertarungan Impian, maju dan memasuki arena yang di buat oleh para penonton.
“apa? kapan aku bilang ingin sparing dengamu!?”
Impian yang mendengar NPC itu menyatakan kelanjutan dari sparing ini memprotesnya.
“ayolah, tidak seru jika hanya berhenti di sini”
NPC yang masuk itu kemudian melihat NPC yang baru saja di lawan Impian dan berkata-
“sekarang giliranku, cepat beri ruang sana, hus… hus…”
“kenapa kamu yang menentukan?”
Impian masih memprotes atas tindakan NPC tersebut.
“ayolah, yang lain juga sedang menunggu giliran mereka tiba”
Impian memandang ke arah NPC-NPC yang melihat pertandingan dari samping, dimana mereka memiliki wajah yang seperti berharap giliran mereka tiba.
Apakah aku memukul harga diri mereka? Sial…
Gerutuan Impian yang tidak bisa di ucapkan dengan keras dan di simpan untuk dirinya sendiri.
“namaku Bergas. Kita mulai”
Tanpa aba-aba, Bergas berlari ke arah Impian dan melakukan tendangan menyamping.
Impian menghindar kebelakang, tidak mencoba menahannya. Perbedaan statistik level 2 Impian tidak akan mengijinkan bentuk serangan apapun untuk di tahan. Dampak yang ada hanya akan memberikan kerugian untuknya.
Tendangan yang di lancarkan di hindari oleh Impian, Bergas menyerang kembali dengan tendangan lurus.
Impian menghindar ke samping sepersekian mili kemudian tidak membuang waktu mendekat ke arah Bergas dan menendang kaki Bergas satunya lagi. Membuat Bergas setengah berjongkok karna kakinya tertekuk.
Saat posisi tubuh Bergas yang lebih rendah setengah jongkok akibat tertekuk, Impian langsung melancarkan pukulan ke arah kepala Bergas saat itu juga.
Lagi-lagi, dari posisi yang sulit untuk bertahan, Bergas menahan serangan pukulan Impian yang di tujukan ke arah wajahnya.
Sesaat pukulan Impian tertahan, dengan posisi tangan yang masih sama, tangan Impian tertekuk memukul lengan Bergas dengan sikunya ke arah bawah untuk menghancurkan struktur pertahanan lengan Bergas.
Tidak hanya sampai di situ, lengan kiri Impian menyusul ke arah belakang kepala Bergas dan menariknya ke depan mendekat ke arah Impian. Pukulan elbow di arahkan ke wajah Bergas.
Meski telapak tangan Bergas menghalangi siku Impian dari bersentuhan langsung dengan muka, itu akan menjadikan pukulan fatal jika orang normal, sayangnya, Impian yang masih berlevel 2 tidak memberikan dampak sakit sama sekali kepada Bergas.
Elbow pertama, elbow kedua, elbow ketiga di lancarkan berkali-kali oleh Impian.
Bergas yang menyadari pukulan Impian tidak memberikan dampak sakit sama sekali, mendorong impian dan memaksa Impian menjauh darinya.
Sayangnya sesaat setelah Bergas mendorong tubuh Impian, pukulan siku Impian memanjang dan berubah menjadi pukulan kepalan tangan yang mengenai wajah Bergas.
PUK
“kalah, kalah! Sekarang giliranku”
Impian yang telah terdoring dan hendak menyerang kembali Bergas dengan bergegas ke arahnya berhenti tiba-tiba setelah mendengar suara orang lain dari pinggir.
Melihat Bergas tidak bersiap terhadap serangan yang akan di lancarkan Impian, Bergas malah menunjukan tampilan yang tampak lesu dan tetap berdiri tepat di tempatnya.
“sial, aku kalah”
Bergas hanya ngedumel dan langsung pergi ke samping di gantikan dengan NPC lainnya memasuki arena yang entah mengapa tercipta akibat sparing yang di lakukan Impian bersama NPC-NPC ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 176 Episodes
Comments