Delapan Tahun Kemudian
" Senjaaa..bangun sayang..!!" seru umi Salamah dengan mengetuk pintu kamar Senja.
" Iya Umii.." teriak Senja dalam kamarnya.
Ceklek.
" Senja masih molor mi? " tanya Indah pada sang umi.
" Nggak lago siap-siap tuh..." ucap Umi Salamah
" Pagii.. mba, Umi ku sayanggg.. " seru Senja dan memeluk kedua wanita yang dia sayangi.
" Kamu ini.. umur udah mau 24 tapi, kelakuannya..manja." cibir Indah.
" Ihhh.. mba Indah, ehh.. ponakan aku udah bangun mba? " tanya Senja menanyakan anak Indah yang sudah berumur empat tahun.
Indah lima tahun lalu menikah dengan Yudi, Dia mantan bos preman yang dulu pernah memberikan pinjaman, semenjak hutang Indah di bayarkan Kala, Yudi pun..jadi merasa bersalah, setelah tahu kehidupan Indah sebenarnya.Kala lah yang menyadarkan Yudi..
Setelah perjuangan yang bisa di bilang lumayan berat Cinta Yudi pun terbalas, namun.. Umi Salamah yang selama ini merawat indah meminta Yudi untuk menikahinya dengan syarat Yudi tak lagi jadi Rentenir dan Preman pasar alias Yudi seorang Preman pensiun. Dan sekarang dia memiliki toko kelontong dan yang mengelola pun bekas anak buahnya.
" Masih tidur, noh.. di kamar sama bang Yudi." ucap Indah.
" Ehhh.. iya, kamu sudah sampai mana persiapan pernikahan kamu, Ali.. kapan pulang?" tanya Indah.
" Hahhh... mungkin seminggu lagi kak Ali pulang, kenapa mba..? " tanya Senja.
" Padahal mba pernah mikir kamu nikah sama Kala lho.. tapi, ternyata hubungan kalian belum sampe pacaran tapi, udah punya status mantan." cerocos Indah.
Senja mendengar ocehan sang kakak pun hanya bisa tersenyum kecut.
" Kata siapa sih aku mantanan,, ngarang!! " elak Senja.
" Tuh.. si Sita kalau udah halu suka kelewat." jawab Indah
" Sudah-sudah sekarang bawa semua makanan ke meja Sen.. " lerai Umi Salamah.
___________________________________
MADRID - SPANYOL
" Woii... bro apa kabar lo?!" Seru Atharva pada sahabatnya yang lama menghilang.
" Baik bro, kalian gimana? " tanya Kala balik pada tiga sahabatnya.
" Kita rela jadi kacung lo.. hahaha.." ucap Rayyan dengan santai.
" Halahhh.. lo di kantor juga modus mulu sama Sita lo.. " ejek Marvin
" Hahaha... masih aja lo bucin sama sepupu gw." ledek Kala
" Yahhh... cinta gw nggak bisa berpaling ke lain hati Kal, apalagi kan dia udah jomblo Arga juga udah kelaut." beber Rayyan
" Ehhh.. iya,, sahabatnya Sita siapa namanya.. katanya dia mau nikah bulan depan.. " ucap Athar
Uhuk Uhuk uhuk..
" Yahh.. lo kayak anak kecil aja Kal, jangan-jangan lo masih ngarepin Senja yaa?" tanya Marvin penuh selidik.
" Apaan sih,,lagian dia kan emang bukan apa-apa gw Vin.. ngaco lo !!" sarkas Kala.
" Trus,lo gimana.. lo masih sama Jessy ?" tanya Athar
" Jessy sama gw pun karena saling menguntungkan saja kok, gw butuh hiburan dia butuh duit gw." ucap Kala dengan santai.
" Sebenernya apa sih yang lo cari Kal, banyak cewek yang suka sama lo.. walaupun lo terlihat kaku dan dingin banget sama mereka." ucap Rayyan
" Mereka hanya mau duit gw doang.. " jawab Kala dengan senyum sinis.
"Kita mau balik ke Indonesia lusa, bukannya lo disuruh balik sama Papa Farhan sama mama Diana? " tanya Marvin.
" Hahhh.. males gw pulang juga,lagian masih ada papa yang pegang kendali BAHTIAR Group kan? " kata Kala.
" Tapi, disanalah keluarga lo Kal, udah delapan tahun lo nggak balik, dan kita tau banget alasannya apa, masih menyangkut Senja kan? " tebak Marvin
Mendengar perkataan sahabatnya itu, Kala menatap Marvin dengan tajam.
" Nggak usah mandang gw kayak gitu, dan itu tandanya omongan gw bener.. Kal, ini salah lo.. kenapa sih lo nggak memperjuangkan cinta lo sama Senja, kenapa mesti menghilang bagai.. perempuan itu butuh di perjuangkan, gw sih.. bisa bilang Senja juga butuh seseorang yang bisa memperjuangkan dia,bukan cowok pengecut kayak lo..!!" ejek Marvin
Bugh..
Bugh.
"Woiii... udah,kalian apa apaan sih, kalian udah dewasa umur udah mau 27 masih aja kayak anak 17th." lerai Athar.
" Si*lan ,dia duluan yang buat gw kesel." ucap Kala tak terima dengan perkataan Marvin.
" Yah.. lo emang Sekali-kali harus di sadarin, buat apa lo sembunyi sejauh ini,, buat luapain Senja,, bisa,, nggak kan,mikir lo..!! " teriak Marvin.
Entah kapan rasa cinta Kala tiba-tiba hadir dalam hati nya untuk Senja, gadis yang selalu diajaknya ribut dimasa putih abu-abu, gadis yang suci,sejak ciu*an yang tak sengaja karena permainan dengan para sahabatnya itu sungguh menggetarkan hatinya,, sejak SMA memang dia sudah terkenal dengan sebutan Fu*k boy oleh para gadis yang menjadi korban rayuan mautnya. Namun, Senja nama itu sudah terlalu dalam terpatri jauh di dalam hatinya. Sejak peristiwa di sungai itu membuat Kala sadar jika Senja bukan gadis sembarangan, entah Kala rasa jika berdekatan dengan Senja seperti ada magnet yang ingin membawa Senja dalam rengkuhannya.Tapi,,Kala tak bisa.Takut,,itu yang dia rasa.. takut jika suatu saat menyakiti hati gadis itu, karena memang jiwa mudanya masih ingin berpetualang. Namun, saking asyiknya dia berpetualang dia lupa pulang. Dan tiga tahun lalu mendengar dari sang tante jika Senja sudah memiliki calon suami. Iti membuat Kala pun akhirnya melanjutkan petualangan nya tanpa peduli pulang ke keluarga nya.
_________________________________________
Jakarta
" Assalamualaikum. " suara salam terdengar dari arah pintu ruang tamu.
" Wa'alaikum salam.. "
"Siang semuanya.. " sapaan hangat dari Senja untuk keluarga Bahtiar yang sedang berkumpul.
" Ehhh.. kamu Senja." tegur Oma Tika
" Apa kabar Oma, Opa, Om, Tante, Papi sama mami." ucap Senja ramah dan menyalami semuanya.
" Alhamdulillah kita semua baik, kamu panggil Lidya mami kenapa saya tante curang kamu Sen.. " protes mama Diana.
" Lahh,, trus mbak Diana mau Senja panggil apa?" tanya Lidya
" Mama juga boleh, aku kan nggak punya anak cewek Lid.." ucap Mama Diana
" Kalau kamu minta dipanggil mama aku yah harus panggil papa.. Hehehehe." protes papa Farhan
" Iya deh Senja sangat beruntung, punya umi, bunda, mami, sekarang mama." ujar Senja.
" Alhamdulillah, kamu sudah kami anggap juga seperti anak kami Senja, kamu adalah juga bagian keluarga ini bener kan bu, yah.. " ucap Mami Lidya.
" Bener itu, kita cuma punya dua cucu..Kala sama Sita, Kala yang tak pernah mau pulang entah apa yang dia cari, sampe sekarang pun dia belum dateng bawa calon istrinya, sementara Sita juga sibuk dengan kerjaannya. Nambah satu cucu buat kita begitu senang Senja, kamu sudah Oma dan Opa cucu sendiri.. bagian dari Bahtiar." ucap Opa Bahtiar panjang lebar.
Saat Opa Bahtiar menyinggung nama Kala, mendadak hatinya begitu sedih, karena terakhir dia bertemu dengan Kala saat dia mencoba minta maaf pada Kala namun, kala menolak kehadiran Senja.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Aira Azzahra Humaira
adeh kala ngapain jauh"
2024-09-11
0
Sadiah
kala kala...menghindar gak jelas kasian senja...
2022-12-19
0
Kinay naluw
kalo cinta jangan lari.
2022-09-12
1