Ali berusaha untuk mengejar Senja namun, langkahnya terhenti saat Kala menghalanginya.
Ali menatap Kala dengan sinis, Kala yang terlihat santai dan menatap dingin sosok yang ada di hadapanya.
" Haii... siapa lo berani nyuruh Senja dengan begitu kasarnya!! " bentak Ali yang tak terima Senja lebih memilih bersama pria yang tak pernah dia kenal, walaupun ada Sita bersamanya.
" Nggak perlu tau siapa gue, urus aja istri lo.Kasihan sama anak yang ada dalam kandungannya. Jangan jadi laki-laki yang nggak bertanggung jawab, Senja urusan gue dan Lo nggak punya hak atas Senja. Denger baik-baik, mungkin lo sudah sama dengan dia bertahun-tahun, tapi.. dia akan kembali pada jodoh yang sebenarnya.." bisik Kala menepuk bahu Ali dan melangkah menuju mobil yang terlihat ada beberapa orang yang bersandar di mobil itu.
" Siapa mereka ,apa maksudnya jodoh yang sebenarnya ?" gumam Ali mengingat apa yang Kala bisikkan padanya.
Ali masih diam mematung di depan Panti, melihat mobil mewah itu keluar dari area panti.
" Mas... " panggil Viana menyadarkan Ali dari lamunannya.
" Masuk, kita pulang !!" bentak Ali.
Viana hanya diam tak membantah omongan suaminya, dia melangkah masuk ke dalam mobil, dan langsung menancapkan gas nya dengan lumayan kencang.
" Agrrrhhhh..Sial..!! " umpat Ali memukul Stir mobilnya.
" Mas, Istighfar.. " ucap Viana mencoba untuk menenangkan suaminya.
" Tau apa kamu, seneng kan kamu.. lihat Senja pergi, Dia sudah pergi sama Sita sahabatnya yang bikin semuanya hancur..!! " bentak Ali terlihat frustrasi dengan keadaan yang ada.
Di mobil Kala dan yang lain hanya bisa diam tak ada yang berani mengeluarkan suara.
" Ta, tolong anter aku ke hotel dekat sini deh.." ucap Senja memecahkan kesunyian dalam mobil itu.
" Mau ngapain, mau kucing-kucingan sama mantan calon suamimu yang Brengs*k itu !!" bukan Sita yang menjawab tapi, Kala yang terlihat sinis melihat Senja.
" Tapi, aku nggak...
" Kamu tetap tinggal di mansion sama Sita, aku tinggal di Apartemen , jadi jangan khawatir." ucap Kala memotong omongan Senja.
Senja tak bisa berkata-kata apalagi, menolakpun percuma apalagi kalo sudah berurusan dengan namanya Kalandra si Tukang Paksa.
Empat puluh menit mereka sampe mansion Bahtiar.
Mereka masuk kedalam mansion dan di sambut dengan bahagia oleh semua penghuni mansion.
" Opa,dan yang lain..hari ini Senja akan ada disini untuk sementara waktu."ucap Kala saat mereka duduk di ruang keluarga.
Semua orang melihat ke arah Senja yang terlihat sering menunduk.
Mama Diana pun mendekati Senja dan menyandarkan kepala gadis itu ke bahunya, reflek Senja memeluk Mama Diana. Rasa tertekan saat lalu kini terlihat memudar dan berganti dengan rasa nyaman.
" Tinggalah disini semau kamu, kami semua adalah keluarga kamu juga. Sekarang kamu sama Sita kekamar dan bebersih, nanti kita makan malam sama-sama yaa..?" ucap mama Diana diangguki Senja.
Senja dan Sita akhirnya naik keatas dan mengistirahatkan tubuh mereka.
Sedangkan Kala menceritakan apa yang baru terjadi pada Senja.
Mereka mendengar perkataan Kala hanya bisa menghela nafas beratnya. Kasihan dengan Senja yang seorang yatim piatu dan orang tua angkat yang tinggal sang Umi juga. Mereka tahu, jika Senja adalah anak yang baik dan gadis yang tak neko-neko apalagi selama ini mereka sering berinteraksi Senja yang suka menginap di mansion keluarga Bahtiar bersama Sita.
Saat setelah sholat magrib, Senja turun menuju ke dapur,bergabung dengan para ART yang sedang sibuk dengan kegiatan memasak makan malam.
" Assalamualaikum mbok,bi.." salam dari Senja mengejutkan keduanya.
" Wa'alaikum salam ,ehhh.. non Senja.Non Senja perlu apa, biar mbok ambilkan? " ucap Mbok Darmi.
" Nggak perlu apa-apa mbok, cuma mau bantu siapin makan malem aja." ucap Senja.
" Waduh,, nggak usah non biar mbok Darmi sama Bi Srini yang beresin semuanya." tolak Mbok Darmi.
" Mbok please..??" ucap Senja dengan memasang wajah memohon.
" Baiklah, tapi..kalau Nyonya besar ,nyonya sepuh, sama nyonya Mami marah gimana? " ucap Mbok Darmi
" Biar Senja yang ngomong sama mereka." ucap Senja
Akhirnya mereka pun bertiga berkumpul bersama untuk masak makan malam.
Setelah satu jam mereka sibuk di dapur, akhirnya selesai juga.
" Lho.. Senja kamu ngapain di dapur? " tegur Oma Tika saat melihat Senja yang sedang membawa hasil masakan mereka ke meja makan.
" Eeh.. Oma, duduk Oma.. sebentar lagi selesai kok." ucap Senja.
" Oma nanya kamu ngapain di dapur?" tanya Oma Tika lagi.
" Senja lagi eksperimen Oma, semoga Oma suka sama masakan Senja yaa... please jangan marahin mbok Darmi sama Bi Srini ya Oma? " ucap Senja dengan memohon.
" Sudah,, sana.. Oma juga tau kamu pasti maksa mereka setuju buat bantu masak kan.. dasar, Oma nggak akan larang kamu buat masak.. yang penting jangan terlalu capek." ujar Oma Tika.
" Makasih Oma ku sayanggg... " ucap Senja memeluk Oma Tika dan mencium kedua punggung tangan Oma Tika.
" Udah - Udah nggak perlu terima kasih, Oma yang terima kasih sama kamu.. lain kali ajak Sita kedapur." ujar Oma
" Noo.. Oma yang ada dapur si Mbok kayak kapal pecah nanti.. hehehe.. " ucap Senja dan menerus kan menata makanan.
Anggota keluarga BAHTIAR sudah berkumpul dari Ujung keujung Ada Opa dan Papa Farhan , Oma, Papi Martin,Mami Lidya, Mama Diana,Samping papa Farhan ada Kala. Sebelah Opa ada Sita, Ray, Marvin, Athar dan satu Kursi kosong dekat Kala adalah posisi yang bagus menurut mereka. Namun, tidak dengan Senja dengan disamping Kala rasanya nafasnya sesak, jantungnya berdetak kencang.
" Wahh.. Bibi sama si mbok, pake resep baru yaa.. kok sotonya kayaknya beda rasanya." ucap Opa Bahtiar saat mencicipi makanan nya.
" Enak Pa? "tanya Oma pada suaminya.
" Kayaknya bisa di jadiin mantu Opa.. " goda Oma melirik Senja
Uhukkk.. Uhukk.. Uhukkk.
" Senja.. " seru mereka melihat Senja yang batuk batuk mendengar candaan Oma
" Minumlah.. " Kala menyodorkan minumnya dan tanpa sadar menepuk nepuk punggung Senja pelan.
" Terima kasih,maaf..Senja salah.. " ucap Senja karena takut mengacaukan makan malam itu.
" Kamu nggak salah, Oma yang salah..godain kamu waktu makan. Jangan dipikirin omongan Oma tadi." ucap Oma Tika
Senja hanya mengulas senyum tipis menanggapi omongan sang oma.
" Jadi, siapa yang masak ini Mbok? " tanya Mama Diana yang masih penasaran.
" Non Senja Nyonya besar." jawab Mbok Darmi.
" Pantesan, Senja sampe kaget Oma becandain sampe kesedek,udah kelarin makannya.. Opa semangat nih, makan kalau rasanya kayak gini.. wehhh, pasti Opa tambah naik berat badannya." ucap Opa Bahtiar.
Akhirnya mereka menyelesaikan makan malam mereka dan, setelah itu mereka berkumpul di ruang keluarga seperti biasa, membahas soal masalah yang ada dalam BAHTIAR Group atau lainnya.
Sementara ketiga sahabat Kala sudah kembali ke rumah mereka, tinggal Kala yang di tahan oleh sang Opa karena ada urusan penting.
" Kala, ini sudah hari ketiga dan kamu belum memberikan tanda-tanda akan membawa calon istrimu." ucap Opa Bahtiar.
Kala belum menjawab pertanyaan sang Opa, dia mencuri pandang ke arah Senja yang sedang menata makanan ringan diatas meja ruang keluarga sekaligus di jadikan ruang kumpul keluarga.
" Siapa bilang Kala belum ada calon istri, Kala punya calon istri pilihan Kala, dan aku pastikan kalian pasti setuju dengan keputusanku juga pilihanku." ucap Kala sekilas melirik ke arah Senja yang akan beranjak meninggalkan ruangannya itu.
" Senja.. dia calon istri Kala." ucap Kala dengan lantang tanpa ragu.
Prangggg
Langkah Senja terhenti saat Kala menyebut namanya tambah Syok lagi saat itu juga Kala menyebut namanya sebagai calon istrinya. Lelucon apalagi yang di lakukan Kala saat ini, Orang Absurd macam Kala, yang selama ini hanya buat dia kesal, apa ini sebuah Game yang dia mainkan sekarang? Entah..
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Aira Azzahra Humaira
senam jantung pasti senja nih
2024-09-12
0
Nicky Nick
wooow kaget ya senja...
2022-12-28
0
Kinay naluw
syok tuh di klaim calon istri.
2022-09-12
0