Setelah selesai acara ijab qobul,Senja menepi dan berdiam diri di samping rumah nya.
Kecewa tentu ada, apalagi niat baik yang mereka rancang dari jauh-jauh hari kini batal seketika.
Flashback On.
" Kak, sebenarnya kamu mau ajak aku kemana? " tanya Senja saat mereka berada di mobil yang di bawa Ali.
" Ada deh,, kejutan dong.. kalau di kasih tahu, namanya bukan kejutan dong.. " jawab Ali dengan wajah yang menahan tawanya melihat pujaan hatinya menampilkan wajah yang menggemaskan.
" Ahhh.. nggak aci nih..,main rahasia segala." ucap Senja mencebikkan bibirnya.
" Jangan manyun gitu dong, kita sudah sampai kok.. " ucap Ali berhenti di sebuah panti asuhan yang sering Senja kunjungi.
" Kita ngapain kesini kak? " tanya Senja
Karena memang,saat ini bukan jadwal Senja mengunjungi mereka.
" Turun dulu yah, yuk..!! " ajak Ali dengan membukakan pintu mobil untuk Senja.
Senja akhirnya keluar dari dalam mobil " Terima Kasih." ucap Senja tersenyum manis dengan perlakuan Ali yang selalu perhatian padanya.
Mereka melangkah masuk dalam panti, dan Senja mengernyitkan dahinya saat melihat taman belakang panti disulap menjadi tempat dinner romantis ala Ali Rizky Pratama.
" Kak,ini...
" Yuk, kita wajib menikmati yang anak-anak siapkan ini untuk kita." ucap Ali dan membimbing Senja untuk duduk di kursi di bawah pohon di sekitar taman dengan banyak hiasan lampu dan dan juga lilin.
" Wow.. keren kak, aku nggak nyangka kamu bawa aku kesini." ucap Senja dengan senyum lebar
" Suka? " tanya Ali memandang Senja dengan penuh cinta.
" Hemmm.. yes, I like.." jawab Senja dengan gembira.
" Oke sekarang kita makan. " ucap Ali dan Senja pun meng iyakan.
Senja dan Ali menyantap menu yang disiapkan dengan perasaan bahagia, apalagi Senja yang tak menyangka jika Ali akan mengajaknya kesini.
Setelah beberapa saat mereka nikmati makan malam romantis itu, kini Ali menatap Senja dengan intens.
" Ada apa kak, apa ada yang salah sama wajah aku?" tanya Senja
" Nggak ada yang salah dengan wajah kamu, cantik juga membuat aku selalu jatuh cinta sama kamu." ucap Ali dengan senyum lebar
Mendengar perkataan Ali sontak membuat wajah Senja panas karena menahan malu dengan pujian yang Ali ucapkan.
" Senja, kita sudah beberapa tahun ini dekat.. dan sedikit banyak kita sudah saling mengenal satu sama lain. Aku sangat beruntung karena mengenal sosok yang baik seperti mu." ucap Ali.
Tiba-tiba lampu besar diatas mereka padam dan digantikan dengan lampu-lampu kecil dan muncullah anak-anak panti sambil membawa sesuatu dan berbaris menghadap kedua orang yang sedang duduk dengan cahaya lampu yang terkesan romantis.
Seketika Senja terlihat terkejut saat melihat anak-anak itu mengurutkan sebuah simbol Abjad di depan dada mereka.
" WILL YOU MARRY ME "
Seketika Senja menutup mulutnya karena terkejut dengan semua yang Ali buat.
Ali melangkah mendekati Senja.Kemudian,dia berlutut di depan Senja dan mengeluarkan sebuah kotak kecil berbahan bludru dan menyodorkannya di depan Senja.
Terima ..Terima.. Terima.. Terima.. Terima..
" Bagaimana sayang? " tanya Ali lagi.
" Yes, I do.. " jawab Senja.
Semua anak-anak panti beraorak gembira, dan disusul para pengurus panti pun ikut bahagia mendengar lamaran Ali diterima Senja.
Ali menyematkan cincin yang terlihat indah ,cocok Untuk Senja.
Flashback Off
" Senja.. " panggil seseorang mengusap lembut punggung Senja.
Senja tersadar dari lamunannya, dan berbalik.Ternyata ada Oma, OpaBahtiar ,Mama Diana dan Mami Lidya yang ada di belakang Senja. Dengan mata yang sudah berkaca-kaca, Diana membawa Senja dalam pelukannya. Mendapat pelukan tulus dari Diana pecahlah tangis pilu Senja.
" Sabar nak, dia bukan jodoh kamu.Insyaallah akan ada laki-laki yang sayang dengan tulus pada mu." ucap Diana
" Kami akan selalu ada buat kamu Senja." ucap Lidya. Mencoba menenangkan sahabat dari putrinya.
Sementara di tempat yang sama tapi, di bagian yang berbeda, Yudi yang sudah kesal dengan sikap Ali, akhirnya melampiaskan pada tersangka. Ali kena bogem mentah Yudi, jika bukan karena Papa Farhan dan Papi Bagas dan Ayah nya Ali meperai mereka, mungkin Ali bisa mati di tangan Yudi.
" Bang Yudi, udah...!! " bentak Sita.
" Dia sudah melukai hati sahabat kamu Ta, adik Iparku.. lagaknya aja alim ternyata.. cuihh..,, pengecut !!" teriak Yudi
" Maaf bang.. " ucap Ali lirih dengan masih memegang pipinya yang terasa nyeri.
" Halah..lo...
" Stop bang..!! " Seru Senja dengan cepat menghampiri abang iparnya dan juga sudah tentu membuat suasan pesta ricuh.
Dan dengan berat hati pesta itu di bubarkan.
" Dia pantas dapet bogeman gw Sen.. " ucap Yudi yang masih terlihat emosi.
" Trus untungnya buat abang apa, untungnya buat aku apa,, jawab bang,, buat apa..?!!" ucap Senja dengan mengedarkan pandangannya melihat sekitarnya.
Tanpa kata apapun akhirnya dia masuk dalam rumah dan memasuki kamarnya, terduduk dengan pandangan sendu.
" Senja.. " tegur Sita.
" Aku malas bahas yang udah terjadi Ta, kalau kamu masih mau bahas soal ini.. mendingan kamu pergo sekarang, kalau kamu mau disini tetap tenang, nggak usah banyak omong." ucap Senja menatap tajam kearah Sita.
Sita akhirnya duduk di karpet, dan bersandar di ranjang Senja. Sekian lama mereka saling terdiam, dan itu buat Sita pun tak tahan.
" Liburan kita jadi nggak? " tanya Sita lirih.
" Jadi lah, aku pengen rifreshing." jawab Senja
" Bagus deh, aku juga muak sama kamu yang selalu murung, nangis gini.. mulai besok kamu harus mulai move on." ucap Sita.
.
.
Acara pernikahan Ali dan Viana selasai, dan terpaksa di bubarkan dengan cepat. Dengan tegas Ali bilang pada Yudi akan membereskan acara yang kacau ini.
Keesokan Harinya, walaupu nwajah Senja terlihat masih sendu,tapi..trip saat ini dia sangan senang.
" Kamu yakin mau liburan Sen? " tanya Indah.
" Yakin lah.. " jawab Senja.
" Baguslah, move on dengan cepat itulah obat dari patah hati." cap Yudi.
" Iyaa.. " jawab Sanja sekenanya.
" Semunya sudah nggak ada yang ketinggalan Ta, Sen,coba inget-inget." ucao Umi Salamah mengingatkan.
" Tenang umi, udah beres semua." ucap Senja meyakinkan.
.
.
Lima belas menit menit mereka menghabiskan sarapan mereka dengan singkat. Dan dengan cepat mereka berangkat menuju bandara.
Sampai di lobby bandara, mereka melangkah masuk ke dalam namun, langkah mereka berhenti saat Senja menarik Sita duduk.
" Kamu duduk disini dulu, aku mau ke toilet ,jangan kemana-mana." ucap Senja menaruh kopernya sejajar dengan koper Sita.
" Jangan lama-lama." seru Sita.
Karena Senja buru-buru, dan dari arah berlawanan juga seseorang berjalan dengan sibuk menatap ponselnya dan...
Brukk
" Aisssttt... aww.. " ringis Senja karena tubuhnya terpental dan terjatuh.
Orang yang bertabrakan dengan Senja berdiri di samping gadis itu. mengulurkan tangan nya ingin membatu Senja.
Namun, karena Senja sudah dalam keadaan urgent dia tak menerima uluran tangan itu, dan beranjak dari tempat itu baru saja dua melangkah terdengar suara.
" Sorry..!! " seru seorang pria dengan kulit sawo matang .
Deg.
Dua orang yang merasakan debaran jantung mereka,sama-sama mengingat sebuah nama dalam hati mereka.
"Suara itu,nggak mungkinlah Senja, dia kan..nggak pernah mau pulang.. . " batin Senja dengan cepat melangkah tanpa berniat menoleh.
" Aroma ini, wangi khas dia.. tapi,pasti banyak yang punya wangi seperti dia." batin Pria itu dengan senyum miring.
Pria itu melangkah menuju mobil yang sudah menunggunya.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Aira Azzahra Humaira
jodoh gak bakal kmn
2024-09-12
0
Kinay naluw
jodoh pasti bertemu.
2022-09-12
3
Noora Iyyah
lanjut....lanjut... lanjut.....
2022-07-14
1