" Lalu, apa tujuan kamu memberi tahukan ini pada Senja,,kamu mau membatalkan pernikahannya sama Ali, atau ada maksud tertentu? " tanya Sita penuh selidik.
" Aku jujur setelah menikah dengan Ali, walaupun dia masih bersikap dingin sama aku, jujur aku mencintainya.. dia ayah dari bayi yang aku kandung,kalaupun kalian menikah aku tetap menjadi istri yang disembunyikan, istri yang nggak akan pernah bisa masuk dalam keluarga Ali, mungkin aku juga akan di sebut pelakor oleh orang-orang diluar sana." ungkap Viana menundukkan wajahnya.
" Selama ini kamu tinggal dimana? " tanya Senja tanpa ekspresi.
" Di rumah kontrakan, yang Ali sewa untuk tempat tinggal ku, biasanya Ali datang jika aku menginginkan sesuatu untuk anaknya, dan aku pun mendapat nomer telpon kamu yang aku lihat di ponsel Ali.. maaf, bukan maksud ku untuk mengacaukan rencana kalian, aku terima kalau Ali menikahi mu. Karena aku tahu rencana ini sudah ada jauh sebelum aku hadir,aku cuma ingin kamu tahu.. ada anak yang nantinya membutuhkan seorang ayah.." ucap Viana dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
" Kamu di Aussie ngapain emang? " tanya Sita dia tak serta merta percaya akan ucapan Viana.
" Aku dapat beasiswa si kampus yang sama dengan Ali tiga tahun lalu, aku dan Ali kenal pun setelah kejadian itu terjadi.
Jadi, yang punya acara salah satu teman Ali dan dia punya pacar dan aku kenal pacarnya,makanya kita bisa ada dalam satu acara karena memang selain ulang tahun,,acara itu di tujukan untuk pesta lajang karena mereka mau menikah." terang Viana.
" Hemm.. oke, trus apa yang mau kamu putusin Sen, kamu sudah tahu kan.. keberadaan Viana dengan bayinya, itu adalah hal penting nantinya yang akan kamu hadapi kedepannya." ucap Sita.
" Emmm.. Viana, apa kamu bisa ikut dengan ku? " tanya Senja menatap Viana dengan intens.
" Kemana, kalau buat ketemu Ali aku nggak bisa dan aku sudah janji kedia supaya sembunyi, tapi.. aku nggak bisa,,aku juga punya hak atas Ali walaupun aku hanya istri siri." ucap Viana dengan menundukkan wajahnya kembali.
" Kamu ikut ke rumah saya, dan saya ingin mengenal calon madu saya." ucap Senja.
" Hahhh.. kamu yakin Sen? " tanya Sita meyakinkan dengan keputusan yang Senja ambil.
" Sangat yakin, dan bisa kita langsung ke rumah, keperluan kamu nggak usah dipikirkan, aku punya baju buat kamu kayaknya pas, aku ingin kamu bersamaku sampai aku menikah dengan Ali." ucap Senja.
"Baiklah, trus kalau Ali telpon? " tanya Viana dengan wajah bingung.
" Selama ini dia intens komunikasi dengan kamu? " tanya Senja.
" Nggak, kalau aku nggak hubungi dia nggak akan telpon aku." jawab Viana.
" Oke, jadi nggak ada masalah ,, kita pulang sekarang." ucap Senja dan beranjak dari duduknya menuju ke kasir.
" Senja biar aku...
" Simpan saja uang mu,,biar aku saja yang bayar.. nggak masalah." potong Senja dengan wajah datarnya.
Akhirnya mereka langsung meluncur pulang kerumah Umi Salamah. Selama perjalanan, tak ada yang buka suara sedikit pun.
.
.
Tepat di halaman rumah Senja mobil Sita terparkir, ketiga wanita itu turun dari mobil dan berjalan menuju rumah.
" Assalamualaikum." salam dari ketiga nya.
" Wa'alaikum salam.." sahutan terdengar dari orang yang sedang sibuk masak memasak.
" Kalian sudah pulang, lho.. ini siapa? " tanya Umi Salamah penunjuk Viana.
" Perkenalkan nama saya Viana bu..." ucap Viana dengan sedikit menundukkan tubuhnya tanda hormat.
" Ehhh.. iya, panggil umi aja yaa.." ucap Umi Salamah.
" I_iya umi." jawab Viana dengan menundukkan wajahnya .
" Ya udah kalian bebersih terus, sholat baru kita makan bareng." ucap umi Salamah.
Akhirnya ketiga wanita itu pun masuk ke dalam kamar Senja. Mereka bergantian membersihkan diri mereka, sholat dan berkumpul bersama di ruang tengah untuk makan malam bersama.
Kehadiran Viana di sambut baik oleh semuanya.
" Via maaf, kamu hamil ? " tanya Indah saat melihat sekilas perut Via yang sedikit membuncit.
" Iya, udah jalan empat bulan." jawab Via denga. tak berani mendongakkan pandangannya.
" Suami kamu diluar kota? " tanya Indah lagi.
" Mbak kok mendadak jadi kepo sih, apa mbak udah jadi anggota admin lambe-lambean.. hahh?!" kata Senja sedikit menatap sinis sang kakak.
" Yahh.. namanya aja pengen tahu, kan dia lagi hamil.. kasihan sendirian.. Senja." kilah Indah.
" Suami ku ada kak, cuma dia sedang sibuk." ucap Via akhirnya.
" Ada apa sama Senja, apa ada yang dia sembunyikan.." batin Umi Salamah sesaat melihat raut wajah sendu milik Senja.
Sementara Sita, mencuri pandang Senja dan Viana yang terlihat sahabat nya terlalu baik, untuk Ali yang sudah sangat mengecewakan,menurut Sita sangat disayangkan jika Ali berani membohongi Senja, dia belum tahu jika Senja yang selalu memaafkan orang lain jika bersalah padanya namun, walaupun begitu,, Sita tak tahu alasannya apa Senja dengan sepupunya masih menyimpan benci.
" Kenapa kamu Ta, bengong gitu.. awas kemasukan setan kamu..!! " ucap Senja tiba-tiba memergoki Sita yang sempat bengong dan memandang ke arahnya.
" Enak aja... aku lagi mikir, kapan bang Kala pulang yaa..?? " ucap Sita asal.
Uhukkk... Uhukkk
Mendengar perkataan Sita mendadak Senja terbatuk saat asik menyunyah makanannya.
" Minum nak..nih, ya ampun.. kamu kenapa toh? " tanya Umi sambil menyodorkan gelas mimumnya.
" Makasih umi, nggak papa kok.. aku keselek kuah sop umi." jawab Senja dengan melirik Sita dengan tatapan yang mengunus di hati.
Sita yang melihat Senja menatapnya dengan sinis, malah dalam hati tertawa puas.
" Ehhh... iya, gimana kabar boss Kala,, nggak mau pulang lagi emang..? " tanya Yudi yang mendengar nama Kala.
" Tau tuh, tapi.. menurut mami,,dia harus di seret biar mau pulang,karena kita kan emang nggak pernah bisa memaksa dia nurutin apa kemauan kita,,mungkin udah terlalu nyaman saman pacarnya." ucap Sita asal
Uhuk uhuk uhuk.
" Ya Allah Senja,, kamu kenapa sih.. keselek kuah sop lagi,, hati-hati makannya." omel. Indah yang menyodorkan minumnya ke Senja.
Senja hanya diam dengan omongan Indah barusan.
Namun, pikiranya melayang pada sosok Kala, mendengar jika kala berpacaran ada sedikit sakit di hari Senja.
" Umi sudah lama nggak ketemu Kala, sejak pertama dan terakhir kesini, dia sosok yang menyenangkan dan juga baik." ucap Umi Salamah.
Tiba-tiba Senja beranjak dari tempat duduknya dan, meninggalkan meja makan, langsung ke arah samping rumah.
" Kenapa Senja? " tanya Indah.
" Maaf semuanya,, ini salah Sita,, biar urusan Senja Sita saja yang handle.
Sita dengan cepat menyusul sahabatnya, entah kenapa jika Sita membahas Kala ,Senja selalu kabur dan terlihat wajahnya sedih .
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Kartini Davi
sakit jadi senja.....
2025-01-27
1
Kinay naluw
ya ampun ternyata oh ternyata.
2022-09-12
2
Noora Iyyah
I think I'll like it.
2022-07-12
0