“huu… huh… huuu…”
Seketika itu pula Impian tumbang. Tidak dapat mengikuti tindakan yang di lakukannya, tubuhnya merasa lelah dan akhirnya ambruk ke tanah.
Butuh beberapa saat untuk mengisi kembali stamina yang telah berkurang hingga mencapai batasnya.
Pemain, dapat mengisi kembali HP, MP, maupun STAMINA mereka hanya dalam berdiam diri saja.
Meski jumlah angka yang terisi kecil secara signifikan bar yang kosong akan terisi penuh.
...----------------...
“hey Togay, kenapa kita tidak mengambil quest lain?”
Setelah pertunjukan yang di sajikan oleh Impian, mereka berdua kembali berburu kelinci kesayangannya dimana quest spesial seakan memerintahkan mereka untuk berburu.
“kenapa? Kau bosan?”
Sudah cukup lama waktu berlalu. Apa yang mereka berdua lakukan, hanya berburu kelinci dan kelinci saja setiap saat.
Meski kelinci yang mereka buru cukup banyak, exp yang di berikan sangat kecil, sehingga sampai saat ini mereka berdua belum meningkatkan levelnya sama sekali.
“yah…”
“tapi ini quest special kan? Tidak hanya itu, kita juga bisa farming poin reputasi tak terbatas saat lvl kita masih rendah”
Apa yang di katakan Togay memang ada benarnya. Tetapi apa yang di tunjukan oleh wajah Impian adalah kebosanan panjang yang menimpa dirinya.
Hanya berburu kelinci lagi, dan lagi, dan lagi, dan lagi setiap saat.
Impian tidak membalas kata-kata Togay, hanya mengayunkan senjatanya kearah kelinci yang sedang mereka buru. Seakan sudah mempasrahkan diri dengan apa yang menimpanya.
Saat ini waktu sudah menunjukan malam hari, hampir tidak ada seorang NPC pun di desa.
Setiap NPC yang terlihat, itu hanya petugas-petugas yang memiliki pekerjaan penting saja, mereka mengganti shift kerja mereka dengan yang lainnya secara bergiliran.
“aku ingin mencoba sesuatu”
Seakan tubuhnya telah memberontak dari kebosanan yang menimpanya, di tengah perburuannya Impian menyampaikan ke inginannya kepada Togay.
“apa yang kamu ingin coba?”
“yah, nanti akan kutunjukan”
Setelah mengatakan hal tersebut, kelinci tanduk kembali muncul setelah respawn di sekitar Impian dan Togay.
Tanpa menunggu aba-aba yang ada, Impian menyerang kelinci tersebut sesaat setelah kembali muncul.
Togay tidak tahu apa yang ingin di coba oleh Impian dan ikut menyerang kelinci tanduk tersebut.
“tunggu!”
Saat bar kesehatan kelinci telah berkurang cukup banyak dan terhuyung-huyung, Impian berteriak dan melepas pedang yang 'ia pegang.
Seakan melepas rasa kebosanan yang menimpa dirinya, Impian memukuli kelinci dengan tangan kosong.
-7
-6
-7
-6
Angka-angka merah keluar dari tubuh kelinci dari hasil pukulan Impian secara beruntun.
Hingga akhirnya bar kesehatan yang di miliki kelinci mencapai angka 0. Tubuh kelinci tersebut berubah menjadi butiran-butiran cahaya kecil dan menghilang ke kehampaan.
“tidak menghasilkan apa-apa ya? Kita coba lagi dengan yang lain”
Melihat hal itu, Togay hanya terdiam membeku dan mengikuti Impian berburu kelinci berikutnya.
Perburuan di ulangi dengan cara yang sama berturut-turut.
Menyerang menggunakan pedang mereka berdua pada awalnya, saat bar kesehatan kelinci akan habis, Impian melepas pedangnya dan menghabisi kelinci dengan tinjunya.
Seperti itu perburuan di lakukan secara terus-menerus, hingga kelinci ke empat yang telah mereka buru saat ini menghilang menjadi butiran cahaya.
[Selamat, anda telah mempelajari skill dasar [PUNCH]]
[PUNCH]
[Menyerang menggunakan tinju anda dan memberikan damage 100% dari total serangan murni anda
Cooldown : -]
Dari hasil perulangan atas apa yang di lakukan Impian terhadap kelinci buruannya, prom sistem muncul dan telah memutuskan skill dasar pertama yang telah di pelajari oleh Impian.
"apa kamu mencoba mendapatkan skill-skill dasar dari bertarung?”
Impian yang terdiam seakan melihat layar sistem dihadapannya, Togay bertanya kepada Impian.
Pemain lain tidak dapat melihat tampilan layar pemain lainnya jika tidak di ijinkan. Hanya saja, Togay adalah pemain yang sudah memainkan permainan lebih dulu.
Saat melihat Impian dengan sikap seperti itu, Togay menyimpulkan bahwa Impian telah mendapatkan informasi dari sistem karena tindakan-tidakan berburu kelinci sebelumnya.
Hal itulah yang membuat Togay bertanya secara langsung bahwa Impian sedang mencoba mendapatkan skill-skill dasar saat ini.
“em.. kurasa, ayo kita coba dengan cara-cara lain”
Sebenarnya Impian tidak mengetahui hal ini, hal itu hanya Impian coba-coba saja atas pemikiran spontan dari rasa bosannya berburu kelinci.
Melihat apa yang telah di dapat, Impian dan Togay kembali berburu kelinci lagi.
Setiap kali kelinci lainnya muncul, pertama-tama Impian dan Togay menyerang menggunakan pedang pemula mereka.
Sebelum bar kesehatan kelinci habis sepenuhnya dan menyisakan sebagian kecil dari bar kesehatannya, Impian melepas pedangnya dan masuk kemode menyerang tanpa menggunakan senjata.
Berbeda dengan sebelumnya, saat ini Impian menghampiri kelinci yang tengah terhuyung-huyung dan mendaratkan tendangan.
Tubuh kelinci melayang karna tendangan Impian hingga setinggi pinggul, kemudian di tindak lanjuti dengan tendangan dengkul, tidak berhenti di situ serangan lain melesat tanpa terputus, pukulan Impian masuk mengarah pada tubuh kelinci.
Akibatnta, tubuh kelinci yang tengah melayang akibat tendangan dengkul Impian, jatuh ke tanah dari pukulan Impian terakhir.
-7
-7
-8
Saat kelinci tergeletak di tanah dan bar kesehatan kelinci belum habis sepenuhnya, Impian tidak berhenti dan memukuli tubuh kelinci tanpa henti.
Pukulan ke kepala menggunakan tangan kanan.
-7
Pukulan tangan kanan kembali di lancarkan ke arah kepala.
-8
Pukulan tangan kanan, pukulan tangan kiri, pukulan elbow, pukulan tangan kiri, pukulan elbow, pukulan hook, pukulan jab, elbow, jab, pukulan, pukulan, pukulan.
Tanpa henti-hentinya Impian memukul kelinci seperti karung tinju hingga kesehatan kelinci habis dan menghilang.
Togay yang hanya melihat apa yang di lakukan Impian mulai merasa ngeri dengan yang di lakukan Impian.
Tubuh dari kelinci yang imut di pukuli tak berdaya oleh Impian sampai mati.
ini tidak normal...
Togay yang melihat apa yang di lakukan Impian, kembali teringat dengan apa yang di lakukannya beserta para pemain pemula atas tindakan-tindakan yang telah mereka lakukan sebelumnya.
Yah… kurasa kami juga tidak normal
Membunuh tanpa perasaan bersalah!
Hal tersebut sudah bukan norma yang ada di kalangan masyarakat modern saat ini, tetapi ini terjadi di dalam kehidupan permainan.
Meskipun apa yang mereka buru hanyalah data-data yang terprogram dalam permainan dan bukan kehidupan sesungguhnya, tetapi tindakan yang setiap pemain lakukan bukanlah tindakan dari norma yang telah terbentuk di masyarakat modern saat ini.
Kembali ke Impian dan Togay saat ini. Beberapa cara mengalahkan kelinci di lakukan oleh Impian dalam berburu.
Mulai dari cara memukul yang berbeda, posisi gerakan yang berbeda.
Menggunakan sikut, punggung tangan dan bagian dalam tangan. Membanting, menimpa, menendang dengan kaki, dengan dengkul, menginjak, menyundul dengan kepala Impian lakukan dalam perburuan kelinci.
Hingga dimana cahaya matahari dapat terlihat perlahan-lahan menunjukan cahayanya di ufuk timur.
Tidak banyak exp yang di dapatkan. Lvl monster yang di buru adalah lvl 1 dan itu di bagi dua karna mereka berburu menggunakan cara party.
Jadi poin exp yang di dapat dari berburu kelinci secara terus menerus tidak besar dan level mereka masih tertahan di level satu saat ini.
Apa yang di lakukan oleh mereka berdua terlihat seperti mereka sedang bermain-main dengan buruannya jika di lihat oleh pemain sekitar.
Pemain yang berburu kelinci saat ini bukan hanya mereka berdua saja. Banyak pemain pemula juga berburu kelinci, tetapi itu untuk menjalankan quest berulang di papan misi pusat balai desa. Tidak seperti Impian dan Togay yang terus menerus berburu tanpa melaporkan misi kembali.
Skil-skil dasar yang telah di pelajari Impian saat perburuan kelinci sepanjang malamnya adalah [PUNCH], [HOOK], [JAB], [ELBOW], [KICK], [DENGKULAN], [BODY TROWING], [SLAM].
“ini yang terakhir!”
Impian melakukan serangan pukulan yang membuat kelinci bertanduk menghilang menjadi butiran cahaya karena bar kesehatannya telah turun ke anggka 0.
[karena beberapa gerakan yang di lakukan terus menerus, skill [PUNCH], [HOOK], [JAB], [ELBOW], [KICK], [DENGKULAN], [BODY TROWING], [SLAM] di ubah menjadi keterampilan [BELA DIRI]]
[BELA DIRI] (PASIF)
[Type : ???
(30% Tinju)(30% Krav Maga)(35% Muay Thai)(10% Taekwondo)(25% KungFu)(40% Silat)
Tingkat keterampilan : pemula (0%)
Serangan fisik tanpa menggunakan senjata yang memberikan kerusakan 150% dari PSY ATK pemain.]
Hingga akhirnya, layar sistem kembali muncul dan menginformasikan atas tindakan Impian dari berburu kelinci.
Keterampilan yang telah di dapatkan Impian sebelumnya, banyak, banyak sekali untuk hitungan pemain pemula.
Tetapi dari informasi pada prom sistem yang baru, sepertinya kemampuan yang di dapatkan Impian menghilang. Seakan hasil yang di berikan dari tindakan-tindakan sebelumnya hanya untuk satu tujuan lain.
Skill-skill lainnya menghilang dan di gantikan satu keterampilan yang bahkan memiliki type ‘???’.
Karena Impian masihlah pemula dalam pengalaman bela diri, apa yang di lakukan Impian sebelumnya hanyalah gerakan-gerakan yang di dasarkan dari pengalamannya bermain game.
Meski 'ia menerapkan hasil observasi dari jurus-jurus yang ada di perguruan keluarganya, tindakan Impian murni dari hanya mengandalkan pengalaman sendiri tanpa arahan sama sekali.
System menentukan apa yang dilakukan Impian berdasarkan persentase data dari macam-macam bela diri di dunia nyata, juga mencantumkan persentase dari data yang di peroleh berdasarkan informasi bela diri yang mendekati tipe-tipe bela diri tertentu dunia nyata.
Hal itulah yang di tampilkan pada skill baru yang di pelajari Impian dengan beberapa persentase yang mendekati tipe beladiri lainnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 176 Episodes
Comments
louise
taekwondo thor
2022-08-22
1