Pertarungan terus terjadi dengan Impian sebagai pusatnya dan lawan yang silih berganti setelah satu dengan yang lainnya.
Entah kenapa, bentuk pertarungan memiliki peraturan aneh di dalamnya. NPC akan menyatakan diri mereka kalah dan Impian menang, jika Impian berhasil mendaratkan serangan langsung ke arah tubuh.
“kalah? Tetapi paman masih bisa lanjut ‘kan?”
Impian pernah bertanya di sela-sela kemenangannya yang di anggap hal yang tidak wajar oleh Impian.
Saat pertama kali pertarungan di lakukan, adalah pukulan langsung tepat di wajah dan tidak dapat di hentikan.
Memang Impian berhenti di saat-saat terakhir, tetapi dalam sparing, itu sudah merupakan kemenangan.
Saat pertandingan selanjutnya, Bergas hanya terpukul dari gerakan reflek Impian, tetapi itu bahkan tidak berarti meski terkena sekalipun.
Pertandingan selanjutnya, setiap kali Impian melancarkan serangan baik itu secara benar ataupun reflek, NPC akan menyatakan Impian sebagai pemenangnya.
“jangan terlalu sombong ‘nak, pukulanmu bahkan tidak terasa sama sekali. Ini ‘pride’ kami sebagai orang yang lebih kuat darimu. Kamu masihlah bocah pemula di mata kami”
Salah satu NPC menjawab keraguan atas kemenangan Impian dan pertannyaannya.
Mendengar hal itu, meski Impian sangat di remehkan dari NPC-NPC itu, Impian menerimanya dan melanjutkan pertarungan.
Ya, seakan sekali saja terkena serangan Impian merupakan penghinaan yang di terima oleh mereka. Akibatnya pertarungan di selenggarakan dengan peraturan yang terkena sekali saja serangan Impian akan di nyatakan kalah.
Terdapat beberapa orang yang melihat sparing antara Impian dan beberapa NPC merasa bosan.
Kemenangan di putuskan hanya dengan hal seperti itu. Tentu saja pertarungan akan menjadi tidak menarik. Hanya saja, orang-orang yang di lawan terus berganti, dari satu orang ke orang lainnya.
Orang-orang yang di lawan Impian juga bukan orang biasa, mereka adalah prajurit desa dan memiliki level yang jauh lebih tinggi ke timbang Impian.
Lagi, lagi, lagi, dan lagi, kemenangan di tunjukan oleh Impian. Akibatnya, mau tidak mau, penonton akan merasa penasaran untuk melihat pertarungan selanjutnya.
Kemenangan berturut-turut di menangkan oleh Impian sebagai pemain pemula berlevel rendah. Hal itu saja membuat penonton tidak dapat beranjak dari posisi mereka.
Dalam pertarungan yang terjadi, setelah Impian bertarung dan mendapatkan kemenangan ketiganya, NPC akan memberikan potion atau ramuan stamina (menengah) kepada Impian.
Impian yang masih seorang pemula berlevel rendah, akan memiliki stamina yang tidak seberapa. Saat melihat Impian yang terengah-engah, NPC berinisiatif memberikan ramuan stamina itu.
Seakan memaksa Impian untuk terus melanjutkan sparing mereka.
Impian hanya diam saja dan menerima ramuan itu, memutuskan untuk terus melanjutkan pertandingan mereka.
Itu adalah ramuan yang mereka miliki sendiri tanpa terikat dengan kepemilikan desa atau satuan penjaga desa tempat mereka bertugas.
“apa dia seorang ranker yang membuat akun keduanya?”
Melihat hasil yang di capai Impian, FATBOY mau tidak mau bertanya kepada IKILUA dan Alice yang berdiri di sebelahnya dan merupakan teman Impian.
IKILUA “tidak…, ini karakter pertamanya”
Alice “Riski, maksudku Impian terlambat memainkan INK FANTASI sejak di buka untuk public”
IKILUA “meski begitu, dia masih tetap sama”
Alice “mmn!, Impian hebat”
Pemain biasanya tidak saling memanggil nama asli mereka di dalam game, itu seperti perjanjian ‘tak tertulis antar pemain.
Alice yang mengenal Impian di dunia nyata dan lebih terbiasa dengan panggilan ‘Riski’, sehingga meralatnya dengan nama karakter Riski saat ini.
Sementara FATBOY yang mendengarkan hanya bisa melihat tercengang dengan apa yang telah di lakukan Impian.
FATBOY tahu bahwa level Impian saat ini, karena dia yang menggunakan karakter Togay-nya menemukan Impian saat pertama kali memasuki permainan.
Meski pertarungan yang ada memiliki peraturan aneh di sana, tetapi Impian terus-menerus memenangkan berkali-kali melawan NPC berlevel tinggi.
IKILUA “kami telah lama bermain bersama. Apa kamu tahu alasan Impian bermain game virtual reality?”
FATBOY “apa itu?”
Alice “dia hanya ingin melakukan yang di inginkannya saja”
FATBOY “….”
IKILUA “haha, itu juga benar, tapi-“
FATBOY “….”
IKILUA “keluarga Impian memiliki perguruan, beberapa murid dari perguruannya bahkan selalu mengirim atlet mereka untuk bertanding secara internasional”
FATBOY “jadi begitu! Pantas saja pergerakannya hebat”
IKILUA “kamu salah, sebaliknya, tubuh Impian lemah di dunia nyata dan tidak pernah sekalipun Impian belajar ilmu beladiri di perguruannya”
FATBOY “apa dia mengidap penyakit?”
Alice “tidak, Impian masih terlihat seperti orang normal”
IKILUA “Cuma, sedikit saja dia kecapen, hidungnya akan selalu mimisan, terkadang malah demam keesokannya”
FATBOY “lalu alasannya?”
IKILUA “karena game”
FATBOY “game?”
Alice “Impain melatih gerakannya di dalam game”
IKILUA “benar, dia berlatih sendiri tekhnik-tekhnik yang di ajarkan di perguruannya di dalam game”
Disisi lain, dalam arena yang tercipta akibat berkumpulnya orang-orang yang menonton, Impian mendapatkan kemenangannya kembali.
Sudah pertandingan yang ke-sepuluh saat ini. Impian masih berdiri di sana menghadapi NPC yang terus saja meminta sparing tetap di lanjutkan.
“aku menang paman”
Impian memenangkan pertandingan sparing sepuluh kali berturut-turut.
Meski terdapat beberapa peraturan seperti tidak di perbolehkan memakai jurus apapun, pertarungan hanya memakai tangan kosong saja, dan lawan Impian tidak boleh menerima satu pukulan-pun, hal itu sangatlah luar biasa mengingat level Impian masihlah 2.
“wooah, dia menang 10 kali berturut-turut”
“apa mungkin akun ke-2?”
“ya, aku juga sempat melihat dia bersama pemain berlevel tinggi”
"“tidak heran dia sehebat itu”"
“tapi bukankah dia pemain yang terus berburu kelinci?”
“tidak mungkin pemain yang pernah memiliki level tinggi akan terus-menerus berburu kelinci di akun ke2 nya”
“bisa saja karna dia bosan memainkan karakter utamanya?”
“atau ada misi khusus untuk berburu kelinci?”
"jika begitu ada hadiah besar membunuh kelinci”
"ya, tidak mungkin akun ke-2 dari pemain berlevel tinggi akan terus-menerus membunuh kelinci saja”
“dia juga sempat berdebat dengan NPC petugas soal misi kelinci”
""tidak salah lagi”"
Banyak diskusi tercipta dari pemain-pemain lain yang melihat pertandingan Impian dengan NPC-NPC itu.
Diskusi yang tercipta, entah mengapa menuju kearah yang berbeda. Ada beberapa pemain yang melihat Impian sebelumnya.
Karena omongan yang di utarakannya, akhirnya pemain yang ada menjadi salah paham atas tindakan Impian.
Karena kesalah pahaman yang terjadi di antara pemain yang menonton pertandingan sparing Impian, banyak dari pemain pemula berpikir untuk mencoba banyak berburu kelinci. Yah, ini untuk cerita nanti.
Sementara itu di tempat Impian saat ini.
[selamat, karena hasil dari tindakan anda, title baru telah di dapatkan]
[title “THE CHALLENGER” di dapatkan]
Pop up muncul pada pandangan Impian setelah mengalahkan NPC ke sepuluh.
[THE CHALLENGER]
[panggilan yang di berikan ke pada anda yang telah menantang lebih dari sepuluh orang dengan kemampuan jauh lebih kuat dari anda.
+1 all stat
Saat menghadapi musuh yang memiliki perbedaan lebih dari 5 level, penurunan stamina -20%]
Gelar baru di dapatkan atas tindakan Impian saat ini.
Tidak hanya memberikan penambahan peningkatan stat yang ada, tetapi juga memberikan buff dari lawan yang memiliki perbedaan level di atasnya.
“giliranku sekarang bocah”
Sesaat dimana Impian sedang membaca informasi gelar barunya, suara lain dapat di dengar.
Pria paruh baya yang terlihat lebih kuat di banding NPC-NPC yang di lawan Impian sebelumnya menghampiri dan menyatakan dirinya kepada Impian.
““kapten!””
““kapten Dasa””
Seluruh NPC berteriak saat pria paruh baya ini, kapten Dasa, sebagai penghormatan salut kepada pemimpin mereka.
“yang benar saja….”
“tidak baik jika bawahanku kalah terus menerus dari pemula benar….? Setidaknya biarkan pemimpin mereka beraksi sedikit”
“….”
“namaku Dasa, kapten regu 18, Desa Keoropi. Mari kita mulai ‘nak”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 176 Episodes
Comments